• (GFD-2025-27804) Disinformasi! Video Prabowo menyatakan Indonesia siap berperang

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/07/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Facebook menampilkan Presiden Prabowo Subianto sedang menyampaikan pidato dan di belakangnya tampak Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “INDONESIA SIAP TERLIBAT JIKA PEPERANGAN DI TIMUR TENGAH MEMICU PERANG DUNIA KE 3”

    Namun, benarkah Prabowo menyatakan Indonesia siap berperang?



    Hasil Cek Fakta

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berdasarkan penelusuran, video tersebut serupa dengan siaran langsung yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden berjudul “LIVE: Keterangan Pers Presiden Prabowo, Lawatan ke Timur Tengah dan Türkiye, Jakarta, 9 April 2025”.

    Dilansir dari ANTARA, Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke lima negara di Timur Tengah, yakni Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania. Tujuan kunjungan itu adalah untuk meminta dukungan atas rencana Indonesia mengevakuasi 1.000 warga Palestina dari Gaza ke Indonesia.

    Presiden Prabowo menjelaskan bahwa langkah tersebut juga merupakan bagian dari respons terhadap permintaan komunitas internasional yang mendorong Indonesia untuk berperan lebih aktif. Sebagai negara nonblok dan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia dianggap memiliki posisi netral yang dapat diterima oleh semua pihak yang bertikai.

    “Indonesia dianggap bisa diterima oleh semua pihak yang bertikai. Saya kira, posisi ini membuat kita memang memiliki tanggung jawab, karena itu saya sampaikan bahwa Indonesia siap bila diminta oleh semua pihak untuk berperan. Kami siap berperan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan Indonesia,” ujar Presiden Prabowo dalam konferensi pers tersebut.

    Dengan demikian, tidak ada pernyataan Presiden Prabowo yang menyatakan Indonesia siap berperang.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Video Prabowo nyatakan Indonesia siap berperang

    Rating: Disinformasi

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27803) [KLARIFIKASI] Penangkapan Pencuri secara Keliru Diklaim Agen Mossad

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video diklaim memperlihatkan penangkapan 700 anggota badan intelijen Israel, Mossad yang beredar pada Juni 2025.

    Tampak polisi mengiring tiga orang berbaju biru di tengah kerumunan orang dan jurnalis.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu disebarkan dengan konteks keliru.

    Sebelumnya, Israel dan Iran sempat saling serang pada pertengahan Juni 2025. Namun keduanya sepakat gencatan senjata.

    Video penangkapan agen Mossad disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun:

    700 agen mossad ditangkap

    Sementara, berikut teks yang tertera pada video:

    Detik detik mata mata Israel di Iran tertangkap dan akan diadili

    700 agen mossadSpoon Israel ditangkap

    akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, mengenai penangkapan 700 agen Mossad di Teheran, Iran.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan metode reverse image search untuk melacak jejak digital video yang beredar.

    Video serupa ditemukan di akun Instagram @sefrdoyekpress yang diunggah pada 5 Maret 2025.

    Keterangan video menyebutkan, momen dalam video merupakan penangkapan tersangka kasus pencurian rumah di Teheran Iran.

    Ada lima pelaku yang ditangkap oleh Divisi I Kepolisian Daerah Teheran Raya.

    Mereka menjarah uang, emas, dan barang-barang rumah tangga senilai miliaran Rial Iran.

    Keterangan polisi atas penangkapan tersebut juga diwartakan media Iran Namasha ini.

    Penangkapan pelaku pencurian tersebut tidak terkait dengan perang Israel dan Iran.

    Kesimpulan

    Video penangkapan 700 agen Mossad di Teheran, Iran merupakan konten dengan konteks keliru.

    Sosok berbaju biru yang ditangkap merupakan pelaku pencurian rumah, bukan agen Mossad. Penangkapan tersebut tidak terkait perang Israel dan Iran.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27802) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Donald Trump Ditembak Saat Keluar dari Gedung Putih pada Juli 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan media sosial berupa video yang diklaim menampilkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengalami penembakan pada awal Juli 2025.

    Dalam video, penembakan terjadi saat Trump keluar dari Gedung Putih. Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang diklaim menampilkan Donald Trump ditembak beredar pada awal Juli 2025, yang dibagikan sejumlah akun Facebook, misalnya ini, ini, dan ini. 

    Unggahan tidak menyertakan konteks waktu, sehingga menghadirkan kesan bahwa penembakan itu baru saja terjadi, usai Trump keluar dari Gedung Putih.

    Dalam video Trump tampak sedang dipapah oleh beberapa pengawalnya.

    Keterangan dalam video yakni sebagai berikut:

    vir4L belum bis4 dipastik4npresid3nt AMERIK4 DON4LDTRVMP TERT3MB4ksa4t KELU4R dari gedun9 putihAaamin ya robbal

    Akun Facebook Narasi yang mengeklaim Donald Trump ditembak pada awal Juli 2025 saat keluar dari Gedung Putih

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan Google Search, tidak ditemukan pemberitaan valid Donald Trump mengalami penembakan pada awal Juli 2025.

    Penelusuran menggunakan menggunakan Google Lens menemukan video itu mirip dengan unggahan di kanal YouTube Washington Post  ini.

    Selain juga terdapat video serupa yang diambil dari sudut berbeda di kanal YouTube Time News ini.

    Video itu adalah momen ketika Trump mengalami penembakan di Butler, Pennsylvania pada 13 Juli 2024. Saat itu, Trump sedang melakukan kampanye Pemilihan Presiden AS 2024.

    Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, Trump yang sedang berpidato di panggung tiba-tiba mendapat tembakan di bagian telinga kanannya.

    Trump kemudian menunduk di belakang podium, beberapa agen Secret Service AS pun langsung naik ke panggung untuk melindungi Trump.

    Setelah penembak berhasil dilumpuhkan, Trump dikawal turun dari panggung dan masuk ke kendaraannya. Darah terlihat di bagian telinga dan sisi wajah Trump.

    Melalui Truth Social, situs media sosialnya, Trump menyebut sebuah peluru menembus bagian atas telinga kanannya.

    Pelaku penembakan adalah seorang pria berusia 20 tahun bernama Thomas Matthew Crooks. Ia ditembak mati di tempat kejadian oleh agen Secret Service.

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan Donald Trump ditembak pada awal Juli 2025 saat keluar dari Gedung Putih merupakan informasi keliru dan perlu diluruskan.

    Faktanya, video yang beredar memang penembakan terhadap Trump, tapi disebarkan dalam konteks keliru.

    Adapun video itu adalah momen ketika Trump mengalami penembakan di Butler, Pennsylvania saat kampanye Pilpres Amerika Serikat pada 13 Juli 2024.  

    Rujukan

  • (GFD-2025-27801) Cek Fakta: Hoaks Presiden Prabowo Subianto Bagikan Uang Ratusan Juta Rupiah di Facebook

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/07/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan akun mengklaim sebagai Presiden Prabowo Subianto dan membagikan uang hingga ratusan juta Rupiah. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 8 Juli 2025.
    Dalam postingan akun bernama Prabowo Berbagi itu terdapat narasi sebagai berikut:
    "Kalian punya buku rekening dan e-wallet apa?
    BRI: 300 juta
    BNI: 200 juta
    BCA: 150 juta
    Mandiri: 250 juta
    Dana: 30 juta
    Gopay: 20 juta"
    Postingan itu juga disertai tautan yang mengarah ke website tertentu.
    Lalu benarkah postingan akun mengklaim sebagai Presiden Prabowo Subianto dan membagikan uang hingga ratusan juta Rupiah?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bahwa akun Prabowo berbagi merupakan akun palsu. Akun asli presiden Prabowo Subianto sudah bercentang biru atau terverifikasi.
    Akun tersebut juga memiliki 11 juta pengikut di Facebook dan mempunyai tautan yang mengarah ke website presidenri.go.id.
    Dalam akun asli juga tidak terdapat unggahan terkait bagi-bagi uang hingga ratusan juta Rupiah. Unggahan hanya berkaitan dengan kegiatan Presiden Prabowo Subianto di dalam dan luar negeri.
    Di sisi lain akun Prabowo Berbagi mengarahkan pengguna ke website yang tidak jelas asal-usulnya. Website itu meminta nama dan juga nomor Telegram pribadi kita.
    Tentu ini sangat berbahaya karena merupakan indikasi pencurian data dan juga bisa menghubungkan kita ke pinjaman online ilegal.

    Kesimpulan


    Postingan akun mengklaim sebagai Presiden Prabowo Subianto dan membagikan uang hingga ratusan juta Rupiah adalah hoaks. Akun tersebut merupakan akun palsu.

    Rujukan