Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video berdurasi 25 detik di media sosial Facebookmenampilkan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang seolah-olah sedang menyampaikan informasi mengenai Tunjangan Hari Raya (THR).
Dalam unggahan tersebut, Prabowo dinarasikan menganggarkan dana sebesar Rp20 triliun yang berasal dari hasil sitaan kasus korupsi untuk dibagikan kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan sebagai bantuan THR.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Assalamualaikum masyarakat Indonesia. Dengan ini, saya menyampaikan bantuan THR 2026 cair hari ini juga. Saya sudah siapkan Rp20 triliun untuk saya bagikan. Ini hasil rampasan para koruptor. Dana Rp20 triliun lebih baik saya bagikan untuk masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Jika kalian belum dapat, segera follow akun saya dan bagikan video saya ke semua teman TikTok kalian supaya makin banyak masyarakat Indonesia yang mendapatkan bantuan ini.”
Namun, benarkah Presiden Prabowo memberikan bantuan THR sebesar Rp20 triliun kepada masyarakat yang membutuhkan?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(GFD-2026-32966) Hoaks! Video Prabowo berikan THR total Rp20 triliun untuk masyarakat yang membutuhkan
Sumber:Tanggal publish: 16/03/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa pemerintah akan membagikan bantuan THR sebesar Rp20 triliun kepada masyarakat.
Pemeriksaan terhadap video tersebut menggunakan alat deteksi AI Detector Hive Moderation menunjukkan bahwa video tersebut memiliki kemungkinan sebesar 99,9 persen sebagai konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah di media sosial.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo membagikan bantuan THR sebesar Rp20 triliun kepada masyarakat merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Prabowo berikan THR total Rp20 triliun untuk masyarakat yang membutuhkan
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Pemeriksaan terhadap video tersebut menggunakan alat deteksi AI Detector Hive Moderation menunjukkan bahwa video tersebut memiliki kemungkinan sebesar 99,9 persen sebagai konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah di media sosial.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo membagikan bantuan THR sebesar Rp20 triliun kepada masyarakat merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Prabowo berikan THR total Rp20 triliun untuk masyarakat yang membutuhkan
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-32967) Waspada whatsapp mengatasnamakan pejabat atau pegawai kejaksaan
Sumber:Tanggal publish: 16/03/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menampilkan sebuah nomor yang menggunakan nama serta foto profil dengan atribut kejaksaan.
Dalam pesan tersebut, pengirim menyapa penerima pesan dan memperkenalkan diri seolah-olah sebagai pejabat atau pegawai di lingkungan kejaksaan. Isi pesan tersebut memberi kesan bahwa pengirim merupakan pihak resmi dari institusi kejaksaan.
Tampilan kontak yang menggunakan nama dan atribut menyerupai pejabat kejaksaan tersebut berpotensi membuat penerima pesan percaya bahwa nomor tersebut benar berasal dari pihak kejaksaan.
Dalam pesan tersebut, pengirim menyapa penerima pesan dan memperkenalkan diri seolah-olah sebagai pejabat atau pegawai di lingkungan kejaksaan. Isi pesan tersebut memberi kesan bahwa pengirim merupakan pihak resmi dari institusi kejaksaan.
Tampilan kontak yang menggunakan nama dan atribut menyerupai pejabat kejaksaan tersebut berpotensi membuat penerima pesan percaya bahwa nomor tersebut benar berasal dari pihak kejaksaan.
Hasil Cek Fakta
Faktanya, informasi tersebut tidak benar. Kejaksaan Negeri Brebes menyatakan bahwa nomor WhatsApp yang beredar dan mengatasnamakan pejabat atau pegawai kejaksaan tersebut bukan milik pihak resmi Kejaksaan Negeri Brebes.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kejaksaan juga menegaskan bahwa institusi kejaksaan tidak pernah meminta uang, bantuan, maupun data pribadi kepada masyarakat melalui WhatsApp.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak merespons pesan dari nomor yang mencurigakan, tidak memberikan data pribadi, serta tidak melakukan transaksi dalam bentuk apa pun apabila menerima pesan serupa.
Masyarakat juga diimbau untuk segera mengabaikan atau memblokir nomor tersebut serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan, khususnya penipuan phishing yang kerap mengatasnamakan instansi atau pejabat tertentu.
