tirto.id - Sebuah akun di media sosial Facebook menyebarkan informasi terkait tautan pengecekan status penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Pemerintah untuk para pekerja/buruh. Unggahan di Facebook itu kemudian mengarahkan ke halaman lain, untuk memeriksakan apakah nomor Telegram yang digunakan terdaftar sebagai penerima bansos.
ADVERTISEMENT
“Kabar Gembira! Rp600.000 untuk Anda yang Terdaftar dalam Program BSU 2025! Kementerian Ketenagakerjaan RI kembali menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600.000 sebagai bentuk dukungan nyata kepada para pekerja di seluruh Indonesia” Begitu tulis takarir penyerta unggahan dari akun bernama "Layanan informasi Subsidi Upah Bsu" (arsip) pada 5 Juli 2025.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Unggahan tersebut juga mengklaim bahwa tautan yang disertakan adalah situs yang resmi, aman, dan langsung terhubung dengan Kemnaker.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Unggahan tersebut juga memuat sebuah gambar serupa poster, dengan ilustrasi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Di dalam poster tersebut terdapat keterangan mengenai program BSU dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) senilai Rp600.000. Ajakan poster itu yakni agar masyarakat pekerja mengecek status BSU mereka di tautan yang disertakan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta status penerima BSU Kemnaker. foto/hotline periksa fakta tirto
Baru sekitar tiga hari beredar di jagat maya, unggahan itu sudah mengumpulkan 440 tanda suka, 33 komentar, dan telah 5 kali dibagikan ulang. Menariknya, di kolom komentar banyak yang mengklaim telah mendapatkan pencairan BSU. Namun kebanyakan komentar justru menyatakan bahwa mereka belum mendapatkan BSU meskipun sudah mengakses tautan.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya satu, kami menemukan setidaknya dua unggahan serupa lainnya dari akun tersebut seperti pada unggahan ini dan ini.
Ada juga unggahan lain dari akun "widia lestari" (arsip), yang isinya juga cenderung sama soal informasi BSU. Hanya saja desain posternya berbeda dan narasinya diarahkan untuk penerima BSU karyawan dan guru honorer 2025. Unggahan ini juga langsung mengarahkan ke tautan untuk mengisi data diri spesifik, dengan nomor Telegram aktif, di akhir unggahan.
Lalu, bagaimana faktanya? Apakah benar tautan yang beredar dan diklaim untuk mengecek status peserta program BSU Kemnaker untuk pekerja/buruh tersebut adalah tautan resmi?
(GFD-2025-27792) Hoaks Tautan Pengecekan Status Penerima BSU Kemnaker
Sumber:Tanggal publish: 08/07/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tirto mencoba mengakses tautan situs yang disertakan di bagian akhir unggahan di Facebook tersebut. Kami diarahkan ke laman situs pengisian formulir yang memintakan data pribadi berupa nama lengkap dan nomor Telegram.
Di bagian atas situs berbentuk formulir tersebut juga terlihat logo dengan tulisan ‘Kemnaker’. Dalam format pengisian data diri juga disertakan foto Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan narasi soal BSU dari pemerintah sebesar Rp600.000.
Baca juga:Ketahui Ciri-Ciri Link Phishing dan Bagaimana Cara Mengeceknya?
Kami kemudian mencoba untuk memeriksa keabsahan situs formulir tersebut. Tirto melakukan pemindaian link formulir itu menggunakan situs URLScan. Hasilnya, tidak ada satupun hal terkait yang mengarah atau berhubungan dengan situs resmi milik Kementerian Ketenagakerjaan.
Modus seperti pengecekan BSU untuk pekerja/buruh ini juga terindikasi mencuri data pribadi lewat skema phishing. Sebab, tautan yang digunakan tidak mengarah langsung ke situs resmi Kementerian Ketenagakerjaan.
Baca juga:2,45 Juta Orang Sudah Terima Bantuan Subsidi Upah Rp600 Ribu
Situs pengecekan peserta BSU itu juga tidak berakhiran ‘go.id’ selaiknya situs resmi yang dikelola pemerintah. Terlebih, hasil penelusuran Tirto menemukan bahwa Kemnaker sendiri sudah membuat laman resmi untuk pemeriksaan penerima BSU dengan alamat berikut ini: https://bsu.kemnaker.go.id.
