Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menampilkan foto Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Unggahan tersebut mengklaim bahwa keduanya sedang memamerkan produk daging babi dan produk olahan lainnya.
Narasi dalam unggahan menyebutkan bahwa Prabowo dan Trump memegang produk daging babi dan spam dalam kaleng.
Unggahan tersebut juga mengaitkan gambar itu dengan pernyataan dari MUI yang menyerukan agar masyarakat tidak mengonsumsi makanan haram.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
“Berita viral, Prabowo dan Trump pamer daging babi dan produk spam. MUI: Jangan konsumsi makanan haram!
Photo termahal 2026 Indonesia Negara Muslim tapi Presidennya pegang ‘ham’ B2”
Namun, benarkah foto tersebut menunjukkan Prabowo dan Trump sedang memamerkan produk daging babi?
(GFD-2026-32820) Hoaks! Foto Prabowo dan Trump pamerkan produk daging babi
Sumber:Tanggal publish: 12/03/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan foto maupun berita resmi dari pemerintah yang menyebutkan bahwa Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump berfoto sambil memamerkan produk daging babi.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Foto yang mirip dengan unggahan tersebut sebenarnya merupakan dokumentasi saat penandatanganan perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat di Washington, D.C., pada 19 Februari 2026.
Dalam dokumentasi asli, Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump tidak memamerkan produk makanan apa pun.
Keduanya hanya menunjukkan dokumen perjanjian perdagangan yang telah ditandatangani oleh kedua kepala negara. Selengkapnya di sini
Dokumen tersebut memuat ketentuan mengenai impor produk daging sapi, unggas, dan beberapa produk olahan tertentu, bukan kewajiban impor daging babi seperti yang diklaim dalam unggahan di media sosial.
Selain itu, hasil pemeriksaan menggunakan alat AI Detector dari Sightengine menunjukkan bahwa foto dalam unggahan tersebut memiliki kemungkinan sebesar 84 persen sebagai gambar yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Dengan demikian, klaim yang menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump berfoto sambil memamerkan produk daging babi merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Foto Prabowo dan Trump pamerkan produk daging babi
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Foto yang mirip dengan unggahan tersebut sebenarnya merupakan dokumentasi saat penandatanganan perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat di Washington, D.C., pada 19 Februari 2026.
Dalam dokumentasi asli, Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump tidak memamerkan produk makanan apa pun.
Keduanya hanya menunjukkan dokumen perjanjian perdagangan yang telah ditandatangani oleh kedua kepala negara. Selengkapnya di sini
Dokumen tersebut memuat ketentuan mengenai impor produk daging sapi, unggas, dan beberapa produk olahan tertentu, bukan kewajiban impor daging babi seperti yang diklaim dalam unggahan di media sosial.
Selain itu, hasil pemeriksaan menggunakan alat AI Detector dari Sightengine menunjukkan bahwa foto dalam unggahan tersebut memiliki kemungkinan sebesar 84 persen sebagai gambar yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Dengan demikian, klaim yang menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump berfoto sambil memamerkan produk daging babi merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Foto Prabowo dan Trump pamerkan produk daging babi
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-32821) Hoaks! Menkeu Purbaya ganti program MBG jadi sekolah gratis
Sumber:Tanggal publish: 12/03/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, ingin mengganti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan program sekolah gratis.
Unggahan tersebut beredar dalam bentuk tangkapan layar artikel yang disertai foto Purbaya Yudhi Sadewa bersama Luhut Binsar Pandjaitan.
Narasi dalam unggahan itu menyebutkan bahwa Purbaya ingin mengganti program MBG, tetapi Luhut menolak usulan tersebut.
Unggahan tersebut juga memuat opini yang membandingkan manfaat program MBG dengan program sekolah gratis bagi masyarakat.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
“Purbaya Mau Ganti Mbg Dengan Sekolah Gratis. Luhut Menolak”
Rakyat Bertanya: Anak Kenyang Sehari Atau Anak Pintar Seumur Hidup?
Sekolah Gratis = Masa Depan
MBG Tanpa Arah = Proyek Musiman
Kalau Pendidikan Masih Mahal, Buat Apa Bangga Bagi-Bagi Makan? Yang Ditolak Bukan Ide Uang Rakyat, Tapi Ancaman Buat Kepentingan Lama. Bagaimana Tanggapan Kalian??”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ingin mengganti program MBG dengan program sekolah gratis?
Unggahan tersebut beredar dalam bentuk tangkapan layar artikel yang disertai foto Purbaya Yudhi Sadewa bersama Luhut Binsar Pandjaitan.
Narasi dalam unggahan itu menyebutkan bahwa Purbaya ingin mengganti program MBG, tetapi Luhut menolak usulan tersebut.
Unggahan tersebut juga memuat opini yang membandingkan manfaat program MBG dengan program sekolah gratis bagi masyarakat.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
“Purbaya Mau Ganti Mbg Dengan Sekolah Gratis. Luhut Menolak”
Rakyat Bertanya: Anak Kenyang Sehari Atau Anak Pintar Seumur Hidup?
Sekolah Gratis = Masa Depan
MBG Tanpa Arah = Proyek Musiman
Kalau Pendidikan Masih Mahal, Buat Apa Bangga Bagi-Bagi Makan? Yang Ditolak Bukan Ide Uang Rakyat, Tapi Ancaman Buat Kepentingan Lama. Bagaimana Tanggapan Kalian??”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ingin mengganti program MBG dengan program sekolah gratis?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber resmi pemerintah maupun pemberitaan media kredibel yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengganti program Makan Bergizi Gratis dengan program sekolah gratis.
Hingga saat ini, program MBG masih berjalan di berbagai daerah dan telah memberikan manfaat bagi banyak siswa di sekolah.
Fakta ini menunjukkan bahwa program tersebut tidak dihentikan atau diganti dengan kebijakan lain seperti yang diklaim dalam unggahan media sosial.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pemerintah hanya akan melakukan penyesuaian anggaran pada Program Makan Bergizi Gratis terhadap belanja yang bersifat non-produktif. Pemerintah tidak akan mengurangi anggaran untuk penyediaan makanan dalam program tersebut.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
“MBG nggak kami potong anggarannya, tapi kami pastikan yang dibelanjakan betul-betul efektif dan efisien,” tuturnya, dilansir dari ANTARA.
Purbaya juga menyebutkan bahwa pemerintah mempertimbangkan realokasi sebagian anggaran negara untuk meredam dampak lonjakan harga minyak dunia.
Dalam skema tersebut, pemerintah dapat menggeser anggaran dari program yang memiliki tingkat urgensi lebih rendah.
Dengan demikian, klaim yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengganti program Makan Bergizi Gratis dengan program sekolah gratis merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Rating: Menkeu Purbaya gantikan program MBG jadi sekolah gratis
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Hingga saat ini, program MBG masih berjalan di berbagai daerah dan telah memberikan manfaat bagi banyak siswa di sekolah.
Fakta ini menunjukkan bahwa program tersebut tidak dihentikan atau diganti dengan kebijakan lain seperti yang diklaim dalam unggahan media sosial.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pemerintah hanya akan melakukan penyesuaian anggaran pada Program Makan Bergizi Gratis terhadap belanja yang bersifat non-produktif. Pemerintah tidak akan mengurangi anggaran untuk penyediaan makanan dalam program tersebut.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
“MBG nggak kami potong anggarannya, tapi kami pastikan yang dibelanjakan betul-betul efektif dan efisien,” tuturnya, dilansir dari ANTARA.
Purbaya juga menyebutkan bahwa pemerintah mempertimbangkan realokasi sebagian anggaran negara untuk meredam dampak lonjakan harga minyak dunia.
Dalam skema tersebut, pemerintah dapat menggeser anggaran dari program yang memiliki tingkat urgensi lebih rendah.
Dengan demikian, klaim yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengganti program Makan Bergizi Gratis dengan program sekolah gratis merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Rating: Menkeu Purbaya gantikan program MBG jadi sekolah gratis
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-32822) Hoaks! Puan Maharani usul rakyat ikut sumbang harta untuk Program MBG
Sumber:Tanggal publish: 12/03/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menarasikan bahwa Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengusulkan agar masyarakat menyumbangkan hartanya untuk membantu pendanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Unggahan tersebut menyatakan bahwa usulan itu muncul karena anggaran negara disebut menipis.
Unggahan tersebut juga memuat kalimat provokatif yang menyebut pemerintah kekurangan anggaran sehingga rakyat diminta menyumbangkan hartanya untuk menjalankan program MBG.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Ketua DPR RI usulkan rakyat sumbangkan hartanya untuk bantu Program MBG”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Puan Maharani mengusulkan agar rakyat menyumbangkan hartanya untuk program MBG?
Unggahan tersebut menyatakan bahwa usulan itu muncul karena anggaran negara disebut menipis.
Unggahan tersebut juga memuat kalimat provokatif yang menyebut pemerintah kekurangan anggaran sehingga rakyat diminta menyumbangkan hartanya untuk menjalankan program MBG.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Ketua DPR RI usulkan rakyat sumbangkan hartanya untuk bantu Program MBG”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Puan Maharani mengusulkan agar rakyat menyumbangkan hartanya untuk program MBG?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebutkan bahwa Puan Maharani mengusulkan masyarakat menyumbangkan harta untuk mendanai program MBG.
