• (GFD-2024-23278) Cek Fakta: Link Pendaftaran BRImo FSTVL Panen Hadiah hingga 29 Oktober 2024 Ini Tidak Benar

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/10/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran BRImo FSTVL panen hadiah hingga 29 Oktober 2024, informasi tersebut diunggah salah satu akun WhatsApp. pada 5 Oktober 2024.
    Unggahan klaim link pendaftaran BRImo FSTVL panen hadiah menampilkan poster digital bertuliskan "BRImoFSTVL BRIMO PANEN HADIAH BANK BRI" dalam poster tersebut juga terdapat gambar mobil, sepeda motor, emas batangan dan smartphone.
    Unggahan tersebut disertai dengan tautan sebagai berikut.
    "https://briii.brsi-site.web.id/?fbclid=IwY2xjawFy0fZleHRuA2FlbQIxMQABHRt69vpln559oPJqV2_Gtdc6tT1Hi-68XIsxPqpiBy48j85_CXO1999sLA_aem_OC5aSNogokMJ8i_9JzRk7g"
    Jika diklik maka muncul halaman situs yang mengarahkan kita untuk mengklik tautan yang diklaim sebagai kupon undian.
    Unggahan tersebut pun diberi keterangan sebagai berikut.
    "Pendaftaran berlangsung dari 01 hingga 29 Oktober 2024. Jangan lewatkan kesempatan ini! Pengundian dan pengumuman pemenang akan dilakukan secara online pada 30 Oktober 2024.
    #brimopoin #brimomudahserbabisa #brimosemuabisa"
    Benarkah klaim link pendaftaran BRImo FSTVL panen hadiah hingga 29 Oktober 2024? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran BRImo FSTVL panen hadiah hingga 29 Oktober 2024, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Waspada Penipuan Online Mencatut BRI di Media Sosial, Simak Cara Lindungi Diri Anda" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 1 September 2024.
    Dalam artikel Liputan6.com, Direktur BRI, Andrijanto, mengingatkan agar nasabah tetap waspada dan tidak memberikan informasi pribadi atau data perbankan kepada pihak yang tidak jelas atau tidak resmi.
    "Hindari memberikan data pribadi seperti nomor rekening, nomor kartu, PIN, username dan password internet banking, OTP, dan informasi sensitif lainnya melalui tautan atau situs yang tidak terverifikasi," tegasnya.
    Belakangan ada pihak yang memanfaatkan nama besar PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) untuk menjerat korban, dengan berbagai modus yang sulit dibedakan dari komunikasi resmi.
    Modus yang sering digunakan adalah melalui pesan-pesan yang mengklaim berasal dari BRI, baik melalui email, SMS, maupun media sosial seperti Facebook, X, dan Instagram. Salah satu taktik favorit mereka adalah menawarkan undian berhadiah menggiurkan, mulai dari uang tunai hingga mobil mewah.
    Contohnya, bulan lalu, muncul penipuan online yang mengatasnamakan BRImo FSTVL di media sosial. Mereka mengiming-iming hadiah fantastis, namun ternyata itu semua hanyalah jebakan. Link yang mereka bagikan, bukanlah situs resmi BRI.
    Ingat, situs resmi BRI hanya dapat diakses melalui https://bri.co.id/. Jika mengecek akun media sosial resmi BRI, khususnya di Instagram @bankbri_id, kamu tidak akan menemukan informasi mengenai BRImo FSTVL.
    Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu memverifikasi keabsahan informasi dari sumber yang terpercaya atau saluran komunikasi resmi BRI.
    Saluran resmi BRI meliputi Instagram: @bankbri_id, Facebook: Bank BRI, X: @BankBRI_id, @promo_BRI, dan @kontakBRI, serta TikTok: bankbri_id. Nasabah juga dapat menghubungi Sabrina di nomor 0812 1214 017, melalui email di call@bri.co.id, atau kontak BRI di 1500017, serta mengunjungi www.bri.co.id. #BRI #Sabrina #TanyaSabrinaAja