Sebagai informasi, pemerintah lewat Kementerian Ketenagakerjaan memang mengadakan program BSU pada tahun ini untuk pekerja/buruh. Baru-baru ini sebagaimana dilansir Antara, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan BSU sudah disalurkan kepada 8,3 juta penerima manfaat. Menaker mengatakan penyaluran BSU senilai Rp600.000 itu punya dua mekanisme penyaluran, yaitu melalui bank BUMN/Himbara dan PT Pos Indonesia.
Ia mengungkapkan, penyaluran via PT Pos masih memerlukan waktu sekitar satu minggu ke para penerima.
“Yang belum itu sebagian besar (disalurkan) dari (mekanisme) PT Pos, dan ini memang membutuhkan waktu. Lalu sebagian kecil itu kita salurkan melalui bank (Himbara) karena masih ada hasil verifikasi dan validasi data yang sepertinya kami harus cek ulang-ulang,” ujar Yassierli.
Namun, penelusuran Tirto dalam laman resmi milik Kemnaker, pengecekan status BSU tidak meminta nomor yang terhubung dengan aplikasi Telegram. Masyarakat hanya tinggal memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) untuk mengecek status penerima BSU.
Data calon penerima Bantuan Subsidi Gaji/Upah berasal dari BPJS Ketenagakerjaan. Lebih lanjut mengenai informasi kriteria, mekanisme serta tata cara BSU 2025 dapat dilihat pada Permenaker Nomor 5 Tahun 2025.
Akun Facebook yang mengunggah informasi link pengecekan status penerima BSU itu juga ternyata tidak berkaitan dengan akun resmi Kementerian Ketenagakerjaan. Lebih aneh lagi, akun tersebut baru dibuat pada 5 Juli 2025 lalu. Tambah mencurigakan karena akun itu juga menyebarkan iklan (ads) untuk mempromosikan unggahan terkait tautan yang mereka klaim sebagai tautan untuk mengecek status peserta BSU.
Belakangan, modus penipuan yang mengatasnamakan program BSU serta bantuan sosial dari pemerintah memang banyak beredar di media sosial. Tirto sudah sering kali melakukan penelusuran kebenaran terhadap beberapa unggahan tersebut. Kebanyakan diduga terkait dengan modus phishing yang mencoba mengakses data pribadi sensitif calon korban.
Di bagian atas situs berbentuk formulir tersebut juga terlihat logo dengan tulisan ‘Kemnaker’. Dalam format pengisian data diri juga disertakan foto Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan narasi soal BSU dari pemerintah sebesar Rp600.000.
Baca juga:Ketahui Ciri-Ciri Link Phishing dan Bagaimana Cara Mengeceknya?
Kami kemudian mencoba untuk memeriksa keabsahan situs formulir tersebut. Tirto melakukan pemindaian link formulir itu menggunakan situs URLScan. Hasilnya, tidak ada satupun hal terkait yang mengarah atau berhubungan dengan situs resmi milik Kementerian Ketenagakerjaan.
Modus seperti pengecekan BSU untuk pekerja/buruh ini juga terindikasi mencuri data pribadi lewat skema phishing. Sebab, tautan yang digunakan tidak mengarah langsung ke situs resmi Kementerian Ketenagakerjaan.
Baca juga:2,45 Juta Orang Sudah Terima Bantuan Subsidi Upah Rp600 Ribu
Situs pengecekan peserta BSU itu juga tidak berakhiran ‘go.id’ selaiknya situs resmi yang dikelola pemerintah. Terlebih, hasil penelusuran Tirto menemukan bahwa Kemnaker sendiri sudah membuat laman resmi untuk pemeriksaan penerima BSU dengan alamat berikut ini: https://bsu.kemnaker.go.id.
Sebagai informasi, pemerintah lewat Kementerian Ketenagakerjaan memang mengadakan program BSU pada tahun ini untuk pekerja/buruh. Baru-baru ini sebagaimana dilansir Antara, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan BSU sudah disalurkan kepada 8,3 juta penerima manfaat. Menaker mengatakan penyaluran BSU senilai Rp600.000 itu punya dua mekanisme penyaluran, yaitu melalui bank BUMN/Himbara dan PT Pos Indonesia.
Ia mengungkapkan, penyaluran via PT Pos masih memerlukan waktu sekitar satu minggu ke para penerima.
“Yang belum itu sebagian besar (disalurkan) dari (mekanisme) PT Pos, dan ini memang membutuhkan waktu. Lalu sebagian kecil itu kita salurkan melalui bank (Himbara) karena masih ada hasil verifikasi dan validasi data yang sepertinya kami harus cek ulang-ulang,” ujar Yassierli.
