• (GFD-2024-23689) [KLARIFIKASI] Gambar Letusan Gunung Dinarasikan Serangan Bom di Rafah

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar gambar yang diklaim menunjukkan kamp pengungsi di Rafah, Palestina terbakar akibat serangan bom.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu dibagikan dengan konteks keliru dan perlu diluruskan.

    Gambar yang diklaim menunjukkan kamp pengungsi Rafah terbakar akibat serangan bom dibagikan oleh akun Facebook ini pada Minggu (27/10/2024).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Tempat paling selamat yaitu Kem Pelarian Rafah telah di bom pada waktu malam hari, khemah terbakar hangus dan bay serta kanak - kanak ramai syahid...

    Screenshot Konteks keliru, video letusan gunung berapi Islandia diklaim serangan bom di Rafah

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri gambar yang dibagikan menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, ditemukan video dari Sky News yang diunggah di YouTube dalam format Shorts pada 15 Januari 2024. Berikut deskripsi video tersebut:

    Rekaman drone menunjukkan skala letusan gunung berapi di Islandia, di mana ahli vulkanologi mengatakan bahwa letusan dapat terus berlanjut selama 'beberapa abad'.

    Dilansir Sky News, 15 Januari 2024, Islandia telah mengalami letusan gunung berapi kedua dalam waktu kurang dari satu bulan.

    Hampir 4.000 orang telah dievakuasi dari kota nelayan Grindavik setelah letusan pertama pada Desember 2023.

    Namun, setelah serangkaian gempa bumi, sebuah retakan terbuka dan mulai memuntahkan lava di dekatnya pada 14 Januari 2024 dini hari.

    Pada pukul 3 pagi, sekitar 200 gempa bumi diukur di lokasi terdekat. Sebelum pukul 8 pagi, gunung berapi itu meletus, dan diikuti kemunculan retakan kedua pada tengah hari.

    Menurut Kantor Meteorologi Islandia, retakan tersebut berada di sebelah selatan penghalang pendeteksi aliran lahar yang sedang dibangun di sebelah utara Grindavik.

    Thomas Moore, koresponden yang berada di daerah tersebut, mengatakan bahwa aktivitas telah mereda dalam semalam dan retakan kedua tampaknya telah berhenti memproduksi lava.

    Menurut laporan Moore, tiga rumah telah hancur akibat diterjang lava. Selain itu, lava menjebol tembok penghalang di utara kota.

    Israel memang melakukan serangan brutal dan secara membabi-buta menyasar kamp pengungsian di Rafah pada akhir Mei 2024.

    Aksi brutal dan kejam yang dilakukan Israel itu memunculkan kampanye di media sosial dengan narasi "All Eyes on Rafah". Kampanye itu viral, dan ikut melibatkan sejumlah selebritas.

    Akan tetapi, gambar yang diperlihatkan merupakan informasi keliru yang perlu diluruskan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, gambar yang diklaim menunjukkan kamp pengungsi Rafah terbakar akibat serangan bom perlu diluruskan.

    Gambar itu berasal dari rekaman drone yang menunjukkan dampak letusan gunung berapi di kota Grindavik, Islandia, pada 14 Januari 2024.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23690) Timnas Bahrain mundur dari Kualifikasi Piala Dunia 2026, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/10/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di TikTok menarasikan Tim Nasional Sepak Bola atau Timnas Bahrain mundur dari Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan alasan keselamatan pemain.

    Sekjen Federasi Sepakbola Bahrain (BFA), Rashid Al-Zoubi, meminta agar laga Timnas Indonesia melawan Bahrain pada pertandingan kedelapan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yang akan diselenggarakan pada 25 Maret 2025 digelar di luar Indonesia.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “BAHRAIN MEMILIH MUNDUR DARI KUALIFIKASI PIALA DUNIA 2026. BEGINI ALASANNYA!”

    Namun, benarkah Timnas Bahrain mundur dari Kualifikasi Piala Dunia 2026 demi keselamatan pemain?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran ANTARA, unggahan dalam video tersebut hanya membacakan artikel dari laman Okezone yang berjudul “Prioritaskan Keselamatan Pemain, Timnas Bahrain Pilih Dicoret FIFA dan AFC dari Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia?”.

    Dalam artikel tersebut, mempertanyakan apakah BFA rela Timnas Bahrain dicoret dari Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia jika permintaan mereka bermain di tempat netral ditolak FIFA dan AFC, Bahrain mau tak mau harus bermain di Indonesia.

    Jika nantinya Bahrain enggan datang ke Indonesia, meski sudah mendapat jaminan keselamatan dari PSSI, Timnas Bahrain berpotensi mendapatkan hukuman berat dari FIFA dan AFC. Hukuman berat yang dimaksud adalah dicoret dari keikutsertaan mereka di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

    Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo memastikan keamanan Timnas Bahrain jika berlaga melawan Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dalam laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026.

