Akun Tiktok @stayw1thyo https://vt.tiktok.com/ZSF1SvdET/ / https://ghostarchive.org/archive/dzuoK (arsip) mengunggah sebuah video yang menampilkan lautan manusia dengan klaim merupakan massa pendukung Anies Baswedan di Papua Nugini.
Dalam unggahan tersebut, @stayw1thyo menulis narasi sebagai berikut:
“Biyuuhhh…. Para pendukung Anies Baswedan di Papua Nugini Membludak
Semoga anies terpilih jadi Presiden Papua Nugini” dibagikan pada 16 Januari 2024 dan telah dibagikan sebanyak 2405 kali.
(GFD-2024-15632) [SALAH] Pendukung Anies Baswedan di Papua Nugini Membludak
Sumber: tiktok.comTanggal publish: 29/01/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah video yang menampilkan lautan manusia dengan klaim bahwa massa tersebut merupakan pendukung Anies Baswedan di Papua Nugini. Video yang sama juga pernah digunakan dengan klaim merupakan video pendukung 02 di Jawa Timur.
Setelah dilakukan cek fakta menggunakan tools Google Lens, video tersebut merupakan cuplikan kegiatan perayaan Divina Pastora di Barquisimeto Venezuela pada 14 Januari 2024.
Divina Pastora merupakan ritus tahunan yang dilakukan oleh umat Katolik di Negara Bagian Lara, yang mana prosesinya diikuti oleh lebih dari 2 juta orang. Mereka memikul salib dari Iglesia de la Divina Pastora di Santa Rosa dekat Barquisimeto hingga ke Gereja Katedral Metropolitan Barquisimeto (Catedral de Barquisimeto).
Dengan demikian, klaim pada narasi yang menyebut bahwa lokasi video ini berada di Papua Nugini ataupun Jawa Timur, tidak benar.
Setelah dilakukan cek fakta menggunakan tools Google Lens, video tersebut merupakan cuplikan kegiatan perayaan Divina Pastora di Barquisimeto Venezuela pada 14 Januari 2024.
Divina Pastora merupakan ritus tahunan yang dilakukan oleh umat Katolik di Negara Bagian Lara, yang mana prosesinya diikuti oleh lebih dari 2 juta orang. Mereka memikul salib dari Iglesia de la Divina Pastora di Santa Rosa dekat Barquisimeto hingga ke Gereja Katedral Metropolitan Barquisimeto (Catedral de Barquisimeto).
Dengan demikian, klaim pada narasi yang menyebut bahwa lokasi video ini berada di Papua Nugini ataupun Jawa Timur, tidak benar.
Kesimpulan
Beredar sebuah video yang menampilkan lautan manusia dengan klaim bahwa massa tersebut merupakan pendukung Anies Baswedan di Papua Nugini. Video yang sama juga pernah digunakan dengan klaim merupakan video pendukung 02 di Jawa Timur.
Setelah dilakukan cek fakta menggunakan tools Google Lens, video tersebut merupakan cuplikan kegiatan perayaan Divina Pastora di Barquisimeto Venezuela pada 14 Januari 2024.
Divina Pastora merupakan ritus tahunan yang dilakukan oleh umat Katolik di Negara Bagian Lara, yang mana prosesinya diikuti oleh lebih dari 2 juta orang. Mereka memikul salib dari Iglesia de la Divina Pastora di Santa Rosa dekat Barquisimeto hingga ke Gereja Katedral Metropolitan Barquisimeto (Catedral de Barquisimeto).
Dengan demikian, klaim pada narasi yang menyebut bahwa lokasi video ini berada di Papua Nugini ataupun Jawa Timur, tidak benar.
Setelah dilakukan cek fakta menggunakan tools Google Lens, video tersebut merupakan cuplikan kegiatan perayaan Divina Pastora di Barquisimeto Venezuela pada 14 Januari 2024.
Divina Pastora merupakan ritus tahunan yang dilakukan oleh umat Katolik di Negara Bagian Lara, yang mana prosesinya diikuti oleh lebih dari 2 juta orang. Mereka memikul salib dari Iglesia de la Divina Pastora di Santa Rosa dekat Barquisimeto hingga ke Gereja Katedral Metropolitan Barquisimeto (Catedral de Barquisimeto).
Dengan demikian, klaim pada narasi yang menyebut bahwa lokasi video ini berada di Papua Nugini ataupun Jawa Timur, tidak benar.
