• (GFD-2026-33023) Salah, Anies Minta Trump & Netanyahu Hentikan Serangan ke Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial Facebook unggahan yang mengklaim Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022, Anies Rasyid Baswedan, meminta kepada Presiden Amerika Serikat Donald John Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menghentikan serangan terhadap Iran.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Purbaya Yudhi Sadewaa” (arsip) pada Senin (09/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Anies Baswedan yang dilingkari sedang menunjuk ke arah Donald Trump dan Benjamin Netanyahu. Ketiga tokoh tersebut berada dalam satu bingkai, meskipun kemungkinan besar foto aslinya tidak diambil pada waktu atau lokasi yang sama dengan ketiga orang tersebut secara bersamaan.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Berita terkini. Abah Anis minta AS Israel hentikan serangan ke Iran, kalau tidak, Indonesia akan serang AS ISrael 7 x 24 jam.” Begitu narasi tertulis pada gambar.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menambahkan keterangan dalam unggahan tersebut: “Gk kaleng-kaleng abah anis langsung minta Trump dan Netanyahu hentikan serang4n ke Iran.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (12/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 3 likes, 14 komentar, dan 100 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi ketidakpercayaan masyarakat, dan yang lainnya meninggalkan komentar untuk mengkritik Abah Anies.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Trump Persilakan Timnas Iran Berkompetisi di Piala Dunia 2026

    Periksa Fakta Anies minta Trump dan Netanyahu hentikan serangan ke Iran. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Akun tersebut memiliki 116 ribu pengikut dan sering membagikan informasi terkait Trump, Prabowo, Purbaya, dan banyak tokoh lainnya. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menegaskan bahwa akun resmi Menteri Keuangan Purbaya hanya ada di Instagram dan TikTok dengan nama @menkeuri, bukan di Facebook.

    Dari situ diketahui bahwa informasi yang disebarkan tidak resmi dan bukan berasal dari sumber kredibel. Akun-akun Facebook yang mengatasnamakan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI di Facebook adalah bukan akun resmi.

    Lebih lanjut, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Anies Baswedan meminta Trump dan Netanyahu secara langsung untuk menghentikan serangan ke Iran dan menyatakan siap menyerang AS-Israel 7 x 24 jam.

    Dalam akun X pribadi @Anies Rasyid Baswedan, Anies memang menyampaikan penilaiannya terkait serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Menurut Anies, hal itu dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk keluar dari keanggotaannya di Board of Peace (BoP).

    “Kita bisa gunakan momentum serangan ke Iran ini untuk keluar dari Board of Peace,” begitu keterangan Anies melalui unggahan di akun X pribadinya, pada Kamis (5/3/2026).

    Dalam unggahan videonya, Anies menyoroti keanggotaan Indonesia dalam forum BoP dengan mempertanyakan keikutsertaannya, apakah benar-benar mendorong perdamaian dunia atau justru memberikan legitimasi pada ketidakadilan yang selama ini dikecam. Anies menegaskan bahwa Indonesia seharusnya tidak bergabung dalam forum yang dibentuk oleh pihak-pihak yang justru mengabaikan hukum internasional.

    “Bagaimana mungkin perdamaian itu bisa tetap berjalan, seolah tak terjadi apa-apa, ketika pelopornya sendiri melanggar hukum internasional di depan mata dunia?” Begitu tanya Anies dalam unggahannya.

    Dalam YouTube Tirto, Anies memang menyampaikan pendapatnya terkait serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, namun Anies tidak secara langsung meminta Trump dan Netanyahu menghentikan serangan. Justru Anies menyampaikan bahwa momentum tersebut seharusnya membuat Indonesia menarik diri dari keanggotaan Board of Peace karena pihak-pihak dalam BoP justru mengabaikan hukum internasional.

    Lebih lanjut, Anies menyampaikan bahwa dalam politik luar negeri yang bebas aktif, Indonesia seharusnya memprioritaskan kebijakan yang selaras dengan prinsip-prinsipnya, yaitu membela kedaulatan, menegakkan hukum internasional, dan membela korban penjajahan.

    Anies menyarankan pemerintah Indonesia untuk segera keluar dari dewan perdamaian Board of Peace (BoP) yang dipimpin oleh Trump. Menurutnya, tidak logis bagi Indonesia untuk tetap berada dalam forum perdamaian yang dipimpin oleh pihak yang justru memerintahkan serangan militer.

