• (GFD-2024-23914) [HOAKS] Artikel Mahasiswi Koma karena Telan 7 Liter Sperma

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar artikel berita yang menyatakan seorang mahasiswi koma karena menelan 7 liter sperma.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Artikel yang menyebutkan seorang mahasiswi koma karena menelan 7 liter sperma dibagikan oleh akun Facebook ini pada Minggu (10/11/2024).

    Berikut judul artikel tersebut:

    Gila! Minum 7 Liter Sperma, Mahasiswi Ini Langsung Koma

    Narasi serupa dibagikan akun Instagram ini, ini, dan ini.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, artikel tentang seorang mahasiswi koma karena menelan 7 liter sperma telah beredar sejak 2016, salah satunya ini.

    Artikel itu menyebutkan, seorang mahasiswi bernama Susan Yoshikomitsu dari Phoenix, Arizona, mengalami koma setelah menelan 7 liter sperma.

    Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, perempuan dalam gambar yang dibagikan adalah aktris film dewasa Jepang bernama Mari Hoshizawa.

    Sementara, gambar kamar yang disertakan berasal dari Pinterest.

    Tim Cek Fakta Kompas.com tidak dapat menemukan sumber atau pemberitaan kredibel mengenai peristiwa mahasiswi koma karena menelan 7 liter sperma.

    Sebaliknya, pemeriksa fakta Snopes.com pada 6 Mei 2016 telah menerbitkan artikel yang menyatakan bahwa narasi tersebut hoaks.

    Menurut Snopes.com, narasi itu disebarkan pada 2016 oleh media-media yang memiliki rekam jejak menyebarkan hoaks, seperti Empire Herald dan TMZWorldNews.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, artikel yang menyebutkan seorang mahasiswi koma karena menelan 7 liter sperma adalah hoaks.

    Tidak ditemukan sumber atau pemberitaan kredibel mengenai peristiwa tersebut. Narasi itu beredar pada 2016 dan disebarkan media yang memiliki rekam jejak menyebarkan hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23918) [HOAKS] Sampul Majalah "Time" Bandingkan Jokowi dengan Anies Baswedan

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar gambar sampul majalah Time  yang menampilkan foto Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

    Unggahan itu disertai narasi bahwa mencari kesalahan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sesulit mencari kejujuran dari seorang Jokowi.

    Namun, setelah ditelusuri narasi dalam sampul majalah tersebut merupakan hasil manipulasi. Kemungkinan foto ini merupakan satire politik, tetapi informasinya perlu diluruskan.

    Unggahan majalah Time yang membahas soal Jokowi dan Anies tersebut salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan sampul depan majalah Time dengan judul:

    MENCARI KESALAHAN ANIS SESULIT MENCARI KEJUJURAN JOKOWI

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, cover majalah Time yang diklaim membahas soal Jokowi dan Anies Baswedan

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, di laman resminya majalah Time tidak pernah menerbitkan sampul dengan wajah Jokowi pada tahun 2024.

    Setelah ditelusuri lebih lanjut, pada tahun 2014 majalah Time memang pernah menerbitkan sampul dengan wajah Jokowi. Sampul majalah tersebut diberi judul:

    "A NEW HOPE INDONESIAN PRESIDEN JOKO WIDODO IS A FORCE FOR DEMOCRACY" (Harapan baru Presiden Indonesia Joko Widodo adalah kekuatan bagi demokrasi).

    Majalah itu terbit pada 27 Oktober 2014 setelah Jokowi dilantik menjadi menjadi presiden. 

    Dalam edisi tersebut,  majalah Time membahas sosok Jokowi sebagai seorang pemimpin sederhana yang bukan berasal dari latar belakang militer.

    Selain itu, majalah Time juga menuliskan sikap Jokowi terhadap beberapa isu seperti korupsi, terorisme serta pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

    Dalam majalah aslinya tidak ada pembahasan yang membandingkan Jokowi dengan Anies Baswedan. Sehingga, dapat dipastikan narasi dalam sampul majalah Time yang beredar merupakan hasil rekayasa. 

    Kesimpulan

    Judul pada sampul majalah Time yang membandingkan Jokowi dengan Anies Baswedan merupakan hasil manipulasi.

    Sampul aslinya merupakan majalah yang terbit pada 27 Oktober 2014 dengan judul "A NEW HOPE INDONESIAN PRESIDEN JOKO WIDODO IS A FORCE FOR DEMOCRACY".  Majalah itu terbit setelah Jokowi dilantik menjadi presiden pada tahun 2014. 

    Foto sampul asli majalah Time disebarkan dengan konteks keliru dan kemungkinan dimaksudkan sebagai satire politik.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23927) [HOAKS] Kasus Mpox Tinggi di Negara dengan Vaksinasi Tinggi

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Tersiar narasi yang mengeklaim kasus penyakit cacar monyet atau monkeypox (Mpox) banyak ditemukan di negara-negara dengan cakupan vaksinasi Covid-19 yang tinggi.

    Mpox diklaim terjadi sebagai efek samping suntikan vaksin Covid-19.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.

    Informasi mengenai kasus Mpox tinggi ada di negara dengan cakupan vaksinasi Covid-19 tertinggi, disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini. Arsipnya dapat dilihat di sini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 16 September 2024:

    So jangan percaya info yg nakut2 in itu yaaMeskipun yg nyebarin dari dinas kesehatan.

    Kalau.pola hidup kita sehat, aman donk.No need vaxin anymore !

    Sementara berikut penggalan narasi yang disebarkan:

    Menurut ahli virologi terkemuka Dr. Poornmina Wagh, kita tidak mengalami wabah cacar monyet di seluruh dunia, seperti yang diklaim oleh WHO.

    Seperti yang dijelaskan Dr. Wagh, gejala yang dialami oleh mereka yang didiagnosis dengan cacar monyet sebenarnya merupakan efek samping yang diketahui dari injeksi Covid: Penyakit Melepuh Autoimun.

    ...

    Kasus cacar monyet saat ini dilaporkan di negara-negara dengan tingkat vaksinasi tinggi di seluruh dunia, sementara negara-negara dengan tingkat vaksinasi rendah tidak melaporkan kasus apa pun.

    Hasil Cek Fakta

    Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mendata total populasi yang telah mendapat vaksinasi Covid-19 di semua negara.

    Berdasarkan data yang dihimpun WHO per Desember 2023, berikut negara dengan cakupan vaksinasi mencapai 100 persen:

    Namun, kasus Mpox tertinggi tidak ditemukan di negara-negara tersebut.

    Kasus Mpox tertinggi yang dilaporkan didominasi negara-negara di Benua Afrika.

    Negara yang paling banyak kasus Mpox pada 2024 berdasarkan catatan WHO, yakni:

    Mpox bukanlah penyakit yang ditimbulkan akibat vaksin Covid-19 atau vaksin apa pun.

    Mpox merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox dari genus Orthopoxvirus

    WHO mencatat, sumber alami virus masih belum diketahui, tetapi diduga bersumber dari monyet dan tupai.

    Narasi yang beredar mengaitkan Mpox, vaksin Covid-19 dengan penyakit kulit akibat autoimun, seperti pemfigus dan pemfigoid bulosa.

    Dilansir situs web Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pemfigoid bulosa disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang berbalik menyerang jaringan kulit yang menghubungkan lapisan kulit terluar (epidermis) dan tengah (dermis). Sehingga, kulit menjadi ruam dan melepuh.

    Ahli mikrobiologi dan imunologi Johns Hopkins Bloomberg, Kari Moore Debbink membantah kaitan vaksin Covid-19 berbasis mRNA dengan Mpox.

    "Vaksin COVID mRNA digunakan secara global, sedangkan kasus Mpox biasanya ditemukan di negara-negara tertentu di Afrika, dengan jumlah kasus yang rendah di luar wilayah tersebut," kata Debbink dilansir DW.

    Sehingga, tidak ada hubungan geografis antara penggunaan vaksin Covid mRNA dan kasus Mpox.

    Pendapat serupa disampaikan oleh profesor penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center, William Schaffner.

    "Ini adalah dua virus yang sangat berbeda, dan tentu saja, vaksin untuk melawan Covid tidak ada hubungannya dengan Mpox," ujarnya.

    Sebelumnya Tim Cek Fakta Kompas.com telah membantah narasi mengenai WHO mengakui Mpox adalah efek samping Covid-19.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai kasus Mpox tinggi ada di negara dengan cakupan vaksinasi Covid-19 tertinggi merupakan hoaks.

    Kasus Mpox tertinggi sebagian besar dilaporkan di negara-negara di Benua Afrika, seperti Kongo, Burundi, dan Nigeria. Cakupan vaksinasi Covid-19 di negara tersebut bukan yang tertinggi.

    Sumber alami virus masih belum diketahui, tetapi secara geografis tidak memungkinkan virus monkeypox di Afrika terkait dengan vaksin Covid-19.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23943) Hoaks Program Subsidi BBM Gratis yang Mencatut Pertamina

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/11/2024

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial, sebuah unggahan video yang mengeklaim adanya program pemberian subsidi bahan bakar minyak (BBM) gratis berjenis Solar, Premium, Pertalite, dan Pertamax, di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pertamina.

