• (GFD-2024-23137) Cek Fakta: Ben Weasel Mualaf, Pindah Agama dari Budha ke Islam

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/10/2024

    Berita

    Suara.com - Beredar narasi di media sosial dengan klaim yang menyebutkan bahwa musisi asal Amerika Serikat, Ben Weasel, merupakan seorang mualaf yang pindah dari agama Budha ke agama Islam. 

    Akun Facebook dengan nama Mualaf Studio ini terlihat mengunggah pula informasi mengenai beberapa tokoh yang diketahui menjadi mualaf.

    Nerikut narasi yang disampaikan:

    “Ben Weasel (Pemusik) Mualaf | Dari Budha ke Islam”

    Benarkah Ben Weasel merupakan mualaf yang berpindah agama dari Budha ke Islam?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran fakta Suara.com,  tidak ditemukan informasi mengenai musisi bernama asli Benjamin Foster, yang menjadi mualaf.

    Sementara itu, tokoh-tokoh lain pada akun Facebook ini informasi mengenai perjalanan mualafnya dapat ditemui pada berita-berita media online.

    Demikian pula ketika ditelusuri dengan mesin pencarian google dengan kata kunci “Ben Weasel mualaf”, tidak ditemukan informasi yang merujuk pada klaim tersebut.

    Informasi yang ada justru menyebutkan bahwa sekitar tahun 2013, penyanyi utama dan gitaris dari band punk rock Screeching Weasel ini, telah menjadi seorang Katolik, setelah sebelumnya memeluk agama Budha. Hal tersebut dapat dilihat dari ulasan Wikipedia yang berjudul “Daftar Orang yang Pindah ke Katolik”.

    Pada ulasan tersebut, didapati keterangan yang menyebutkan bahwa Ben Weasel adalah salah satu tokoh yang telah berpindah dari Budha ke Katolik.

    Keterangan tersebut diperkuat melalui tautan artikel salah satu media asal Milan, TEMPI, yang juga dilampirkan di dalamnya. Di dalam artikel berjudul “Ben Weasel: Te Deum Laudamus for Our Persistent Church”, disebutkan bahwa Ben menulis sebuah artikel untuk TEMPI yang berisi rasa syukurnya terhadap Gereja Tuhan.

    Dalam kutipan oleh TEMPI, disebutkan pula bahwa Ben baru saja melepaskan diri dari skema hidupnya sebelumnya dengan berpindah menjadi seorang beragama Katolik.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebutkan Ben Weasel telah berpindah agama dari Budha ke Islam, merupakan klaim yang keliru dan termasuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan atau misleading content.
  • (GFD-2024-23141) [PENIPUAN] Akun Facebook “Undian BRI 2024”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 01/10/2024

    Berita

    Akun Facebook “Undian BRI 2024” pada 30 September 2024 membagikan informasi sebagai berikut:

    “Khusus Nasabah Bank BRI yang sudah mempunyai BRImo. Ayo buruan daftar dan menangkan undian BRIFestival berhadiah agar kamu berkesempatan menjadi pemenangnya.
    – 1 Unit Mobil Alphard
    – 1 Unit Mobil CR-V Turbo
    – 1 Unit Mobil Fortuner
    – 1 Unit Mobil Xpander
    – 2 Unit Motor Nmax
    – 2 Unit Motor Scoopy
    – 20 Unit Smartphone Promax15
    – 20 Emas Batang & Logam Mulia
    – 20 Paket Wisata Singapore
    – 20 Paket Umroh Gratis
    Daftar Sekarang Juga (GRATIS)”

    Postingan ini mendapat 61 komentar dan 175 suka pada saat artikel ini disusun.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya akun Facebook “Undian BRI 2024” yang membagikan informasi undian BRIFestival khusus untuk nasabah Bank Rakyat Indonesia yang sudah memiliki aplikasi BRImo merupakan konten tiruan.

    Faktanya, akun tersebut merupakan akun palsu. Di akun Facebook resmi dan situs resmi milik BRI, tidak ditemukan informasi terkait pengundian hadiah seperti yang disebarkan sumber klaim.

    Modus undian berhadiah yang mencatut nama perusahaan perbankan seperti BRI ini merupakan modus penipuan yang sudah sering terjadi. Dikutip dari situs resmi Bank Rakyat Indonesia, bri.co.id, meminta masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan melalui akun palsu yang mengatasnamakan Bank BRI. Akun Facebook resmi milik BRI adalah facebook.com/BRIofficialpage.

    “Sobat BRI, zaman sekarang banyak banget loh penipuan melalui akun palsu yang mengatasnamakan Bank BRI dimana Pelaku membuat berbagai macam akun yang menyerupai akun bank BRI, mulai dari akun Chatting Apps (WhatsApp, Telegram, Line), hingga media sosial (IG,FBTwitter). Tujuannya untuk memanfaatkan kelengahan nasabah dalam menjalankan aksi kejahatan dengan modus akun palsu,” begitu bunyi keterangan dalam laman resmi BRI, Rabu (12/1/2022).