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kejaksaan juga menegaskan bahwa institusi kejaksaan tidak pernah meminta uang, bantuan, maupun data pribadi kepada masyarakat melalui WhatsApp.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak merespons pesan dari nomor yang mencurigakan, tidak memberikan data pribadi, serta tidak melakukan transaksi dalam bentuk apa pun apabila menerima pesan serupa.
Masyarakat juga diimbau untuk segera mengabaikan atau memblokir nomor tersebut serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan, khususnya penipuan phishing yang kerap mengatasnamakan instansi atau pejabat tertentu.
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-32981) Keliru, Kabar Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 16/03/2026
Berita
tirto.id - Beredar di media sosial Facebook unggahan yang mengklaim Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa pernah didepak oleh DPR dan gagal menjadi Gubernur Bank Indonesia karena tidak sanggup membayar kursinya yang dijual 900 miliar oleh anggota dewan.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Murshid 2” (arsip) pada Kamis (12/02/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya Yudhi Sadewa bersama Puan Maharani, Ketua DPR RI saat ini, dengan latar belakang gambar yang menampilkan gedung MPR RI dan tumpukan uang kertas rupiah. Ini memperkuat narasi finansial dan politik yang diangkat pada unggahan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta Geger! Purbaya Dulu Pernah di Depak Oleh DPR. Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia Karena Kursinya Dijual 900 M Oleh Anggota Dewan! Mentri Purbaya Dikabarkan Pernah Melamar Jadi Gubernur BI Namun Usahanya Kandas Karena Nggak Sanggup Bayar. Netizen: Wow Proyek DPR Luar Biasa yaa, Untuk Jual Kursi Empuk Doang?” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (13/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan seribu tanda suka, 228 komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi percaya dari masyarakat terhadap informasi tersebut. Beberapa komentar tampak menyudutkan DPR dan mengklaim memiliki kekayaan karena menjual jabatan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Purbaya dulu pernah didepak DPR. foto/Hotline periksa fakta tirto
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Murshid 2” (arsip) pada Kamis (12/02/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya Yudhi Sadewa bersama Puan Maharani, Ketua DPR RI saat ini, dengan latar belakang gambar yang menampilkan gedung MPR RI dan tumpukan uang kertas rupiah. Ini memperkuat narasi finansial dan politik yang diangkat pada unggahan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta Geger! Purbaya Dulu Pernah di Depak Oleh DPR. Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia Karena Kursinya Dijual 900 M Oleh Anggota Dewan! Mentri Purbaya Dikabarkan Pernah Melamar Jadi Gubernur BI Namun Usahanya Kandas Karena Nggak Sanggup Bayar. Netizen: Wow Proyek DPR Luar Biasa yaa, Untuk Jual Kursi Empuk Doang?” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (13/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan seribu tanda suka, 228 komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi percaya dari masyarakat terhadap informasi tersebut. Beberapa komentar tampak menyudutkan DPR dan mengklaim memiliki kekayaan karena menjual jabatan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Purbaya dulu pernah didepak DPR. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Purbaya pernah gagal jadi gubernur BI karena didepak oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar. Gambar tersebut menampilkan Purbaya dan Puan Maharani. Tirto menemukan kejanggalan visual pada gambar tersebut. Wajah Purabaya dan Puan terlihat tidak proporsional, ekspresi wajah terlihat kaku, tidak natural, dan mata tidak fokus. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya gagal jadi gubernur Bank Indonesia” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas bahwa Purbaya pernah diklaim gagal untuk maju sebagai gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari 2026. Alasannya, Purbaya mengaku tidak sanggup membayar Rp900 miliar. Menurut Kompas, narasi tersebut adalah tidak benar.
Melansir Instagram Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan, melalui akun tersebut Kemenkeu menegaskan bahwa narasi yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditolak menjadi Gubernur Bank Indonesia oleh Puan Maharani karena tidak bisa menyediakan uang Rp900 miliar merupakan berita tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 8 September 2025, dan Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga:Defisit APBN Melonjak 342% di Februari, Ini Penjelasan Purbaya
Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar. Gambar tersebut menampilkan Purbaya dan Puan Maharani. Tirto menemukan kejanggalan visual pada gambar tersebut. Wajah Purabaya dan Puan terlihat tidak proporsional, ekspresi wajah terlihat kaku, tidak natural, dan mata tidak fokus. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya gagal jadi gubernur Bank Indonesia” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas bahwa Purbaya pernah diklaim gagal untuk maju sebagai gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari 2026. Alasannya, Purbaya mengaku tidak sanggup membayar Rp900 miliar. Menurut Kompas, narasi tersebut adalah tidak benar.
