Akun WhatsApp (WA) bernomor 0821 8951 4539 memasang nama dan foto profil Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Riau, Edi Rusma Dinata. Nomor itu menghubungi sejumlah pengguna WA.
(GFD-2024-23617) [PENIPUAN] Panggilan Telepon WA Kadisdik Provinsi Riau Edi Rusma Dinata
Sumber: WhatsAppTanggal publish: 26/10/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Dari penelusuran Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) di akun Instagram Dinas Pendidikan Provinsi Riau “pendidikan_riau”, diketahui Edi Rusma Dinata bukanlah pemilik nomor WA 0821 8951 4539.
Dinas Pendidikan Provinsi Riau meminta masyarakat tidak menanggapi dan selalu berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan pejabat publik.
“Assalamualaikum bapak/ibu semua. Harap selalu hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau,” tulis instansi tersebut di akun Instagramnya, Selasa (8/10/2024).
Dinas Pendidikan Provinsi Riau meminta masyarakat tidak menanggapi dan selalu berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan pejabat publik.
“Assalamualaikum bapak/ibu semua. Harap selalu hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau,” tulis instansi tersebut di akun Instagramnya, Selasa (8/10/2024).
Kesimpulan
Akun dan seluruh aktivitas dari nomor WA 0821 8951 4539 yang mengaku sebagai Kadisdik Provinsi Riau Edi Rusma Dinata itu merupakan konten tiruan (impostor content) untuk modus penipuan.
(GFD-2024-23625) [SALAH] Ribuan Buruh Siaga Geruduk Istana Tuntut Prabowo
Sumber: youtube.comTanggal publish: 26/10/2024
Berita
BLUNDER FATAL !! RAKYAT DESAK PRABOWO SINGKIRKAN PARA MENTERI BOBROKNYA
BREAKING NEWS
RAKYAT MARAH BESAR
TUNTUT PRABOWO [\PECAT PARA MENTERI BOBROK
BREAKING NEWS
RAKYAT MARAH BESAR
TUNTUT PRABOWO [\PECAT PARA MENTERI BOBROK
Hasil Cek Fakta
Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) pertama-tama menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “ribuan buruh siaga geruduk istana tuntut Prabowo” ke mesin pencarian Google.
Hasilnya, tidak ditemukan informasi tentang ribuan buruh bersiaga untuk menggeruduk istana dan menuntut Prabowo.
TurnBackHoax kemudian menelusuri sampul foto video itu lewat Google Lens. Diketahui, foto berasal dari momen demonstrasi buruh pada tiga lokasi di Jakarta, Senin (10/8/2015).
Gambar asli dimuat dalam artikel kompasiana.com ”Demo Buruh 10 Agustus 2015, Jangan Resahkan Kalangan Dunia Usaha”.
Video berdurasi 8 menit 49 detik tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang tidak berkaitan. Narator dalam video membacakan ulang artikel liputan6.com “3 Ribu Buruh Ancam Demo Besar-besaran 24 Oktober 2024”.
Artikel yang tayang Selasa (22/10/2024) itu membahas Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal yang menyebut lebih dari 3.000 buruh se-Jabodetabek akan melakukan aksi pada Kamis, (24/10/2024) di depan istana.
Hasilnya, tidak ditemukan informasi tentang ribuan buruh bersiaga untuk menggeruduk istana dan menuntut Prabowo.
TurnBackHoax kemudian menelusuri sampul foto video itu lewat Google Lens. Diketahui, foto berasal dari momen demonstrasi buruh pada tiga lokasi di Jakarta, Senin (10/8/2015).
Gambar asli dimuat dalam artikel kompasiana.com ”Demo Buruh 10 Agustus 2015, Jangan Resahkan Kalangan Dunia Usaha”.
Video berdurasi 8 menit 49 detik tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang tidak berkaitan. Narator dalam video membacakan ulang artikel liputan6.com “3 Ribu Buruh Ancam Demo Besar-besaran 24 Oktober 2024”.
