• (GFD-2024-23785) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Kiper Bahrain Tanggapi Teriakan Suporter Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menampilkan kiper tim nasional Bahrain, Ebrahim Lutfalla, tidak terima ketika diteriaki oleh suporter Indonesia.

    Namun, setelah ditelusuri video tersebut salah konteks sehingga informasi yang dihasilkan keliru.

    Timnas Bahrain berhadap dengan Indonesia di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada 10 Oktober 2024. Laga berakhir imbang dengan skor 2-2.

    Video yang diklaim menampilkan kiper Bahrain tidak terima ketika diteriaki oleh suporter Indonesia muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini,ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan kiper Bahrain Ebrahim Lutfalla berteriak di hadapan sejumlah suporter yang ada di tribune stadion.

    Video tersebut diberi keterangan:

    KIPER BAHRAIN TIDAK TERIMA DITERIAKI SUPORTER INDONESIA DIBANTU WASIT

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video diklaim menampilkan kiper Bahrain tidak terima diteriaki oleh suporter Indonesia

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu telah diunggah di Instagram Federasi Sepak Bola Bahrain, @bahrainfa pada 10 Maret 2024.

    Sehingga, dapat dipastikan video tersebut tidak terkait dengan pertandingan Bahrain melawan Indonesia pada 10 Oktober 2024.

    Sementara itu dalam unggahannya, Federasi Sepak Bola Bahrain menandai Instagram milik klub Al-Ahli Bahrain yang merupakan tim yang dibela oleh kiper Ebrahim Lutfalla.

    Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian menelusuri pemberitaan pada 10 Maret 2024 yang menginformasikan pertandingan yang dilakoni Al-Ahli Bahrain.

    Hasilnya, ditemukan pemberitaan di laman Newsbahrain.com dengan judul "Ahli Are HM King's Cup Champion". 

    Dalam artikel tersebut terdapat gambar Ebrahim Lutfalla sedang mengangkat trofi bersama rekannya. 

    Di laman Newsbahrain.com dijelaskan, Al-Ahli berhasil menjadi juara Piala Raja 2023/2024 setelah mengalahkan klub Bahrain lainnya, Al-Muharraq melalui adu penalti. 

    Ebrahim Luthfallah menjadi sosok penting di balik kemenangan Al-Ahli dengan menahan dua tendangan penalti pemain Al-Muharraq, sehingga klubnya menang 4-2 saat adu penalti. 

    Pertandingan itu dilanjutkan dengan adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal. 

    Seperti diketahui dalam video yang beredar Ebrahim Luthfallah memakai jersei dengan nomor punggung 1. Sementara di timnas Bahrain ia menggunakan nomor punggung 22. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan kiper Bahrain tidak terima diteriaki suporter Indonesia adalah keliru. Video tersebut sudah beradar sebelum laga Bahrain melawan Indonesia pada 10 Oktober 2024. 

    Video yang beredar merupakan momen ketika kiper Bahrain Ebrahim Luthfallah bermain untuk klub Al-Ahli di final Piala Raja 2023/2024. 

    Di pertandingan itu Ebrahim Luthfallah menjadi bintang kemenangan dengan menahan dua tendangan penalti pemain Al-Muharraq.

    Al-Ahli menjadi juara Piala Raja setelah mengalahkan Al-Muharraq dengan skor 4-2 melalui adu penalti. 

    Rujukan

  • (GFD-2024-23786) [KLARIFIKASI] Tidak Ada Korban Tewas dalam Tabrak Lari Truk di Tangerang

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Pengendara truk wing box yang ugal-ugalan menabrak sejumlah mobil dan motor di jalan raya arah Cikokol menuju Cipondoh, Kota Tangerang, pada Jumat (1/11/2024).

    Tersiar narasi ada 36 korban tewas akibat peristiwa tersebut.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu keliru.

    Informasi 36 korban tewas akibat tabrak lari truk di Tangerang disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (1/11/2024):

    Truk kontainer tabrak lari dari graha raya cipete sampai bunderan adipura jalan veteran kota Tangerang hingga menyebabkan 36 korban tewas. Ada yg Tau kronologi nya? Komen2 ya...

    Hasil Cek Fakta

    Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho membantah narasi tersebut.

    "Jadi, tidak benar berita yang mengatakan ada 30 korban dan ada yang meninggal," kata Zain dikutip dari Kompas.com, Jumat (1/11/2024).

    Truk ugal-ugalan menabrak empat pengendara motor, satu pengemudi mobil, dan seorang pejalan kaki, yang semuanya mengalami luka-luka dan masih dirawat di Rumah Sakit (RS) EMC Tangerang, RS Sari Asih Cipondoh, dan RSUD Kota Tangerang.

    Salah satu korban berinisial DS (17) mengalami luka fraktur di bagian kaki dan wajahnya. Ia juga mendapatkan 16 jahitan di bagian kepala.

    Dilansir Kompas.com, pelaku berinisial JFN (24) dilarikan ke rumah sakit setelah diamuk massa karena berusaha kabur setelah menabrak sejumlah pengendara.

    Ia kabur ke arah Nerogtog, Graha Raya, Banjar Wijaya, lalu kembali ke Jalan Hasyim Ashari, Kota Tangerang.

    JFN bukanlah sopir truk melainkan kernet atau pembantu sopir. Ia juga diketahui tidak memiliki surat izin mengemudi.

    Kesimpulan

    Narasi 36 korban tewas akibat tabrak lari truk di Tangerang merupakan informasi keliru.

    Polres Metro Tangerang Kota memastikan tidak ada korban tewas akibat peristiwa tabrak lari yang terjadi pada Jumat (1/11/2024).

    Rujukan

  • (GFD-2024-23790) [HOAKS] Bantuan Dana Rp 2,5 Juta untuk Pemegang KIS

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) diklaim akan mendapatkan bantuan dana Rp 2,5 juta dari pemerintah.

    Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi itu hoaks.

    Informasi bantuan dana Rp 2,5 juta untuk pemegang KIS dibagikan oleh akun Facebook ini pada Sabtu (2/11/2024).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Bagi Yang Punya Kartu KIS Selamat Anda Akan Mendapatkan Bantuan Pemerintah Rp2.500.000.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk memverifikasi informasi tersebut.

    Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah mengatakan, informasi tersebut hoaks dan merupakan modus penipuan.

    "Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky kepada Kompas.com, Sabtu (2/11/2024).

    Rizzky mengatakan, masyarakat dapat menghubungi saluran komunikasi resmi apabila memiliki pertanyaan atau keluhan terkait BPJS Kesehatan.

    Saluran komunikasi resmi BPJS Kesehatan dapat diakses melalui:

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi bantuan dana Rp 2,5 juta untuk pemegang KIS adalah hoaks.

    Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah mengatakan, informasi tersebut hoaks dan merupakan modus penipuan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23797) [HOAKS] Video Mamah Dedeh Janjikan Bantuan Rp 35 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com- Sebuah video menampilkan pendakwah Dedeh Rosidah atau yang dikenal sebagai Mamah Dedeh menjanjikan bantuan Rp 35 juta.

    Namun video tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Video yang menampilkan Mamah Dedeh menjanjikan bantuan Rp 35 juta muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Instagram ini.

    Dalam video Mamah Dedeh mengatakan, bantuan itu akan diberikan kepada warganet yang sudah mengikuti dan membagikan video tersebut.

    Selain itu warganet juga diminta menghubungi nomor WhatsApp yang tertera dalam unggahan.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video dan menelusurinya menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, video itu diketahui memanipulasi foto Mamah Dedeh di laman Tabloid Bintang yang diunggah pada tahun 2014. 

    Foto aslinya digunakan sebagai ilustrasi artikel berjudul "Ini Rahasia Mamah Dedeh Menjaga Stamina (Ke mana-mana Bawa Cokelat)".

    Artikel tersebut membahas soal Mamah Dedeh yang menyediakan makanan dan minum manis untuk penambah energi di tengah padatnya kegiatan. 

    Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Mamah Dedeh menjanjikan bantuan Rp 35 juta terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

    Probabilitas suara itu dibuat AI generatif mencapai 99.9 persen.

    Kesimpulan

    Video yang menampilkan Mamah Dedeh menjanjikan bantuan Rp 35 juta merupakan hasil manipulasi.

    Video tersebut memanipulasi foto Mamah Dedeh di media daring yang telah diunggah pada tahun 2014.  

    Setelah dicek menggunakan Hive Moderation suara Mamah Dedeh terdeteksi dihasilkan oleh AI dengan probabilitas mencapai 99.9 persen. Suara palsu itu kemudian ditempel pada video yang juga hasil manipulasi.

    Rujukan