• (GFD-2024-23731) [HOAKS] Percepatan Keberangkatan Haji 2025 dengan Biaya Tambahan Rp 6 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar tawaran menjadi peserta percepatan keberangkatan haji reguler pada 2025 dengan membayar biaya tambahan Rp 6 juta.

    Tawaran tersebut menyebutkan, keberangkatan yang awalnya direncanakan pada 2032 dipercepat menjadi 2025.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.

    Tawaran percepatan keberangkatan haji 2025 dengan biaya tambahan Rp 6 juta disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Sabtu (26/10/2024):

    Bismillah

    Yg berminat percepatan haji reguler menjadi keberangkatan 2025 dgn menambah biaya 6 juta di luar biaya Setoran boleh inbox

    Di bawah ini adalah data yg sudah kita percepatan banyak yg awalnya berangkat 2034 dan seterus kita percepatan jadi 2025

    Hasil Cek Fakta

    Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Zain membantah adanya percepatan pemberangkatan haji reguler pada 2025 atau 1446 Hijriah.

    "Itu jelas hoaks," ucap Zain pada Selasa (29/10/2024) dikutip dari situs Kemenag.

    Penyebar informasi tersebut diduga merupakan modus penipuan dengan mencantumkan nama-nama calon jemaah haji yang masuk program percepatan pemberangkatan.

    Faktanya, tidak ada percepatan pemberangkatan haji reguler pada 2025.

    Pelaksanaan haji tetap dilakukan sesuai regulasi. Zain menjelaskan, Indonesia kembali mendapat kuota sebanyak 221.000 jemaah haji yang nantinya akan dibagi dalam pembagian kuota per kabupaten/kota.

    Ia mengimbau kepada masyarakat agar memeriksa kembali informasi yang diragukan kebenarannya.

    "Kami mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menerima informasi, ada baiknya untuk melakukan cross check terlebih dahulu, baik melalui jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah di Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota atau melalui seluruh kanal informasi resmi Kementerian Agama," ucapnya.

    Kesimpulan

    Tawaran percepatan keberangkatan haji 2025 dengan biaya tambahan Rp 6 juta di media sosial merupakan hoaks.

    Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag memastikan tidak ada program percepatan pemberangkatan haji reguler pada 2025 atau 1446 Hijriah.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23732) [HOAKS] Video Jokowi Janjikan Bantuan Modal Usaha dan Bayar Utang

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video di media sosial menampikan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan bantuan untuk modal usaha dan membayar utang.

    Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Video yang menampilkan Jokowi menjanjikan bantuan untuk modal usaha dan membayar utang muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Instagram ini.

    Dalam unggahan itu warganet diminta menghubungi nomor WhatsApp untuk mendapat bantuan. Video diberi keterangan demikian:

    CARANYA..

    LANGSUNG HUBUNGI WHATSAPP SAYA SAJA DIBAWAH+62 882-8615-4534

    Akun Instagram Tangkapan layar Instagram video yang menyebut Jokowi menjanjikan bantuan modal usaha dan bayar utang

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video tersebut dan menelusurinya menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, video itu identik dengan unggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada 4 Juni 2022.

    Dalam video aslinya Jokowi tidak menjanjikan bantuan modal usaha dan bayar utang. Namun ia menyampaikan ucapan duka atas meninggalnya Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), putra mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Eril tenggelam di Sungai Aare, Swiss, pada 26 Mei 2022. 

    Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Jokowi menjanjikan bantuan modal usaha dan bayar utang terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasaan buatan atau artificial intelligence (AI).

    Probabilitas suara Jokowi dibuat menggunakan AI generatif mencapai 99.7 persen. 

    Kesimpulan

    Video yang menampilkan Jokowi menjanjikan bantuan untuk modal usaha dan membayar utang merupakan hasil manipulasi.

    Dalam video aslinya Jokowi menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Eril, putra mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada 2022. 

    Ketika dicek menggunakan Hive Moderation suara Jokowi menjanjikan bantuan modal usaha dan bayar utang terdeteksi dihasilkan AI. 