Artikel yang tayang Selasa (22/10/2024) itu membahas Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal yang menyebut lebih dari 3.000 buruh se-Jabodetabek akan melakukan aksi pada Kamis, (24/10/2024) di depan istana.
Kesimpulan
Faktanya, tidak ada sumber kredibel yang membenarkan adanya ribuan buruh yang bersiaga untuk menggeruduk istana dan menuntut Prabowo.
Rujukan
(GFD-2024-23626) [SALAH] Indikator Rilis Hasil Survei Elektabilitas Pilkada Palopo
Sumber: twitter.comTanggal publish: 26/10/2024
Berita
Akun X “ruryramdhan” pada Jumat (18/10/2024) mengunggah foto [arsip] yang memperlihatkan hasil survei elektabilitas periode 8—17 September 2024 untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Palopo dari Indikator Politik Indonesia (Indikator). Unggahan terlihat meyakinkan karena terdapat kontak dan alamat kantor Indikator.
Hasil Cek Fakta
Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) menghubungi Direktur Indikator Fauny Hidayat untuk memastikan kebenaran unggahan yang beredar.
“Ya, dipalsukan (hasil survei itu palsu) karena kita tidak pernah ada survei di Palopo,” kata Fauny dalam pesan singkatnya kepada TurnBackHoax, Rabu (23/10/2024).
Indikator menegaskan hasil survei resmi bisa diakses di laman resmi www.indikator.co.id dan kanal YouTube INDIKATORTV (https://www.youtube.com/@IndikatorPolitikIndonesia).
Sebelumnya, beredar unggahan lain yang mencatut Indikator, sudah diulas TurnBackHoax lewat artikel “[SALAH] Hasil Survei 20—25 September 2024 Pilkada Bone Bolango dari Indikator” yang tayang Rabu (23/10/2024).
“Ya, dipalsukan (hasil survei itu palsu) karena kita tidak pernah ada survei di Palopo,” kata Fauny dalam pesan singkatnya kepada TurnBackHoax, Rabu (23/10/2024).
Indikator menegaskan hasil survei resmi bisa diakses di laman resmi www.indikator.co.id dan kanal YouTube INDIKATORTV (https://www.youtube.com/@IndikatorPolitikIndonesia).
Sebelumnya, beredar unggahan lain yang mencatut Indikator, sudah diulas TurnBackHoax lewat artikel “[SALAH] Hasil Survei 20—25 September 2024 Pilkada Bone Bolango dari Indikator” yang tayang Rabu (23/10/2024).
Kesimpulan
Unggahan berisi “hasil survei elektabilitas periode 8—17 September 2024 untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Palopo dari Indikator” itu adalah konten yang dimanipulasi (manipulated content).
Rujukan
(GFD-2024-23627) Timnas Bahrain didiskualifikasi karena menolak bermain di Indonesia, benarkah?
Sumber:Tanggal publish: 26/10/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Facebook berdurasi delapan menit menarasikan Presiden FIFA Gianni Infantino resmi mendiskualifikasi Timnas Bahrain karena menolak untuk bermain di Indonesia.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“BAHRAIN RESMI WO & DISKUALIFIKASI FIFA
USAI TOLAK LAGA KANDANG TIMNAS INDONESIA DIJAKARTA JELANG KUALIFIKASI JADI HARAPAN SAYA”
Namun, benarkah Timnas Bahrain didiskualifikasi karena menolak bermain di Indonesia?
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“BAHRAIN RESMI WO & DISKUALIFIKASI FIFA
USAI TOLAK LAGA KANDANG TIMNAS INDONESIA DIJAKARTA JELANG KUALIFIKASI JADI HARAPAN SAYA”
Namun, benarkah Timnas Bahrain didiskualifikasi karena menolak bermain di Indonesia?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, video Presiden FIFA tersebut serupa dengan unggahan YouTube FRANCE 24 English yang berjudul “Gianni Infantino: ‘We want to touch 700 million kids, boys and girls all around the world’”.