    "Jadi kalau ada statement pihak Bahrain mengatakan tidak aman di Indonesia, kami pastikan tidak ada potensi ancaman keamanan yang bisa membahayakan tim Bahrain," tegas Dito, dilansir dari ANTARA.

    Dengan demikian tidak ada narasi resmi Bahrain mengundurkan diri dari kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

    Klaim: Timnas Bahrain mundur dari Kualifikasi Piala Dunia 2026 demi keselamatan pemain

    Rating: Disinformasi

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-23695) [KLARIFIKASI] Penistaan Al Quran Terjadi di Inggris, Bukan Tempat Hiburan Arab Saudi

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video seorang pria yang tampak sedang berada di klub malam, memukul dan menginjak Al Quran.

    Narasi yang beredar menyebutkan, video tersebut berlokasi di Arab Saudi.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video keliru dan perlu diluruskan informasinya.

    Video penistaan Al Quran di sebuah tempat hiburan malam di Arab Saudi disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Pengguna Facebook menyebarkan reaksi seorang pria berjas biru terhadap video tersebut.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (22/10/2024):

    Arab Saudi, di tempat hiburan yang hina, di sana Al-Qur'an dinistakan, dipukulkan ke pantat dan di-injak².

     

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar telah dibantah oleh sejumlah pemeriksa fakta berbahasa Arab.

    Misalnya oleh T4p.co pada 3 Juni 2024. Video tersebut dibuat oleh seseorang yang berdomisili di Manchester, Inggris.

    Video tersebut pertama kali disebarkan oleh akun X @armidsamjd pada Mei 2024. Namun kini akunnya sudah ditangguhkan.

    Kendati demikian jejak digitalnya masih ada. Misalnya, seperti yang diunggah akun X ini pada 17 Mei 2024. Ia mengambil tangkapan layar video dan mengunggahnya.

    Dilansir pemeriksa fakta Musnadye, tidak ada pernyataan resmi dari Pemerintah Arab Saudi terkait peristiwa dalam video.

    Selain itu, tidak ada berita dan laporan kredibel yang membuktikan video berlokasi di Arab Saudi.

    Kesimpulan

    Video pria menginjak Al Quran di sebuah tempat hiburan malam berlokasi di Inggris, bukan Arab Saudi.

    Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun X @armidsamjd pada Mei 2024, yang kini telah ditangguhkan.

    Tidak ada bukti atau laporan yang menunjukkan lokasi pengambilan video di Arab Saudi.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23696) [HOAKS] Kapal Feri Rute Banyuwangi-Bali Tenggelam 29 Oktober 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menunjukkan kapal feri rute Banyuwangi-Bali tenggelam. Video itu beredar pada Selasa (29/10/2024).

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu dibagikan dengan konteks keliru.

    Video kapal feri rute Banyuwangi-Bali tenggelam dibagikan oleh akun Facebook ini pada Selasa (29/10/2024) dengan narasi sebagai berikut:

    Baru saja terjadi kapal Ferry penyeberangan BANYU WANGI --- BALI MUSIBAH TENGGELAM,

    Mana tau ada di antara group ini sanak, keluarga, kerabat yang sedang menuju coba cari cari info mana tau ada sanak keluarga atau teman kerabat di dalam kapal tersebut.

    Narasi itu disertai video yang menunjukkan sebuah kapal penuh penumpang terbalik dan orang-orang jatuh ke air.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan bahwa video kapal terbalik tersebut telah berulang kali digunakan untuk menyebarkan hoaks.

    Sebelumnya, video itu digunakan dalam narasi hoaks kapal terbalik di Gowa, Sulawesi Selatan, pada 6 Otober 2024, dan hoaks kapal tenggelam di Selat Bali pada 8 Oktober 2024.

    Namun, penelusuran gambar menggunakan Google Lens mendeteksi video tersebut sebagai peristiwa kapal terbalik di Danau Kivu, Republik Demokratik Kongo (DRC).

    Video yang sama diunggah oleh kanal YouTube CGTN Africa pada 4 Oktober 2024. Sebanyak 78 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

    Dilansir BBC, kapal tersebut melakukan perjalanan dari Minova di Kivu Selatan dan tenggelam saat tiba di pantai Goma pada 3 Oktober pagi.

    Gubernur Kivu Selatan, Jean Jacques Purisi mengatakan, kapal tersebut mengangkut 278 penumpang.

    "Diperlukan waktu setidaknya tiga hari untuk mendapatkan jumlah (korban) pastinya, karena belum semua jenazah ditemukan," kata Purisi kepada Reuters.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi kapal feri rute Banyuwangi-Bali tenggelam pada Selasa (29/10/2024) adalah hoaks.

    Video yang dibagikan adalah peristiwa kapal terbalik di Danau Kivu, Republik Demokratik Kongo, pada 3 Oktober 2024. Insiden itu menewaskan 78 orang.

    Ini merupakan hoaks yang berulang. Video kapal terbalik di Kongo disebar dengan narasi keliru, seolah-olah terjadi di Indonesia.

    Rujukan