• (GFD-2024-24835) [SALAH] Video “Hujan dan Banjir Tiba-Tiba di Kuala Lumpur”

    Sumber: TikTok.com
    Tanggal publish: 31/12/2024

    Berita

    Pada Kamis (30/10/2024) akun TikTok “mohd.firdaus.adnin.naim” mengunggah video [arsip] berdurasi 35 detik disertai narasi:

    “LANGIT RUNTUH? Hujan dan banjir berlaku secara tiba-tiba di Kuala Lumpur. Hanya turun di satu tempat seperti langit runtuh.”

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Periksa Fakta AFP

    Pencarian gambar terbalik di Google menemukan video tersebut pernah diunggah di TikTok oleh seorang kreator bernama Misba Zamar, yang sering mengunggah konten-konten yang dihasilkan dengan bantuan AI.

    Video di unggahan asli tersebut diberikan stiker "#aigeneratedvideo", dan keterangan pada postingan menyebut bahwa video tersebut dibuat menggunakan teknologi AI.

    Misba mengaku bahwa video tersebut ia buat dengan aplikasi bernama HailuoAI, yang memungkinkan pengguna untuk menghasilkan video dari teks ataupun gambar. Metode yang ia gunakan untuk mengedit video tersebut adalah dengan menggunakan fitur "image to video", yakni video dihasilkan dari gambar.

    Latar tempat pengambilan video juga tidak berasal dari Kuala Lumpur, melainkan di negara tetangga, Singapura, berdasarkan pernyataan Misba kepada AFP.

    Shu Hu, kepala Lab Machine Learning and Forensik Media di Universitas Purdue di Amerika Serikat, mengatakan kepada AFP bahwa gambar-gambar tersebut jelas "hasil sintesis AI, dengan beberapa objek terlihat jelas bertentangan dengan hal-hal yang ada di dunia nyata".

    Hu menunjukkan beberapa elemen yang dibuat dengan AI, termasuk mobil kuning yang sempat terlihat pada awal video dan menghilang setelah "hujan" turun, tetapi justru ada mobil berwarna hitam yang tiba-tiba muncul.

    Pohon-pohon yang ada pada klip juga menunjukkan inkonsistensi. Ada pohon yang terlihat berayun dengan kencang, sementara lainnya tetap kokoh berdiri. Beberapa pohon di depan kompleks apartemen tiba-tiba tumbuh semakin tinggi setelah hujan dan banjir terjadi.

    Kesimpulan

    Video dari akun TikTok “mohd.firdaus.adnin.naim” berisi klaim “Hujan dan banjir secara tiba-tiba di Kuala Lumpur” merupakan konten yang dimanipulasi (manipulated content).

    Rujukan

  • (GFD-2024-24836) Cek Fakta: Tidak Terbukti Bawang Merah untuk Pertolongan Pertama Ketika Digigit Hewan Berbisa

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/12/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Klaim tentang bawang merah dapat menjadi obat untuk pertolongan pertama ketika digigit hewan berbisa beredar di media sosial. Klaim tersebut disebarkan salah satu akun Instagram pada 23 Oktober 2024.
    Akun Instagram tersebut mengunggah video berisi klaim menggunakan bawang merah sebagai pertolongan pertama ketika digigit hewan berbisa.
    "Jika digigit hewan berbisa jangan panik. Pertama ambilah satu siung bawang merah lumatkan sampai halus dan tambahkan garam, kemudian tempelkan pada bagian tubuh yang terkena gigit. Diamkan selama dua jam," demikian narasi dalam video tersebut.
    Konten yang disebarkan akun Instagram tersebut telah 483 kali disukai dan mendapat beberapa komentar dari warganet.
    Benarkah bawang merah dapat menjadi obat untuk pertolongan pertama ketika digigit hewan berbisa? Berikut penelusurannya.
     
    Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
    Caranya mudah:
    * Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
    * Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
    * Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
    * Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim tentang bawang merah dapat menjadi obat untuk pertolongan pertama ketika digigit hewan berbisa. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "bawang merah gigitan hewan berbisa" di kolom penarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Hoaks! Bawang merah untuk pertolongan pertama jika digigit ular" yang dimuat situs antaranews.com pada 20 Februari 2024.
    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa gigitan hewan atau ular berbisa tidak bisa disembuhkan hanya dengan menggunakan bawang merah. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam dari RS Mitra Keluarga, Lydia Tansono.
    "Langkah awal begitu digigit harus lakukan imobilisasi, kurangi aktivitas. Bagian tubuh yang tergigit juga jangan banyak digerakkan, juga jangan diisap bekas luka nya, disiram pakai obat apapun, ataupun diikat di atas atau bawah luka," kata dr. Lydia dilansir dari Antara.
    Dikutip dari Liputan6.com, edukator kesehatan dr. Muhamad Fajri Adda'i mengatakan, penanganan digigit ular berbisa tidak bisa menggunakan bawang merah.
    "Tidak bisa, untuk ular berbisa," kata dr Fajri, saat berbincang dengan Liputan6.com.
    Dr. Fajri mengungkapkan, untuk menangani ular berbisa dibutuhkan antidotum spesifik. Ia menjelaskan, dalam menangani korban tergigit ular berbisa yang harus dilakukan adalah imobilisasi yaitu mengurangi gerakan otot yang dapat memicu racun bisa ular mengalir melalui darah ke jantung.
    "Nomor satu imobilisasi jadi misalnya kegigit dia mengalir lewat darah. Nah prinsip nomor satu adalah imobilisasi jadi jangan sampai bergerak, posisi (yang tergigit) lebih rendah dari jantung," tuturnya.
    Dr. Fajri melanjutkan, imobilisasi bisa dilakukan dengan memasang kayu pada dua sisi sendi agar otot tidak bergerak. Setelah imobilisasi dilakukan, korban gigitan ular berbisa harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penawar racun.
    "Jadi nomer satu imobilsasi dulu, setelah itu bawa ke rumah sakit nanti dikasih nanti bisa ularnya," ujarnya mengakhiri.
     

    Kesimpulan


    Klaim tentang bawang merah dapat menjadi obat untuk pertolongan pertama ketika digigit hewan berbisa ternyata tidak terbukti. Faktanya, dalam menangani korban tergigit hewan atau ular berbisa yaitu dengan melakukan imobilisasi yaitu mengurangi gerakan otot yang dapat memicu racun bisa ular mengalir melalui darah ke jantung.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24825) [SALAH] Gus Miftah Bernama Asli Ta'im dan Bukan Keturunan Kiai

    Sumber: x.com
    Tanggal publish: 31/12/2024

    Berita

    Akun X “Adit_yapramudya” pada Senin (7/10/2024) mencuitkan narasi [arsip] sebagai berikut:

    “Sdh kalrifikasi blm? Dia aslinya namanya Ta'im bkn Gus Miftah. Dia bkn anak kiai, tp anak pekerja serabutan dr Lampung. Klarifikasi gak kalau dia dulu kuliah di UIN Sunan Kalijogo Jogja gak lulus. Dulu Marbot di Masjid Mergangsan Kidul dibantu bnyk warga krn hidup susah."

    Sampai Rabu (25/12/2024), unggahan ini telah menerima impresi sebanyak 389 ribu lebih tayangan dan disukai oleh sebanyak 3.874 pengguna.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci "Gus Miftah bernama asli Ta'im" ke mesin pencari Google. Penelusuran teratas mengarah ke artikel antaranews.com "Profil Gus Miftah, salah satu Utusan Khusus Presiden Prabowo”.

    Dilansir dari artikel yang tayang Oktober 2023 itu, Gus Miftah memiliki nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman. Ia adalah pendakwah sekaligus pendiri Pondok Pesantren Ora Aji yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta.

    Lahir di Lampung pada 5 Agustus 1981, Gus Miftah merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dan memiliki garis keturunan langsung dari Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jawa Timur.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi narasi “Gus Miftah bernama asli Ta'im dan bukan anak kiai” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2024-24826) Cek Fakta: Video Cristiano Ronaldo Memeluk Agama Islam

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/12/2024

    Berita

    Suara.com - Beredar di medias sosial sebuah video pendek berisi klaim bahwa Cristiano Ronaldo telah memeluk agama Islam.

    Video yang diunggah di Tiktok tersebut memperlihatkan Ronaldo mengenakan pakaian thawb, memegang Al Quran dan berwudhu. "Alhamdulillah Cristiano Ronaldo sah memeluk Islam".

    Lantas benarkah klaim yang menyebut Cristiano Ronaldo menjadi mualaf?

    Hasil Cek Fakta

    Melansir hasil penelusuran fakta dan verifikasi Tempo, diketahui bahwa kolase video tersebut bukan sebagai bukti bahwa Cristiano Ronaldo telah memeluk agama Islam. Konten tersebut dibuat dari kumpulan video saat Ronaldo membuat klip untuk Hari Nasional Arab Saudi, video seorang pria yang mirip Ronaldo serta hasil rekayasa dengan kecerdasan buatan atau AI.

    Diperiksa juga asal-usul video tersebut menggunakan alat pembalikan gambar, pencarian dengan kata kunci di TikTok dan deteksi deepfake.

    Diketahui, ketika tampak Ronaldo menggunakan pakaian tradisional Arab Saudi sebenarnya terjadi di momen ketika pengambilan gambar kru Al Nassr FC, klub tempat Ronaldo bernaung saat ini. Proses pengambilan gambar tersebut untuk produksi film pendek merayakan Hari Nasional Arab Saudi tahun 2023.

    Video tersebut diketahui pernah dibagikan oleh akun Instagram Al Nassr pada 24 September 2023 yang menampilkan suasana di balik layar pengambilan gambar untuk perayaan Hari Nasional Saudi tersebut.

    Sementara itu, untuk video di mana Ronaldo yang diklaim sedang membaca Al Quran, sebenarnya sosok yang ada di video tersebut bukanlah Cristiano Ronaldo. Pria tersebut adalah Biwar Abdullah, seorang pria asal Kurdistan, Irak yang memiliki wajah yang mirip dengan Cristiano Ronaldo, seperti yang diberitakan oleh CNN Indonesia.

    Foto Biwar saat membaca Al Qur’an tersebut pernah beredar di TikTok pada 2021 yang dibagikan oleh akun ini. Situs Coastal Digest menyebut bahwa Biwar mengunggah video tersebut di akun TikToknya pada 20 Juli 2021 dengan teks: Eid Mubarak. Akun TikTok Biwar saat ini beralamat di @cristianokurdish dan video saat dia membaca Al Quran telah dihapus.

    Biwar menikmati ketenaran karena memiliki wajah yang mirip. Video tersebut kemudian banyak dibagikan sebagai rumor bahwa Ronaldo bersama Istrinya telah memeluk Islam.

    Sedangkan potongan video yang terlihat Ronaldo sedang berwudlu dan salat mengenakan thawb putih adalah hasil rekayasa menggunakan kecerdasan buatan. Kolase video itu dibuat dan diunggah oleh akun @agung.official.04 atau Zaziranmd pada 4 November 2024 dengan keterangan: “Andai ini asli betapa senangnya fansnya yang muslim.”

    Tempo juga memeriksa video tersebut dengan menggunakan tools AI Truemedia. Hasilnya gambar dalam video tersebut merupakan hasil rekayasa digital dengan menggunakan kecerdasan buatan dengan tingkat probabilitas mencapai 97 hingga 100 persen.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa video Cristiano Ronaldo menjadi mualaf adalah keliru atau hoaks.