    Anies tidak pernah menyatakan secara langsung kepada Trump dan Netanyahu agar menghentikan serangan kepada Iran, dan dalam video yang diunggah Anies tidak pernah mengatakan Indonesia akan menyerang AS-Israel jika permintaannya tidak dilakukan.

    Dalam rilis Instagram Kompas, Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan mencampuri urusan dalam negeri negara mana pun. Hal tersebut Prabowo sampaikan saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an di Istana, Selasa (10/3/2026) malam.

    "Kita tidak mau campur tangan dalam urusan dalam negeri negara mana pun. Kita hormati semua kekuatan di dunia, yang besar maupun yang kecil. Ini adalah jalan yang telah ditunjuk oleh pendiri-pendiri bangsa kita. Ini juga ditunjuk oleh hampir semua guru-guru agama dari semua agama bahwa kita akan berusaha sangat keras untuk menjaga perdamaian," begitu keterangan yang disampaikan Prabowo.

    Melansir laman BBC Indonesia, dituliskan bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan Indonesia menerapkan langkah siaga 1 saat terjadi konflik AS-Israel dan Iran. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari mekanisme standar untuk memastikan kesiapan personel serta peralatan tempur. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan bahwa TNI bertugas melindungi negara dan masyarakat dari ancaman asing.

    Adapun surat telegram dari Panglima TNI dengan nomor TR/283/2026 yang sempat beredar dan tersebar luas di tengah masyarakat berisi tujuh poin, yaitu permintaan untuk menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista), meningkatkan patroli di berbagai objek vital strategis serta kawasan kedutaan besar di wilayah DKI Jakarta, hingga deteksi dini atas potensi gangguan keamanan.

    Sampai artikel ini ditulis, tidak ada informasi resmi dari pemerintah maupun dari media kredibel yang menyatakan Indonesia akan menyerang AS-Israel apabila tidak menghentikan serangan terhadap Iran, seperti klaim yang beredar, yang mencatut nama Anies Baswedan.

    Baca juga:Berita Perang Iran vs AS Hari ke-12: Ada Serangan hingga Suaka

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim Anies Baswedan meminta Trump dan Netanyahu untuk menghentikan serangan ke Iran dan akan menyerang AS-Israel 7 x 24 jam jika tidak melakukan permintaannya adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Anies memang menyampaikan pendapatnya terkait serangan AS-Israel terhadap Iran dalam akun X milik pribadinya. Di situ, Anies hanya mengecam serangan tersebut dan menyarankan pemerintah Indonesia untuk segera keluar dari dewan perdamaian Board of Peace (BoP) yang dipimpin oleh Trump.

    Adapun status siaga 1 yang dilakukan TNI bukan sesuatu yang luar biasa, melainkan bagian dari mekanisme standar untuk memastikan kesiapan personel serta peralatan tempur. Prabowo menegaskan Indonesia tidak akan mencampuri urusan dalam negeri negara mana pun.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33036) Hoaks Tautan Pendaftaran THR ASN 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim tautan pendaftaran THR ASN 2026 dari pemerintah bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) 2026 yang dibayarkan dengan total anggaran sekitar Rp 55 triliun.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan itu disebarkan oleh akun Facebook bernama “Program Bantuan Ramadhan 1447 H” (arsip) pada Kamis (05/03/2026). Dalam unggahan disertakan tautan yang diklaim untuk mendaftar secara online pada program tersebut yaitu https://daftarsekrgjuga.linitii.com/. Dalam unggahan juga disebutkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pencairan direncanakan awal Ramadhan 2026 atau sekitar 7 sampai 10 hari sebelum Idul Fitri.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Pemerintah memastikan THR ASN 2026 tetap dibayarkan dengan total anggaran sekitar Rp 55 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pencairan direncanakan awal Ramadhan 2026 atau sekitar 7-10 hari sebelum Idul Fitri. Pendaftaran dilaksanakan secara online melalui LINK dibawah.” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (11/03/2026), unggahan tersebut belum mendapatkan reaksi dari masyarakat namun tautan tersebut masih dapat diakses.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @abhypolpoke (arsip) dan akun TikTok “bamz313” (arsip), semua unggahan tersebut menyebarkan informasi terkait THR ASN 2026 dengan gambar yang sama.