    BRI juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan akun palsu. Karena dengan melaporkan akun tersebut, kamu bisa menjadi pahlawan buat diri kamu dan orang lain. Jadi tunggu apa lagi, segera hubungi Contact BRI di 14017/1500017 atau mengirim email ke callbri@bri.co.id

    Kesimpulan

    Akun palsu. Di akun Facebook resmi dan situs resmi milik BRI, tidak ditemukan informasi terkait pengundian hadiah seperti yang disebarkan sumber klaim.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23144) Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini Pasukan Berani Mati Jokowi Tertangkap

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/10/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video pasukan berani mati Jokowi tertangkap, informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.
    Klaim video pasukan berani mati Jokowi tertangkap menampilkan sejumlah orang berjalan jongkok dalam satu barisan yang diawasi oleh beberapa orang berseragam Polri dan berbaju loreng hijau.
    Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Pasukan berani mati Jokowi PKI sebagian sudah ketangkap. Perhatikan dengan seksama senjata2 mereka. Rakyat harus bersiap siaga menghadapi mereka menjelang hari ulang tahun PKI"
    Benarkah klaim video pasukan berani mati Jokowi tertangkap? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     
    Sumber:https://suluhnusantara.news/polisi-berhasil-ciduk-anggota-gangster-di-sidoarjo-yang-diduga-hendak-tawuran/

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri  klaim video pasukan berani mati Jokowi tertangkap, dengan menangkap layar untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Image.
     
    Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Polisi Berhasil Ciduk Anggota Gangster di Sidoarjo, Yang Diduga Hendak Tawuran" yang dimuat situs suluhnusantara.news, pada 11 Agustus 2024.
    Artikel suluhnusantara.news memuat foto yang identik dengan cuplikan klaim video.
     
    Artikel  situs suluhnusantara.news menyebutkan, Anggota gangster yang terdiri dari sejumlah pemuda, termasuk anak di bawah umur, berhasil diciduk oleh Raimas Samapta Polresta Sidoarjo. Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan di wilayah tersebut.
    Polisi juga mengamankan beberapa bilah senjata tajam (sajam) dari tangan mereka sebagai barang bukti. Kelompok gangster di Sidoarjo yang ditangkap menyebut diri mereka dengan nama SANGGONG (Satuan Golongan Anti Kesombongan).
    Para anggota gangster yang menyebut kelompoknya dengan nama SANGGONG dibekuk oleh Polisi dari Raimas Samapta Polresta Sidoarjo di salah satu tempat tinggal anggotanya di Desa Beciro Ngigor, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo pada Sabtu, 10 Agustus 2024, sekitar pukul 04.00 WIB.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim video pasukan berani mati Jokowi tertangkap tidak benar.
    Dalam video tersebut kelompok gangster di Sidoarjo dengan nama SANGGONG (Satuan Golongan Anti Kesombongan), dibekuk oleh Polisi dari Raimas Samapta Polresta Sidoarjo di salah satu tempat tinggal anggotanya di Desa Beciro Ngigor, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo pada Sabtu, 10 Agustus 2024, sekitar pukul 04.00 WIB.
     
  • (GFD-2024-23145) [KLARIFIKASI] Kebakaran Ponpes di Bogor Bukan karena Molotov

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Tersiar kabar mengenai lima santri Pondok Pesantren (Ponpes) Rubath Nurul Fajri yang tewas dalam insiden kebakaran.

    Kebakaran diklaim terjadi akibat serangan molotov yang diduga sebagai relawan Joko Widodo (Jokowi).

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu keliru.

    Narasi mengenai lima santri yang tewas akibat serangan molotov disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Pengunggah menyertakan sebuah video menampilkan bekas bangunan terbakar.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 17 September 2024:

    *Info terupdate 5 Santri tewas terbakar ulah Relawan Berani Mati Jokoei.*

    *Sangat BIADAB!!! SADIS!!! di bulan SEPTEMBER teror Neo-Komunis, sebuah Pesantren “Nurul Fajri” Habib Abdurrahman bin Ahmad Asseqaf di Caringin Sukabumi di bakar gerombolan orang tak dikenal melemparkan beberapa molotov pada banyak kamar santri, Umat Islam dimanapun berada harap Siaga 1 kelompok Neo PKI – Neo Komunis lagi bikin ulah dan teror.*

    *VIRALKAN DI SELURUH MEDSOS KARENA TIDAK AKAN TAYANG DI MEDIA TELEVISI.*

    Hasil Cek Fakta

    Video dari insiden kebakaran di Ponpes Rubath Nurul Fajri pernah disebarkan dengan konteks keliru sebelumnya.

    Ponpes tersebut terletak di Kampung Limusnunggal RT/RW 02/05 Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Namun, kebakaran ponpes diklaim terjadi di Sukabumi.

    Tim Cek Fakta Kompas.com telah meluruskan narasi tersebut.

    Namun, narasi di media sosial berkembang dengan mengeklaim bahwa penyebab kebakaran adalah serangan molotov.

    Kebakaran yang terjadi pada 4 Juli 2024 tersebut tidak menelan korban jiwa.

    Berdasarkan surat terbuka yang diterbitkan Ponpes Rubath Nurul Fajri, tidak ada korban luka atas kejadian tersebut.

    Kapolsek Caringin AKP Hendra Kurnia menyampaikan, penyebab kebakaran bukanlah bom molotov.

    Dilansir RRI, Polsek Caringin telah melakukan penyelidikan penyebab peristiwa kebakaran bersama tim Inafis Reskrim Polres Bogor, dan dapat dipastikan tidak ada bom molotov.

    Kesimpulan

    Penyebab kebakaran Ponpes Rubath Nurul Fajri di Bogor bukanlah molotov.

    Polisi tidak menemukan molotov di lokasi kejadian dan tidak ada korban jiwa dari insiden kebakaran pada 4 Juli 2024.

    Rujukan