(GFD-2024-23661) Sebagian Benar, Video Menkes Budi Gunadi tentang Vaksin Covid-19 di Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 28/10/2024
Berita
Sebuah konten beredar di Instagram [ arsip ] berisi klaim Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa keberhasilan vaksin di Indonesia karena banyak yang tidak tahu dampak negatif vaksin.
Konten itu berisi video pendek isi wawancara Budi Gunadi terkait penanganan Covid-19 di Indonesia. Dalam teks yang menerjemahkan pernyataan Budi tersebut, tertulis bahwa Budi mengatakan bahwa orang Indonesia percaya pada vaksin karena tidak terekspos oleh efek negatif vaksin seperti di negara maju. Tapi beberapa dari mereka percaya dengan ajaran agamanya bahwa mereka berdoa kepada tuhan, mereka bisa sembuh dengan menggunakan vaksin.
Benarkah Menkes Budi Gunadi menyatakan suksesnya vaksin di Indonesia karena tidak banyak yang tahu dampak negatif dari vaksin?
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo, video Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tersebut merupakan bagian dari wawancara Menkes dengan Dekan Boston University School of Public Health, Sandro Galea.
Video tersebut pernah ditayangkan oleh akun YouTube Boston University School of Public Health pada 8 Oktober 2024 dengan judul “In Conversation with Budi Gunadi Sadikin”.
Pada video aslinya, durasi wawancara tersebut mencapai 30 menit 37 detik. Video yang beredar di Instagram itu telah dipotong menjadi sekitar satu menit pada menit ke-03:15 hingga 03:46.
Wawancara tersebut sebenarnya untuk menggali bagaimana Menkes Budi menangani pandemi Covid-19, tantangan mendapatkan dan memberikan vaksin Covid-19 di Indonesia. Dalam video yang dipotong itu, Budi sebenarnya menjawab pertanyaan bagaimana orang Indonesia percaya terhadap kampanye vaksin Covid-19.
Budi kemudian menjawab tantangan memberikan vaksin pada populasi di Indonesia:
“Not as bad as developed country. I think they are not exposed as developed countries to the negative side of the vaccine, but some of them believe that by their religion that you know actually they can ask God to cure the sickness instead of using vaccines. So is the most difficult point.”
Jawaban tersebut jika diterjemahkan menjadi:
“Tidak seburuk negara maju. Menurut saya mereka tidak terekspos seperti masyarakat di negara maju lainnya tentang sisi negatif dari vaksin. Tetapi beberapa dari mereka, berdasarkan agama mereka, percaya dapat berdoa kepada Tuhan untuk menyembuhkan penyakitnya, daripada menggunakan vaksin. jadi poin itu yang paling sulit,” kata Budi.
Dari jawaban tersebut Budi sebenarnya menjelaskan bahwa tantangan pemberian vaksin di Indonesia bukan karena terpapar informasi tentang sisi negatif vaksin, tapi karena ada yang lebih percaya dengan berdoa dapat sembuh dari penyakitnya, ketimbang melalui vaksin. Sehingga klaim dalam teks di Instagram bahwa Budi menjawab keberhasilan vaksin Covid-19 di Indonesia karena doktrin agama adalah tidak akurat.
Berikut ini adalah terjemahan jawaban Budi Gunadi dalam wawancara tersebut:
Host: Dapatkah kamu menjelaskan bagaimana Indonesia merespon Covid-19, dan apa saja yang telah kamu lakukan untuk menangani krisis?
Saya diminta oleh presiden untuk menggantikan Menteri Kesehatan yang sebelumnya. Jadi saya hanya punya waktu tiga tahun sembilan bulan dan beliau hanya meminta saya melakukan dua hal, pertama menangani pandemi, melakukan vaksinasi, dan nomor dua melakukan reformasi sistem kesehatan.
Jadi satu tahun enam bulan, saya berfokus untuk mendapatkan akses pada vaksin Covid-19, kami mendapatkan sekitar 2 juta suntikan sehari. Jadi 204 juta masyarakat Indonesia telah mendapatkan vaksin dalam waktu satu tahun enam bulan, setelah berfokus pada memperbaiki sistem layanan kesehatan.