    Lantas, benarkah pemerintah membuka pendaftaran THR ASN 2026 melalui tautan tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Pencairan THR ASN Baru Rp11 T, Beberapa Instansi Belum Ajukan

    Periksa Fakta Pendaftaran THR ASN. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim “Program Bantuan Ramadhan 1447 H”. Di situ ditemukan informasi bahwa akun tersebut baru mengganti foto profil pada 2 Maret 2026, akun tersebut juga tidak memiliki pengikut, menuliskan keterangan “Fasilitas Pensiun dan Bantuan Hidup”, dan mencantumkan tautan https://daftarsekrgjuga.linitii.com/ pada bio akun.

    Dari situ dapat diketahui bahwa informasi yang disebarkan adalah tidak resmi dan bukan berasal dari sumber kredibel. Adapun informasi terkait THR ASN berasal dari pemerintah, seperti Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), atau Taspen (untuk pensiunan), bukan dari akun media sosial yang tidak resmi.

    Kemudian, Tirto mencoba membuka tautan tersebut. Dalam situs tersebut pengunjung diarahkan untuk mengisi nama lengkap dan nomor Telegram aktif pada situs yang bertuliskan ‘Form Pendaftaran’. Namun, tidak ada keterangan jelas pada situs tersebut.

    Setelah mengisi data tersebut, pengunjung diarahkan untuk mengisi kode verifikasi yang dikirim melalui Telegram. Biasanya, modus ini digunakan untuk memancing korban berkomunikasi langsung dengan pelaku penipuan. Data pribadi yang didapat dari pengguna biasanya dieksploitasi untuk modus phishing.

    Tirto lantas mengecek kredibilitas tautan yang diklaim untuk mendaftar THR ASN 2026 pada akun Facebook tersebut. Hasil analisis situs UrlScan menunjukan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik pemerintah. Tautan tersebut milik CLOUDFLARENET, berlokasi di Ascension Island, dengan domain daftarsekrgjuga.linitii.com, dibuat pada 24 Februari 2026 dan berlaku selama 3 bulan.

    Tirto dalam artikel “Berikut Rincian THR ASN Tahun 2026, Tertinggi Capai Rp 31 Juta” menulis bahwa pencairan THR ASN diatur dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas kepada Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan Tahun 2026. Adapun dana THR ASN mulai dicairkan secara bertahap sejak 26 Februari 2026 dan puncak pencairan diproyeksikan pada 9-13 Maret 2026 atau paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026.

    Lebih lanjut dilansir dari YouTube Perekonomian RI, pada Selasa (03/03/2026) diadakan Konferensi Pers Terkait Kebijakan THR, BHR, dan Stimulus Ekonomi Idul Fitri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta. Pemerintah memang menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pencairan THR Lebaran 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), TNI/Polri, serta pensiunan PNS.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anggaran THR bagi ASN sebesar Rp55 triliun. Tahun ini naik 10 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp49 triliun dan akan diberikan kepada pegawai yang memenuhi syarat kerja.

    “Pencairan THR dimulai secara bertahap sejak 26 Februari yang lalu minggu pertama dan THR tersebut diberikan kepada PNS, CPNS, PPPK, Pejabat Negara, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Pensiunan PNS, Pensiunan Prajurit TNI POLRI hingga Pensiunan Pejabat Negara.” begitu keterangan Airlangga Hartarto dalam konferensi pers.

    Sebagai informasi, THR (Tunjangan Hari Raya) tidak perlu didaftarkan oleh karyawan karena merupakan hak otomatis bagi pekerja yang memenuhi syarat, THR wajib dibayarkan oleh perusahaan paling lambat H-7 sebelum hari raya keagamaan.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong penyaluran THR dilakukan lebih awal H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri melalui instansi atau perusahan masing-masing.

    Melansir laman Kementerian Sekretariat Negara, THR ini disalurkan kepada 2,4 juta ASN pusat/TNI/Polri, 4,3 juta ASN daerah, serta 3,8 juta pensiunan yang pencariannya dilakukan secara bertahap sejak 26 Februari 2026 atau minggu pertama Ramadhan.

    “Komponen yang dibayarkan 100 persen penuh, meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan/kinerja sesuai regulasi yang berlaku. Pemberian THR merupakan hal yang berbeda dengan pemberian gaji ke-13, gaji ke-13 biasanya diberikan di bulan Juni,” begitu keterangan Airlangga.

    Prosedur pencairan THR ASN 2026 dilakukan secara langsung ke rekening penerima (transfer) melalui mekanisme Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS) yang diajukan satuan kerja ke KPPN. Proses ini meliputi perhitungan berbasis aplikasi gaji, penerbitan SP2D, dan pencairan ditargetkan selesai sebelum H-7 Lebaran.

    Dengan demikian tautan yang mengklaim untuk pendaftaran THR ASN 2026 adalah tidak benar dan bukan resmi dari pemerintah.

    Baca juga:Berikut Rincian THR ASN Tahun 2026, Tertinggi Capai Rp31 Juta

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim adanya tautan untuk mendaftar THR ASN 2026 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tautan yang disertakan bukan berasal dari kanal resmi pemerintah dan berujung pada permintaan data pribadi dengan menggunakan nomor Telegram. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).

    Pencairan THR ASN 2026 dilakukan secara langsung ke rekening penerima (transfer) melalui mekanisme Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS) atau melalui instansi dan perusahaan terkait tanpa harus mendaftar melalui tautan.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33055) Hoaks Tautan Pendaftaran THR ASN 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim tautan pendaftaran THR ASN 2026 dari pemerintah bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) 2026 yang dibayarkan dengan total anggaran sekitar Rp 55 triliun.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan itu disebarkan oleh akun Facebook bernama “Program Bantuan Ramadhan 1447 H” (arsip) pada Kamis (05/03/2026). Dalam unggahan disertakan tautan yang diklaim untuk mendaftar secara online pada program tersebut yaitu https://daftarsekrgjuga.linitii.com/. Dalam unggahan juga disebutkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pencairan direncanakan awal Ramadhan 2026 atau sekitar 7 sampai 10 hari sebelum Idul Fitri.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Pemerintah memastikan THR ASN 2026 tetap dibayarkan dengan total anggaran sekitar Rp 55 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pencairan direncanakan awal Ramadhan 2026 atau sekitar 7-10 hari sebelum Idul Fitri. Pendaftaran dilaksanakan secara online melalui LINK dibawah.” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (11/03/2026), unggahan tersebut belum mendapatkan reaksi dari masyarakat namun tautan tersebut masih dapat diakses.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @abhypolpoke (arsip) dan akun TikTok “bamz313” (arsip), semua unggahan tersebut menyebarkan informasi terkait THR ASN 2026 dengan gambar yang sama.

    Lantas, benarkah pemerintah membuka pendaftaran THR ASN 2026 melalui tautan tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Pencairan THR ASN Baru Rp11 T, Beberapa Instansi Belum Ajukan

    Periksa Fakta Pendaftaran THR ASN. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim “Program Bantuan Ramadhan 1447 H”. Di situ ditemukan informasi bahwa akun tersebut baru mengganti foto profil pada 2 Maret 2026, akun tersebut juga tidak memiliki pengikut, menuliskan keterangan “Fasilitas Pensiun dan Bantuan Hidup”, dan mencantumkan tautan https://daftarsekrgjuga.linitii.com/ pada bio akun.

    Dari situ dapat diketahui bahwa informasi yang disebarkan adalah tidak resmi dan bukan berasal dari sumber kredibel. Adapun informasi terkait THR ASN berasal dari pemerintah, seperti Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), atau Taspen (untuk pensiunan), bukan dari akun media sosial yang tidak resmi.

    Kemudian, Tirto mencoba membuka tautan tersebut. Dalam situs tersebut pengunjung diarahkan untuk mengisi nama lengkap dan nomor Telegram aktif pada situs yang bertuliskan ‘Form Pendaftaran’. Namun, tidak ada keterangan jelas pada situs tersebut.

    Setelah mengisi data tersebut, pengunjung diarahkan untuk mengisi kode verifikasi yang dikirim melalui Telegram. Biasanya, modus ini digunakan untuk memancing korban berkomunikasi langsung dengan pelaku penipuan. Data pribadi yang didapat dari pengguna biasanya dieksploitasi untuk modus phishing.

    Tirto lantas mengecek kredibilitas tautan yang diklaim untuk mendaftar THR ASN 2026 pada akun Facebook tersebut. Hasil analisis situs UrlScan menunjukan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik pemerintah. Tautan tersebut milik CLOUDFLARENET, berlokasi di Ascension Island, dengan domain daftarsekrgjuga.linitii.com, dibuat pada 24 Februari 2026 dan berlaku selama 3 bulan.

    Tirto dalam artikel “Berikut Rincian THR ASN Tahun 2026, Tertinggi Capai Rp 31 Juta” menulis bahwa pencairan THR ASN diatur dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas kepada Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan Tahun 2026. Adapun dana THR ASN mulai dicairkan secara bertahap sejak 26 Februari 2026 dan puncak pencairan diproyeksikan pada 9-13 Maret 2026 atau paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026.