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim link pendaftaran BRImo FSTVL panen hadiah hingga 29 Oktober 2024 tidak benar.
    Situs resmi BRI hanya dapat diakses melalui https://bri.co.id/. Jika mengecek akun media sosial resmi BRI, khususnya di Instagram @bankbri_id, tidak akan menemukan informasi mengenai BRImo FSTVL.
    Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu memverifikasi keabsahan informasi dari sumber yang terpercaya atau saluran komunikasi resmi BRI.
  • (GFD-2024-23279) Cek Fakta: Hoaks Pasien Mpox Dirawat di RS Kandou Manado

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/10/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang seorang pasien yang terjangkit cacat monyet atau monkeypox (mpox) dirawat di Rumah Sakit UP Prof Dr R.D Kandou Manado, Sulawesi Utara beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 11 September 2024.
    Akun Facebook tersebut mengunggah gambar seorang pria yang wajahnya dipenuhi cacar. Dalam postingan tersebut juga terdapat narasi bahwa sudah ada pasien mpox yang dirawat di RS Kandou, Manado.
    "So di Manado dia gaiss....Please pake masker, jgn sembarangan bli2makanan masak dari luar nee semua
    Meneruskan !!!
    Izin menginfokan, jadi ada kabar katanya di RS Kandou so ditemukan kasus penyakit MPox. Oleh karena itu, mulai besok teman2 diharapkan *menggunakan masker* dalam melakukan aktivitas di luar, baik kuliah maupun yg lain.
    Atas perhatian diucapkan terima kasih," demikian narasi dalam gambar tersebut.
    "Sekedar jaga2 saja…
    Musti rajin cuci tangan dan memakai masker klo beraktifitas diluar 🙏🏻🥲," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 6 kali dibagikan dan mendapat 10 komentar dari warganet.
    Benarkah ada pasien mpox yang dirawat di RS Kandou, Manado? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang ada pasien mpox yang dirawat di RS Kandou, Manado. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "pasien mpox dirawat di rs kandou manado" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Hoaks Kasus Mpoks di RS Kandou Dibantah Pihak Rumah Sakit" yang dimuat situs rsupkandou.com pada 12 September 2024.
    RSUPKANDOU.COM, MANADO - Terkait berita dan foto yang beredar di media sosial bahwa RSUP Prof Dr R.D Kandou Manado ada pasien Mpoks yang sedang diwarat.
    "Berita tersebut adalah hoaks," tegas dr. Wiyono, Manager Tim Kerja Pelayanan Medik RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/09).
    Dokter Yono sapaan akrabnya menjelaskan di rumah sakit Kandou memang ada pasien perempuan umur 61 tahun, masuk rumah sakit dengan kelainan kulit. Pasien diperiksa lebih lanjut dan dikolaborasikan dengan sangat disiplin.
    Akan tetapi sebagai kewaspadaan, Langkah-langkah Pencegahan dan prosudur Mpoks tetap dilakukan oleh tim medis.
    "Pasien tersebut kami lakukan dengan prosudur Mpoks yaitu pemeriksaan laboratoium dan swap atau hapusan tenggorok, hapusan nasuparing, hapusan leci dan hapusan anus, ilmu kulit menyimpulkan bahwa pasien tersebut didiagnosa herpes atau biasa disebut dengan muntah ular." jelas dr Wiyono.
    Dengan demikian dr. Wiyono didampingi Asisten Manajer Tim Kerja Pelayanan Medik dr Christi Natalia Allow, Asisten Manajer Tim Kerja Hukum dan Humas, Novita,SH, menegaskan hingga saat ini, RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado tidak menerima pasien dengan kasus Mpox.
    Ia menghimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya dan selalu mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut kepada pihak yang berwenang.
    "Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang tidak benar dan dapat menimbulkan kepanikan," tambah dr. Wiyono.
    Pihak rumah sakit juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran penyakit menular. (Humas Kandou)
     

    Kesimpulan


    Kabar tentang ada pasien mpox yang dirawat di RS Kandou, Manado ternyata tidak benar alias hoaks. Pihak RS Kandou menyebut tidak ada pasien penderita mpox yang dirawat di RS tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23283) Ivan Jaime tiba di Indonesia dan ikut bergabung di Timnas Indonesia, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/10/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di YouTube berdurasi delapan menit menarasikan pemain sepak bola asal Spanyol Ivan Jaime akan menjadi pemain naturalisasi pada Timnas Indonesia.