Rujukan
(GFD-2024-15631) [SALAH] Kyai Yang Doakan Prabowo Gibran Meninggal Dunia
Sumber: twitter.comTanggal publish: 26/01/2024
Berita
Akun Twitter @Andria75777 https://twitter.com/Andria75777/status/1749119705544335561?t=jCEt6gxrxZpMfj2l9r0z3w&s=19 (https://archive.ph/W1syE arsip) mengunggah sebuah video yang menampilkan sosok Kyai sepuh yang sedang berdoa untuk kemenangan pasangan Capres Cawapres 02, Prabowo-Gibran, pada Pemilu 2024. Namun tak lama kemudian, Kyai tersebut jatuh pingsan.
Akun @Andria75777 menulis narasi bahwa Kyai tersebut telah meninggal dunia usai mendoakan kemenangan Paslon 02.
“Innalillahi wa innailaihi rojiuun, langsung Cash Tercabut Nyawanya pada saat Doa minta Dunia utk si Prabowo Gibran karna tlah memberi Amplop. ..yg menyebabkan si Kiyai menghembuskan Nafas terakhir. Coba kek si Kiyai tsb Berdoa minta diturunkan Pemimpin yg baik dan Amanah.” Tulisnya.
Unggahan ini telah mendapatkan reaksi berupa 219 kali direpost, 523 kali disukai, dan 226 komentar.
Akun @Andria75777 menulis narasi bahwa Kyai tersebut telah meninggal dunia usai mendoakan kemenangan Paslon 02.
“Innalillahi wa innailaihi rojiuun, langsung Cash Tercabut Nyawanya pada saat Doa minta Dunia utk si Prabowo Gibran karna tlah memberi Amplop. ..yg menyebabkan si Kiyai menghembuskan Nafas terakhir. Coba kek si Kiyai tsb Berdoa minta diturunkan Pemimpin yg baik dan Amanah.” Tulisnya.
Unggahan ini telah mendapatkan reaksi berupa 219 kali direpost, 523 kali disukai, dan 226 komentar.
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter dengan nama @Andria75777 mengunggah sebuah video yang memperlihatkan seorang Kyai sepuh mendoakan pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Gibran supaya menang dalam kontestasi Pemilu 2024. Namun di Tengah pembacaan doa, Kyai yang diketahui bernama KH Suyuti Toha tersebut jatuh pingsan diduga akibat faktor usia dan kelelahan. Akun Twitter @Andria75777 mengklaim bahwa Kyai tersebut telah meninggal dunia.
Setelah dilakukan cek fakta, kabar yang menyebut pengasuh Ponpes Mansyaul Huda Banyuwangi, KH Suyuti Toha meninggal dunia dibantah oleh KH Ahmad Wahyudi, pengasuh Pondok Pesantren Adz Dzikra yang di video tepat berada di belakangnya.
“Beliau sudah usia 83 tahun, jadi fisiknya memang tidak kuat. Apalagi beliau sangat cinta kepada Prabowo, sehingga berdoa dengan perasaan yang tinggi. Mungkin itu yang membuat beliau pingsan,” kata Wahyudi sebagaimana dikutip dari portal visi news.
Wahyudi menambahkan bahwa KH Suyuti Toha sudah sadar dan kondisinya membaik setelah dibawa ke tempat istirahat. Ia juga mengatakan bahwa tidak ada penanganan medis yang dilakukan, karena tidak ada keluhan kesehatan yang serius.
“Alhamdulillah, sekarang beliau sudah nyaman (sehat). Tidak ada (penanganan medis), karena beliau tidak ada keluhan apa-apa. Cuma memang lelah saja,” ujarnya.
Selain itu Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Banyuwangi, Sumail Abdullah seperti dikutip dari Kumparan mengatakan, kini kondisi Kiai Suyuti sudah membaik.
“Saya melihatnya mungkin kecapekan karena beliau siang-malam tanpa mengenal lelah berdoa. Kondisinya sekarang sudah membaik dan sudah beraktivitas kembali,” ujarnya.
Setelah dilakukan cek fakta, kabar yang menyebut pengasuh Ponpes Mansyaul Huda Banyuwangi, KH Suyuti Toha meninggal dunia dibantah oleh KH Ahmad Wahyudi, pengasuh Pondok Pesantren Adz Dzikra yang di video tepat berada di belakangnya.
“Beliau sudah usia 83 tahun, jadi fisiknya memang tidak kuat. Apalagi beliau sangat cinta kepada Prabowo, sehingga berdoa dengan perasaan yang tinggi. Mungkin itu yang membuat beliau pingsan,” kata Wahyudi sebagaimana dikutip dari portal visi news.
Wahyudi menambahkan bahwa KH Suyuti Toha sudah sadar dan kondisinya membaik setelah dibawa ke tempat istirahat. Ia juga mengatakan bahwa tidak ada penanganan medis yang dilakukan, karena tidak ada keluhan kesehatan yang serius.
“Alhamdulillah, sekarang beliau sudah nyaman (sehat). Tidak ada (penanganan medis), karena beliau tidak ada keluhan apa-apa. Cuma memang lelah saja,” ujarnya.
Selain itu Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Banyuwangi, Sumail Abdullah seperti dikutip dari Kumparan mengatakan, kini kondisi Kiai Suyuti sudah membaik.
“Saya melihatnya mungkin kecapekan karena beliau siang-malam tanpa mengenal lelah berdoa. Kondisinya sekarang sudah membaik dan sudah beraktivitas kembali,” ujarnya.
Kesimpulan
Faktanya KH Suyuti Toha yang doakan Prabowo-Gibran menang dalam Pilpres 2024 tidak meninggal dunia, melainkan hanya pingsan karena faktor usia dan kelelahan. Hal tersebut telah dibenarkan oleh KH Ahmad Wahyudi, pengasuh Pondok Pesantren Adz Dzikra yang berada di belakang KH Suyuti Toha di saat kejadian.
Rujukan
- https://visi.news/beredar-di-medsos-kh-sayuti-toha-meninggal-setelah-menyatakan-dukungan-ke-prabowo-gibran-begini-faktanya/#:~:text=KH%20Sayuti%20Toha%20tidak%20meninggal,KH%20Sayuti%20Toha%20saat%20kejadian
- https://m.kumparan.com/kumparannews/sempat-ambruk-saat-doakan-prabowo-jadi-presiden-kh-suyuti-sudah-sehat-2212aBEhV0o/full
(GFD-2024-15630) [SALAH] Kota Batam Siang Ini Menjemput Kedatangan Calon Presiden Perubahan AMIN
Sumber: tiktok.comTanggal publish: 25/01/2024
Berita
Sebuah video diposting oleh akun Tiktok dengan nama @tkipendukunganis pada 20 Januari 2024 (https://vt.tiktok.com/ZSNEwXWKp/ / https://ghostarchive.org/archive/TXXss arsip) dan dibagikan sebanyak 36 kali.
Dalam video tersebut, pengunggah memberikan narasi, “JUMAT BERKAH, INILAH SUARA SENYAP YG DAHSAT AMIN YG AKAN MUNCUL DI HARI PENCOBLOSAN YG SEKARANG HANYA DIAM,”
Video ini dibagikan juga melalui Whatsapp Grup dengan narasi, “Kota Batam siang ini menjemput kedatangan calon persiden perubahan amiin. Ini nggak janji kasih makan sama minum susu looo…”
Dalam video tersebut, pengunggah memberikan narasi, “JUMAT BERKAH, INILAH SUARA SENYAP YG DAHSAT AMIN YG AKAN MUNCUL DI HARI PENCOBLOSAN YG SEKARANG HANYA DIAM,”
Video ini dibagikan juga melalui Whatsapp Grup dengan narasi, “Kota Batam siang ini menjemput kedatangan calon persiden perubahan amiin. Ini nggak janji kasih makan sama minum susu looo…”
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah video yang memperlihatkan kerumunan massa yang sangat banyak dan padat melewati sebuah kolong jembatan layang. Video tersebut dinarasikan oleh pengguna akun Tiktok @tkipendukunganis sebagai suara senyap para pendukung Capres nomor urut 01 Anies Rasyid Baswedan. Sedangkan di Whatsapp Grup, video yang diunggah oleh akun tersebut disebarkan dengan narasi antusiasme masyarakat Batam dalam menjemput kedatangan Capres nomor urut 01.
Ketika ditelusuri faktanya melalui tools Google Lens, ditemukan bahwa video tersebut pertama kali diunggah oleh akun twitter dengan nama Asaad Fakharuddin (@AsaadFakhar) pada 11 Juni 2023. Dalam unggahan tersebut, Asaad menuliskan keterangan bahwa video tersebut merupakan momentum pertemuan politik dan unjuk rasa dari Jemaat-e-Islami yang berlokasi di Dhaka, Bangladesh pada 11 Juni 2023 lalu.
Dalam pertemuan tersebut dibacakan pernyataan tertulis oleh Pj Ketua Jemaah bernama Ameer Mujibur Rahman yang berisi 10 tuntutan, di antaranya adalah dibentuknya pemerintahan sementara untuk melaksanakan Pemilu 2024 yang netral di Bangladesh, pembebasan pemimpin Partai Jamaat-e-Islami, serta pembukaan kembali kantornya yang sempat ditutup oleh pemerintah menyusul adanya pembatalan izin pendaftarannya sebagai Partai Politik di Bangladesh oleh Pengadilan Tinggi.
Dengan demikian, video tersebut bukan merupakan video terkait kedatangan Capres nomor urut 01 Anies Baswedan ke Batam pada 19/01/2024.
Ketika ditelusuri faktanya melalui tools Google Lens, ditemukan bahwa video tersebut pertama kali diunggah oleh akun twitter dengan nama Asaad Fakharuddin (@AsaadFakhar) pada 11 Juni 2023. Dalam unggahan tersebut, Asaad menuliskan keterangan bahwa video tersebut merupakan momentum pertemuan politik dan unjuk rasa dari Jemaat-e-Islami yang berlokasi di Dhaka, Bangladesh pada 11 Juni 2023 lalu.
Dalam pertemuan tersebut dibacakan pernyataan tertulis oleh Pj Ketua Jemaah bernama Ameer Mujibur Rahman yang berisi 10 tuntutan, di antaranya adalah dibentuknya pemerintahan sementara untuk melaksanakan Pemilu 2024 yang netral di Bangladesh, pembebasan pemimpin Partai Jamaat-e-Islami, serta pembukaan kembali kantornya yang sempat ditutup oleh pemerintah menyusul adanya pembatalan izin pendaftarannya sebagai Partai Politik di Bangladesh oleh Pengadilan Tinggi.
Dengan demikian, video tersebut bukan merupakan video terkait kedatangan Capres nomor urut 01 Anies Baswedan ke Batam pada 19/01/2024.
Kesimpulan
Faktanya video yang digunakan merupakan video momentum unjuk rasa Jemaat-e-Islami, sebuah partai politik Islam yang didirikan oleh Sayyid Abul A’la Maududi pada 24 Agustus 1941 di Lahore. Aksi unjuk rasa ini dilaksanakan di Dhaka, Ibukota Bangladesh pada Juni 2023.
Rujukan
- https://twitter.com/AsaadFakhar/status/1667745149110108163?t=f7GE_abygXfQ6ZvT9e340Q&s=19 (
- https://archive.ph/YPIjC arsip)
- https://ddnews.gov.in/international/bangladesh-jamaat-e-islami-holds-its-first-political-rally-after-decade
- https://www.youtube.com/watch?si=OdXpOQsYJqnruD78&v=p50LgAB9KCI&feature=youtu.be
(GFD-2024-15629) [SALAH] Percakapan Telepon Anies Baswedan dengan Surya Paloh Bocor
Sumber: tiktok.comTanggal publish: 25/01/2024
Berita
Beredar sebuah video yang dibagikan oleh akun Tiktok @Ismetsoe https://vt.tiktok.com/ZSNoKaSUr/ (https://archive.ph/6mCed arsip) dan dibagikan ulang oleh @Ndin.Popay (https://archive.ph/IVkaM arsip). Video ini berisi visual yang direkayasa oleh Artificial Intelligence (AI) berupa Generated Media Sintetis dan voice generator.
Dalam video tersebut, terdengar percakapan antara dua orang yang diklaim sebagai Anies Baswedan dan Surya Paloh, berikut bunyi percakapan tersebut.
“Anis, surveimu itu selalu paling bawah, kita di Partai pusing semua. Koalisi juga kebingungan, gimana ini?” ujar suara yang diklaim sebagai Surya Paloh.
“Maaf Pak, saya sudah berusaha sekuat tenaga. Pas di debat juga saya mati-matian buat mengambil perhatian masyarakat,” ujar suara yang diklaim sebagai Anies.
“Ya tetep aja tapi datamu itu ngawur, bilang angin nggak punya KTP segala, saya yang malu haduh nies,”
“Itu saya berusaha kalem aja, Pak, buat ngeles”
“Kesalahan masa lalu kamu itu kebanyakan sih. Saya juga ngerasa dibohongin nih sama si mimin, di awal, dia janjiin banyak banget hal. Sampai maunya jadi ketua, tapi malah zonk”
“Pak kesalahan itu sudah saya tutup-tutupin. Kalau soal Cak Mimin, saua juga sebenernya capek, Pak.”
“Cobak minta mulutnya diem aja. Percuma saya angkat wakil kalau nggak ada gunanya. Makin kelihatan kan kerenannya Gibran”
“Oke, bakal saya sampein”
Unggahan @Ismetsoe mendapatkan reaksi sebanyak 7252 like, 14989 komentar, dan 2662 kali dibagikan. Sedangkan @Ndin.Popay (sebelum postingan dihapus) mendapatkan reaksi sebanyak 672 like, 61 komentar, dan 129 kali dibagikan.
Namun, audio yang bersumber dari @Ndin.Popay saat ditelusuri, telah dibagikan oleh beberapa akun, di antaranya seperti yang viral di berbagai Whatsapp Grup, yakni akun dengan nama @ANGGURMERAH (https://www.tiktok.com/@angurmerah41/video/7326605783875980550?_r=1&_t=8jGWheM4DFn&social_sharing=0) dengan 19,7 ribu kali dibagikan.
Di Whatsapp, video tersebut dibagikan dengan narasi sebagai berikut:
“Bocor sudah… Fokus pilih CaPres & CaWaPres yg pasti aman utk 5 tahun kedepan. Ingat masa depan RI ditangan kita semua. Sepertinya hp mereka SUDAH DI SADAP”
Dalam video tersebut, terdengar percakapan antara dua orang yang diklaim sebagai Anies Baswedan dan Surya Paloh, berikut bunyi percakapan tersebut.
“Anis, surveimu itu selalu paling bawah, kita di Partai pusing semua. Koalisi juga kebingungan, gimana ini?” ujar suara yang diklaim sebagai Surya Paloh.
“Maaf Pak, saya sudah berusaha sekuat tenaga. Pas di debat juga saya mati-matian buat mengambil perhatian masyarakat,” ujar suara yang diklaim sebagai Anies.
“Ya tetep aja tapi datamu itu ngawur, bilang angin nggak punya KTP segala, saya yang malu haduh nies,”
“Itu saya berusaha kalem aja, Pak, buat ngeles”
“Kesalahan masa lalu kamu itu kebanyakan sih. Saya juga ngerasa dibohongin nih sama si mimin, di awal, dia janjiin banyak banget hal. Sampai maunya jadi ketua, tapi malah zonk”
“Pak kesalahan itu sudah saya tutup-tutupin. Kalau soal Cak Mimin, saua juga sebenernya capek, Pak.”
“Cobak minta mulutnya diem aja. Percuma saya angkat wakil kalau nggak ada gunanya. Makin kelihatan kan kerenannya Gibran”
“Oke, bakal saya sampein”
Unggahan @Ismetsoe mendapatkan reaksi sebanyak 7252 like, 14989 komentar, dan 2662 kali dibagikan. Sedangkan @Ndin.Popay (sebelum postingan dihapus) mendapatkan reaksi sebanyak 672 like, 61 komentar, dan 129 kali dibagikan.
Namun, audio yang bersumber dari @Ndin.Popay saat ditelusuri, telah dibagikan oleh beberapa akun, di antaranya seperti yang viral di berbagai Whatsapp Grup, yakni akun dengan nama @ANGGURMERAH (https://www.tiktok.com/@angurmerah41/video/7326605783875980550?_r=1&_t=8jGWheM4DFn&social_sharing=0) dengan 19,7 ribu kali dibagikan.
Di Whatsapp, video tersebut dibagikan dengan narasi sebagai berikut:
“Bocor sudah… Fokus pilih CaPres & CaWaPres yg pasti aman utk 5 tahun kedepan. Ingat masa depan RI ditangan kita semua. Sepertinya hp mereka SUDAH DI SADAP”
Hasil Cek Fakta
Akun Tiktok dengan nama @Ismetsoe mengunggah sebuah video yang visualnya menampilkan sosok Anies Baswedan dan Surya Paloh yang direkayasa menggunakan teknologi AI berupa Generated Media Sintetis.
Dalam video tersebut, terdengar percakapan antara dua orang yang juga merupakan hasil rekayasa AI voice generator. Suara dalam percakapan itu diklaim merupakan percakapan antara Capres 01, Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai NaDem, Surya Paloh yang bocor.
Dalam percakapan itu, Surya Paloh terdengar sedang memarahi Anies karena survei elektabilitasnya paling bawah dan juga statement Anies tentang angin yang tidak punya KTP.
Unggahan ini telah viral di platform Tiktok pada 22 Januari 2024 dengan total lebih dari 30 ribu kali dibagikan dari beberapa postingan yang mengunggah ulang.
Setelah dilakukan pemeriksaan fakta, terdapat celah yang membuktikan bahwa percakapan tersebut betul direkayasa oleh AI. Yakni pada intonasi dalam percakapan dan jeda antarkalimat yang identik dengan suara yang dihasilkan oleh AI.
Partai Nasdem melalui akun Instagram resminya @official_nasdem menyatakan bahwa unggahan tersebut tidak benar.
“Waspada Hoax ya kakak-kakak semua.
Beredar video suara rekaman palsu Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Capres 01 Anes Baswedan.
Sekali lagi, NasDem tegaskan itu tidak benar dan merupakan fitnah yang amat keji” tulis Partai Nasdem dalam unggahannya di Instagram.
Juru bicara (Jubir) Timnas Amin Ramli Rahim sebagaimana dikutip dari suara.com secara tegas menyebut rekaman Anies dimarahi Surya Paloh merupakan hoaks. Selain itu Jubir yang lain, Iwan Tarigan menilai rekaman suara tersebut tidak mirip dengan suara Anies maupun Surya Paloh.
“Suara pak Anies dan Pak Surya Paloh enggak begitu,” jelas Iwan.
Dengan demikian klaim yang menyebut bahwa rekaman suara yang beredar merupakan percakapan Capres 01 dengan Ketua Umum Partai NasDem yang bocor, tidak benar.
Dalam video tersebut, terdengar percakapan antara dua orang yang juga merupakan hasil rekayasa AI voice generator. Suara dalam percakapan itu diklaim merupakan percakapan antara Capres 01, Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai NaDem, Surya Paloh yang bocor.
Dalam percakapan itu, Surya Paloh terdengar sedang memarahi Anies karena survei elektabilitasnya paling bawah dan juga statement Anies tentang angin yang tidak punya KTP.
Unggahan ini telah viral di platform Tiktok pada 22 Januari 2024 dengan total lebih dari 30 ribu kali dibagikan dari beberapa postingan yang mengunggah ulang.
Setelah dilakukan pemeriksaan fakta, terdapat celah yang membuktikan bahwa percakapan tersebut betul direkayasa oleh AI. Yakni pada intonasi dalam percakapan dan jeda antarkalimat yang identik dengan suara yang dihasilkan oleh AI.
Partai Nasdem melalui akun Instagram resminya @official_nasdem menyatakan bahwa unggahan tersebut tidak benar.
“Waspada Hoax ya kakak-kakak semua.
Beredar video suara rekaman palsu Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Capres 01 Anes Baswedan.
Sekali lagi, NasDem tegaskan itu tidak benar dan merupakan fitnah yang amat keji” tulis Partai Nasdem dalam unggahannya di Instagram.
Juru bicara (Jubir) Timnas Amin Ramli Rahim sebagaimana dikutip dari suara.com secara tegas menyebut rekaman Anies dimarahi Surya Paloh merupakan hoaks. Selain itu Jubir yang lain, Iwan Tarigan menilai rekaman suara tersebut tidak mirip dengan suara Anies maupun Surya Paloh.
“Suara pak Anies dan Pak Surya Paloh enggak begitu,” jelas Iwan.
Dengan demikian klaim yang menyebut bahwa rekaman suara yang beredar merupakan percakapan Capres 01 dengan Ketua Umum Partai NasDem yang bocor, tidak benar.
Kesimpulan
Faktanya, percakapan yang beredar merupakan hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) berupa Voice Generator yang dapat didengar dari intonasi bicara dan jarak antarkalimat dalam pembicaraan. Selain itu, Partai NasDem melalui akun Instagram resminya membantah adanya rekaman tersebut, Juru Bicara Timnas Anies-Muhaimin (AMIN) juga membantah adanya kebocoran percakapan telepon antara Surya Paloh dengan Anies Baswedan.
Rujukan
- https://www.suara.com/kotaksuara/2024/01/22/162507/viral-rekaman-suara-surya-paloh-marahi-anies-timnas-amin-sangat-jelas-hoaks
- https://www.instagram.com/reel/C2Z_pZ0vaQo/?igsh=dThtemtrcjdxdHhx
- https://www.google.com/amp/s/www.cnnindonesia.com/nasional/20240123115353-617-1053176/nasdem-pastikan-viral-percakapan-surya-paloh-anies-baswedan-hoaks/amp
Halaman: 2670/5960