Namun, penelusuran Tirto dalam laman resmi milik Kemnaker, pengecekan status BSU tidak meminta nomor yang terhubung dengan aplikasi Telegram. Masyarakat hanya tinggal memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) untuk mengecek status penerima BSU.
Data calon penerima Bantuan Subsidi Gaji/Upah berasal dari BPJS Ketenagakerjaan. Lebih lanjut mengenai informasi kriteria, mekanisme serta tata cara BSU 2025 dapat dilihat pada Permenaker Nomor 5 Tahun 2025.
Akun Facebook yang mengunggah informasi link pengecekan status penerima BSU itu juga ternyata tidak berkaitan dengan akun resmi Kementerian Ketenagakerjaan. Lebih aneh lagi, akun tersebut baru dibuat pada 5 Juli 2025 lalu. Tambah mencurigakan karena akun itu juga menyebarkan iklan (ads) untuk mempromosikan unggahan terkait tautan yang mereka klaim sebagai tautan untuk mengecek status peserta BSU.
Belakangan, modus penipuan yang mengatasnamakan program BSU serta bantuan sosial dari pemerintah memang banyak beredar di media sosial. Tirto sudah sering kali melakukan penelusuran kebenaran terhadap beberapa unggahan tersebut. Kebanyakan diduga terkait dengan modus phishing yang mencoba mengakses data pribadi sensitif calon korban.
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan sejumlah informasi terkait tautan pengecekan peserta BSU yang tersebar di media sosial bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Tautan yang ada di unggahan media sosial itu mengarahkan ke situs lain, yang tidak terkait dengan situs resmi milik Kementerian Ketenagakerjaan. Modus seperti itu biasanya adalah modus pengumpulan data pribadi alias phishing.
Dalam situs resmi Kemnaker, kementerian tersebut tidak pernah meminta nomor Telegram untuk keperluan pengecekan/pendaftaran status kepesertaan BSU.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Tautan yang ada di unggahan media sosial itu mengarahkan ke situs lain, yang tidak terkait dengan situs resmi milik Kementerian Ketenagakerjaan. Modus seperti itu biasanya adalah modus pengumpulan data pribadi alias phishing.
Dalam situs resmi Kemnaker, kementerian tersebut tidak pernah meminta nomor Telegram untuk keperluan pengecekan/pendaftaran status kepesertaan BSU.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=122112972398925097&id=61577752936318&_rdc=1&_rdr
- https://archive.ph/wa2na
- https://www.facebook.com/61577752936318/posts/pfbid02W2dQz5qpAid3YmNRBZbjKB9BdeDiNRG4kAMrwxBdbpkejRXvJdP63fB8HzzfjLQNl/?app=fbl
- https://www.facebook.com/61577752936318/posts/pfbid02f8DsKAy386CrP1HEgUJgE2jaXtVwhRZtcV7bPnSKMWm6ywTMQrfx2RrwzA4qN7HTl/?app=fbl
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid027W2GaRtMFZSQntpBAXorMLD4Z4ASpUzGFYqSYhXx7yW57bHLPde8wASCMsbupuowl&id=61574685723415&_rdc=2&_rdr#
- https://archive.ph/zi1pf
- https://tirto.id/ciri-ciri-link-phishing-dan-bagaimana-cara-mengeceknya-g9Q7
- https://urlscan.io/result/0197e7ab-93ea-74be-b6ea-a5c3e7610a67/related/
- https://tirto.id/245-juta-orang-sudah-terima-bantuan-subsidi-upah-rp600-ribu-hdoH
- https://m.antaranews.com/berita/4949885/menaker-sebut-bsu-sudah-disalurkan-ke-83-juta-orang
(GFD-2025-27791) [HOAKS] Pesawat Donald Trump Terbakar dan Jatuh di Israel
Sumber:Tanggal publish: 08/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video diklaim menampilkan pesawat yang ditumpangi Presiden Amerika Serikat Donald Trump terbakar dan jatuh di wilayah Israel
Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video tersebut tidak benar atau hoaks.
Video yang diklaim menampilkan pesawat yang ditumpangi Donald Trump terbakar dan jatuh di wilayah Isarel salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video sebuah pesawat yang terbakar kemudian jatuh di jalan raya. Narasi dalam video yakni sebagai berikut:
pesawat yang ditumpangi oleh Donald Trump terbakar dan terjatuh di israel
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim pesawat yang ditumpang Donald Trump terbakat dan jatuh di wilayah Israel
Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video tersebut tidak benar atau hoaks.
