Kanal YouTube “Timnas Garuda Team” pada Jumat (18/10/24) mengunggah video [arsip] berisi klaim “PSSI putuskan keluar dari AFC dan pindah ke zona Oceania”.
Berikut narasi lengkapnya:
“AFC AUTO NANGIS ‼️ PSSI Putuskan Timnas Indonesia Keluar~Pindah ke Zona Oseania, Jadi 3 Harapanku!”
Hingga Selasa (29/10/2024), unggahan tersebut telah ditonton hampir 100 ribu kali.
(GFD-2024-23676) [SALAH] PSSI Putuskan Keluar dari AFC dan Pindah ke Zona Oseania
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 29/10/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) pertama-tama menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “PSSI putuskan keluar dari AFC dan pindah ke zona Oceania” lewat mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi tentang hal itu.
Video berdurasi 10 menit 41 detik tersebut sama sekali tidak membahas sebagaimana dalam klaim. Narator hanya membacakan narasi dari artikel suara.com berjudul “3 Kerugian AFC Jika Indonesia Memutuskan Keluar dan Bergabung ke Oseania”. Tidak ada pernyataan PSSI telah keluar dari AFC dan bergabung ke zona Oceania dalam artikel yang tayang Jumat (18/10/2024) itu.
Video berdurasi 10 menit 41 detik tersebut sama sekali tidak membahas sebagaimana dalam klaim. Narator hanya membacakan narasi dari artikel suara.com berjudul “3 Kerugian AFC Jika Indonesia Memutuskan Keluar dan Bergabung ke Oseania”. Tidak ada pernyataan PSSI telah keluar dari AFC dan bergabung ke zona Oceania dalam artikel yang tayang Jumat (18/10/2024) itu.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “PSSI putuskan keluar dari AFC dan pindah ke zona Oceania” merupakan konten palsu (fabricated content).
Rujukan
- http[suara.com] 3 Kerugian AFC Jika Indonesia Memutuskan Keluar dan Bergabung ke Oseania
- https://www.digtara.com/olahraga/204055/keluar-dari-afc-timnas-indonesia-disarankan-gabung-oseania/all/
- https://www.youtube.com/watch?v=hqtr7vWA004 (tautan asli unggahan kanal YouTube “Timnas Garuda Team”)
- https://arsip.cekfakta.com/archive/1729489060.826687/index.html (arsip unggahan kanal YouTube “Timnas Garuda Team”)
(GFD-2024-23677) Keliru, Dennis Lim Mempromosikan Situs Judi Online
Sumber:Tanggal publish: 29/10/2024
Berita
Video dengan durasi 39 detik yang memperlihatkan Dennis Lim mempromosikan situs judi online, beredar di Facebook [ arsip ].
Dalam video yang diunggah 22 Oktober 2024, Dennis Lim terlihat berbicara bahwa ia pernah terjerat utang dengan jumlah yang besar. Keberuntungan terjadi setelah Dennis Lim memasang dan bermain di situs judi online fufu slot. Dengan Rp50 ribu, ia kemudian memenangi satu permainan yang kemudian bisa membayar lunas utangnya.
Hingga artikel ini ditulis, video tersebut sudah ditonton 622 ribu kali dan telah mendapatkan 2 ribu komentar. Lantas benarkah Dennis Lim promosikan situs judi online?
Hasil Cek Fakta
Tempo menelusuri sumber video yang dibagikan dengan terlebih dahulu memfragmentasi menjadi gambar menggunakan tools InVID. Gambar hasil fragmentasi ditelusuri dengan Google Image dan Yandex Image.
Hasilnya, video tersebut adalah hasil rekayasa. Video aslinya, tidak terkait dengan promosi situs judi online.
Misalnya pada detik ke-4 sampai 6, yang memperlihatkan Dennis Lim mengenakan topi putih dengan jas hitam. Potongan video itu merupakan video Dennis Lim saat berbicara pada siniar Denny Sumargo yang diunggah pada akun YouTube-nya pada 3 Februari 2023.