    Lebih lanjut dilansir dari YouTube Perekonomian RI, pada Selasa (03/03/2026) diadakan Konferensi Pers Terkait Kebijakan THR, BHR, dan Stimulus Ekonomi Idul Fitri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta. Pemerintah memang menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pencairan THR Lebaran 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), TNI/Polri, serta pensiunan PNS.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anggaran THR bagi ASN sebesar Rp55 triliun. Tahun ini naik 10 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp49 triliun dan akan diberikan kepada pegawai yang memenuhi syarat kerja.

    “Pencairan THR dimulai secara bertahap sejak 26 Februari yang lalu minggu pertama dan THR tersebut diberikan kepada PNS, CPNS, PPPK, Pejabat Negara, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Pensiunan PNS, Pensiunan Prajurit TNI POLRI hingga Pensiunan Pejabat Negara.” begitu keterangan Airlangga Hartarto dalam konferensi pers.

    Sebagai informasi, THR (Tunjangan Hari Raya) tidak perlu didaftarkan oleh karyawan karena merupakan hak otomatis bagi pekerja yang memenuhi syarat, THR wajib dibayarkan oleh perusahaan paling lambat H-7 sebelum hari raya keagamaan.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong penyaluran THR dilakukan lebih awal H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri melalui instansi atau perusahan masing-masing.

    Melansir laman Kementerian Sekretariat Negara, THR ini disalurkan kepada 2,4 juta ASN pusat/TNI/Polri, 4,3 juta ASN daerah, serta 3,8 juta pensiunan yang pencariannya dilakukan secara bertahap sejak 26 Februari 2026 atau minggu pertama Ramadhan.

    “Komponen yang dibayarkan 100 persen penuh, meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan/kinerja sesuai regulasi yang berlaku. Pemberian THR merupakan hal yang berbeda dengan pemberian gaji ke-13, gaji ke-13 biasanya diberikan di bulan Juni,” begitu keterangan Airlangga.

    Prosedur pencairan THR ASN 2026 dilakukan secara langsung ke rekening penerima (transfer) melalui mekanisme Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS) yang diajukan satuan kerja ke KPPN. Proses ini meliputi perhitungan berbasis aplikasi gaji, penerbitan SP2D, dan pencairan ditargetkan selesai sebelum H-7 Lebaran.

    Dengan demikian tautan yang mengklaim untuk pendaftaran THR ASN 2026 adalah tidak benar dan bukan resmi dari pemerintah.

    Baca juga:Berikut Rincian THR ASN Tahun 2026, Tertinggi Capai Rp31 Juta

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim adanya tautan untuk mendaftar THR ASN 2026 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tautan yang disertakan bukan berasal dari kanal resmi pemerintah dan berujung pada permintaan data pribadi dengan menggunakan nomor Telegram. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).

    Pencairan THR ASN 2026 dilakukan secara langsung ke rekening penerima (transfer) melalui mekanisme Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS) atau melalui instansi dan perusahaan terkait tanpa harus mendaftar melalui tautan.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33056) Keliru, Prabowo Minta Maaf Ikut BoP & Akan Kembalikan 17 Triliun

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial Facebook unggahan yang mengklaim Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta maaf karena telah mengikuti perjanjian perdamaian yang dibentuk Amerika dan akan mengembalikan uang sebesar Rp17 triliun ke kas negara.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Purbaya Yudhi Sadewa” (arsip) pada Rabu (11/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Prabowo Subianto dalam dua pose berbeda dan gambar beberapa rudal permukaan ke udara. Salah satu gambar menunjukkan Prabowo memegang kepalanya dan gambar utama pada unggahan memperlihatkan Prabowo mengenakan jas dan peci hitam.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Prabowo minta maaf telah ikut perjanjian Perdamaian yang dibentuk Amerika dan akan kembalikan uang 17 Triliun ke kas negara,” begitu keterangan tertulis dalam gambar.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (11/03/2026) 9 jam kemudian, unggahan tersebut telah mendapatkan 159 likes, 151 komentar, dan 9 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi dukungan masyarakat agar Indonesia mundur dari perjanjian perdamaian dengan Amerika dan kekecewaan karena telah bergabung dan membayar 17 triliun. Namun, beberapa masyarakat tidak mempercayai informasi tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Lucu Bikin Ngakak” (arsip) pada Sabtu (07/03/2026). Unggahan tersebut telah mendapatkan 245 likes, 17 komentar, dan 3 kali dibagikan.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Prabowo Didesak Tangguhkan Keanggotaan RI di BOP, Ini Alasannya

    Periksa Fakta Prabowo Minta Maaf Akan Kembalikan 17T. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Prabowo meminta maaf dan akan mengembalikan uang 17 triliun ke kas negara.

    Sebagai informasi, Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian adalah inisiatif Donald Trump pada Januari 2026 untuk mengawasi perdamaian dan rekonstruksi Gaza, Palestina. Pertemuan perdana diadakan di Washington pada 19 Februari 2026, dihadiri 27 negara, termasuk Indonesia. Lembaga ini bertujuan mengkonsolidasikan komitmen negara anggota melalui potensi dana dan operasional.

    Adapun syarat utama bergabung dengan Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump adalah mendapatkan undangan langsung dari pihak AS, dengan masa keanggotaan standar selama 3 tahun. Untuk status anggota tetap, terdapat usulan kontribusi dana sebesar US$ 1 miliar, meskipun iuran ini tidak bersifat wajib bagi seluruh anggota, atau setara dengan Rp17 triliun.

    Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Prabowo minta maaf ikut perjanjian perdamaian dengan Amerika dan akan kembalikan 17 triliun” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Prabowo meminta maaf dan akan mengembalikan uang.

    Tirto dalam artikel “Prabowo Bahas Posisi RI di BoP Usai Serangan AS-Israel ke Iran” menuliskan bahwa Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam, membahas posisi Indonesia sebagai anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza setelah serangan sepihak Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

    Dalam acara itu, Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-11 Boediono, dan Wakil Presiden Ke-13 KH Ma'ruf Amin juga turut hadir memenuhi undangan Presiden Prabowo.

    "Bapak Presiden menggambarkan bagaimana kita harus menavigasi hidup kita, bukan hanya dua karang, tetapi sekarang beberapa karang dan itu tidak mudah, karena itu didiskusikan tentang implikasinya ini terhadap keseluruhan masalah keamanan dan perdamaian dunia, tetapi juga potensi efek dari perang ini terhadap ekonomi dunia, khususnya yang menyangkut supply oil, minyak dan gas," begitu keterangan Hassan, yang merupakan menteri luar negeri era pemerintahan Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

    Melansir YouTube Tribunnews, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan bahwa iuran Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bisa dicicil. Iuran sebesar 1 miliar dolar AS atau setara sekira Rp17 triliun itu bisa diangsur sejak tahun pertama dibentuk. Pernyataan itu disampaikan Sugiono di Kompleks Istana Jakarta pada Rabu (4/2/2026). Sugiono mengatakan keputusan itu dibuat berdasarkan piagam Board of Peace dan menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah memutuskan untuk membayar iuran tersebut.

    Dalam Tirto, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis memberikan pandangan berbeda terkait posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) ketika menghadiri undangan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026) sore.

    Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menekankan bahwa Indonesia harus mengupayakan perdamaian dengan instrumen apa pun yang tersedia, termasuk Board of Peace.

    "Ya, kita cari caranya memanfaatkan BoP untuk upaya perdamaian itu. Apa pun yang sudah ada di tangan ini mari kita gunakan," begitu keterangan Gus Yahya kepada awak media di Istana.

    Berbeda sikap, Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, tetap mendesak agar Indonesia keluar dari BoP karena organisasi itu dinilai tidak efektif.

    "Saya kira soal BoP juga sama, kita minta ini tidak efektif ya keluar saja. Kemudian bagaimana bisa berperan Indonesia itu untuk masing-masing menghargai terhadap kedaulatannya masing-masing," begitu Cholil kepada awak media di Istana.

    Namun, sampai artikel ini ditulis, belum ditemukan berita dari media kredibel yang membenarkan klaim Prabowo meminta maaf karena bergabung di Board of Peace dan akan mengembalikan Rp17 triliun ke kas negara.

    Baca juga:Beda Pendapat PBNU Minta Manfaatkan BoP, MUI Desak RI Mundur

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa Prabowo minta maaf ikut perjanjian perdamaian dengan Amerika dan akan kembalikan uang Rp17 triliun ke kas negara adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Kompleks Istana Jakarta pada Rabu (4/2/2026), mengatakan bahwa iuran Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) sebesar 1 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp17 triliun itu bisa diangsur sejak tahun pertama dibentuk. Menlu menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah memutuskan untuk membayar iuran tersebut.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan