“Entah ini BNR atau hoax. Saya ttp bangga SM nelayan ini,yg seharusnya jd tugas TNI AL ,bknnya masyarkt ,Dy berani mengusir #rohingya , klo sdah menyangkut kemerdekaan Indonesia,Qt hrs turun tangan sm2.
NELAYAN SURABAYA PERTAHANKAN KEDAULATAN LAUT, HADANG KAPAL ROHINGYA”
(GFD-2024-15671) [SALAH] VIDEO NELAYAN SURABAYA HADANG KAPAL ROHINGNYA
Sumber: facebook.comTanggal publish: 31/01/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar unggahan melalui media Facebook, sebuah video yang diklaim sebagai video dari nelayan-nelayan di Surabaya yang sedang menghadang kapal Rohingya. Tampak kapal kecil yang dinaiki oleh nelayan-nelayan tersebut sedang berhadapan dengan sebuah kapal yang cukup besar, yang diduga merupakan kapal yang mengangkut masyarakat Rohingya.
Namun setelah melakukan penelusuran lebih lanjut terkait dengan video viral tersebut, didapati sebuah informasi yang menunjukkan bahwa klaim yang beredar tersebut merupakan klaim yang tidak benar. Melansir dari artikel cek fakta turnbackhoax.id yang berjudul, “[SALAH] Video Nelayan Surabaya Hadang Kapal Rohingya” pada 28 Januari 2023 lalu, diketahui bahwa video tersebut bukan video nelayan Surabaya yang sedang menghadang kapal Rohingya.
Faktanya, kanal YouTube tvOneNews, pernah mengunggah video yang identik dengan judul, “Aksi Nelayan Usir dan Adang Pengungsi Rohingya yang Tiba di Laut Aceh | tvOne Minute”. Video ini diunggah pada 11 Desember 2023 lalu.
Kemudian, kanal YouTube viva.co.id juga pernah mengunggah video yang sama pada 16 Agustus 2023, dengan judul ”Aksi Nelayan Lokal Cegat Pengungsi Rohingya di Tengah Laut”. Video tersebut menjelaskan bahwa warga Aceh telah melakukan berbagai cara untuk menghalangi pengungsi Rohingya yang berusaha masuk ke wilayah Aceh.
Jadi dapat disimpulkan, video viral dengan klaim yang menyebutkan bahwa nelayan Surabaya pertahankan kedaulatan laut, hadang kapal Rohingya, merupakan klaim yang keliru dan termasuk ke dalam kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Namun setelah melakukan penelusuran lebih lanjut terkait dengan video viral tersebut, didapati sebuah informasi yang menunjukkan bahwa klaim yang beredar tersebut merupakan klaim yang tidak benar. Melansir dari artikel cek fakta turnbackhoax.id yang berjudul, “[SALAH] Video Nelayan Surabaya Hadang Kapal Rohingya” pada 28 Januari 2023 lalu, diketahui bahwa video tersebut bukan video nelayan Surabaya yang sedang menghadang kapal Rohingya.
Faktanya, kanal YouTube tvOneNews, pernah mengunggah video yang identik dengan judul, “Aksi Nelayan Usir dan Adang Pengungsi Rohingya yang Tiba di Laut Aceh | tvOne Minute”. Video ini diunggah pada 11 Desember 2023 lalu.
Kemudian, kanal YouTube viva.co.id juga pernah mengunggah video yang sama pada 16 Agustus 2023, dengan judul ”Aksi Nelayan Lokal Cegat Pengungsi Rohingya di Tengah Laut”. Video tersebut menjelaskan bahwa warga Aceh telah melakukan berbagai cara untuk menghalangi pengungsi Rohingya yang berusaha masuk ke wilayah Aceh.
Jadi dapat disimpulkan, video viral dengan klaim yang menyebutkan bahwa nelayan Surabaya pertahankan kedaulatan laut, hadang kapal Rohingya, merupakan klaim yang keliru dan termasuk ke dalam kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Kesimpulan
Faktanya, video tersebut bukan video dari nelayan Surabaya yang sedang menghadang kapal Rohingya, melainkan video dari nelayan-nelayan yang tengah menghadang Rohingya untuk masuk ke Aceh.
Rujukan
(GFD-2024-15669) [SALAH] ANIES BASWEDAN BERI DANA HIBAH RP 63 MILIAR KEPADA ISTRINYA
Sumber: instagram.comTanggal publish: 31/01/2024
Berita
“Anies Baswedan Beri Dana Hibah Rp 63 Miliar ke Istrinya Warganet Ngamuk: Uang Negara Habis, Belum Lagi Buat Kerabat di Yaman
MANUSIA KAYAK GINI MAU JADI PRESIDEN yang milih dia waras ga?”.