Host: Apa tantangan terbesar untuk mendapatkan akses ke vaksin?
Tidak ada yang percaya Indonesia bisa bayar, jadi saya dekati semua perusahaan dan mereka cukup kapitalis. Jadi saya ke Cina, saya dapat vaksin pertama dari mereka. Setelah itu Astrazeneca mendekati saya, karena mereka tahu, oh Indonesia bisa membayar. Kita dapatkan dari Astrazeneca dan perusahaan vaksin lain mendekati kami. Tapi setelah itu saya pindah ke GAVI (organisasi internasional untuk memperluas akses terhadap vaksin). Saya menyadari ada sebuah organisasi bernama GAVI, jadi saya mendekati GAVI sehingga kami mendapatkan bantuan setara 1 miliar vaksin.
Host: Soal kepercayaan orang pada vaksin, apakah masalahnya ada pada vaksin itu sendiri atau sistem vaksinasinya?
Penyedia vaksin itu, mereka hanya memprioritaskan berdasarkan negara yang mampu membayar, jadi itulah yang terjadi. Sehingga negara seperti Singapura bisa mendapat akses ke vaksin lebih cepat. Saya pikir ini secara ilmiah dan etika salah. Anda tahu, jika Anda memberikan vaksin hanya kepada sekelompok negara yang mampu membayar, Anda tidak akan dapat menghentikan penyebaran virus di seluruh dunia.
Host: Ceritakan bagaimana orang-orang di Indonesia dan kepercayaan mereka terhadap kampanye vaksinasi?
Tidak seburuk negara maju. Menurut saya mereka tidak terekspos seperti masyarakat di negara maju lainnya tentang sisi negatif dari vaksin. Tetapi beberapa dari mereka, berdasarkan agama mereka, mereka percaya dapat berdoa kepada Tuhan untuk menyembuhkan penyakit, daripada menggunakan vaksin. jadi poin itu yang paling sulit..
Host: Berapa persen populasi yang mendapatkan vaksinasi?
204 juta dari 280 juta, tetapi anak-anak tidak kita vaksinasi. Untuk vaksinasi pada sekitar 92-93 persen di 17,000 pulau.
Dikutip dari laman situs resmi Kementerian Kesehatan, Indonesia berhasil masuk dalam jajaran 5 besar negara dengan jumlah vaksinasi terbanyak di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan Menkes Budi menyatakan keberhasilan vaksin di Indonesia karena banyak yang tidak tahu dampak negatif vaksin dan doktrin agama adalah klaim yangsebagian benar.
Wawancara Budi Gunadi tersebut menjelaskan tantangan pemberian vaksin di Indonesia bukan karena terpapar informasi tentang sisi negatif vaksin, tapi karena ada yang lebih percaya bahwa dengan berdoa dapat sembuh dari penyakitnya, ketimbang melalui vaksin. Jadi terjemahan aslinya pada pernyataan Budi adalah tidak terkait dengan doktrin agama.
Rujukan
- https://www.instagram.com/reel/DBaUndFP58p/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading
- https://ghostarchive.org/archive/1weaf
- https://www.youtube.com/watch?v=bn8rOPVzaZc
- https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20220106/0039108/cakupan-vaksinasi-nasional-masuk-peringkat-5-besar-dunia/#:~:text=Indonesia%20berhasil%20masuk%20dalam%20jajaran,diikuti%20Brazil%20di%20peringkat%20kelima mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2024-23662) Keliru, Video Kiper Timnas Bahrain Ebrahim Lutfalla Tantang Suporter Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 28/10/2024
Berita
Sebuah video beredar di Twitter [ arsip ] serta akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini, yang diklaim memperlihatkan penjaga gawang atau kiper Timnas Bahrain, Ebrahim Lutfalla, menantang suporter Indonesia setelah laga Indonesia vs Bahrain.
Video itu memperlihatkan Lutfalla yang mengenakan jersey hitam berteriak dan bersikap emosional ke arah tribun penonton di sebuah stadion sepak bola. Sejumlah orang tampak berusaha menenangkannya. “Gak terima dikata-katain, dibantu wasit. Kiper Bahrain nant*ng Ultras Garuda. Oke. Ditunggu di GBK ya,” tulis pengunggah konten
Namun, benarkah video itu memperlihatkan Lutfalla saat bertanding dengan Timnas Indonesia melawan Bahrain?
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa video yang memperlihatkan kiper Timnas Bahrain, Ebrahim Lutfalla emosional, tidak terjadi setelah pertandingan melawan Timnas Indonesia pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Nasional Bahrain, Riffa, 10 Oktober 2024.
Sejumlah petunjuk dalam video itu, tidak sesuai dengan video saat Timnas Bahrain bertanding dengan Indonesia. Perbedaan yang ada antara lain, nomor punggung Lutfalla saat membela Timnas Bahrain adalah 22, sebagaimana yang ditampilkan Transfermarket.com. Sementara dalam video yang beredar, Ebrahim Lutfalla mengenakan jersey bernomor 1.
Fakta lain menyatakan, Ebrahim Lutfalla adalah pemain yang memiliki nomor 1 di klub lokal yang bernama, Al Ahli Bahrain, menurut Transfermarket.com.
Video yang beredar memperlihatkan Ebrahim Lutfalla mengenakan jersey bernomor 1. Namun, kejadian itu tidak ada kaitannya dengan laga Bahrain vs Indonesia, karena dalam pertandingan itu Lutfalla mengenakan jersey bernomor 22, sebagaimana ditayangkan saluran YouTube AFC Asian Cup.
Jersey Ebrahim Lutfalla dalam video yang beredar juga bermotif di bagian lengan, sementara dalam pertandingan melawan Timnas Indonesia pada 10 Oktober 2024, lengan jersey yang dikenakannya tidak bermotif.
Video yang beredar juga memperlihatkan tim yang bertanding menggunakan jersey kuning dan merah, terutama pada detik ke-12.
Padahal, pada laga Bahrain vs Indonesia, Timnas Indonesia mengenakan jersey putih, namun justru tak tampak dalam video yang beredar.
Hal ini membuktikan bahwa video yang beredar tidak direkam dalam laga Bahrain vs Indonesia pada 10 Oktober 2024, melainkan pertandingan lain yang berlangsung antar klub di Bahrain pada 2024.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan kiper Timnas Bahrain Ebrahim Lutfalla marah dan menantang suporter Timnas Indonesia karena dituduh curang, adalah klaim keliru.
Video itu memperlihatkan Ebrahim Lutfalla mengenakan jersey bernomor 1 yang merupakan nomornya sebagai pemain klub bola Al Ahli Bahrain. Sementara saat berlaga dengan Timnas Indonesia, ia mengenakan jersey bernomor 22 yang merupakan nomor dirinya di Timnas Bahrain.
Rujukan
- https://x.com/proclaro_lover/status/1844945009562484798?t=1VTaiUiVDsok14meH0OOyQ&s=19
- https://archive.is/8yiQR
- https://www.facebook.com/reel/1089214055691493
- https://www.facebook.com/reel/1263349391518569
- https://www.facebook.com/reel/1285373839154641
- https://www.facebook.com/reel/521754510770767
- https://www.facebook.com/reel/848684850587374
- https://www.transfermarkt.us/bahrain/kader/verein/7214/plus/0/galerie/0?saison_id=2024
- https://www.transfermarkt.com/al-ahli-manama/kader/verein/13503
- https://www.youtube.com/watch?v=L5L35WGcZiw mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2024-23934) Hoaks Lowongan Kerja Mengatasnamakan BNN
Sumber:Tanggal publish: 28/10/2024
Berita
tirto.id - Beredar unggahan media sosial mengatasnamakan Badan Narkotika Nasional (BNN). Akun tersebut mengunggah pesan soal pengumuman seleksi penerimaan calon pegawai pemerintahan non-pegawai negeri tahun 2024.
Unggahan tersebut berisi pesan ajakan untuk mengisi halaman pendaftaran lowongan BNN dan mengarahkan ke situs lain. Akun pengunggah menggunakan nama serta foto profil BNN. Selain itu, dalam unggahan juga terdapat pesan dengan catatan kaki mengatasnamakan Biro Humas dan Protokol BNN.