Dalam video tersebut menarasikan FIFA bekerja sama dengan Program Pangan Dunia, dan UNESCO untuk sebuah proyek baru yang bertujuan membantu masyarakat keluar dari siklus kekurangan pangan. Organisasi itu bersepakat akan menyediakan makanan sekolah gratis bagi komunitas miskin di seluruh dunia dalam upaya untuk menyekolahkan anak-anak dan menjaga mereka tetap di sekolah.
Aspek penting lainnya dari proyek itu adalah mendukung guru untuk memastikan bahwa kualitas pendidikan yang ditawarkan meningkatkan peluang anak-anak dalam kehidupan di masa depan.
Dalam video tersebut, tidak ada hubungannya dengan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup C, terutama Indonesia dengan Bahrain.
Terkait pertandingan Indonesia vs Bahrain pada 25 Maret 2025 mendatang, PSSI menyatakan siap menjamin keamanan timnas Bahrain saat bertandang ke Indonesia pada Maret tahun depan.
Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo juga mengatakan tidak ada alasan penyelenggaraan laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Timnas Indonesia melawan Bahrain digelar di luar Indonesia. Ia juga memastikan laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 Indonesia vs Bahrain, yang akan digelar pada Maret 2025 mendatang, tetap dilaksanakan di Jakarta.
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) yang meminta laga leg kedua melawan Indonesia pada 25 Maret 2025 untuk digelar di tempat netral atau bukan di Indonesia karena alasan keamanan. Kekhawatiran BFA adalah buntut dari hasil laga leg pertama antara Bahrain melawan timnas Indonesia di Riffa yang berakhir 2-2 pada Kamis (10/10).
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi dari FIFA mengenai hal tersebut. Namun, isi dalam video unggahan tersebut tidak sesuai dengan narasi judul.
Klaim: Timnas Bahrain didiskualifikasi karena tolak bermain di Indonesia
Rating: Disinformasi
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Dalam video tersebut menarasikan FIFA bekerja sama dengan Program Pangan Dunia, dan UNESCO untuk sebuah proyek baru yang bertujuan membantu masyarakat keluar dari siklus kekurangan pangan. Organisasi itu bersepakat akan menyediakan makanan sekolah gratis bagi komunitas miskin di seluruh dunia dalam upaya untuk menyekolahkan anak-anak dan menjaga mereka tetap di sekolah.
Aspek penting lainnya dari proyek itu adalah mendukung guru untuk memastikan bahwa kualitas pendidikan yang ditawarkan meningkatkan peluang anak-anak dalam kehidupan di masa depan.
Dalam video tersebut, tidak ada hubungannya dengan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup C, terutama Indonesia dengan Bahrain.
Terkait pertandingan Indonesia vs Bahrain pada 25 Maret 2025 mendatang, PSSI menyatakan siap menjamin keamanan timnas Bahrain saat bertandang ke Indonesia pada Maret tahun depan.
Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo juga mengatakan tidak ada alasan penyelenggaraan laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Timnas Indonesia melawan Bahrain digelar di luar Indonesia. Ia juga memastikan laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 Indonesia vs Bahrain, yang akan digelar pada Maret 2025 mendatang, tetap dilaksanakan di Jakarta.
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) yang meminta laga leg kedua melawan Indonesia pada 25 Maret 2025 untuk digelar di tempat netral atau bukan di Indonesia karena alasan keamanan. Kekhawatiran BFA adalah buntut dari hasil laga leg pertama antara Bahrain melawan timnas Indonesia di Riffa yang berakhir 2-2 pada Kamis (10/10).
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi dari FIFA mengenai hal tersebut. Namun, isi dalam video unggahan tersebut tidak sesuai dengan narasi judul.
Klaim: Timnas Bahrain didiskualifikasi karena tolak bermain di Indonesia
Rating: Disinformasi
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
Halaman: 2592/7906