    Dalam unggahan tersebut, dinarasikan bahwa masyarakat bisa mendapatkan BBM, mulai dari 10 liter, hingga maksimal 100 liter, secara gratis, dengan cara mendaftarkan diri melalui sebuah akun Telegram. Waktu maksimal pendaftaran disebut adalah tanggal 30 November 2024.

    Narasi ini diunggah oleh akun Tiktok bernama “Pertamina889”, lewat beberapa unggahan (unggahan 1, unggahan 2,unggahan 3, unggahan 4). Akun tersebut juga nampak menggunakan foto profil yang mencatut logo resmi milik Pertamina.

    “Pengumuman: Diberitahukan kepada seluruh pemilik kendaraan bermotor, roda dua atau roda empat. Mulai hari ini sampai tanggal 30 november akan diadakan pengisian BBM jenis solar-premium, pertalite dan pertamax secara gratis di SPBU. Syarat wajib memiliki akun telegram khusus pendaftaran barcode menggunakan telegram,” tulis keterangan dalam salah satu unggahan tersebut.

    Sepanjang Sabtu (9/11/2024) hingga Senin (11/11/2024), atau selama dua hari tersebar di Tiktok, salah satu unggahan telah ditayangkan 1,1 juta kali, serta mendapat 14,5 ribu tanda suka, 1,256 komentar, dan telah dibagikan ulang sebanyak 4.277 kali.

    Berdasarkan pengamatan Tirto di kolom komentar salah satu unggahan tersebut, beberapa orang mempertanyakan kebenaran adanya program BBM gratis ini.

    Lantas, bagaimana kebenaran informasi tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto melakukan penelusuran dengan mengamati video tersebut dari awal hingga akhir. Kami tidak menemukan adanya satupun petunjuk yang dapat membuktikan bahwa ada program pemberian BBM gratis di SPBU milik Pertamina.

    Audio yang disertakan dalam video tersebut justru membahas soal Presiden Prabowo yang memberikan arahan kepada seluruh Kepala Daerah dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia dalam Rakornas di Sentul, Kamis (7/11/2024).

    Setelah ditelusuri, narasi yang tidak terkait dengan adanya program pembagian BBM gratis tersebut berasal dari unggahan akun TikTok resmi milik Metro TV.

    Tirto kemudian mengeklik link pendaftaran program pemberian BBM gratis tersebut. Hasilnya, tautan tersebut mengarahkan kami ke situs pendaftaran barcode subsidi tepat My Pertamina. Namun, setelah ditelusuri, situs tersebut bukanlah situs resmi milik Pertamina. Situs resmi pendaftaran subsidi tepat My Pertamina ada di linkini.

    Penelusuran dilanjutkan dengan mengunjungi situs resmi dari Pertamina. Hasilnya, kami tidak menemukan adanya pengumuman soal program pemberian BBM gratis mulai dari 10 liter hingga 100 liter, yang diklaim diadakan sampai tanggal 30 November 2024, seperti dalam klaim unggahan.

    Namun, dari situs resmi Pertamina tersebut, kami mendapatkan petunjuk bahwa akun TikTok pengunggah klaim tersebut bukan merupakan akun resmi milik Pertamina. Akun TikTok resmi milik Pertamina adalah @pertamina dan telah terverifikasi, dengan tanda centang biru.

    Untuk memastikan klaim ini, Tirto menghubungi Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso. Fadjar memastikan klaim adanya program pemberian BBM gratis sampai tanggal 30 November 2024 di SPBU milik Pertamina adalah hoaks.

    “Pemberian BBM Gratis 10 Liter hingga 30 November dengan cara mendaftarkan diri melalui akun telegram adalah goax. Informasi resmi pendaftaran program subsidi tepat hanya melalui https://subsiditepat.mypertamina.id," kata Fadjar melalui keterangan tertulis yang diterima Tirto, Minggu (10/11/2024).

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan informasi di kanal resmi Pertamina, yang membuktikan klaim bahwa ada program pemberian BBM gratis, di SPBU milik Pertamina, sampai tanggal 30 November 2024.

    Akun pengunggah klaim tersebut juga bukanlah akun resmi milik Pertamina. Begitu pula tautan pendaftaran akun Telegram yang disertakan dalam unggahan juga tak berhubungan dengan Pertamina.

    VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, juga telah memastikan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.

    Jadi, klaim yang menyebutkan bahwa ada program pemberian BBM gratis, di SPBU milik Pertamina, sampai tanggal 30 November 2024, bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Rujukan