• (GFD-2024-15637) [SALAH] Penggembosan Suara Anies di Ponpes Dalwa Raci Bangil

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 29/01/2024

    Berita

    Beredar sebuah rekaman audio di Whatsapp Grup yang menyebut adanya dugaan penggembosan suara Paslon 01 di Ponpes Dalwa Raci, Bangil. Rekaman audio tersebut berisi narasi sebagai berikut:

    “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Saya ini dapat informasi barusan dari santriwati Dalwa bahwasanya di Dalwah itu ada 2700 santriwati yang sudah mempunyai hak pilih. Cuma sama KPU dibatasi Cuma 150 orang karena alasannya jumlah pemilihnya terlalu banyak dan kuotanya penuh.

    Terus ini gimana solusinya, teman-teman di grup? Kan sayang kalau 2700 Cuma dikasih jatah 150 orang sedangkan di Dalwa itu banyak yang mendukung paslon 01 Anies Baswedan. Itu dari santri perempuannya, belum dari santri laki-lakinya.

    Tahun kemarin 2019, pernah dibuat untuk tempat pemilihan coblosan khusus anak santri. Karena tahun 2019 itu cenderung besar suaranya untuk salah satu paslon, lha itu dianggap ada kecurangan sampai diadakan pencoblosan untuk yang kedua kali.

    Makanya dari kasus itu nanti dikirain memenangkan satu paslon akhirnya gak boleh untuk dilakukan pencoblosan di Pondok Pesantren, harus dilakukan sama masyarakat. Sedangkan di daerah Raci itu banyak juga pondok-pondok yang sudah memindahkan hak pilihnya ke Raci. Orang Kalimantan, orang mana dari luar jaw aitu banyak yang memindahkan hak pilihnya ke Raci ke Pasuruan biar ga jauh-jauh pulang ke daerahnya.

    Terus ini gimana, ini Cuma dari satu Pondok loh ya, belum nanti Sidogiri, dan pondok-pondok besar yang lain. Yang jelas-jelas ini pendukungnya Anis ini banyak anak-anak santri terus gimana ini apa ada solusi dari pihak KPU karena adanya pembatasan kuota?”

    Audio tersebut disebarkan dengan narasi
    “Info kecurangan di salah satu Ponpes Dalwa Raci Bangil, dugaan Penggembosan suara Anis d sdh dimulai dan kurangi,”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah rekaman audio di Whatsapp Grup yang menyebut adanya dugaan penggembosan suara Paslon 01 di Ponpes Darullughah Wadda’wah (Dalwa) Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

    Audio tersebut menyebutkan bahwa dari 2700 santri Putri di Ponpes Dalwa, hanya sebanyak 150 orang saja yang diperbolehkan mencoblos dengan alasan adanya pembatasan dari pihak KPU.

    Setelah dilakukan penelusuran dengan menghubungi langsung Komisioner KPU Jawa Timur, Nurul Amalia, pada Senin (29/10/2024) ditemukan fakta sebagai berikut:

    1. Pihak Ponpes Dalwa sudah dundang dan disosialisasikan, bahkan didatangi oleh KPU Kabupaten Pasuruan terkait fasilitasi pendirian TPS lokasi khusus. Tetapi pihak Ponpes tidak bersedia mendirikan TPS lokasi khusus karena beralasan trauma dengan pemilu 2019, dan saat itu menyatakan akan memulangkan santrinya agar bisa gunakan hak pilihnya.

    Sebelumnya pada Pemilu tahun 2019 ada 2 TPS DPTb di Dalwa. Setelah pemungutan suara (19 April 2019), esoknya (22 April 2019) ada rekomendasi dari Panwascam Bangil untuk dilakukan Perhitungan Suara Ulang (PSU), akibat adanya 11 orang di TPS 14, dan 15 orang di TPS 16 yang menggunakan hak pilihnya di sana padahal tidak terdaftar sebagai pemilih DPTb di TPS tersebut dan bukan merupakan penduduk setempat.

    2. Faktanya PSU saat Pemilu 2019 bukan karena dianggap ada kecurangan, melainkan ada prosedur yang tidak sesuai dengan aturan yang ada.

    3. Meski tidak ada TPS lokasi khsus di Dalwa, santri yang melakukan pindah pilih sudah dilayani oleh petugas di PPS, PPK, dan KPU setempat sampai tanggal 15 Januari 2024 (batas akhir pengurusan pindah pilih dengan 9 kategori). Tercatat sekitar 1300 lebih santri Ponpes Dalwa yang berhasil mengurus pindah memilih dan disebar di TPS sekitar.

    Sedangkan dihubungi secara terpisah, Komisioner Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Ahmad Toyiful Arif menjelaskan bahwa tidak benar ada penggembosan suara sebagaimana klaim yang beredar.

    “Dulu Pemilu 2019, Ponpes tersebut pernah dijadikan TPS lokasi khusus yang mana sudah didata DPT nya. Namun di tahun 2024 ini pihak KPU sudah melakukan pendataan dan koordinasi dengan ponpes tersebut. Yang bersangkutan (Ponpes Dalwa) tidak mau dijadikan TPS Khusus,” Jelasnya melalui sambungan telepon.

    Arif melanjutkan, untuk mengakomodasi terkait hak pilih santri, KPU Kabupaten Pasuruan memberikan DPTb (Daftar Pemilih Tambahan). Yang mana DPTb ini tersebar di 6 kecamatan, yakni di Kecamatan Kraton, Bangil, Rembang, Sukorejo, Wonorejo, dan Pohjentrek.

    Nantinya kata Arif, di hari H pencoblosan, santri bisa menggunakan hak pilihnya di jam 11 ke atas dengan menggunakan kuota Cadangan sebanyak 2 persen di 6 TPS yang sudah disediakan tersebut.

    Dengan demikian, klaim yang beredar bahwa telah terjadi penggembosan suara di Ponpes Dalwa Ruci, Bangil, tidak benar.

    Kesimpulan

    Faktanya saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp pada Senin, (29/01/2024), Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur, Nurul Amalia, membantah klaim adanya penggembosan suara di Ponpes Dalwa Raci Bangil. Ia menjelaskan, sudah ada sosialisasi dari KPU Kabupaten Pasuruan terkait fasilitasi pendirian TPS lokasi khusus, namun pihak Ponpes tidak bersedia karena beralasan trauma dengan Pemilu 2019, dan menyatakan akan memulangkan para santri agar bisa menggunakan hak pilihnya.

    Rujukan

  • (GFD-2024-15636) [SALAH] 8 Guru Ditahan Gajinya Dipaksa Memilih 02

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 29/01/2024

    Berita

    Beredar di Whatsapp Grup (WAG) sebuah video dengan narasi berikut:

    “Breaking News: Viral Para Guru Negeri di Medan (tempat menantunya jkw) Menangis karena Gaji Ditahan untuk Dipaksa Memilih 02. Benar-benar ini sudah gila & melanggar HAM!!! Sebarkan & Viralkan.. JAHATNYA MENANTU JOKOWI”

    Dalam video tersebut, terdengar percakapan sebagai berikut:

    “Pak kami dari guru SMP 15, seperti inilah kami ditekan, diteror kami secara mental.

    Dibuat surat panggilan 1 tidak berdasar, panggilan 2 pun tidak berdasar, panggilan 3 juga tidak berdasar.

    Hanya karena kami dipanggil Pak Kabid, kenapa kami dipanggil? Karena kami belum gajian sampai hari ini dengan alasan yang jelas” ujar salah seorang Guru dalam video tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah video di Whatsapp dengan klaim narasi paksaan dan intimidasi terhadap 8 orang Guru di Medan untuk mendukung Paslon 02 dalam Pemilu 2024.

    Video tersebut bersumber dari akun Snack Video @kabarberita099 yang diunggah pada 16 September 2023.1

    Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan fakta bahwa kejadian tersebut tidak terkait dengan Pemilu 2024. Video tersebut merupakan kasus yang viral pada September 2023 lalu di SMP N 15 Medan di mana para guru dalam video mengaku terlambat mendapatkan gaji dan mendapat intimidasi okeh Kepala Sekolah yang baru.

    Berdasarkan keterangan Kepala Sekolah SMP N 15 Medan yang dikutip dari Detik Sumut, pihaknya tidak menahan gaji ataupun melakukan intimidasi.

    “Saya tidak ada menahan gaji. Kan 1-2 September saya izin tidak masuk kerja. Pada tanggal 3 libur, tanggal 4 baru saya masuk. Nah, tanggal 5 baru bendahara gaji memberikan gaji itu,” kata Tiurma (Kepala Sekolah), Minggu (17/9/2023).

    “Saya bilang (ke bendahara), 25 orang (guru) aja dulu sedangkan 8 orang nanti belakangan. Saya bawa ke dinas, ternyata tidak boleh. Di tanggal 6 saya mendapat surat untuk mengklarifikasi tentang itu. Saya bertanya juga apakah tidak boleh seperti ini, dengan alasan melihat kedisiplinan para guru tersebut,” tambahnya.

    Ia menjelaskan 8 guru itu tidak disiplin karena pergi tanpa permisi dengannya di waktu jam kerja. Alhasil, ia mendapati proses belajar siswa siswi jadi kurang tertib.

    “Sejak itu saya membuat surat permintaan penjelasan kepada setiap guru, tapi tidak mereka lakukan sehingga saya buat surat teguran. Nah, tanggal 7 saya juga dapat surat teguran dari dinas tentang pembayaran gaji ini,” ungkapnya.

    Kemudian, ia bersama bendahara ke Bank Sumut untuk meminta pencairan gaji. Lalu, gaji setiap guru masuk ke rekening dan tidak ada yang tertinggal.

    “Jadi pada intinya di tanggal 8 itu sudah cair ke rekening masing-masing,” ungkapnya.

    Tiurma juga menegaskan tidak ada melakukan intimidasi terhadap para guru tersebut. Menurutnya, hal yang dilakukannya adalah teguran karena ada guru yang double job serta lainnya.

    Setelah viral video tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Medan, Oka Zulfani Anhar telah mempertemukan pihak kepala sekolah dengan guru yang berpolemik untuk mengklarifikasi kejadian itu di sebuah cafe di Medan, Minggu (17/9/2023).
    Dengan demikian, klaim pada narasi yang tersebar bahwa terjadi intimidasi dan paksaan terhadap 8 orang Guru di Medan untuk mendukung paslon 02 pada Pemilu 2024 tidak benar.

    Kesimpulan

    Faktanya tidak terkait Pemilu 2024. Kepala Sekolah SMP N 15 berdasarkan keterangannya pada awak media menyebut, tidak ada penahanan gaji. Memang sempat ada keterlambatan, namun sudah dibayarkan. Video tersebut viral pada September 2023 lalu dan sudah ada penyelesaian dari pihak Kepala Sekolah maupun Disdikbud Medan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-15635) [SALAH] DENY JA : HASIL SURVEY LSI PEMILIH ISLAM MAYORITAS PILIH PASANGAN AMIN

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 29/01/2024

    Berita

    Beredar di Whatsapp Grup (WAG) sebuah pesan berantai dengan narasi berikut:

    “DENY JA : HASIL SURVEY LSI PEMILIH ISLAM MAYORITAS PILIH PASANGAN AMIN

    YANG MENGAKU ISLAM DAN MUSLIM WAJIB MEMBACA INI DAN WAJIB HUKUMNYA MEMILIH PASANGAN AMIN…AGAR TERHINDAR DARI HUKUM SUBHAT DAN MUDHAROT

    Dukungan Muhamadiah full se Indonesia Kepada Pasangan Amin DR Anies Baswedan dan DR Muhaimin Iskandar membuat pasangan Amin bisa memenangkan pilpres 2024 satu putaran begitu pula hasil Survey terbaru yang dibuat PKB ditukangi Kang Eep Saifullah

    Para Tokoh Pimpinan Pusat Nasional Muhamadiah menyatakan Muhamadiah mengutamakan capres halal atas masukan pertimbangan hukum Dewan Tarjih atau Dewan Fatwa dan hukum Ormas Besar Muhamnadiah, yaitu Capres yang paling sesuai dgn nilai nilai luhur tradisi akhlak etika spiritual karakter Islami dan perhatian kepada umat pribumi

    Muslim mayoritas nenurut pandangan Study pendekatan berbagai cabang keilmuan aqli dan naqli.nash dan penelitian kritis
    Memang kalau dilihat pembicaraan banyak orang seperti Yenni Wahid sangat tidak ilmiah dan tidak masuk akal sehat .Yenny mengklaim Kyai NU mayoritas memilih prabowo.Jelas jelas DR Muhaimin 20 tahun jadi ketum PKB partai milik kyai yg didalamnya bahkan duduk sebagai pembinanya para Kyai besar NU seperti ketum NU Prof Agil Shiraz dan jadi teamses DR Muhaimin di NU

    Menurut beberapa kyai yang dihubungi lembaga Survey LSI Denny JA dimana hasil survey tersebut menyatakan bahwa para pemilih Islam mayoritas memilih pasangan Amin

    Dalam pandangan Islami para kyai dan Santri biasanya memandang dari standarisasi cerdas ilmiah yang paling umum yaitu capres yang paling Shidiq Amanah ,Fathonah dan Tabligh yaitu DR Anies Baswedan dan DR Muhaimin atsu Cak Imin

    Sementara profil Prabowo yang sudah diketahui umum sudah tua baru belajar ngaji dan belum lancar jelas capres yang jauh dari Akhlak ajaran Islam dan kurang perhatian kepada agama serta jauh dari ajaran tradisi agama ditambah suasana kepemimpinan rumah tangganya kurang berhasil.Semua ini masuk dalam penelitian ke Islaman.”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah pesan berantai di Whatsapp dengan isi sebagaimana tertulis pada narasi. Pesan tersebut diklaim sebagai tulisan Denny Januar Ali (Denny JA), pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI).

    Dalam narasi pesan berantai yang beredar ada sebanyak 6 klaim yang ketika ditelusuri, ditemukan beberapa fakta sebagai berikut:

    1. Klaim yang menyebut bahwa pesan berantai tersebut merupakan tulisan Denny JA tidak benar. Saat dikonfirmasi secara tertulis melalui Whatsapp pada 26/01/2024 sore, pukul 17.20 WIB, Denny JA membantah ia pernah menulis pesan berantai tersebut. “Itu hoaaaaxxx. sudah saya bantah berkali- kali. Semua tulisan asli saya ada di FB saya. Jika tak ada, itu bukan tulisan saya.” jelasnya.

    2. Klaim yang menyatakan “Dukungan Muhammadiyah full se Indonesia,” tidak benar karena tidak ditemukan sumber ataupun statement resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait dukungan terhadap salah satu paslon dalam Pemilu 2024. Isu ini sebelumnya telah dibantah oleh Sekretaris MPKSDI PWM Jawa Tengah Gus Zuhron Arrofi dan Ketua PWM Jawa Tengah Dr.KH. Tafsir, M. Ag.

    3. Klaim yang menyebut bahwa “Muhammadyah mengutamakan capres halal berdasarkan masukan pertimbangan hukum Dewan Tarjih,” tidak benar. Hal ini telah dibantah oleh Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

    Sebelumnya telah beredar klaim yang menyebutkan bahwa PP Muhammadiyah arahkan warganya untuk memilih paslon 01 AMIN pada Pemilu 2024. Klaim tersebut telah ditulis artikel cek faktanya di turnbackhoax.id https://turnbackhoax.id/2023/11/29/salah-muhammadiyah-arahkan-warganya-dukung-amin-pada-pilpres-2024/

    4. Hasil survei Denny JA terkait pemilih dari kalangan muslim, berdasarkan ulasan Tempo dengan judul “Survei LSI Denny JA, Pemilih Islam Cenderung Pilih Prabowo dan Non-Islam ke Ganjar,” yang dipublikasikan pada 19 Mei 2023 menyebutkan kecenderungan pemilih Islam justru memilih paslon 02, bukan 01 sebagaimana klaim pada narasi. https://www.google.com/amp/s/nasional.tempo.co/amp/1727615/survei-lsi-denny-ja-pemilih-islam-cenderung-pilih-prabowo-dan-non-islam-ke-ganjar

    Sedang pada hasil survei selanjutnya, baik yang dirilis pada 5 Mei 2023, 5 Januari 2024 maupun 20 Januari 2024, tidak terdapat ulasan ataupun kesimpulan sebagaimana tertulis pada narasi.

    5. Klaim yang menyebut “Ketum NU Prof Agil Shiraz jadi timses 01,” tidak benar. Sebelumnya, mantan Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj sempat menyatakan dukungan dan keberpihakan kepada paslon 01. Ia juga sempat ditawari untuk menjadi Ketua Timses Paslon 01. Namun ketika dilakukan penelusuran, ditemukan statement Sekretaris Eksekutif SAS Institute bahwa tidak ada perbicangan tersebut antara KH Said dengannya.

    Saat dilakukan penelusuran terkait daftar nama Timnas AMIN, tidak ditemukan nama KH Said Aqil Siradj dalam jajarannya.

    6. Klaim yang menyebut “Menurut beberapa kyai yang dihubungi lembaga Survey LSI Denny JA,” tidak benar. Dalam survey LSI baik yang dirilis pada 5 Mei 2023, 5 Januari 2024, maupun 20 Januari 2024, tidak disebutkan adanya responden dari kalangan Kyai ataupun santri sebagaimana narasi yang beredar.

    Kesimpulan

    Faktanya terdapat 6 klaim yang merupakan hoaks dalam pesan berantai tersebut. Selain itu saat dikonfirmasi secara tertulis melalui Whatsapp, Denny JA membantah telah menulis pesan berantai yang beredar.

    Rujukan

  • (GFD-2024-15634) [SALAH] Videotron AMIN Tayang di Bukittinggi

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 29/01/2024

    Berita

    Beredar di Whatsapp Grup (WAG) sebuah video yang merupakan kompilasi 3 video dengan detail sebagai berikut:

    Video 1: Menampilkan sebuah Videotron Paslon Capres-Cawapres 01 Amin di sebuah ruko yang terletak di Bukittinggi.

    Narasi yang ada pada Video: “SUPER KEREN VIDEOTRON ABAH ANIS TAYANG DI KAMPUNG AWAK BUKITTINGGI”

    Video 2: Menampilkan pawai kampanye motor relawan Amin di Bukittinggi.

    Video 3: Menampilkan sebuah Videotron Paslon Capres-Cawapres 01 Amin di Jembatan Limpapeh, Bukittinggi.

    Berisi narasi: “Mantap Coy dari Jembatan Limpapeh ke Jembatan Ampera (Bukittinggi ke Palembang,) star taman jam Gadang.

    APK tdk menggunakan uang korupsi, patungan relawan. Kami bukan relawan tangan dibawah.

    Menuju Palembang kembali lagi ke Bukittinggi finish jembatan limpapeh penghubung Benteng & Kb. Binatang. Amin semua tak ada 2 nya.”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah video yang menampilkan Videotron Paslon 01 Anies-Muhaimin (AMIN) terpasang di dua lokasi di Bukittinggi. Video ini menyebar melalui Whatsapp Grup (WAG).

    Setelah dilakukan penelusuran, lokasi pada Video 1 terletak di ruko sekitar Aussie Bordir di Jl. Minangkabau No.Kel No.1, Benteng Ps. Atas, Kec. Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
    Atau dapat dilihat penampakan asli dari lokasi shoot video tersebut di Jl. Minangkabau No 3 https://maps.app.goo.gl/wnuSBhT1xrQiEmQc6

    Sedangkan video 3 berlokasi di Jembatan Limpapeh, Benteng Ps. Atas, Kec. Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Atau dapat dilihat dari lokasi shoot video di Jl. Ahmad Yani No 103 https://maps.app.goo.gl/HgSxUHheBdTzmWaF6

    Ketika ditelusuri lebih lanjut, ditemukan fakta bahwa dua video tersebut merupakan hasil karya digital yang dibuat oleh akun Tiktok @malinsamiak dan diunggah pada 23 Januari 2024.

    Video 1: https://vt.tiktok.com/ZSFedqAGc/
    Video 3: https://vt.tiktok.com/ZSFedPqUD/

    Kedua video tersebut diunggah dengan narasi serupa, Dengan narasi “bagikan video ini, mari kita satukan Indonesia
    Olah digital @malinsamiak”
    Pada video yang lain (https://vt.tiktok.com/ZSFedqdjM/ diunggah pada 26 Januari 2024) ia juga turut mengunggah proses editing karya digitalnya tersebut dengan narasi, “salam kreatif.”

    Dengan demikian, klaim pada video yang beredar bahwa Videotron AMIN telah terpasang di dua lokasi (ruko Aussie Bordir dan di Jembatan Limpapeh) Bukittinggi, tidak benar.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang digunakan merupakan hasil karya digital yang diunggah oleh akun Tiktok dengan nama @malinsamiak yang diunggah pada 23 Januari 2024. Melalui akun Tiktoknya, ia juga mengunggah cuplikan proses karya digital tersebut.

    Rujukan