Pada podcast tersebut, Dennis Lim tidak ditemukan mempromosikan situs judi online fufuslot. Justru sebaliknya, Dennis Lim bercerita soal praktek curang dan kotor dalam situs judi online.
Tempo juga memeriksa suara yang digunakan dalam video tersebut dengan menggunakan tools AI Voice Detector. Mulanya, Tempo mengunduh video itu dan mengubahnya ke ke format audio (mp3) dengan menggunakan tools Cloud Convert.
Video yang telah diubah ke format suara, lalu diperiksa dengan menggunakantools Hive Moderation. Hasilnya suara dalam video tersebut diketahui merupakan hasil rekayasa digital dengan menggunakan kecerdasan buatan Artificial Intelligence dengan tingkat probabilitas mencapai 99,9 persen.
Kesimpulan
Video dengan durasi 39 detik yang memperlihatkan Dennis Lim mempromosikan situs judi online adalahkeliru.
Informasi yang menyebutkan Dennis Lim mempromosikan situs judi online merupakan informasi keliru yang terus berulang kali beredar sejak Januari 2024. Suara audio dalam video yang dibagikan diketahui merupakan hasil rekayasa digital dengan menggunakan kecerdasan buatan Artificial Intelligence dengan tingkat probabilitas mencapai 99,9 persen.
Rujukan
(GFD-2024-23678) Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Alfamart Bagikan iPhone 15 Dalam Rangka Ulang Tahun ke-35
Sumber:Tanggal publish: 29/10/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan pesan berantai mengklaim Alfamart membagikan iPhone 15 dalam rangka ulang tahun ke-35. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
Dalam pesan berantai yang beredar terdapat narasi sebagai berikut:
"Alfamart 35 anniversary hadiah. Berpartisipasi dalam Alfamart 35 anniversary acara dan terima iPhone 15"
Pesan berantai tersebut juga mengarahkan masyarakat menuju link website tertentu.
Lalu benarkah pesan berantai mengklaim Alfamart membagikan iPhone 15 dalam rangka ulang tahun ke-35?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi laman Instagram resmi Alfamart, @alfamart yang sudah bercentang biru atau terverifikasi.
Di sana terdapat unggahan yang meminta masyarakat mewaspadai link palsu mencatut nama minimarket tersebut.
"Awas penipuan mengatasnamakan Alfamart.
Hati-hati terhadap link penipuan (phising) mengiming-imingi hadiah atau undian yang mencatut nama Alfamart di dalamnya yang disebarkan melalui broadcast Whatsapp ataupun media sosial tidak resmi.
Segala bentuk program promo, hadiah, dan kuis Alfamart dapat dicek pada sosial media atau media sosial resmi Alfamart dan situs resmi perusahaan (www.alfamart.co.id).
Abaikan dan laporkan segera jika menemukan link phising tersebut ke layanan resmi KOMINFO di aduankonten.id atau dapat konfirmasi melalui Alfacare di 1500-959."
Selain itu dalam laman Alfamart maupun media sosial resminya, Alfamart saat ini baru berusia 25 tahun, bukan 35 tahun seperti dalam link pesan berantai palsu tersebut.
Kesimpulan
Pesan berantai mengklaim Alfamart membagikan iPhone 15 dalam rangka ulang tahun ke-35 adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2024-23935) Tidak Benar Uang Kertas Resmi BRICS Memuat Bendera Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 29/10/2024
Berita
tirto.id - Seiring dengan informasi terkait ketertarikan Indonesia untuk bergabung ke BRICS, yang merupakan singkatan dari lima negara berkembang yang berpengaruh yakni Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (South Africa), isu soal BRICS juga berhembus di media sosial. Salah satunya mengenai terbitnya mata uang baru BRICS.