Video yang diklaim menampilkan pesawat yang ditumpangi Donald Trump terbakar dan jatuh di wilayah Isarel salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video sebuah pesawat yang terbakar kemudian jatuh di jalan raya. Narasi dalam video yakni sebagai berikut:
pesawat yang ditumpangi oleh Donald Trump terbakar dan terjatuh di israel
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim pesawat yang ditumpang Donald Trump terbakat dan jatuh di wilayah Israel
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mencari sumber video tersebut menggunakan teknik reverse image search. Hasilya, video identik dengan unggahan akun TikTok @planecrashview.
Dalam video aslinya tidak ada keterangan bahwa pesawat yang terbakar itu ditumpangi oleh Donald Trump.
Keterangan dalam video yakni sebagai berikut:
Airplane crashed into a electric poll on highway (Pesawat menabrak tiang listrik di jalan raya).
Adapun video kecelakaan pesawat tersebut bukan peristiwa nyata. Akun TikTok tersebut menjelaskan bahwa konten-konten mereka berisi video sinematik kecelakaan pesawat.
Hampir semua konten yang dibuat menampilkan soal pesawat yang terbakar ketika mengudara.
Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid pesawat yang ditumpangi Donald Trump terbakar dan jatuh di wilayah Israel. Sehingga, dapat dipastikan informasi tersebut adalah hoaks.
Dalam video aslinya tidak ada keterangan bahwa pesawat yang terbakar itu ditumpangi oleh Donald Trump.
Keterangan dalam video yakni sebagai berikut:
Airplane crashed into a electric poll on highway (Pesawat menabrak tiang listrik di jalan raya).
Adapun video kecelakaan pesawat tersebut bukan peristiwa nyata. Akun TikTok tersebut menjelaskan bahwa konten-konten mereka berisi video sinematik kecelakaan pesawat.
Hampir semua konten yang dibuat menampilkan soal pesawat yang terbakar ketika mengudara.
Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid pesawat yang ditumpangi Donald Trump terbakar dan jatuh di wilayah Israel. Sehingga, dapat dipastikan informasi tersebut adalah hoaks.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan pesawat yang ditumpangi Donald Trump terbakar dan jatuh di wilayah Isarel merupakan informasi tidak benar atau hoaks.
Adapun video aslinya dibuat oleh sebuah akun TikTok yang kerap mengunggah video rekayasa kecelakaan pesawat. Video tersebut bukan peristiwa nyata.
Adapun video aslinya dibuat oleh sebuah akun TikTok yang kerap mengunggah video rekayasa kecelakaan pesawat. Video tersebut bukan peristiwa nyata.
Rujukan
(GFD-2025-27790) [KLARIFIKASI] Petinggi Israel Adu Mulut Terjadi Sebelum Perang Juni 2025
Sumber:Tanggal publish: 08/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video menampilkan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, yang saat itu menjabat sebagai anggota parlemen di Knesset, adu mulut dengan mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri Omer Barlev.
Pengguna media sosial menyebutkan, mereka sedang ribut masalah serangan balasan Iran. Sebelumnya, Israel meluncurkan serangan udara pada 13 Juni 2025.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu disebarkan dengan konteks keliru.
Belakangan, kedua negara telah sepakat gencatan senjata.
Video petinggi Israel adu mulut mengenai serangan balasan Iran disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Tampak dua politisi tersebut adu argumen dan berteriak dalam bahasa Ibrani, di tengah kerumunan orang yang menyoroti mereka.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 18 Juni 2025:
Karena Serangan Balasan Iran, Ben-Gvir Berantem dengan Amir Bar-Lev.
Menteri Keamanan Internal rezim Zionis Israel Itamar Ben-Gvir adu mulut dengan Amir Bar-Lev tentang serangan balasan Iran.
"Mengapa Anda memprovokasi Iran?" tanya Bar-Lev dengan nada keras."Kita tidak menyadari kekuatan dan kemampuan rudal Iran," jawab Ben-Gvir.
akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, 18 Juni 2025, menampilkan video petinggi Israel adu mulut mengenai serangan balasan Iran.
Pengguna media sosial menyebutkan, mereka sedang ribut masalah serangan balasan Iran. Sebelumnya, Israel meluncurkan serangan udara pada 13 Juni 2025.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu disebarkan dengan konteks keliru.
Belakangan, kedua negara telah sepakat gencatan senjata.