“Hi Sober,
Pendaftaran Lowongan pekerjaan BNN Tahun 2024 telah dibuka. Daftarkan diri kalian segera!!!” begitu unggahan sebuah akun Facebook bernama “BNN RI 2024” pada 15 Oktober 2024 lalu (arsip).
Selain mencantumkan tautan dalam unggahan teks, di bagian bawah unggahan juga terdapat sebuah gambar yang di ujungnya terdapat tombol pendaftaran yang mengarahkan ke situs yang sama.
Sampai dengan Senin (28/10/2024), unggahan tersebut telah mengumpulkan lebih dari 655 tanda suka dan dibagikan ulang setidaknya 44 kali.
Kami juga menemukan unggahan serupa dari beberapa akun Facebook lain, termasuk "Badan Narkotika Nasional RI" (arsip), "BNN RI" (arsip), dan "Lowongan Kerja BNN" (arsip). Modusnya serupa, yakni pesan teks berisikan informasi lowongan kerja di BNN, dengan tautan yang mengarahkan ke situs lain.
Lalu, apakah benar BNN membuka lowongan kerja pada Oktober 2024?
Pemeriksaaan Fakta
Tirto mencoba mengakses tautan yang terdapat di dalam teks serta di bagian akhir unggahan. Tautan tersebut mengarahkan ke sebuah halaman. Ketiga akun pengunggah mengarahkan ke tampilan halaman yang cenderung sama.
Halaman tersebut berisikan semacam brosur dengan keterangan bertuliskan "BNN Lowongan Pekerjaan, Pengumuman Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Pemerintah Non-pegawai Negeri Tahun 2024". Di bagian akhir, ada permintaan data nama lengkap sesuai KTP dan nomor telepon.
Situs tersebut mencurigakan, karena menyertakan tombol pilihan bahasa di bagian atasnya yang ketika diklik tidak merubah apapun. Hanya kolom nama, nomor handphone, serta tombol "kirim" yang bisa diklik dalam halaman tersebut.
Kami juga melakukan pemindaian situs tersebut dengan menggunakan URLScan.io. Hasil pemindaian menunjukkan domain, alias alamat utama tiga situs tersebut, tidak terkait dengan situs resmi BNN. Ketiga domain situs tersebut adalah: iiaall.com, tbkkk.com, dan bakiii.com.
Ada indikasi pencurian data pribadi dari situs-situs yang mengatasnamakan lembaga pemerintahan seperti ini.
Lebih lanjut, Tirto juga mencoba mencari informasi soal lowongan pekerjaan di BNN lewat situs resmi serta akun media sosial BNN. Akun Instagram @infobnn_ri yang bercentang biru, terakhir membuat unggahan soal penutupan pendaftaran seleksi calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CPPPK) pada 17 Oktober 2024 lalu.
"H-3 penutupan pendaftaran periode I Seleksi CPPPK BNN,” begitu isi pesan dalam unggahan gambar tersebut.
Kami juga mengemukan dokumen soal pengadaan calon pegawai negeri sipil BNN tahun 2024 berikut dari situs resmi BNN. Dalam dokumen tersebut disebut periode pendaftaran antara 20 Agustus 2024 - 6 September 2024.
Pendaftaran juga dilakukan secara terpusat, lewat situs https://sscasn.bkn.go.id.
Dokumen tersebut juga membahas soal jadwal proses seleksi. Terlihat pada bulan Oktober 2024, proses perekrutan telah masuk ke tahap persiapan dan pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD). Pengumuman hasil SKD diperkirakan jatuh pada November 2024.
Tidak ada informasi mengenai lowongan lain, baik dari situs resmi maupun media sosial bercentang biru milik BNN.
Sebelumnya, pada September 2021, BNN juga pernah mengeluarkan pernyataan di Instagram soal lowongan pekerjaan palsu. Dalam unggahan tersebut, BNN menyebut bahwa pengumuman penerimaan pegawai BNN hanya diinformasikan melalui website dan akun resmi media sosial BNN RI. BNN juga mendata beberapa kanal resmi mereka, yakni situs bnn.go.id, Instagram @infobnn_ri, Facebook humas.bnn, dan X @infobnn.
Semua akun media sosial BNN tersebut, telah memiliki centang biru (verified). Di akun-akun tersebut tidak ada informasi apapun soal lowongan pekerjaan pada tahun 2024 selain terkait dengan penerimaan CPNS. Akun resmi BNN di Facebook adalah “Humas BNN RI”, akun-akun lain yang mengatasnamakan BNN bukanlah akun resmi.
Unggahan tersebut berisi pesan ajakan untuk mengisi halaman pendaftaran lowongan BNN dan mengarahkan ke situs lain. Akun pengunggah menggunakan nama serta foto profil BNN. Selain itu, dalam unggahan juga terdapat pesan dengan catatan kaki mengatasnamakan Biro Humas dan Protokol BNN.
“Hi Sober,
Pendaftaran Lowongan pekerjaan BNN Tahun 2024 telah dibuka. Daftarkan diri kalian segera!!!” begitu unggahan sebuah akun Facebook bernama “BNN RI 2024” pada 15 Oktober 2024 lalu (arsip).
Selain mencantumkan tautan dalam unggahan teks, di bagian bawah unggahan juga terdapat sebuah gambar yang di ujungnya terdapat tombol pendaftaran yang mengarahkan ke situs yang sama.
Sampai dengan Senin (28/10/2024), unggahan tersebut telah mengumpulkan lebih dari 655 tanda suka dan dibagikan ulang setidaknya 44 kali.
Kami juga menemukan unggahan serupa dari beberapa akun Facebook lain, termasuk "Badan Narkotika Nasional RI" (arsip), "BNN RI" (arsip), dan "Lowongan Kerja BNN" (arsip). Modusnya serupa, yakni pesan teks berisikan informasi lowongan kerja di BNN, dengan tautan yang mengarahkan ke situs lain.
Lalu, apakah benar BNN membuka lowongan kerja pada Oktober 2024?
Pemeriksaaan Fakta
Tirto mencoba mengakses tautan yang terdapat di dalam teks serta di bagian akhir unggahan. Tautan tersebut mengarahkan ke sebuah halaman. Ketiga akun pengunggah mengarahkan ke tampilan halaman yang cenderung sama.
Halaman tersebut berisikan semacam brosur dengan keterangan bertuliskan "BNN Lowongan Pekerjaan, Pengumuman Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Pemerintah Non-pegawai Negeri Tahun 2024". Di bagian akhir, ada permintaan data nama lengkap sesuai KTP dan nomor telepon.
Situs tersebut mencurigakan, karena menyertakan tombol pilihan bahasa di bagian atasnya yang ketika diklik tidak merubah apapun. Hanya kolom nama, nomor handphone, serta tombol "kirim" yang bisa diklik dalam halaman tersebut.
Kami juga melakukan pemindaian situs tersebut dengan menggunakan URLScan.io. Hasil pemindaian menunjukkan domain, alias alamat utama tiga situs tersebut, tidak terkait dengan situs resmi BNN. Ketiga domain situs tersebut adalah: iiaall.com, tbkkk.com, dan bakiii.com.
Ada indikasi pencurian data pribadi dari situs-situs yang mengatasnamakan lembaga pemerintahan seperti ini.
Lebih lanjut, Tirto juga mencoba mencari informasi soal lowongan pekerjaan di BNN lewat situs resmi serta akun media sosial BNN. Akun Instagram @infobnn_ri yang bercentang biru, terakhir membuat unggahan soal penutupan pendaftaran seleksi calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CPPPK) pada 17 Oktober 2024 lalu.
"H-3 penutupan pendaftaran periode I Seleksi CPPPK BNN,” begitu isi pesan dalam unggahan gambar tersebut.
Kami juga mengemukan dokumen soal pengadaan calon pegawai negeri sipil BNN tahun 2024 berikut dari situs resmi BNN. Dalam dokumen tersebut disebut periode pendaftaran antara 20 Agustus 2024 - 6 September 2024.
Pendaftaran juga dilakukan secara terpusat, lewat situs https://sscasn.bkn.go.id.
