• (GFD-2024-23963) Cek fakta, Ahmad Luthfi sebut Jateng dikenal sebagai "supermarket bencana"

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/11/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Calon Gubernur Jawa Tengah dengan nomor urut dua Ahmad Luthfi menyebut Jawa Tengah (Jateng) dikenal sebagai “supermarket bencana” karena banyaknya bencana di provinsi itu.

    Pernyataan tersebut disampaikan dalam debat perdana Pilkada Jateng 2024 bertema “Membangun Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jawa Tengah dalam Menghadapi Perubahan Iklim dan Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”, yang digelar di Semarang, Ahad (10/11/2024) malam.

    Berikut penyataan Ahmad Luthfi tersebut:

    “Jawa Tengah dijuluki sebagai ‘Supermarket Bencana’, karena sering mengalami berbagai macam bencana”

    Namun, bagaimana faktanya?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran ANTARA, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, ada 4.940 bencana alam di Indonesia yang terjadi pada 2023. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 39,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebanyak 3.544 kejadian.

    Jawa Barat menjadi provinsi yang paling banyak mengalami bencana alam pada tahun lalu, yaitu 770 kejadian. Diikuti Jawa Tengah yang dilanda bencana alam sebanyak 584 kejadian. Kemudian diikuti Kalimantan Selatan yang mengalami 490 kejadian bencana alam pada 2023. Selanjutnya, bencana alam yang melanda Sulawesi Selatan sebanyak 268 kejadian.

    Pada 2022, Jawa Barat juga menjadi provinsi yang terkena bencana alam paling banyak dengan 823 kejadian atau 23,3 persen dari peristiwa bencana alam nasional. Kemudian diikuti Jawa Tengah, Jawa Timur kemudian Aceh.

    Pada 2023, kebakaran hutan dan lahan menjadi bencana yang paling banyak terjadi di Jawa Tengah. Sedangkan di tahun 2022, banjir menjadi bencana yang paling banyak terjadi di Jawa Tengah. Data selengkapnya bisa dilihat di BPS Jateng.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-23968) [HOAKS] Daftar Kebijakan Baru Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan yang diklaim sebagai sejumlah kebijakan baru yang dimunculkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

    Kebijakan itu seperti menjadikan Nilai Ebtanas Murni (NEM) sebagai syarat masuk SMP dan SMA. Ada pula kebijakan menghapus Platform Merdeka Mengajar (PMM) serta kebijakan lainnya.

    Namun setelah ditelusuri narasi tersebut adalah hoaks. Kebijakan tersebut bukan berasal dari Abdul Mu’ti.

    Unggahan soal sejumlah kebijakan baru yang diklaim berasal dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti muncul di media sosial. Salah satu narasi dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Salah satu akun membagikan unggahan yang menampilkan foto Abdul Mu’ti dan diberi keterangan:

    Mentri baruKebijakan baru

    Mudah2n sekolh negeri dan swasta sdh sm2 diperhitungkn honorernyaOkelahh klo bgituuu

    Menteri Pendidikan Baru

    * Jadikan NEM sbg syarat masuk SMP, SMA* Hapus PMM

    * Kembalikan Mapel PMP* Berlakukan syarat tidak naik kelas/tidaklulus, JANGAN DIPAKSAKAN NAIK/LULUS klo tdk memenuhi syarat

    *. Berlakukan kembali Rapor Merah*. Biarkan guru fokus ngajar, fokus sm siswaBukan ngurus administrasi dr A - Zdan lain lain

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi unggahan soal sejumlah kebijakan yang disebut berasal dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu?ti.

    Hasil Cek Fakta

    Dikutip dari Instagram @Kemdikbud.ri, dijelaskan bahwa kebijakan yang beredar di media sosial itu bukan bersumber dari pernyataan Abdul Mu'ti. Unggahan itu merupakan aspirasi dari masyarakat. 

    "Informasi yang beredar di media sosial dan grup percakapan terkait poin gebrakan #MenteriPendidikanBaru tidak bersumber dari pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, maupun kanal informasi resmi Kemendikdasmen," tulis akun Instagram @Kemdikbud.ri. 

    Diberitakan Kompas.com sebelumnya, dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI pada Rabu (6/11/2024), Abdul Mu'ti memang memaparkan enam program prioritasnya.

    Akan tetapi, program itu berbeda dengan unggahan yang beredar di media sosial. 

    Adapun program prioritas Abdul Mu'ti yakni meliputi:

    Kesimpulan

    Unggahan soal sejumlah kebijakan baru yang diklaim berasal dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti tidak benar atau hoaks.

    Daftar yang diklaim sebagai kebijakan itu merupakan aspirasi masyarakat dan tidak bersumber dari pernyataan Abdul Mu'ti. 

    Dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI pada Rabu (6/11/2024) Abdul Mu'ti memang memaparkan enam program prioritasnya. Namun, program itu berbeda dengan unggahan yang beredar di media sosial.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23969) [HOAKS] Lesti Kejora dan Anaknya Alami Kecelakaan Maut pada 12 November 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Artis Lesti Kejora dan anaknya, Muhammad Levian Al Fatih Billar, dikabarkan mengalami kecelakaan mematikan. Kabar tersebut beredar pada Selasa (12/11/2024).

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar tersebut hoaks.

    Kabar Lesti Kejora dan anaknya mengalami kecelakaan maut dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Selasa (12/11/2024).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    INNALILLAHI: Liburan Berujung duka, Lesti Dan Anaknya Mengalami Kecelakaan Maut!

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri informasi terkait kecelakaan yang dialami Lesti Kejora menggunakan Google Search.

    Namun, tidak ditemukan pemberitaan kredibel mengenai kabar tersebut. Pemberitaan terbaru mengenai Lesti adalah soal kehamilan keduanya.

    Dilansir WartaKotalive.com, suami Lesti, Rizky Billar mengatakan bahwa mereka masih menantikan jenis kelamin calon anak kedua.

    "Rencananya mau diumumkan saat acara tujuh bulanan," kata Rizky Billar saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2024).

    Sementara itu, akun Instagram milik Lesti, @lestikejora terpantau masih aktif mengunggah konten. Akun itu mengunggah Story terbaru pada Selasa (12/11/2024).

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang beredar pada Selasa (12/11/2024) dan mengeklaim Lesti serta anaknya mengalami kecelakaan maut adalah hoaks.

    Tidak ditemukan pemberitaan kredibel mengenai kabar tersebut. Lesti masih aktif di Instagram, dan mengunggah Story terbaru pada Selasa (12/11/2024).

    Rujukan

  • (GFD-2024-23970) [HOAKS] Kapal Penyeberangan Banyuwangi-Bali Tenggelam pada 12 November 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menunjukkan kapal penyeberangan Banyuwangi-Bali tenggelam. Video itu beredar pada Selasa (12/11/2024).

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu dibagikan dengan konteks keliru.

    Video kapal penyeberangan Banyuwangi-Bali tenggelam dibagikan oleh akun Facebook ini pada Selasa (12/11/2024) dengan narasi sebagai berikut:

    Baru saja terjadi kapal Ferry penyeberangan BANYU WANGI --- BALI MUSIBAH TENGGELAM,

    Mana tau ada di antara group ini sanak, keluarga, kerabat yang sedang menuju coba cari cari info mana tau ada sanak keluarga atau teman kerabat di dalam kapal tersebut.

    Narasi itu disertai video yang menunjukkan sebuah kapal penuh penumpang terbalik dan orang-orang jatuh ke air.

    Hasil Cek Fakta

    Penelusuran gambar menggunakan Google Lens mendeteksi video tersebut sebagai peristiwa kapal terbalik di Danau Kivu, Republik Demokratik Kongo (DRC).

    Video yang sama diunggah oleh kanal YouTube CGTN Africa pada 4 Oktober 2024. Sebanyak 78 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

    Dilansir BBC, kapal tersebut melakukan perjalanan dari Minova di Kivu Selatan dan tenggelam saat tiba di pantai Goma pada 3 Oktober pagi.

    Gubernur Kivu Selatan, Jean Jacques, Purisi mengatakan kepada Reuters bahwa kapal tersebut mengangkut 278 penumpang.

    Video kapal terbalik di Danau Kivu, Republik Demokratik Kongo telah berulang kali disebar dengan narasi keliru, seolah-olah terjadi di Indonesia.

    Sebelumnya, video itu digunakan dalam narasi hoaks kapal terbalik di Gowa, Sulawesi Selatan, pada 6 Otober 2024, dan hoaks kapal tenggelam di Selat Bali pada 8 Oktober 2024.

    Video itu juga digunakan dalam narasi hoaks kapal feri rute Banyuwangi-Bali tenggelam pada 29 Oktober 2024.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi kapal penyeberangan Banyuwangi-Bali tenggelam pada Selasa (12/11/2024) adalah hoaks.

    Video yang dibagikan adalah peristiwa kapal terbalik di Danau Kivu, Republik Demokratik Kongo, pada 3 Oktober 2024. Insiden itu menewaskan 78 orang.

    Ini merupakan hoaks yang berulang. Video kapal terbalik di Kongo disebar dengan narasi keliru, seolah-olah terjadi di Indonesia.

    Rujukan