ANTARA melakukan penelusuran menggunakan kata kunci “Puan Maharani MBG” dan menemukan beberapa pemberitaan, antara lain berjudul “Ketua DPR minta MBG dievaluasi tanpa saling menyalahkan” dan “Ketua DPR dukung Perpres segera terbit untuk perbaikan MBG”.
Dalam pemberitaan tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap program MBG tanpa saling menyalahkan antar pihak.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pernyataan itu disampaikan saat merespons pembentukan tim investigasi terkait kasus keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG.
Ia juga menyatakan bahwa DPR RI akan mengawasi secara langsung dapur-dapur penyedia makanan dalam program MBG yang bermasalah untuk mengetahui penyebab keracunan dan mendapatkan gambaran yang jelas mengenai permasalahan tersebut.
Selain itu, Puan Maharani juga mendukung pemerintah untuk segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait program MBG guna memperbaiki mekanisme penyaluran program tersebut di lapangan.
Ia menilai bahwa program MBG memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa berbagai kasus yang terjadi menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap proses dan mekanisme pelaksanaan program tersebut.
Pernyataan tersebut tidak membahas usulan agar masyarakat menyumbangkan harta untuk mendanai program MBG.
Dengan demikian, klaim yang menyatakan bahwa Puan Maharani mengusulkan rakyat menyumbangkan harta untuk membantu program MBG merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rating: Puan Maharani usul rakyat ikut sumbang harta untuk Program MBG
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
ANTARA melakukan penelusuran menggunakan kata kunci “Puan Maharani MBG” dan menemukan beberapa pemberitaan, antara lain berjudul “Ketua DPR minta MBG dievaluasi tanpa saling menyalahkan” dan “Ketua DPR dukung Perpres segera terbit untuk perbaikan MBG”.
Dalam pemberitaan tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap program MBG tanpa saling menyalahkan antar pihak.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pernyataan itu disampaikan saat merespons pembentukan tim investigasi terkait kasus keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG.
Ia juga menyatakan bahwa DPR RI akan mengawasi secara langsung dapur-dapur penyedia makanan dalam program MBG yang bermasalah untuk mengetahui penyebab keracunan dan mendapatkan gambaran yang jelas mengenai permasalahan tersebut.
Selain itu, Puan Maharani juga mendukung pemerintah untuk segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait program MBG guna memperbaiki mekanisme penyaluran program tersebut di lapangan.
Ia menilai bahwa program MBG memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa berbagai kasus yang terjadi menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap proses dan mekanisme pelaksanaan program tersebut.
Pernyataan tersebut tidak membahas usulan agar masyarakat menyumbangkan harta untuk mendanai program MBG.
Dengan demikian, klaim yang menyatakan bahwa Puan Maharani mengusulkan rakyat menyumbangkan harta untuk membantu program MBG merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rating: Puan Maharani usul rakyat ikut sumbang harta untuk Program MBG
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-32823) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan Budidaya Ikan Air Tawar dari Pemerintah
Sumber:Tanggal publish: 12/03/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan budidaya bibit ikan air tawar dari pemerintah. Postingan itu beredar di salah satu akun Facebook pada 9 Maret 2026.
Berikut isi unggahannya:
"� Program Bantuan Budidaya Ikan Air Tawar dari Pemerintah!
�Dukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat melalui bantuan budidaya ikan air tawar.
� Kriteria penerima:
Petani pemula
Kelompok tani
Pekerja yang membutuhkan dukungan usaha
� Segera manfaatkan kesempatan ini!
� Berlaku sampai bulan Desember.
� Bersama kita tingkatkan produksi ikan air tawar Indonesia!
�LINK DAFTAR ADA DI BIO PROFIL"
Postingan menyertakan poster yang berisi informasi bahwa masa berlakunya sampai Mei 2026.
Sementara itu, saat link daftar pada bio profil diklik, akan mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama lengkap dan nomor Telegram aktif.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan budidaya ikan air tawar dari pemerintah? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pendaftaran untuk mendapatkan bantuan budidaya ikan air tawar dari pemerintah. Penelusuran mengarah pada unggahan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui akun Instagram resminya yakni @kkpgoid.
Dalam unggahannya, KKP meminta masyarakat waspada terhadap penipuan dan hoaks yang mengatasnamakan pihaknya.
"Hai #SahabatBahari, yuk lebih cermat dan cerdas dalam memilih dan memilah informasi!! Dengan maraknya penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kamu harus lebih waspada lagi yaa. Segala bentuk informasi resmi bisa kamu akses melalui website dan media sosial KKP ?" demikian tulis KKP yang dikutip pada Kamis (12/3/2026).
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan budidaya ikan air tawar dari pemerintah, tidak benar.
Halaman: 246/7794