Dokumen tersebut juga membahas soal jadwal proses seleksi. Terlihat pada bulan Oktober 2024, proses perekrutan telah masuk ke tahap persiapan dan pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD). Pengumuman hasil SKD diperkirakan jatuh pada November 2024.
Tidak ada informasi mengenai lowongan lain, baik dari situs resmi maupun media sosial bercentang biru milik BNN.
Sebelumnya, pada September 2021, BNN juga pernah mengeluarkan pernyataan di Instagram soal lowongan pekerjaan palsu. Dalam unggahan tersebut, BNN menyebut bahwa pengumuman penerimaan pegawai BNN hanya diinformasikan melalui website dan akun resmi media sosial BNN RI. BNN juga mendata beberapa kanal resmi mereka, yakni situs bnn.go.id, Instagram @infobnn_ri, Facebook humas.bnn, dan X @infobnn.
Semua akun media sosial BNN tersebut, telah memiliki centang biru (verified). Di akun-akun tersebut tidak ada informasi apapun soal lowongan pekerjaan pada tahun 2024 selain terkait dengan penerimaan CPNS. Akun resmi BNN di Facebook adalah “Humas BNN RI”, akun-akun lain yang mengatasnamakan BNN bukanlah akun resmi.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan informasi soal lowongan kerja BNN yang tersebar di media sosial pada Oktober 2024 bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Unggahan tersebut mengarahkan ke situs lain yang berformat brosur, mengatasnamakan situs BNN, dan meminta data pribadi. Ada indikasi penyalahgunaan data dari situs semacam ini.
Pihak BNN juga sempat mengunggah informasi yang isinya menyebut kalau informasi soal lowongan pekerjaan hanya dibagikan lembaga lewat kanal resmi.
Unggahan tersebut mengarahkan ke situs lain yang berformat brosur, mengatasnamakan situs BNN, dan meminta data pribadi. Ada indikasi penyalahgunaan data dari situs semacam ini.
Pihak BNN juga sempat mengunggah informasi yang isinya menyebut kalau informasi soal lowongan pekerjaan hanya dibagikan lembaga lewat kanal resmi.
Rujukan
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid06Fi7DkhvKJYAnZocACSZUfQ54gPqBVzqjsZ4FojNyb1uDNDkct7xr8Eqnek4D3Vol&id=61566311590691
- https://archive.ph/wip/qZIdL
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid036hhYpnB4FF8bLAs1ensLySA9yp5zUHmyc6GUY4ZDrKFyK9gx6rEBowmBovTbKq5dl&id=61566854153865
- https://archive.ph/wip/NckwG
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0YisnjtexFK78kqUeFWHQQG5WpVaGEYuP6znThX9rTFKsLxWzr8nS8tN6qswgisEjl&id=61566509436184
- https://archive.ph/wip/UuXBx
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid01SMHSZjXPKi7Ru5CNx3z5kpDNkHg3ogKk3HkA3a1aytYV1nXUyB3VSaj5UtbTUKLl&id=61566909039419
- https://archive.ph/wip/DcVhJ
- https://urlscan.io/result/5109fbfe-493e-48ea-bff8-e5e6c693db32/
- https://urlscan.io/result/71276f80-0eef-4537-92f9-c31fd99e5d32/
- https://urlscan.io/result/8b433f2e-64d8-4f89-b732-7e5c1508d4f2/
- https://www.instagram.com/p/DBNjwD0TXra/?locale=en_US&hl=en
- https://www.instagram.com/p/CUZy7ziJPth/?utm_medium=copy_link
- https://www.instagram.com/infobnn_ri/
- https://web.facebook.com/humas.bnn
- https://x.com/INFOBNN
(GFD-2024-23679) [KLARIFIKASI] Video Lama Petugas TNI Memukul Petugas SPBU, Kini Dibagikan Ulang
Sumber:Tanggal publish: 28/10/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video yang menunjukkan seorang anggota TNI memukul seorang petugas SPBU saat sedang mengisi bahan bakar.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konteks video perlu diperjelas agar tidak menimbulkan misinformasi.