MANUSIA KAYAK GINI MAU JADI PRESIDEN yang milih dia waras ga?”.
Hasil Cek Fakta
Sebuah hasil tangkapan layar dari media Populis, beredar di media sosial Instagram. Adapun judul dari artikel milik Populis tersebut adalah , “Anies Baswedan Beri Dana Hibah Rp 63 Miliar ke Istrinya Warganet Ngamuk: Uang Negara Habis, Belum Lagi Buat Kerabat di Yaman”. Akun bernama @artha.aru kemudian membagikan gambar tersebut dengan tambahan narasi, “MANUSIA KAYAK GINI MAU JADI PRESIDEN yang milih dia waras ga?”.
Namun setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, ditemukan beberapa informasi yang menunjukkan bahwa klaim yang tercantum di dalam judul artikel tersebut mengandung kekeliruan.
Salah satu artikel milik Tempo.co pernah mengulas perihal pemberian dana hibah Rp 63 miliar yang pernah dilakukan oleh Anies Baswedan sewaktu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Artikel tersebut berjudul “Istri Jadi Bunda PAUD, Anies Baswedan Kasih Hibah Rp 63 Miliar”, yang tayang pada 27 November 2017.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menganggarkan belanja hibah untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) sebesar Rp 63 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2018. Sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 28, PAUD merupakan salah satu tingkatan pendidikan yang ditempatkan sejajar dengan pendidikan lainnya.
Sementara istri Anies Baswedan, Fery Farhati Ganis, dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Provinsi DKI Jakarta pada 16 November 2017. Hal ini sesuai dengan Pedoman Peran Bunda PAUD yang dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2019.
Jadi dapat disimpulkan, klaim di dalam judul artikel milik media Populis tersebut, merupakan klaim yang keliru dan termasuk ke dalam kategori misleading konten atau konten menyesatkan.
Namun setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, ditemukan beberapa informasi yang menunjukkan bahwa klaim yang tercantum di dalam judul artikel tersebut mengandung kekeliruan.
Salah satu artikel milik Tempo.co pernah mengulas perihal pemberian dana hibah Rp 63 miliar yang pernah dilakukan oleh Anies Baswedan sewaktu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Artikel tersebut berjudul “Istri Jadi Bunda PAUD, Anies Baswedan Kasih Hibah Rp 63 Miliar”, yang tayang pada 27 November 2017.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menganggarkan belanja hibah untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) sebesar Rp 63 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2018. Sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 28, PAUD merupakan salah satu tingkatan pendidikan yang ditempatkan sejajar dengan pendidikan lainnya.
Sementara istri Anies Baswedan, Fery Farhati Ganis, dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Provinsi DKI Jakarta pada 16 November 2017. Hal ini sesuai dengan Pedoman Peran Bunda PAUD yang dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2019.
Jadi dapat disimpulkan, klaim di dalam judul artikel milik media Populis tersebut, merupakan klaim yang keliru dan termasuk ke dalam kategori misleading konten atau konten menyesatkan.
Kesimpulan
Faktanya, Anies menganggarkan dana hibah kepada PAUD sebesar Rp 63 miliar.
(GFD-2024-15668) [SALAH] HUBUNGAN JOKOWI DENGAN MA’RUF MEMBURUK, AKIBAT JOKOWI SIBUK ORGANISIR RELAWAN TIM PEMENANGAN PRABOWO-GIBRAN
Sumber: instagram.comTanggal publish: 31/01/2024
Berita
“Hubungan presiden dan wapres memburuk. Maaruf amin tegur jokowi karena sibuk organisir relawan pemenangan”
Hasil Cek Fakta
Beredar unggahan melalui media sosial Instagram, sebuah video dengan klaim yang menyebutkan bahwa hubungan Wakil Presiden RI, Ma’aruf Amin, dengan Presiden RI, Joko Widodo, saat ini tengah memburuk. Dalam video yang berdurasi sekitar 1 menit itu menyebutkan bahwa hubungan yang memburuk ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, bahwa Jokowi dianggap tidak netral dalam bersikap terkait Pemilu 2024 dan dianggap terlalu sibuk mengorganisir relawan tim pemenangan Prabowo-Gibran, serta tindakan Jokowi yang memanfaatkan TKN untuk bagi-bagi sembako kepada masyarakat, agar mendukung paslon capres-cawapres nomor urut 2 tersebut. Video yang diunggah oleh akun bernama @kalebweni ini, juga menyebutkan bahwa Ma’aruf Amin telah menerima laporan terkait sikap tidak netral Jokowi, dari beberapa tokoh nasional yaitu Quraisy Shihab, Lukman Hakim, dan Sinta Wahid. Lalu apakah benar, hubungan antara Jokowi dan Ma’aruf Amin saat ini tengah memburuk akibat sikap tidak netral Jokowi terkait Pemilu 2024 mendatang?
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut terhadap unggahan video milik akun @kalebweni ini, ditemukan beberapa kekeliruan yang terkandung di dalamnya. Pertama, mengenai pernyataan tentang Ma’aruf Amin yang menerima laporan dari beberapa tokoh nasional terkait sikap tidak netral dari Jokowi. Setelah memperhatikan salah satu artikel yang terdapat di dalam video, diketahui bahwa dalam hal ini, Ma’aruf Amin tidak menerima laporan terkait sikap tidak netral Jokowi dari para tokoh nasional, seperti yang disampaikan di dalam video. Melansir dari salah satu artikel yaitu dari detik.com, diketahui bahwa pertemuan Wapres dengan para tokoh nasional tersebut merupakan sebuah pertemuan resmi yang digagas oleh Gerakan Nurani Bangsa. Wapres Ma’ruf Amin menerima kunjungan Gerakan Nurani Bangsa yang diwakili Majelis Hukama Muslimin, Quraish Shihab, hingga istri dari Presiden RI ke-4, Shinta Nuriyah Wahid. Pertemuan tersebut membahas persatuan bangsa hingga netralitas saat pemilu.
Kedua, tentang Jokowi yang memanfaatkan TKN untuk bagi-bagi bansos dari paslon Prabowo-Gibran. Melansir dari artikel yang diunggah oleh tempo.co, isu mengenai Jokowi bagi-bagi bansos paslon nomor urut 2, berasal dari video yang beredar, yang mana Jokowi tampak tengah membagikan bansos di depan baliho Prabowo-Gibran. Namun hal tersebut telah diklarifikasi secara resmi oleh Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana. Ari menyatakan bahwa kegiatan Jokowi bagi-bagi bansos tersebut tidak berkaitan dengan baliho pasangan Prabowo-Gibran.
“Tidak berkaitan dengan Presiden. Itu acaranya sudah selesai dan tentu di dalam lokasi acara steril. Setelah Bapak keluar dari lokasi acara, membagikan bansos ke masyarakat yang berkumpul di jalan, nah di situ ke tangkap,” kata Ari, saat ditemui di Istana Negara, Selasa, 9 Januari 2024.
Jadi dapat disimpulkan, klaim yang menyatakan bahwa hubungan antara Wapres Ma’ruf Amin dengan Presiden Jokowi memburuk karena berbagai faktor yang disebutkan di dalam video, merupakan klaim yang keliru dan termasuk ke dalam kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut terhadap unggahan video milik akun @kalebweni ini, ditemukan beberapa kekeliruan yang terkandung di dalamnya. Pertama, mengenai pernyataan tentang Ma’aruf Amin yang menerima laporan dari beberapa tokoh nasional terkait sikap tidak netral dari Jokowi. Setelah memperhatikan salah satu artikel yang terdapat di dalam video, diketahui bahwa dalam hal ini, Ma’aruf Amin tidak menerima laporan terkait sikap tidak netral Jokowi dari para tokoh nasional, seperti yang disampaikan di dalam video. Melansir dari salah satu artikel yaitu dari detik.com, diketahui bahwa pertemuan Wapres dengan para tokoh nasional tersebut merupakan sebuah pertemuan resmi yang digagas oleh Gerakan Nurani Bangsa. Wapres Ma’ruf Amin menerima kunjungan Gerakan Nurani Bangsa yang diwakili Majelis Hukama Muslimin, Quraish Shihab, hingga istri dari Presiden RI ke-4, Shinta Nuriyah Wahid. Pertemuan tersebut membahas persatuan bangsa hingga netralitas saat pemilu.
Kedua, tentang Jokowi yang memanfaatkan TKN untuk bagi-bagi bansos dari paslon Prabowo-Gibran. Melansir dari artikel yang diunggah oleh tempo.co, isu mengenai Jokowi bagi-bagi bansos paslon nomor urut 2, berasal dari video yang beredar, yang mana Jokowi tampak tengah membagikan bansos di depan baliho Prabowo-Gibran. Namun hal tersebut telah diklarifikasi secara resmi oleh Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana. Ari menyatakan bahwa kegiatan Jokowi bagi-bagi bansos tersebut tidak berkaitan dengan baliho pasangan Prabowo-Gibran.
“Tidak berkaitan dengan Presiden. Itu acaranya sudah selesai dan tentu di dalam lokasi acara steril. Setelah Bapak keluar dari lokasi acara, membagikan bansos ke masyarakat yang berkumpul di jalan, nah di situ ke tangkap,” kata Ari, saat ditemui di Istana Negara, Selasa, 9 Januari 2024.
Jadi dapat disimpulkan, klaim yang menyatakan bahwa hubungan antara Wapres Ma’ruf Amin dengan Presiden Jokowi memburuk karena berbagai faktor yang disebutkan di dalam video, merupakan klaim yang keliru dan termasuk ke dalam kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Kesimpulan
Faktanya, di dalam video tersebut tidak didapati pernyataan resmi dari pihak-pihak terkait yang menunjukkan kebenaran dari klaim yang disampaikan.
Rujukan
(GFD-2024-15667) [SALAH] BILLBOARD BERTULISKAN “CEASEFIRES ARE ANTI-SEMITIC”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 31/01/2024
Berita
“Yes all ceasefires”
Hasil Cek Fakta
Sebuah gambar yang memperlihatkan tulisan “CEASEFIRES ARE ANTI-SEMITIC” pada sebuah papan iklan, tengah viral melalui media sosial X. Salah satunya adalah akun bernama @MyLordBebo yang turut membagikan gambar tersebut pada 1 Januari 2024 lalu. Tampak pula di dalam gambar yang beredar, sebuah tulisan lain yang berbunyi, “BE HUMAN, STAND FOR ISRAEL”.
Namun setelah melakukan penelusuran mengenai gambar yang viral tersebut, didapati informasi yang menunjukkan sebuah fakta yang berbeda. Melansir dari artikel periksa fakta factcheck.afp.com, diketahui bahwa gambar tersebut merupakan gambar hasil editan.
Dengan menggunakan Reverse Image Search, ditemukan sebuah tautan yang akan mengarahkan pada cuitan milik akun @IsraelInNewYork pada 19 Oktober 2023 lalu. Di dalam unggahan tersebut, terdapat gambar papan iklan yang serupa dengan gambar yang tengah viral tersebut, namun tidak ditemukan tulisan dengan bunyi, “CEASEFIRES ARE ANTI-SEMITIC”. Di dalam gambar tersebut hanya terdapat tulisan “BE HUMAN, STAND FOR ISRAEL”.
Gambar tersebut diambil ketika ribuan orang berkumpul di ibu kota keuangan AS untuk menyatakan solidaritas terhadap Israel dan para sandera yang diculik oleh militer Palestina. Pemimpin Mayoritas Senat AS, Chuck Schumer, menjadi salah satu pembicara pada acara tanggal 19 Oktober, yang diselenggarakan oleh Israeli American Council (IAC) dan disebut sebagai unjuk rasa “Bring Them Home Now”.
Jadi dapat disimpulkan, gambar papan iklan dengan tulisan “CEASEFIRES ARE ANTI-SEMITIC” yang beredar melalui media sosial X, merupakan sebuah konten dengan kategori manipulated content atau konten yang dimanipulasi.
Namun setelah melakukan penelusuran mengenai gambar yang viral tersebut, didapati informasi yang menunjukkan sebuah fakta yang berbeda. Melansir dari artikel periksa fakta factcheck.afp.com, diketahui bahwa gambar tersebut merupakan gambar hasil editan.
Dengan menggunakan Reverse Image Search, ditemukan sebuah tautan yang akan mengarahkan pada cuitan milik akun @IsraelInNewYork pada 19 Oktober 2023 lalu. Di dalam unggahan tersebut, terdapat gambar papan iklan yang serupa dengan gambar yang tengah viral tersebut, namun tidak ditemukan tulisan dengan bunyi, “CEASEFIRES ARE ANTI-SEMITIC”. Di dalam gambar tersebut hanya terdapat tulisan “BE HUMAN, STAND FOR ISRAEL”.
Gambar tersebut diambil ketika ribuan orang berkumpul di ibu kota keuangan AS untuk menyatakan solidaritas terhadap Israel dan para sandera yang diculik oleh militer Palestina. Pemimpin Mayoritas Senat AS, Chuck Schumer, menjadi salah satu pembicara pada acara tanggal 19 Oktober, yang diselenggarakan oleh Israeli American Council (IAC) dan disebut sebagai unjuk rasa “Bring Them Home Now”.
Jadi dapat disimpulkan, gambar papan iklan dengan tulisan “CEASEFIRES ARE ANTI-SEMITIC” yang beredar melalui media sosial X, merupakan sebuah konten dengan kategori manipulated content atau konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Faktanya, tulisan pada papan iklan tersebut hanya berbunyi, BE HUMAN, STAND FOR ISRAEL”.
Rujukan
Halaman: 2661/5960