    Rujukan

  • (GFD-2024-23664) [PENIPUAN] Anggota DPR Desy Ratnasari Bagi-Bagi Puluhan Juta Rupiah

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 29/10/2024

    Berita

    Sejak Selasa (1/10/2024), beredar video [arsip] dari akun Instagram “adminbunda21” yang menunjukkan anggota Komisi I DPR RI Desy Ratnasari menyebut akan mentransfer Rp20 juta.

    Berikut narasi lengkapnya:

    “Assalamualaikum semua saya Desy Ratnasari saya adalah anggota DPR dewan perwakilan rakyat jika Anda menemukan postingan ini berarti Anda berhak saya transfer 20 juta karena ini rezeki, kamu artinya kamu orang yang membutuhkan bantuan ini doakan saya agar bisa terus berbagi untuk rakyat ya karena saya menerima. Amanah berbagi untuk yang membutuhkan di akun pertama yang saya buat, siapa saja yang sudah followers akan menerima 20 juta asal uangnya, jangan untuk foya-foya.”

    Per Selasa (29/10/2024), unggahan telah disukai 300-an akun, ditonton lebih dari 4.000 kali, dan menuai 123 komentar. Mayoritas warganet mempercayai konten tersebut, ditandai dengan adanya komentar seperti “semoga dapat hari ini” dan lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Hasil penelusuran gambar melalui Google Lens mengarah ke sejumlah artikel yang menampilkan foto Desy Ratnasari dengan pakaian serupa, tetapi diambil dari sudut berbeda. Dua di antaranya adalah artikel fimela.com (dipublikasikan Januari 2018) dan Liputan6.com (terbit November 2018).

    Tidak ada sumber valid dari hasil penelusuran Google Lens yang membenarkan klaim “Desy Ratnasari membagikan uang” seperti yang dinyatakan dalam unggahan Instagram ”adminbunda21”.

    Setelah video tersebut diunduh dan dianalisis menggunakan situs pendeteksi suara berbasis AI dari Hive Moderation, diketahui audio dalam video tersebut 99,8% merupakan hasil rekayasa AI.

    Kesimpulan

    Unggahan dengan klaim “Desy Ratnasari akan mentransfer Rp20 juta” merupakan konten palsu (fabricated content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan

  • (GFD-2024-23665) [PENIPUAN] Jadi Anggota DPR, Eko Patrio Kasih Warganet Uang Lewat Instagram

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 29/10/2024

    Berita

    Akun instagram “adm_berbagi_hadiah” pada Selasa (8/10/2024) membagikan video [arsip] yang memperlihatkan Eko Patrio mengatakan bakal memberi uang tunai sebagai bentuk syukur karena kembali dilantik sebagai anggota DPR.
    Berikut narasi lengkapnya:
    “halo semuanya saya Eko Patrio. alhamdulillah dengan rasa bersyukur saya karena sudah dilantik menjadi anggota DPR RI saya berjanji akan memberikan uang tunai kepada kalian semua yang melihat vt saya kali ini cukup tekan love dan tanda panah langsung saya transfer sekarang hari ini juga”
    Hingga Selasa (29/10/2024) unggahan telah mendapat 160-an tanda suka. Terdapat satu komentar dari pengunggah “BUAT YANG SUDAH FOLLOW LIKE ❤️ DAN SHARE↪️ VIDEO INI LANGSUNG KLIK LINK 🔗 DI BIO PROFIL SEMOGA MEMBANTU”.

    Hasil Cek Fakta

    Pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan Google Lens, Hasilnya, ditemukan pemberitaan Tribunnews.com (tayang November 2020) yang menggunakan foto serupa.

    Berita itu membahas Eko Patrio—komedian dan politisi—yang mengajak para artis untuk bergabung dalam kepengurusan Partai Amanat Nasional (PAN) di wilayah Jakarta. Tidak ada kaitannya dengan pembagian uang tunai.

    Setelah mengunduh video tersebut dan memeriksanya ke situs pendeteksi AI dari Hive Moderation, didapati hasil 69,4% video tersebut merupakan rekayasa AI atau konten deepfake.

    Kesimpulan

    Unggahan dengan klaim “Eko Patrio bakal memberi uang tunai sebagai bentuk syukur karena kembali dilantik sebagai anggota DPR” merupakan konten palsu (fabricated content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan