• (GFD-2025-24876) [HOAKS] Hasto Menangis Usai Ditetapkan Menjadi Tersangka

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menampilkan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menangis usai ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Video itu diunggah dan beredar di media sosial pada akhir Desember 2024. Namun, setelah ditelusuri video tersebut tidak benar atau hoaks.

    Sebagai konteks, Hasto ditetapkan menjadi tersangka dugaan suap terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2017-2022 Wahyu Setiawan pada 23 Desember 2024 lalu.

    Video yang diklaim menampilkan Hasto menangis usai ditetapkan menjadi tersangka muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini dan ini.

    Dalam video, tampak Hasto menangis saat diwawancara oleh wartawan. Video diberi keterangan:

    Hasto menangis, tersangka KPK

    Seng sabar ya pak...mungkin ini kurma yang harus dilewati...

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang menampilkan Hasto menangis usai ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com video asli yang menampilkan Hasto menangis sudah beredar sejak 2018.

    Video itu identik unggahan di kanal YouTube Kompas TV ini yang berjudul "Kembalikan Mandat, PDI-P Beri Pendampingan ke Azwar Anas".

    Dikutip dari Kompas.id, Hasto menangis saat menyampaikan pengunduran diri mantan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2018.

    Video itu diambil pada 6 Januari 2018 di depan kediaman Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

    Abdullah Azwar Anas mengundurkan diri sebagai calon wakil gubernur yang diusung PDI-P setelah beredar foto "syur" yang diduga dirinya.

    Hasto mengatakan, pihaknya menyakini foto tersebut bukan Azwar Anas. Sebab menurut Hasto, Azwar merupakan sosok yang taat beragama dan rendah hati.

    Ia menyebut ada pihak-pihak yang menggunakan cara tidak beretika dalam proses politik. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan Hasto menangis usai ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK tidak benar atau hoaks.

    Video aslinya adalah momen ketika Hasto menangis saat menyampaikan pengunduran diri Abdullah Azwar Anas sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2018.

    Kemudian, video itu diedit dengan keterangan teks yang informasinya keliru sehingga menjadi konten hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2025-24877) [HOAKS] Tautan Peralihan Kepesertaan BPJS Kesehatan Mandiri ke PBI

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan yang disertai tautan dan diklaim sebagai akses untuk mengalihkan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dari kelompok mandiri ke penerima bantuan iuran (PBI).

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks.

    Tautan peralihan kepesertaan BPJS Kesehatan mandiri ke PBI dibagikan oleh akun Facebook ini pada Kamis (2/1/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    LAYANAN BPJS GRATIS PERIODE AWAL TAHUN 2025

    program-bpjsgratis[dot]cek-data[dot]xyz/

    Pendaftaran BPJS Gratis ini tidak Dipungut biaya !!

    Segera daftar Diri anda, melaluiPendaftaran BPJS Gratis atau klik link di atas

    Screenshot Hoaks, tautan untuk beralih kepesertaan BPJS Kesehatan mandiri ke PBI

    Hasil Cek Fakta

    BPJS Kesehatan melalui akun Instagram resmi, 4 November 2024, telah membantah adanya program peralihan kepesertaan mandiri ke PBI.

    "Tidak ada kebijakan untuk peserta mandiri (PBPU) harus dialihkan ke kepesertaan yang bersifat gratis (PBI)" demikian imbauan BPJS Kesehatan.

    Sementara itu, Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan bahwa tautan pendaftaran BPJS Kesehatan PBI yang beredar di media sosial adalah hoaks.

    "Ini hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky, seperti diberitakan Kompas.com, 30 Desember 2024.

    Adapun BPJS Kesehatan PBI adalah program jaminan kesehatan bagi fakir miskin dan orang yang tidak mampu membayar iuran.

    Iuran peserta BPJS Kesehatan dari kelompok yang tidak mampu dibayar atau dibiayai oleh pemerintah melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

    Berikut cara mendaftar peserta BPJS Kesehatan PBI:

    Unduh aplikasi Cek Bansos

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan peralihan kepesertaan BPJS Kesehatan mandiri ke PBI adalah hoaks.

    BPJS Kesehatan melalui akun Instagram resmi, 4 November 2024, telah membantah adanya program peralihan kepesertaan mandiri ke PBI.

    Sementara itu, Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan bahwa tautan pendaftaran BPJS Kesehatan PBI yang beredar di media sosial adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2025-24838) [PENIPUAN] Video “Dennis Lim dan Arie Untung Promosikan Judi Online”

    Sumber: FACEBOOK.COM
    Tanggal publish: 02/01/2025

    Berita

    Akun Facebook “Empathy Echoes” pada Sabtu (30/11/2024) mengunggah video [arsip] disertai narasi:

    Ternyata Ini alasan koh dennis mempromosikan nya

    Per Selasa (24/12/2024), video itu sudah dilihat 1.5 juta kali dan dibagikan ulang sekitar 37-an kali. Konten juga menuai lebih dari 2,800 komentar dan 3.492 tanda suka.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran lewat Google Lens. Hasilnya, ditemukan video unggahan serupa di kanal YouTube CERITA UNTUNGS “TERBONGKAR BANDAR JUD*^OL INDONESAI! OLEH MANTAN BANDAR! TERNYATA MEREKA…- UST. DENNIS LIM”.

    Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut lewat Google Lens. Hasilnya, ditemukan video unggahan serupa pada kanal YouTube CERITA UNTUNGS berjudul “TERBONGKAR BANDAR JUD*^OL INDONESAI! OLEH MANTAN BANDAR! TERNYATA MEREKA…- UST. DENNIS LIM”.

    Setelah diperiksa dengan pendeteksi AI melalui elevenlabs.io, diketahui suara audio merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 98%.

    TurnBackHoax sebelumnya pernah mengupas klaim serupa lewat artikel “[PENIPUAN] Ustadz Dennis Lim Perkenalkan Situs Judi Online Miliknya“ yang tayang Agustus 2024.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi narasi “Dennis Lim dan Arie Untung promosikan judi online” merupakan konten yang dimanipulasi (Manipulated Content).

    (Ditulis oleh Yudho Ardi)

    Rujukan

  • (GFD-2025-24840) Hoaks! DPR dan Polri resmi berlakukan SIM dan STNK seumur hidup

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/01/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di TikTok menarasikan hasil rapat antara Komisi III DPR RI dan Korlantas Polri telah meresmikan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) seumur hidup.

    Berikut narasi dari unggahan tersebut:

    “Hasil Rapat (RDP) Antara Komis III DPR RI Dan Korlantas Polri Telah Meresmikan. (SIM) Dan (STNK) Suda Resmi Seumur Hidup Dan Tidak Di Perpanjang Lagi

    Ayo Berali Untuk Menjadikan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Seumur Hidup Dan Gratis Di Akhir Tahun Ini”

    Namun, benarkah DPR dan Polri resmikan SIM dan STNK seumur hidup?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Humas Polda Jabar dalam Instagram dan X resminya menyatakan informasi mengenai program pembuatan SIM gratis dengan masa berlaku seumur hidup adalah tidak benar.

    Korlantas Polri menegaskan bahwa SIM tidak dapat berlaku seumur hidup, hal ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    Kemudian, tautan yang dibagikan pada kolom komentar bukanlah portal resmi milik Polri. Pengguna diarahkan untuk mengisi data pribadi, seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor HP.

    Dengan demikian, klaim DPR dan Polri meresmikan program SIM dan STNK seumur hidup merupakan hoaks.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: DPR dan Polri resmikan SIM dan STNK seumur hidup

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2025

    Rujukan