• (GFD-2024-23915) Hoaks Poin-Poin Gebrakan Menteri Pendidikan Baru Abdul Mu'ti

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/11/2024

    Berita

    tirto.id - Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed resmi dilantik sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Sebagai informasi, Abdul Mu’ti selama ini dikenal sebagai pakar pendidikan islam dan aktivis Muhammadiyah. Pria kelahiran Kudus 2 September 1968 itu saat ini menjadi guru besar pada program studi pendidikan agama Islam, Universitas islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Umum PP periode 2015-2027.

    Belum ada satu bulan dilantik, beredar di media sosial klaim soal poin-poin gebrakan kebijakan Abdul Mu’ti sebagai Mendikdasmen baru. Poin-poin tersebut di antaranya, menjadikan Nilai Ebtanas Murni (NEM) menjadi syarat masuk SMP dan SMA, mengembalikan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), pemberlakuan syarat tidak naik kelas, pemberlakuan lagi rapor merah bagi siswa, juga soal guru yang difokuskan hanya untuk mengajar siswa.

    Narasi tersebut disebarkan oleh sejumlah akun di Facebook, di antaranya “Syafaat Faat”,“Khanza Aurelia”,“Qoyum Rohliyah Kemad”, “Abu Rofiq” dan “Buyung Andis” dalam bentuk unggahan foto yang berisi poin-poin tersebut dan keterangan teks pada Kamis (24/10/2025).

    “Ini gebrakan menteri pendidikan dasar baru. Abdul Mu'ti adalah seorang pakar pendidikan Islam Indonesia yang diangkat menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sejak 21 Oktober 2024. Ia menjabat sebagai sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027,” bunyi keterangan narasi sejumlah akun tersebut.

    Sepanjang Kamis (24/10/2024) hingga Senin (11/11/2024), atau selama 18 hari tersebar di Facebook, salah satu unggahan tersebut telah memperoleh 84 tanda suka, 10 komentar dan telah dibagikan sebanyak 4 kali.

    Lantas, benarkah narasi soal gebrakan kebijakan Abdul Mu’ti sebagai Mendikdasmen tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Sebagai informasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merupakan salah satu nomenklatur kementerian baru di era pemerintahan Presiden Prabowo. Kementerian ini berfokus pada menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

    Sebagai konteks, pada era pemerintahan sebelumnya, pendidikan dasar dan menengah ditangani direktorat yang bernaung di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

    Untuk menelusuri klaim ini, Tirto mencoba menelusuri situs resmi Kemendikbudristek, hal ini dikarenakan Kemendikdasmen belum memiliki situs resmi. Hasilnya, kami tidak menemukan satupun keterangan resmi yang membenarkan klaim soal sejumlah gebrakan kebijakan Abdul Mu’ti sebagai Mendikdasmen baru seperti yang tertera dalam klaim unggahan.

    Meski begitu, hasil penelusuran mengarahkan kami ke unggahan Instagram akun resmi dari Kemendikbudristek (@kemdikbud.ri) yang membantah klaim soal beberapa poin gebrakan kebijakan Abdul Mu’ti sebagai Mendikdasmen baru.

    Dalam keterangan resminya, Kemendikdasmen memastikan bahwa poin-poin gebrakan kebijakan seperti yang beredar di media sosial akhir-akhir ini tersebut bukanlah kebijakan resmi dari Abdul Mu’ti sebagai Mendikdasmen. Instansi tersebut memastikan bahwa poin-poin gebrakan kebijakan tersebut juga tidak bersumber dari kanal resmi Kemendikdasmen.

    “Informasi yang beredar di media sosial dan grup percakapan terkait poin gebrakan #MenteriPendidikanBaru tidak bersumber dari pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, maupun kanal informasi resmi Kemendikdasmen. Pernyataan tersebut merupakan aspirasi dari masyarakat,” tulis keterangan resmi Kemendikdasmen pada Kamis (24/10/2024)

    Meski begitu, Kemendikdasmen mengaku terbuka terhadap aspirasi masyarakat tentang kebijakan pendidikan dasar dan menengah. Aspirasi dari masyarakat dapat disampaikan lewat situs ult.kemdikbud.go.id.

    Selebihnya, Tirto juga tidak menemukan satupun pernyataan dari Abdul Mu’ti, baik dari keterangan resmi dari kementerian maupun dari pemberitaan media kredibel, terkait poin-poin gebrakan kebijakannya sebagai Mendikdasmen yang baru seperti yang tertera dalam klaim unggahan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan keterangan dari kementerian yang membenarkan narasi soal klaim poin-poin gebrakan kebijakan Abdul Mu’ti sebagai Mendikdasmen baru seperti yang tertera dalam klaim unggahan.

    Kemendikdasmen menyebut poin-poin gebrakan kebijakan seperti yang beredar di media sosial akhir-akhir ini tersebut bukanlah kebijakan resmi dari Abdul Mu’ti sebagai Mendikdasmen, melainkan merupakan aspirasi masyarakat.

    Jadi, narasi soal klaim poin-poin gebrakan kebijakan Abdul Mu’ti sebagai Mendikdasmen baru seperti yang tertera dalam klaim unggahan bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Rujukan

  • (GFD-2024-23916) [PENIPUAN] Wamen PPPA Veronica Tan Berbagi Bantuan Modal dan Biaya Sekolah

    Sumber: tiktok.com
    Tanggal publish: 12/11/2024

    Berita

    Akun TikTok “veronica.tan.offo” mengunggah video [arsip] yang menunjukkan sosok Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia (Wamen PPPA) Veronica Tan berbagi bantuan untuk modal usaha dan biaya sekolah sebesar Rp20 juta.

    Berikut transkrip narasi pada video:

    “Halo semua saya Veronica Tan, wakil menteri di Kabinet Presiden Indonesia. Perkenalkan ini akun TikTok pertama saya. Siapa saja yang menemukan video ini, saya akan memberikan bantuan buat kalian yang sedang membutuhkan modal usaha dan biaya sekolah sebesar Rp20.000.000. Bantuan ini akan saya berikan bagi yang sudah ketahuan follow dan share video ini. Ingat ini sudah menjadi rezeki kalian, amin. Terima kasih.”

    Hasil Cek Fakta

    Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video yang menampilkan Veronica Tan itu dengan bantuan DeepFake-O-Meter. Hasilnya, video tersebut 73,74% merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    Video menggunakan metode deepfake untuk menampilkan Veronica Tan. Jika diamati lebih detail, ada keanehan pada gerakan Veronica dalam video yang diunggah. Mengutip TechTarget, deepfake adalah salah satu tipe dari AI untuk membuat foto, audio, video hoax yang cukup meyakinkan.

    Kesimpulan

    Video Veronica Tan yang menyebut akan memberi bantuan modal usaha dan biaya sekolah itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2024-23917) [SALAH] Video Tumpukan Uang di Ruang Staf Khusus Eks Menkominfo Budi Arie

    Sumber: tiktok.com
    Tanggal publish: 12/11/2024

    Berita

    Sebuah video [arsip] dari akun TikTok “kangvinooooo” memperlihatkan tumpukan uang dalam lemari besi hijau. Video itu diunggah ulang oleh anggota DPR Ahmad Sahroni di Instagram pribadi “ahmadsahroni88”.
    Sahroni kemudian mempertanyakan apakah uang tersebut benar ditemukan di ruang Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) dan ada kaitannya dengan perlindungan judi online.
    Pertanyaan itu dituangkan Sahroni dalam takarir:
    “*Benar-benar Gila..!!*
    Ruangan staf khusus Budi Ari (Menkoinfo) pelindung judi online di grebek Polisi, telah ditemukan tumpukan uang yg jumlahnya sangat fantastis.
    .
    Serius nih berita beneran gak siy ???”

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) pertama-tama mencari konteks asli video dengan mengetikkan “kangvinooooo” di penelusuran TikTok. Pencarian mengarah ke sorotan “ditemukan uang 845 miliar” yang merekomendasikan sejumlah video.
    TurnBackHoax lalu mencocokkan beberapa konten yang ada dengan situasi ruangan pada video yang beredar. Hasilnya, ada video akun TikTok “Jusmine” yang diunggah Minggu (27/10/2024), isinya momen wawancara Jaksa Agung dalam program “Jurnal Adhyaksa” mengenai PT Duta Palma Group.
    TurnBackHoax kemudian menelusuri YouTube dengan mengetikkan kata kunci “Jurnal Adhyaksa Duta Palma”. Hasilnya, terdapat unggahan Kompas TV “Jurnal Adhyaksa: Strategi Kejaksaan Agung Ungkap Sejumlah Kasus Bidang Tindak Pidana Khusus”.
    Dalam video yang tayang Jumat (25/10/2024) itu, tepatnya pada menit ke 7.47, terdapat gambaran suasana ruang penggeledahan yang serupa dengan video unggahan akun TikTok “kangvinooooo”.
    Pencarian lanjutan dilakukan dengan memasukkan kata kunci “PT Duta Palma Group” ke YouTube. Di hasil pencarian paling atas, TurnBackHoax menemukan video unggahan kanal Metro TV “Kejagung Sita Uang Rp 822 M Dugaan Tipikor Duta Palma Group”. Di detik ke-52 dalam video, terlihat ruang penggeledahan yang sama.

    Kesimpulan

    Video yang beredar adalah konten dengan konteks yang salah (false context). Potret tumpukan uang yang ditemukan saat penggeledahan itu bukan dari ruang staf khusus eks Menkominfo Budi, tetapi merupakan momen pengusutan tindak pidana atas kasus Duta Palma Group.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23919) Hoaks Manipulasi Hasil Survei Pilkada Jember 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/11/2024

    Berita

    tirto.id - Lembaga survei mulai berlomba-lomba memublikasikan hasil penelitian terkait elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024. Biasanya, lembaga survei menyebarkan temuan ini di berbagai kanal, seperti situs resmi dan akun media sosial lembaga survei tersebut.

    Namun, kami menemukan beberapa kelompok tidak bertanggung jawab yang menyebarkan klaim hasil survei di media sosial, tapi hasil surveinya telah dimodifikasi. Salah satunya terkait dengan hasil elektabilitas calon bupati di Jember, Jawa Timur.

    Unggahan mencurigakan terkait elektabilitas calon Bupati Jember, Tirto temukan dari unggahan akun @diditpr4 di TikTok pada 21 September 2024 (arsip). Dalam video tersebut terdapat narasi yang menyebut pasangan Hendy Siswanto-M. Balya Firjaun Barlaman unggul dalam elektabilitas survei dari lembaga Accurate Independent Survey.

    Dalam foto berlatar merah tersebut, terlihat Hendy-Firjaun punya elektabilitas sebesar 38,7 persen. Di bawahnya ada Fawad-DJC yang mengumpulkan elektabilitas 31,5 persen. Sementara itu, ada 15,6 persen responden yang tidak memberi jawaban. Menurut unggahan tersebut, survei dilangsungkan pada periode 1-21 September 2024.

    “ELEKTABILITAS HASIL SURVEY PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI JEMBER PILKADA 2024, @Hendy Siswanto DAN GUS FIRJAUN JAUH MENGUNGGULI @gus.fawait DAN JOKO,” begitu tulis keterangan penyerta unggahan.

    Sampai dengan Selasa (12/11/2024), video tersebut sudah mengumpulkan lebih dari 38 ribu penonton. Terdapat juga lebih dari 600 tanda suka dan 300 komentar yang dikumpulkan unggahan.

    Menariknya, akun @diditpr4 membuat unggahan yang sama, di hari yang sama (arsip). Unggahan tersebut mengumpulkan hampir 3 ribu penonton.

    Terdapat beberapa hal mencurigakan dari unggahan tersebut, seperti jumlah persentase yang tidak mencapai 100 persen; serta penggunaan font dan desain yang tidak sinkron.

    Lalu, apakah informasi ini menampilkan data hasil survei yang benar mengenai Pilkada Jember?

    Hasil Cek Fakta

    Sebagai informasi, Pilkada Jember akan diikuti oleh dua pasang calon bupati-wakil bupati. Berdasar informasi dari RRI, pasangan Hendy Siswanto-Firjaun Barlaman mendapat nomor urut 1, sementara pasangan M. Fawait-Djoko Susanto mendapat nomor urut 2.

    M.Fawait-Djoko Susanto adalah pasangan yang mendapat dukungan dari 14 partai politik, tujuh di antaranya punya kursi di DPRD Jember. Partai pendukung mereka mencakup Partai Gerindra, NasDem, Golkar, PPP, PKB, PKS, dan PAN, serta tujuh partai non-parlemen seperti Partai Garuda, Hanura, dan Partai Gelora. Sementara Hendy-Firjaun adalah petahana yang mendapat dukungan dari PDIP dan Partai Ummat.

    Terkait dengan klaim hasil survei elektabilitas dari lembaga Accurate Independent Survey untuk wilayah Jember, penelusuran Tirto di mesin pencarian tidak menghasilkan temuan apapun. Artinya, tidak ada informasi dari sumber lain yang bisa membuktikan adanya survei ini. Bahkan, nama lembaga tersebut tidak ditemukan dari penelusuran di mesin pencarian.

    Namun, Tirto justru menemukan lembaga dengan nama yang mirip, yakni Accurate Research And Consulting Indonesia (ARCI). Lembaga ini diketahui memang melakukan survei elektabilitas di Jember. Mengutip Antara, ARCI melakukan survei elektabilitas di Jember, terakhir pada April 2024. Sebelumnya, lembaga ini juga melakukan survei pada Maret 2023, Agustus 2023, Januari 2024.

    Pada April 2024, sebelum ada pendaftaran dan penetapan calon bupati, terdapat tiga tokoh yang populer di Jember, menurut survei Accurate Research And Consulting Indonesia (ARCI).

    "Tiga tokoh yakni Muhammad Fawait, Hendy Siswanto, dan Faida memiliki tren kenaikan elektabilitas jelang Pilkada Jember," kata Direktur ARCI Baihaki Siraj dalam keterangan tertulis, Rabu (1/5/2024), mengutip Antara.

    Menariknya, hasil survei ARCI pada April 2024 menunjukkan angka persentase yang sama persis dengan unggahan di media sosial, namun orang yang memperolehnya berbeda. Hasil survei menunjukkan, Muhammad Fawait unggul dengan 38,7 persen, diikuti Hendy Siswanto 31,5 persen, dan Faida 15,6 persen.

    Kami juga menemukan unggahan artikel berikut dari tadatodays.com, media lokal yang mewartakan informasi dari beberapa daerah di Jawa Timur. Artikel tersebut memuat informasi soal elektabilitas di Jember berdasarkan survei 18-21 April 2024.

    Menariknya, latar serta desain dari infografik yang digunakan serupa dengan unggahan di TikTok. Perbedaan hanya ada pada penggunaan foto, nama pasangan calon, serta nama lembaga penyelenggara, serta tanggal survei yang berbeda.

    Temuan desain infografik ini memperkuat kecurigaan adanya manipulasi konten infografik yang dibuat oleh tadatodays.

    Sementara itu, sebagai perbandingan, lembaga survei lain, Indikator Politik, juga sempat mengukur elektabilitas pasangan calon bupati dan wakil bupati di Jember, pada Agustus 2024. Senada, terlihat pasangan Muhammad Fawait-Djoko Susanto unggul dengan suara 50,7 persen, dibanding Hendy Siswanto-M. Balya Firjaun Barlaman, dengan perolehan elektabilitas 40,1 persen.

    "Apabila dibandingkan dengan survei Indikator Politik Indonesia periode April, petahana Hendy Siswanto mengalami penurunan elektabilitas dalam survei periode Agustus. Sebaliknya, terjadi kenaikan elektabilitas Gus Fawait dalam survei periode Agustus dibandingkan dengan survei periode April lalu," ujar Peneliti Indikator, Bawono Kumoro, mengutip Detik, 30 Agustus 2024 lalu.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan hasil survei Pilkada Jember pada September 2024 yang menunjukkan elektabilitas Hendy dan Gus Firjaun unggul bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Lembaga yang dicatut, ARCI, diketahui terakhir melakukan survei di Jember pada bulan April 2024, dengan hasil yang jauh berbeda dengan yang diunggah di klaim.

    Hasil survei ini telah dimanipulasi dari infografik aslinya, yang dipublikasikan media lokal tadatodays.

    Rujukan