• (GFD-2021-7691) [SALAH] Akun Facebook Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 15/10/2021

    Berita

    Beredar akun Facebook Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung dan mengirmkan permintaan pertemanan kepada pengguna Facebook, serta meminta nomor Whatsapp pengguna melaui Messenger. Foto profil menggunakan foto bupati memakai pakaian dinas.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, melansir dari torajadaily.com, akun tersebut adalah palsu. Ia juga akan segera melapor ke pihak berwajib atas akun yang mengatasnamakan dan merugikan dirinya maupun orang lain.

    “Saya kaget dikasih tahu padahal saya tidak pernah buat akun Facebook baru, jelas itu bukan saya. Masyarakat harus berhati-hati,” ujarnya kepada torajadaily saat dikonfirmasi Minggu (26/9/2021).

    Dengan demikian, akun Facebook Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.

    Kesimpulan

    hasil periksa fakta Rahmah a n (UIN Sunan Ampel Surabaya).

    Faktanya, melalui torajadaily.com ia menegaskan bahwa akun tersebut palsu dan meminta masyarakat berhati-hati. Selengkapnya pada penjelasan!

    Rujukan

  • (GFD-2021-7692) [SALAH] Kasus Positif Covid-19 di Surabaya Naik

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 15/10/2021

    Berita

    Beredar pesan berantai di WhatsApp yang memberi informasi bahwa saat ini kasus Covid-19 di Surabaya sedang naik. Dikatakan pula karena adanya kluster baru di rumah sakit RKZ, dan beberapa tempat karantina menunjukkan kenaikan pasien.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, informasi tersebut adalah hoaks. Dilansir dari akun Instagram resmi Departemem Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, memaparkan data bahwa, bersumber dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya per tanggal 8 Oktober 2021, dari hasil tracing, ada 10 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah yang bertambah 13 orang dengan jumlah produksi 64.031 orang, sedangkan jumlah yang meninggal tercatat nihil alias 0.

    Berdasarkan data sampai tanggal 9 Oktober 2021, jumlah pasien yang dikarantina di Hotel Asrama Haji yang menjadi tempat isolasi bagi yang terkonfirmasi positif Covid-19, terdapat sebanyak 5 orang dari kapasitas 899 kamar yang tersedia.

    Adapun Rumah Sakit Lapangan Indrapura, yang disebutkan dalam pesan di WhatsApp, sejak tanggal 2 Oktober 2021 masih nol pasien, atau tidak ada yang dirawat disana.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, drg. Febria Rachmanita, mengatakan bahwa saat ini kasus positif di Kota Surabaya sedang melandai dan tingkat positif berada di angka 0,38% atau sangat rendah. Meski begitu masyarakat harus tetap patuh protokol kesehatan agar sewaktu-sewaktu tidak terjadi lonjakan kembali.

    Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa informasi mengenai kenaikan kasus positif Covid-19 di Surabaya adalah HOAX dan dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).

    Informasi Palsu. Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, drg. Febria Rachmanita, mengatakan bahwa kasus positif saat di Surabaya sedang melandai, adapun positif rate-nya mencapai 0,38% yang berarti masih tergolong rendah.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7693) [SALAH] Pilot Pesawat Maskapai Delta Meninggal setelah Divaksin

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 15/10/2021

    Berita

    Akun Facebook dengan nama pengguna “JD Meaney” (https://www.facebook.com/jd.meaney) mengunggah sebuah narasi yang menyatakan bahwa seorang pilot pesawat milik maskapai penerbangan Delta meninggal dunia setelah menerima dosis kedua vaksin.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ada bukti bahwa hal tersebut telah terjadi. Melansir dari USA Today, Morgan Durrant, Juru Bicara Maskapai Delta menegaskan bahwa kabar tersebut adalah tidak benar. Lebih lanjut, Maria Njoku, Juru Bicara Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat juga menyatakan bahwa tidak ada laporan seorang pilot meninggal setelah menerima dosis kedua vaksin dan perlu melakukan pendaratan darurat.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Facebook dengan nama pengguna “JD Meaney” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Faktanya, tidak ada bukti bahwa hal tersebut telah terjadi. Pihak maskapai penerbangan Delta dan Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat telah menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8786) Keliru, CEO Pfizer Albert Vorla Menyatakan tanpa Vaksin, Seseorang Bisa Mengimunisasi Dirinya Sendiri

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 15/10/2021

    Berita


    Sebuah fotoflyer memperlihat pernyataan CEO Pfizer Albert Borla yang mengklaim orang tak divaksin akan dapat mengimunisasi dirinya sendiri beredar di instagram. Pada flayer tersebut bahkan ikut dicantumkan pula kutipan pernyataan penemu vaksin Astra Zeneca, Dame Sarah Gilbert, dengan narasi “tidak ada alasan untuk berpikir kita akan memiliki COVID-19 versi 2 lebih ganas, pada akhirnya virus ini akan menjadi virus biasa yang menyebabkan flu”. 
    Unggahan itu dibagikan akun _teluuur pada 10 Oktober 2021. Hingga artikel ini ditulis unggahannya telah mendapatkan respons 6.482 disukai.  
    Lantas benarkah CEO Pfizer Albert Borla dan Dame Sarah Gilbert membuat pernyataan demikian? Dan benarkah orang yang tidak divaksin akan mengimunisasi dirinya sendiri dan Covid-19 akan menjadi virus biasa yang hanya akan menjadi virus flu biasa? 
    Tangkapan layar unggahan dengan klaim tanpa vaksin, seseorang dapat mengimunisasi dirinya sendiri dari Covid-19

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek FaktaTempomula-mula menelusuri terlebih dahulu informasi melalui sejumlah sumber kredibel terkait pernyataan dua tokoh tersebut dan cara kerja vaksin serta sistem imun manusia.
    Klaim 1 : Pernyataan CEO Pfizer Albert Borla “orang tak divaksin akan dapat mengimunisasi dirinya sendiri”
    Fakta:Tempotidak menemukan pernyataan CEO Pfizer Albert Borla tentang orang yang tidak divaksin akan mengimunisasi dirinya sendiri. Pernyataan ini justru berkebalikan dengan pernyataan Borla pada  8 September 2020, seperti yang dimuat oleh CNBC. Saat itu Bourla memperingatkan bahwa orang yang tidak divaksin, akan menjadi kelompok rentan terkena virus dan membuat virus terus menyebar.
    Selain itu, orang-orang yang memutuskan untuk tidak divaksin tidak hanya berdampak pada  hidup mereka sendiri, tetapi juga memberi dampak pada kehidupan orang lain. 
    Borla sendiri sudah mendapatkan dosis penuh vaksin Covid-19 pada 10 Maret 2021. Sebelumnya dia juga diserang informasi palsu berupa video dengan klaim “CEO Pfizer Menolak Vaksin” Dilansir dari apnews, sebelum suntikan vaksin kedua pada Borla, muncul video yang menyertakan spanduk palsu, "CEO PFIZER MENOLAK VAKSIN," telah dibagikan ribuan kali di Facebook. Beberapa huruf dalam kata "vaksin" telah diganti dengan gambar partikel virus corona dan jarum suntik.     
    Emily R. Smith, seorang ahli epidemiologi dan asisten profesor di Milken Institute School of Public Health di The George Washington University seperti dilansir USA Today mengatakan, orang yang telah mengikuti  vaksinasi  akan mengurangi risiko individu terkena kembali Covid-19 dan memberikan perlindungan kepada orang. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat menunjukkan bahwa orang yang divaksinasi, 800 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mendapatkan Covid-19 daripada orang yang tidak divaksinasi. 
    Susan Hassig, seorang ahli epidemiologi di Tulane University School of Public Health and Tropical Medicine, ikut menegaskan bahwa vaksin melindungi individu yang divaksinasi dengan sangat mengurangi risiko infeksi, penyakit, dan kematian. Vaksinasi individu itu kemudian melindungi komunitas yang lebih luas dengan membuat orang yang divaksinasi cenderung menjadi tuan rumah.
    Klaim 2  : Pernyataan Demi Sara Gilbert “tidak ada alasan untuk berpikir kita akan memiliki COVID-19 versi 2 lebih ganas, pada akhirnya virus ini akan menjadi virus biasa yang menyebabkan flu”
    Fakta: Pernyataan Sarah Gilbert ini pernah disampaikan saat seminar Royal Society of Medicine pada 21 September 2021. Pernyataan lengkap Sara Gilbert seperti dilansir dari The Times, viruscorona biasanya tidak bermutasi ke varian yang bisa menlawan vaksin. Sebab, tak ada lagi tempat untuk menyebar dan berkembang. Sehingga bisa dikatakan varian Covid-19 yang lebih ganas tidak akan ada lagi jika semua sudah divaksin.
    Dari pemberitaan Times itu diketahui bahwa konteks pernyataan Sarah Gilbert, bahwa, virus corona  tidak mungkin bermutasi menjadi varian ganas pada seseorang yang telah divaksin. Artinya Sarah menekankan pentingnya vaksinasi Covid-19. 

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta olehTempo, klaim CEO Pfizer Albert Borla yang mengatakan orang tak divaksin akan dapat mengimunisasi dirinya sendiri dan pernyataan Dame Sarah Gilbert bahwa  virus Covid-19 akan menjadi virus flu biasa,menyesatkan.
    Pernyataan Borla tentang orang yang tidak divaksin akan mengimunisasi dirinya sendiri  ramai menjadi diperbincangkan setelah muncul video yang menyertakan spanduk palsu CEO Pfizer menolak vaksin. Video tersebut mengutip wawancara stasiun TVCNBCpada 14 Desember 2020. Borla sendiri diketahui mendapatkan suntikan vaksin kedua pada 10 Maret 2021. 
    Sedangkan, pernyataan Sarah Gilbert ini ramai setelah ia menjadi pembicara di seminar Royal Society of Medicine pada 21 September 2021. Sarah mengatakan, viruscorona biasanya tidak bermutasi ke varian yang bisa menlawan vaksin. Sebab, tak ada lagi tempat untuk menyebar dan berkembang. Sehingga bisa dikatakan varian Covid-19 yang lebih ganas tidak akan ada lagi jika semua sudah divaksin. 
    TIM CEKFAKTA TEM

    Rujukan