Unggahan soal ini menampilkan gambar uang kertas dengan sejumlah bendera negara, termasuk Indonesia, di latar belakangnya. Terlihat juga foto Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang memegang selembar uang kertas tersebut.
"Inilah mata uang BRICS yg baru diluncurkan di Kazan, Russia. RI diwakili Menlu Sugiono. Mata uang BRICS adalah pengganti US$ Amerika dan bisa diperdagangkan hanya ke sesama anggota BRICS. Mantap, jadi RI tdk tergantung hanya ke US$," begitu cuitan akun @Chavesz08 di platform X (dulu Twitter) pada Jumat (25/10/2024) lalu (arsip).
Unggahan tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 5 ribu views, 61 tanda suka, dan telah dibagikan ulang setidaknya 14 kali, hingga Selasa (29/10/2024). Selain itu, unggahan dengan narasi serupa juga tersebar di platform media sosial lain.
Di TikTok, narasi serupa diunggah akun "rlstrorejb" (arsip), "arya_editz23" (arsip), dan "unityindversity" (arsip). Masing-masing unggahan mengumpulkan setidaknya 1,2 juta penonton.
Kami juga menemukan unggahan serupa di Instagram dari akun @catatanentrepreneur (arsip) di Instagram dan akun "Viral Indonesia" di Facebook (arsip). Meski unggahan di dua platform Meta tersebut menyatakan kalau uang BRICS yang diterbitkan adalah tiruan, namun keduanya masih menyebut penerbitan uang kertas tersebut sebagai resmi.
Lalu bagaimana faktanya? Apakah benar mata uang BRICS telah resmi diterbitkan pada Oktober 2024? Apakah benar ada gambar bendera Indonesia di mata uang BRICS tersebut?
Unggahan soal ini menampilkan gambar uang kertas dengan sejumlah bendera negara, termasuk Indonesia, di latar belakangnya. Terlihat juga foto Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang memegang selembar uang kertas tersebut.
"Inilah mata uang BRICS yg baru diluncurkan di Kazan, Russia. RI diwakili Menlu Sugiono. Mata uang BRICS adalah pengganti US$ Amerika dan bisa diperdagangkan hanya ke sesama anggota BRICS. Mantap, jadi RI tdk tergantung hanya ke US$," begitu cuitan akun @Chavesz08 di platform X (dulu Twitter) pada Jumat (25/10/2024) lalu (arsip).
Unggahan tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 5 ribu views, 61 tanda suka, dan telah dibagikan ulang setidaknya 14 kali, hingga Selasa (29/10/2024). Selain itu, unggahan dengan narasi serupa juga tersebar di platform media sosial lain.
Di TikTok, narasi serupa diunggah akun "rlstrorejb" (arsip), "arya_editz23" (arsip), dan "unityindversity" (arsip). Masing-masing unggahan mengumpulkan setidaknya 1,2 juta penonton.
Kami juga menemukan unggahan serupa di Instagram dari akun @catatanentrepreneur (arsip) di Instagram dan akun "Viral Indonesia" di Facebook (arsip). Meski unggahan di dua platform Meta tersebut menyatakan kalau uang BRICS yang diterbitkan adalah tiruan, namun keduanya masih menyebut penerbitan uang kertas tersebut sebagai resmi.
Lalu bagaimana faktanya? Apakah benar mata uang BRICS telah resmi diterbitkan pada Oktober 2024? Apakah benar ada gambar bendera Indonesia di mata uang BRICS tersebut?
Hasil Cek Fakta
BRICS pada dasarnya adalah forum informal negara berkembang, yang mulanya diinisiasi oleh Rusia dan dimulai dengan pertemuan empat negara BRIC pada tahun 2006. Mereka menggelar konferensi tingkat tinggi (KTT) pertama pada tahun 2009 dan kemudian diikuti bergabungnya Afrika Selatan pada tahun 2010.