Video seorang anggota TNI memukul petugas SPBU dibagikan oleh akun Facebook ini pada 17 Oktober 2024 dengan narasi sebagai berikut:
Oknum TNI pukul petugas SPBU karna menolak mengisi dengan tidak antri
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konteks video perlu diperjelas agar tidak menimbulkan misinformasi.
Video seorang anggota TNI memukul petugas SPBU dibagikan oleh akun Facebook ini pada 17 Oktober 2024 dengan narasi sebagai berikut:
Oknum TNI pukul petugas SPBU karna menolak mengisi dengan tidak antri
Hasil Cek Fakta
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan, video itu menunjukkan kejadian pada 2021.
"Itu video tahun 2021 ya," kata Wahyu seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (24/10/2024).
Sementara, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari memastikan, peristiwa dalam video adalah kejadian lama.
Video tersebut terjadi sekitar tiga tahun lalu atau pada 2021 dan saat ini antara petugas dan anggota TNI sudah berdamai.
"Sepertinya video lama. Sudah berdamai 3 tahun yang lalu," ujar Heppy.
Sebagaimana diberitakan Kompas.com, 26 Mei 2021, kejadian dalam video tersebut terjadi di SPBU Waipare, Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 1603 Sikka, Letnan Kolonel Inf M Zulnaendra Utama menyampaikan, insiden tersebut terjadi saat anggotanya sedang terburu-buru untuk bertugas.
"Di SPBU, ia melihat antrean panjang. Beliau langsung ke depan. Biasanya memang kita sudah ada kerja sama untuk anggota TNI atau Polri, apabila mendesak terkait tugas yang akan dilaksanakan, itu bisa didahulukan. Tetapi, ada kesalahpahaman dengan anggota SPBU, sehingga terjadi insiden itu," ucap Zulnaendra.
Kasus tersebut sudah diselesaikan secara damai dan pelaku serta korban sepakat tidak melanjutkan kasus tersebut.
"Itu video tahun 2021 ya," kata Wahyu seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (24/10/2024).
Sementara, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari memastikan, peristiwa dalam video adalah kejadian lama.
Video tersebut terjadi sekitar tiga tahun lalu atau pada 2021 dan saat ini antara petugas dan anggota TNI sudah berdamai.
"Sepertinya video lama. Sudah berdamai 3 tahun yang lalu," ujar Heppy.
Sebagaimana diberitakan Kompas.com, 26 Mei 2021, kejadian dalam video tersebut terjadi di SPBU Waipare, Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 1603 Sikka, Letnan Kolonel Inf M Zulnaendra Utama menyampaikan, insiden tersebut terjadi saat anggotanya sedang terburu-buru untuk bertugas.
"Di SPBU, ia melihat antrean panjang. Beliau langsung ke depan. Biasanya memang kita sudah ada kerja sama untuk anggota TNI atau Polri, apabila mendesak terkait tugas yang akan dilaksanakan, itu bisa didahulukan. Tetapi, ada kesalahpahaman dengan anggota SPBU, sehingga terjadi insiden itu," ucap Zulnaendra.
Kasus tersebut sudah diselesaikan secara damai dan pelaku serta korban sepakat tidak melanjutkan kasus tersebut.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video seorang anggota TNI memukul petugas SPBU yang dibagikan di Facebook pada 17 Oktober 2024 perlu diluruskan.
Peristiwa dalam video tersebut adalah kejadian lama yang terjadi di SPBU Waipare, Sikka, Nusa Tenggara Timur pada 2021. Petugas SPBU dan anggota TNI sudah berdamai.
Peristiwa dalam video tersebut adalah kejadian lama yang terjadi di SPBU Waipare, Sikka, Nusa Tenggara Timur pada 2021. Petugas SPBU dan anggota TNI sudah berdamai.
Rujukan
- https://www.facebook.com/DilaMeilani17/videos/862648535980357/
- https://www.kompas.com/tren/read/2024/10/24/201500265/ramai-video-oknum-tni-pukul-petugas-spbu-kadispenad-dan-pertamina--itu
- https://www.kompas.com/tren/read/2024/10/24/201500265/ramai-video-oknum-tni-pukul-petugas-spbu-kadispenad-dan-pertamina--itu
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2589/7906