Video petinggi Israel adu mulut mengenai serangan balasan Iran disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Tampak dua politisi tersebut adu argumen dan berteriak dalam bahasa Ibrani, di tengah kerumunan orang yang menyoroti mereka.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 18 Juni 2025:
Karena Serangan Balasan Iran, Ben-Gvir Berantem dengan Amir Bar-Lev.
Menteri Keamanan Internal rezim Zionis Israel Itamar Ben-Gvir adu mulut dengan Amir Bar-Lev tentang serangan balasan Iran.
"Mengapa Anda memprovokasi Iran?" tanya Bar-Lev dengan nada keras."Kita tidak menyadari kekuatan dan kemampuan rudal Iran," jawab Ben-Gvir.
akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, 18 Juni 2025, menampilkan video petinggi Israel adu mulut mengenai serangan balasan Iran.
Hasil Cek Fakta
Video dua politisi Israel beradu argumen di tengah kerumunan, terjadi sebelum perang Israel dan Iran 13 Juni 2025.
Itamar Ben-Gvir dan Omer Barlev berselisih mengenai serangan teroris di Israel yang menewaskan dua petugas Polisi Perbatasan.
Mereka bertengkar di lokasi serangan teroris di Hadera.
Klip dari momen yang sama diunggah akun Facebook Israel Hayom pada 28 Maret 2022.
Sebagaimana dilansir Times of Israel, dua petugas yang tewas yakni Yazan Falah dan Shirel Aboukrat.
Keduanya terbunuh akibat serangan dua orang pendukung kelompok teroris ISIS, yang merupakan warga negara Israel.
Lantas, unit khusus melakukan penyamaran dan menembak mati dua pelaku saat sedang makan di sebuah restoran.
Itu bukan kali pertama Ben Gvir dan Barlev berselisih.
Ben Gvir dari Partai Religious Zionism, yang merupakan sayap kanan. Sementara, Barlev dari Partai Buruh yang beraliran kiri-tengah.
Itamar Ben-Gvir dan Omer Barlev berselisih mengenai serangan teroris di Israel yang menewaskan dua petugas Polisi Perbatasan.
Mereka bertengkar di lokasi serangan teroris di Hadera.
Klip dari momen yang sama diunggah akun Facebook Israel Hayom pada 28 Maret 2022.
Sebagaimana dilansir Times of Israel, dua petugas yang tewas yakni Yazan Falah dan Shirel Aboukrat.
Keduanya terbunuh akibat serangan dua orang pendukung kelompok teroris ISIS, yang merupakan warga negara Israel.
Lantas, unit khusus melakukan penyamaran dan menembak mati dua pelaku saat sedang makan di sebuah restoran.
Itu bukan kali pertama Ben Gvir dan Barlev berselisih.
Ben Gvir dari Partai Religious Zionism, yang merupakan sayap kanan. Sementara, Barlev dari Partai Buruh yang beraliran kiri-tengah.
Kesimpulan
Video petinggi Israel Ben Gvir dan Barlev adu mulut terjadi pada Maret 2022.
Mereka berselisih mengenai serangan teroris di Hadera, Israel yang menewaskan dua petugas Polisi Perbatasan.
Pertengkaran mereka tidak terkait dengan perang Israel dan Iran yang terjadi pada Juni 2025.
Mereka berselisih mengenai serangan teroris di Hadera, Israel yang menewaskan dua petugas Polisi Perbatasan.
Pertengkaran mereka tidak terkait dengan perang Israel dan Iran yang terjadi pada Juni 2025.
Rujukan
- https://www.facebook.com/max.sahuleka/videos/2409110689471596
- https://www.facebook.com/W039R/videos/703086202475495
- https://www.facebook.com/irnha.wati.7587/videos/1823156338252043
- https://www.facebook.com/bunga.teratai.397584/videos/760426879982414?idorvanity=1100000077413063
- https://www.facebook.com/reel/1464783788208564
- https://www.facebook.com/reel/3090149937811717
- https://www.facebook.com/IsraelHayom/videos/671503830795882
- https://www.timesofisrael.com/far-right-mk-clashes-with-police-minister-at-scene-of-hadera-shooting/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27789) [HOAKS] Obama Menolak AS Ikut Campur Perang Israel-Iran
Sumber:Tanggal publish: 07/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial, beredar sebuah video menampilkan pidato Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS) Barack Obama.
Obama disebut menolak AS ikut campur dengan perang antara Israel dan Iran, setelah serangkaian serangan udara pecah antara kedua negara bermula pada 13 Juni 2025.
AS, melalui perintah Donald Trump, terlibat dalam konflik dengan menjatuhkan bom di tiga fasilitas nuklir Iran pada 21 Juni 2025.
Belakangan, kedua negara sepakat untuk gencatan senjata.
Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, pidato Obama disebarkan dengan konteks keliru.
Video Barack Obama menolak AS ikut campur perang Israel-Iran disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut teks yang tertera dalam video:
breaking newsmantan presiden Amerika Barack Obama menolak kebijakan trump
Barack Obama menolak Amerika ikut campur per4ng dengan iran
Obama disebut menolak AS ikut campur dengan perang antara Israel dan Iran, setelah serangkaian serangan udara pecah antara kedua negara bermula pada 13 Juni 2025.
AS, melalui perintah Donald Trump, terlibat dalam konflik dengan menjatuhkan bom di tiga fasilitas nuklir Iran pada 21 Juni 2025.
Belakangan, kedua negara sepakat untuk gencatan senjata.
Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, pidato Obama disebarkan dengan konteks keliru.
Video Barack Obama menolak AS ikut campur perang Israel-Iran disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut teks yang tertera dalam video:
breaking newsmantan presiden Amerika Barack Obama menolak kebijakan trump
Barack Obama menolak Amerika ikut campur per4ng dengan iran
Hasil Cek Fakta
Dalam video yang beredar, Obama bicara menyinggung Trump sebagai miliarder berusia 78 tahun yang merengek tentang masalahnya.
Video Obama tersebut merupakan cuplikan dari pidatonya di Konvensi Nasional Partai Demokrat, pada 20 Agustus 2024.
Pidato dapat dilihat di kanal YouTube NBC News ini. Bagian Obama menyinggung Trump terdapat pada detik ke-18.
Sementara, pidato versi lengkapnya dapat dilihat di kanal YouTube PBS NewsHour ini.
Tidak ada ucapan Obama mengenai serangan AS ke Iran, yang tengah berkonflik dengan Israel.
Selain itu, pidato itu disampaikan jauh sebelum serangan udara yang terjadi pada 13 Juni 2025.
Obama menyinggung Trump mengenai disinformasi dan teori konspirasi yang kerap ia sebarkan.
Secara umum, Obama menyampaikan dukungan kepada Kamala Harris, sebagai calon presiden yang diusung Partai Demokrat dalam Pilpres AS 2024.
Sebagaimana dilansir Time, Obama memperingatkan, jika Trump terpilih kembali menjadi presiden, keberlangsungan demokrasi masyarakat AS terancam.
Video Obama tersebut merupakan cuplikan dari pidatonya di Konvensi Nasional Partai Demokrat, pada 20 Agustus 2024.
Pidato dapat dilihat di kanal YouTube NBC News ini. Bagian Obama menyinggung Trump terdapat pada detik ke-18.
Sementara, pidato versi lengkapnya dapat dilihat di kanal YouTube PBS NewsHour ini.
Tidak ada ucapan Obama mengenai serangan AS ke Iran, yang tengah berkonflik dengan Israel.
Selain itu, pidato itu disampaikan jauh sebelum serangan udara yang terjadi pada 13 Juni 2025.
Obama menyinggung Trump mengenai disinformasi dan teori konspirasi yang kerap ia sebarkan.
Secara umum, Obama menyampaikan dukungan kepada Kamala Harris, sebagai calon presiden yang diusung Partai Demokrat dalam Pilpres AS 2024.
Sebagaimana dilansir Time, Obama memperingatkan, jika Trump terpilih kembali menjadi presiden, keberlangsungan demokrasi masyarakat AS terancam.
Kesimpulan
Pidato Barack Obama pada Agustus 2024 disebarkan dengan konteks keliru.
Obama menyampaikan dukungan terhadap Kamala Harris pada Pilpres AS 2024 dan menyinggung Donald Trump.
Pidatonya tidak terkait dengan perang antara Israel dan Iran yang belakangan terjadi.
Obama menyampaikan dukungan terhadap Kamala Harris pada Pilpres AS 2024 dan menyinggung Donald Trump.
Pidatonya tidak terkait dengan perang antara Israel dan Iran yang belakangan terjadi.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1388605995693885
- https://www.facebook.com/reel/1253858539743661
- https://www.facebook.com/reel/1833885300814052
- https://www.facebook.com/reel/1376013017014600
- https://www.youtube.com/watch?v=BYNEIffAfac
- https://www.youtube.com/watch?v=lwLmOI6r_XY
- https://time.com/7013274/barack-obama-dnc-speech-2024/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 233/6540