BRICS lahir karena keinginan kelima negara yang tergabung untuk memperkuat posisi di dunia melalui kerja sama aktif di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan politik. Salah satu rencana besar BRICS adalah membuat mata uang sendiri. Hal ini diharapkan dapat menghilangkan ketergantungan negara-negara BRICS terhadap mata uang dolar Amerika Serikat.
Selain lima negara pendiri, sudah ada empat negara tambahan yang bergabung dengan BRICS yakni Mesir, Etiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab. Indonesia belum secara resmi menyatakan bergabung dengan BRICS, tetapi sudah menunjukkan ketertarikan untuk bergabung.
Hal ini setidaknya tercermin dari pernyataan Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu), Sugiono, saat menghadiri KTT BRICS Plus di Kazan, Rusia pada 24 Oktober 2024 lalu.
"Bergabungnya Indonesia ke BRICS merupakan pengejawantahan politik luar negeri bebas aktif. Bukan berarti kita ikut kubu tertentu, melainkan kita berpartisipasi aktif di semua forum,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri.
Sugiono menilai, apa yang coba dikejar BRICS sejalan dengan program pemerintah yang baru. “Kita juga melihat prioritas BRICS selaras dengan program kerja Kabinet Merah Putih, antara lain terkait ketahanan pangan dan energi, pemberantasan kemiskinan ataupun pemajuan sumber daya manusia,“ tambah dia.
Terkait dengan klaim terbit resminya mata uang kertas BRICS pada KTT Oktober 2024 lalu, Tirto mencoba menelusuri kebenarannya. Hasil penelusuran di mesin pencarian Google mengarahkan ke artikel berikut dari Kominfo dan RRI.
Dua sumber ini menyebut memang benar kalau KTT BRICS di Kazan turut dihadiri perwakilan Indonesia. Benar juga kalau ada bahasan soal kerja sama ekonomi, juga soal rencana dedolarisasi (upaya memutus ketergantungan pada dolar AS untuk perdagangan internasional), dan penggunaan mata yang berbasis blockchain.
Namun, tidak ada pengesahan mata uang resmi BRICS dan pengukuhan Indonesia sebagai anggota dari acara tersebut.
Sementara artikel dari Antara menyebut, berdasar Deklarasi Kazan, anggota BRICS menyadari manfaat dari instrumen pembayaran lintas batas yang cepat, dan berbiaya lebih rendah, lebih efisien, transparan, aman, dan inklusif.
Mata uang BRICS juga dapat menegaskan kemandirian ekonomi negara anggota sambil bersaing dengan sistem keuangan internasional yang sudah ada. Tetapi artikel Antara tersebut menegaskan, dari KTT BRICS di Kazan, belum ada mata uang spesifik yang terbit, tetapi sistem pembayaran berbasis blockchain BRICS sedang dalam tahap pengerjaan.
Pencarian Tirto lebih jauh juga mengarahkan ke artikel dari Financial Express berikut. Artikel tersebut menegaskan kalau uang kertas yang dipegang Putin dalam acara tersebut adalah perangkat simbolis semata.
Sementara media Rusia, Sputnik, juga menegaskan kalau uang kertas yang muncul di KTT BRICS di Kazan hanyalah simbol dan bukan mata uang resmi. "Sebanyak 1.000 uang kertas seperti itu –dengan nominal 100 BRICS– dicetak di Kota Kirzhach, wilayah Vladimir, Rusia," begitu tulis laporan Sputnik.
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan, uang kertas simbolis tersebut menjadi lambang kerja sama timbal balik antarnegara BRICS. Lebih lanjut disebut kalau pencetakan uang tersebut diprakarsai oleh pendiri sekaligus pemilik Kirzhach Typography JSC, Yevgeny Fyodorov.
Sementara laporan dari CNN Indonesia menyebut Presiden Putin belum berencana membuat mata uang khusus untuk negara anggota BRICS. Pembuatan mata uang diperkirakan akan membutuhkan proses panjang yang tidak mudah.
Narasi dan desain mata uang BRICS memang kerap menjadi bahan perbincangan selepas KTT BRICS. Pada tahun 2023 lalu, desain uang kertas BRICS yang memuat bendera Indonesia juga sempat menyebar pada September 2023 di media sosial. Namun, setidaknya sampai akhir Oktober 2024 ini, uang kertas BRICS belum terbit secara resmi dan ditemukan beredar di masyarakat luas.
BRICS lahir karena keinginan kelima negara yang tergabung untuk memperkuat posisi di dunia melalui kerja sama aktif di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan politik. Salah satu rencana besar BRICS adalah membuat mata uang sendiri. Hal ini diharapkan dapat menghilangkan ketergantungan negara-negara BRICS terhadap mata uang dolar Amerika Serikat.
Selain lima negara pendiri, sudah ada empat negara tambahan yang bergabung dengan BRICS yakni Mesir, Etiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab. Indonesia belum secara resmi menyatakan bergabung dengan BRICS, tetapi sudah menunjukkan ketertarikan untuk bergabung.
Hal ini setidaknya tercermin dari pernyataan Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu), Sugiono, saat menghadiri KTT BRICS Plus di Kazan, Rusia pada 24 Oktober 2024 lalu.
"Bergabungnya Indonesia ke BRICS merupakan pengejawantahan politik luar negeri bebas aktif. Bukan berarti kita ikut kubu tertentu, melainkan kita berpartisipasi aktif di semua forum,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri.
Sugiono menilai, apa yang coba dikejar BRICS sejalan dengan program pemerintah yang baru. “Kita juga melihat prioritas BRICS selaras dengan program kerja Kabinet Merah Putih, antara lain terkait ketahanan pangan dan energi, pemberantasan kemiskinan ataupun pemajuan sumber daya manusia,“ tambah dia.
Terkait dengan klaim terbit resminya mata uang kertas BRICS pada KTT Oktober 2024 lalu, Tirto mencoba menelusuri kebenarannya. Hasil penelusuran di mesin pencarian Google mengarahkan ke artikel berikut dari Kominfo dan RRI.
Dua sumber ini menyebut memang benar kalau KTT BRICS di Kazan turut dihadiri perwakilan Indonesia. Benar juga kalau ada bahasan soal kerja sama ekonomi, juga soal rencana dedolarisasi (upaya memutus ketergantungan pada dolar AS untuk perdagangan internasional), dan penggunaan mata yang berbasis blockchain.
Namun, tidak ada pengesahan mata uang resmi BRICS dan pengukuhan Indonesia sebagai anggota dari acara tersebut.
Sementara artikel dari Antara menyebut, berdasar Deklarasi Kazan, anggota BRICS menyadari manfaat dari instrumen pembayaran lintas batas yang cepat, dan berbiaya lebih rendah, lebih efisien, transparan, aman, dan inklusif.
Mata uang BRICS juga dapat menegaskan kemandirian ekonomi negara anggota sambil bersaing dengan sistem keuangan internasional yang sudah ada. Tetapi artikel Antara tersebut menegaskan, dari KTT BRICS di Kazan, belum ada mata uang spesifik yang terbit, tetapi sistem pembayaran berbasis blockchain BRICS sedang dalam tahap pengerjaan.
Pencarian Tirto lebih jauh juga mengarahkan ke artikel dari Financial Express berikut. Artikel tersebut menegaskan kalau uang kertas yang dipegang Putin dalam acara tersebut adalah perangkat simbolis semata.
Sementara media Rusia, Sputnik, juga menegaskan kalau uang kertas yang muncul di KTT BRICS di Kazan hanyalah simbol dan bukan mata uang resmi. "Sebanyak 1.000 uang kertas seperti itu –dengan nominal 100 BRICS– dicetak di Kota Kirzhach, wilayah Vladimir, Rusia," begitu tulis laporan Sputnik.
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan, uang kertas simbolis tersebut menjadi lambang kerja sama timbal balik antarnegara BRICS. Lebih lanjut disebut kalau pencetakan uang tersebut diprakarsai oleh pendiri sekaligus pemilik Kirzhach Typography JSC, Yevgeny Fyodorov.
Sementara laporan dari CNN Indonesia menyebut Presiden Putin belum berencana membuat mata uang khusus untuk negara anggota BRICS. Pembuatan mata uang diperkirakan akan membutuhkan proses panjang yang tidak mudah.
Narasi dan desain mata uang BRICS memang kerap menjadi bahan perbincangan selepas KTT BRICS. Pada tahun 2023 lalu, desain uang kertas BRICS yang memuat bendera Indonesia juga sempat menyebar pada September 2023 di media sosial. Namun, setidaknya sampai akhir Oktober 2024 ini, uang kertas BRICS belum terbit secara resmi dan ditemukan beredar di masyarakat luas.
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan, klaim mata uang BRICS telah resmi diterbitkan pada Oktober 2024 bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Uang kertas BRICS yang muncul dan sempat dipegang Putin hanyalah simbolis dan belum resmi diterbitkan. BRICS juga sejauh ini masih dalam tahap pengerjaan pengembangan sistem pembayaran berbasis blockchain.
Sampai dengan akhir Oktober 2024, mata uang BRICS belum terbit secara resmi dan disebarkan kepada publik.
Uang kertas BRICS yang muncul dan sempat dipegang Putin hanyalah simbolis dan belum resmi diterbitkan. BRICS juga sejauh ini masih dalam tahap pengerjaan pengembangan sistem pembayaran berbasis blockchain.
Sampai dengan akhir Oktober 2024, mata uang BRICS belum terbit secara resmi dan disebarkan kepada publik.
Rujukan
- https://x.com/Chavesz08/status/1849687171441229896
- https://archive.ph/wip/aFh9L
- https://www.tiktok.com/@rlstorejb/video/7430308032174869765
- https://ghostarchive.org/archive/r1Cxx
- https://www.tiktok.com/@arya_editz23/video/7430035131861110022
- https://ghostarchive.org/archive/2OIjR
- https://www.tiktok.com/@unityindversity/video/7429957462016396549
- https://ghostarchive.org/archive/soV0R
- https://www.instagram.com/catatanentrepreneur/p/DBf3TtcT_LU/?img_index=1
- https://archive.ph/wip/tLGTH
- https://web.facebook.com/vrlindo/posts/pfbid0Mz3x3K3MbX7Dwp5RgTMhsgAsNSoWdLi6Hmo16Voh57yACBti98W147bd2PA47VHml
- https://archive.ph/wip/GhC11
- https://infobrics.org/page/history-of-brics/
- https://www.ilo.org/about-ilo/how-ilo-works/ilo-and-multilateral-system/ilo-and-brics#:~:text=The%20BRICS%20includes%209%20countries,work%20and%20promote%20decent%20work.
- https://kemlu.go.id/berita/berita/sampaikan-keinginan-bergabung-dengan-brics-indonesia-tegaskan-dukungan-untuk-memajukan-kepentingan-negara-berkembang?type=publication
- https://mataram.antaranews.com/berita/388761/mata-uang-brics-dibentuk-apa-tujuannya
- https://www.financialexpress.com/policy/economy/brics-unveils-symbolic-banknote-pushes-for-local-currency-trade-amid-dollar-debate/3648619/
- https://sputnikglobe.com/20241025/brics-banknote-all-big-deals-began-with-symbols-1120674412.html
- https://www.cnnindonesia.com/internasional/20241028144549-134-1160440/putin-belum-berencana-bikin-mata-uang-brics
- https://x.com/DokterTifa/status/1699698001269387273
Halaman: 2582/7906



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4984058/original/006692000_1730180132-cek_fakta_alfamart_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4984059/original/072657200_1730180164-cek_fakta_alfamart_3.jpg)