    Sebelumnya, pemain sayap atau gelandang serang untuk klub Liga Primeira Porto itu sempat dirumorkan memiliki darah atau keturunan Indonesia.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “SE DUNIA HEBOH VAN PERSIE BENAR BENAR SUDAH TERBANG MENUJU BAHRAIN ANTAR IVAN JAIME BELA INDONESIA”

    Namun, benarkah Ivan Jaime tiba di Indonesia dan ikut bergabung di Timnas Indonesia?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, salah satu potongan video yang terdapat dalam unggahan tersebut yakni wawancara Ivan Jaime. Potongan video tersebut serupa dengan unggahan di laman Fussballzz berjudul Iván Jaime: "Demos luta a uma grande equipa" atau jika diterjemahkan berjudul “Ivan Jaime: ‘Kami memberikan perlawanan kepada tim yang hebat’”.

    Dalam video tersebut, tidak ada pernyataan Ivan Jaime mengenai dirinya bergabung ke Timnas Indonesia.

    Selain itu, potongan video Robin van Persie serupa dengan video di laman Benchwarmer yang berjudul “Robin Van Persie Explains Why He Left Arsenal – ‘Arsenal Got Tired Of Me’”. Dalam video tersebut, Robin Van Persie menjelaskan mengapa dia meninggalkan Arsenal. Video lengkapnya dapat dilihat di unggahan TNT Sport.

    Selain itu, narator hanya membacakan unggahan berita dari laman berikut dengan judul “Shin Tae-yong Senyum! PSSI Buka Peluang Tambah Naturalisasi di Timnas Indonesia”. Dalam laman tersebut, Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali menjelaskan bahwa sejauh ini PSSI belum ada rencana untuk segera menaturalisasi para pemain keturunan.

    Dengan demikian, video yang menyatakan Ivan Jaime tiba di Indonesia dan bergabung di Timnas Indonesia merupakan sesuatu yang keliru.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-23284) Empat wilayah di Jawa Tengah terancam gempa Megathrust, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/10/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di TikTok menarasikan empat wilayah di Jawa Tengah (Jateng) akan terdampak besar gempa Megathrust yaitu Cilacap, Wonogiri, Kebumen dan Purworejo.

    Unggahan lain dengan narasi serupa juga menyebutkan hingga 12 wilayah Jateng akan terdampak Megathrust.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “WILAYAH JAWA TENGAH YANG BERPOTENSI TERDAMPAK BESAR GEMPA MEGATHRUST CILACAP, WONOGIRI, KEBUMEN, PURWOREJO”

    Namun, benarkah empat wilayah tersebut akan terdampak gempa besar Megathrust?

    Hasil Cek Fakta

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan dalam Instagram resminya, tentang potensi Megathrust yang meresahkan masyarakat. BMKG menegaskan bahwa informasi tersebut bukan berasal dari BMKG dan tidak memiliki dasar ilmiah yang valid.

    Sebagai lembaga resmi pemerintah yang bertugas memantau aktivitas gempa bumi dan memberikan peringatan dini tsunami, BMKG selalu menyampaikan informasi yang berdasarkan data ilmiah yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang bersumber dari pihak-pihak yang tidak resmi dan tidak bertanggung jawab.

    Untuk mendapatkan informasi yang valid mengenai gempa bumi, tsunami, dan potensi bencana lainnya, kami sarankan masyarakat selalu merujuk pada sumber resmi seperti website BMKG atau aplikasi mobile Info BMKG.

    BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pemerintah setempat dalam penanganan bencana, namun tidak perlu panik terhadap berita yang belum jelas kebenarannya.

    Klaim: Empat wilayah di Jawa Tengah yakni Cilacap, Wonogiri, Kebumen, Purworejo akan terdampak gempa besar Megathrust

    Rating: Disinformasi

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan