• (GFD-2024-23359) [KLARIFIKASI] Manipulasi Video Penyelamatan Jerapah Tergelincir

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar sebuah video yang diklaim memperlihatkan penyelamatan seekor jerapah yang tergelincir di tebing curam.

    Video menampilkan ekskavator atau alat berat mengangkat tubuh jerapah dengan tali.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan konten manipulatif.

    Video penyelamatan jerapah yang tergelincir disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis (10/10/2024):

    Usaha penyelamatan jerapah yang tergelincir

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek campur tangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam video yang beredar.

    Salah satu tools yang dapat digunakan untuk mengecek video AI adalah Hive Moderation.

    Hasil pengidentifikasian menunjukkan, video penyelamatan jerapah tergelincir memiliki probabilitas 95,8 persen dibuat dengan AI.

    Sebelumnya, Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan video dengan konsep serupa menampilkan penyelamatan gajah di tebing.

    Hasilnya sama, video tersebut teridentifikasi dibuat dengan AI.

    Kesimpulan

    Video penyelamatan jerapah yang tergelincir di tebing merupakan konten manipulatif.

    Hive Moderation mengidentifikasi video dibuat dengan AI.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23360) [KLARIFIKASI] Ledakan Drone di Moskwa Diklaim Serangan Rudal Iran ke Israel

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menunjukkan serangan rudal Iran menghantam sebuah menara di Tel Aviv, Israel.

    Video itu beredar di media sosial setelah Iran menyerang Israel dengan ratusan rudal pada 1 Oktober 2024.

    Akan tetapi, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video itu keliru dan informasinya perlu diluruskan.

    Video yang diklaim menunjukkan rudal Iran menghantam menara di Tel Aviv, Israel, dibagikan oleh akun Facebook ini pada Kamis (10/10/2024).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    SER4*NG4N IR4N MENG*H4NT4MM MENARA DITENGAH KOTA TEL AVIV ALHAMDULILLAH M4MFUSS K4U K4UM KER4, R4S4K4N..!

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri potongan video itu dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, video tersebut telah dipublikasikan BBC pada 30 Juli 2023 dengan judul "Huge blast as drone explodes in Moscow."

    Keterangan video menyebutkan, Rusia melumpuhkan tiga drone Ukraina di Odintsovo district, barat pusat kota Moskwa.

    Namun, dua drone jatuh dan meledak di sebuah gedung dekat Moskwa. Satu orang dilaporkan terluka akibat ledakan tersebut.

    Sementara itu, Iran menyerang Israel dengan ratusan rudal balistik pada 1 Oktober 2024.

    Dilansir BBC, rekaman yang ditayangkan oleh TV Israel menunjukkan beberapa rudal terbang di atas wilayah Tel Aviv sebelum pukul 19:45 waktu setempat.

    Seorang pejabat keamanan Israel mengatakan, sebagian besar rudal ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Israel.

    Sementara, koresponden BBC di Yerusalem mengatakan bahwa beberapa pangkalan militer, restoran, dan sekolah, mungkin terkena serangan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan rudal Iran menghantam menara di Tel Aviv, Israel, perlu diluruskan.

    Peristiwa dalam video adalah ledakan dari dua drone Ukraina yang ditembak jatuh oleh Rusia di Moskwa pada 30 Juli 2023. 

    Rujukan

  • (GFD-2024-23361) [KLARIFIKASI] Video Satpol PP Kejar Cosplayer Superhero adalah Adegan Syuting Film

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang menampilkan sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sedang mengejar sejumlah cosplayer dengan kostum superhero yang biasa bermunculan di jalan raya.

    Namun, setelah ditelusuri konten tersebut merupakan salah konteks dan informasinya perlu diluruskan.

    Video yang menampilkan anggota Satpol PP sedang mengejar sejumlah cosplayer dengan kostum superhero muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, serta akun Instagram ini.

    Dalam video, terlihat sejumlah "para superhero" berlarian menghindari Satpol PP. Namun, beberapa dari mereka ada yang berhasil ditangkap.

    Kemudian salah satu akun menuliskan keterangan:

    HANYA ADA DI INDONESIA COSPLAYET DI KEJAR SATPOL PP

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, video tersebut identik dengan tangkapan layar di artikel Kompas.com ini. Lokasi kejadian disebutkan berada di kawasan Jalan Banceuy, Kota Bandung.

    Komandan Peleton Satpol PP Kota Bandung, Yulianti Budiman mengatakan, video tersebut bukan penertiban, melainkan bagian dari adegan proses syuting sebuah film.

    "Itu sebetulnya lagi proses syuting di Taman Soekarno, sekitar Jalan Banceuy," kata Yulianti, Selasa (8/10/2024).

    Menurut Yulianti, adegan syuting film kejar-kejaran yang sempat viral di media sosial itu berlangsung pada Senin (7/10/2024).

    Satpol PP Kota Bandung terlibat dalam proses produksi film atas permintaan rumah produksi atau production house (PH).

    Namun, Yulianti tidak menyebut judul film yang melibatkan Satpol PP Bandung tersebut. Sebab, hal itu merupakan kewenangan dari pihak PH yang bersangkutan.

    Kesimpulan

    Video yang menampilkan anggota Satpol PP berusaha menangkap sejumlah cosplayer dengan kostum superhero merupakan salah konteks.

    Video aslinya bukan peneriban, melainkan adegan syuting film. Video itu diambil di kawasan Jalan Banceuy, Kota Bandung pada Senin (7/10/2024).

    Rujukan

  • (GFD-2024-23366) [HOAKS] Presiden FIFA Anggap Gol Bahrain Tidak Sah

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Pertandingan Indonesia melawan Bahrain dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Kamis (10/10/2024) malam menuai kontroversi.

    Jelang akhir laga, wasit Ahmed Al Kaf tidak menghentikan pertandingan saat masa injury time melewati menit yang ditentukan. Akibatnya, Mohamed Marhoon kembali mencetak gol sehingga kedudukan berakhir imbang 2-2.

    Di media sosial tersiar narasi bahwa Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino menganggap gol Bahrain tidak sah.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.

    Informasi mengenai Infantino menganggap gol Bahrain tidak sah disebarkan oleh akun Facebook ini pada Jumat (11/10/2024). Arsipnya dapat dilihat di sini.

    Berikut narasinya:

    GOL dari Bahrain di anggap tidak Sah oleh Presiden FIFA karena ada kecurangan di pertandingan Indonesia vs Bahrain

     

    Hasil Cek Fakta

    Sejauh ini tidak ditemukan rilis atau pernyataan resmi dari Presiden FIFA Gianni Infantino terkait pertandingan Indonesia dan Bahrain.

    Video hanya berisi kumpulan foto dan klip seputar pertandingan. Sementara, narator menyebutkan bahwa Presiden FIFA menyatakan gol Bahrain tidak sah.

    Terdapat salah satu klip Infantino yang ditampilkan tanpa suara narator. Namun Infantino sama sekali tidak bicara mengenai Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

    Berikut ucapan Infantino dalam klip tersebut:

    Everyone is free to do that. I want to mention here as well, I was discussing with the president of the Mexican Football Association sometimes...

    Berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia:

    Semua orang bebas melakukan itu. Saya ingin menyebutkan di sini juga, saya pernah berdiskusi dengan presiden Asosiasi Sepak Bola Meksiko...

    Berdasarkan aturan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional atau IFAB, keputusan wasit mengenai fakta-fakta yang berhubungan dengan permainan, termasuk tercipta atau tidaknya suatu gol dan hasil pertandingan, adalah final.

    Tidak ditemukan informasi apa pun di situs web resmi FIFA yang menyatakan gol Bahrain dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia tidak sah.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan gol Bahrain tidak sah merupakan hoaks. Unggahan hanya memperlihatkan kumpulan klip yang menampilkan Infantino.

    Tidak ada rilis atau pernyataan resmi Infantino terkait pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Indonesia melawan Bahrain pada Kamis (10/10/2024).

    Berdasarkan aturan IFAB keputusan wasit bersifat final.

    Rujukan