Melansir Instagram Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan, melalui akun tersebut Kemenkeu menegaskan bahwa narasi yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditolak menjadi Gubernur Bank Indonesia oleh Puan Maharani karena tidak bisa menyediakan uang Rp900 miliar merupakan berita tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 8 September 2025, dan Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga:Defisit APBN Melonjak 342% di Februari, Ini Penjelasan Purbaya
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa Purbaya gagal menjadi Gubernur Bank Indonesia karena didepak DPR RI adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2025–2029. Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2025–2029. Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://web.facebook.com/murshidd2/posts/pfbid0qinBA4g398ZNPj62ATqb2WDJB7BedJi73vufpztRD4a7GmADejbP7hfqbMjG117Gl?_rdc=1&_rdr#
- https://archive.ph/UYNU0
- https://tirto.id/purbaya-curhat-dimaki-maki-di-tiktok-imbas-rupiah-jeblok-hssm
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/03/02/155900882/infografik--hoaks-purbaya-gagal-jadi-gubernur-bi-karena-tolak-bayar-rp
- https://www.instagram.com/p/DUoeOsWk2-z/
- https://tirto.id/defisit-apbn-melonjak-342-di-februari-ini-penjelasan-purbaya-hsrR
(GFD-2026-33008) Keliru, Kabar Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 16/03/2026
Berita
tirto.id - Beredar di media sosial Facebook unggahan yang mengklaim Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa pernah didepak oleh DPR dan gagal menjadi Gubernur Bank Indonesia karena tidak sanggup membayar kursinya yang dijual 900 miliar oleh anggota dewan.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Murshid 2” (arsip) pada Kamis (12/02/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya Yudhi Sadewa bersama Puan Maharani, Ketua DPR RI saat ini, dengan latar belakang gambar yang menampilkan gedung MPR RI dan tumpukan uang kertas rupiah. Ini memperkuat narasi finansial dan politik yang diangkat pada unggahan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta Geger! Purbaya Dulu Pernah di Depak Oleh DPR. Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia Karena Kursinya Dijual 900 M Oleh Anggota Dewan! Mentri Purbaya Dikabarkan Pernah Melamar Jadi Gubernur BI Namun Usahanya Kandas Karena Nggak Sanggup Bayar. Netizen: Wow Proyek DPR Luar Biasa yaa, Untuk Jual Kursi Empuk Doang?” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (13/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan seribu tanda suka, 228 komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi percaya dari masyarakat terhadap informasi tersebut. Beberapa komentar tampak menyudutkan DPR dan mengklaim memiliki kekayaan karena menjual jabatan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Purbaya dulu pernah didepak DPR. foto/Hotline periksa fakta tirto
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Murshid 2” (arsip) pada Kamis (12/02/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya Yudhi Sadewa bersama Puan Maharani, Ketua DPR RI saat ini, dengan latar belakang gambar yang menampilkan gedung MPR RI dan tumpukan uang kertas rupiah. Ini memperkuat narasi finansial dan politik yang diangkat pada unggahan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta Geger! Purbaya Dulu Pernah di Depak Oleh DPR. Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia Karena Kursinya Dijual 900 M Oleh Anggota Dewan! Mentri Purbaya Dikabarkan Pernah Melamar Jadi Gubernur BI Namun Usahanya Kandas Karena Nggak Sanggup Bayar. Netizen: Wow Proyek DPR Luar Biasa yaa, Untuk Jual Kursi Empuk Doang?” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (13/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan seribu tanda suka, 228 komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi percaya dari masyarakat terhadap informasi tersebut. Beberapa komentar tampak menyudutkan DPR dan mengklaim memiliki kekayaan karena menjual jabatan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Purbaya dulu pernah didepak DPR. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Purbaya pernah gagal jadi gubernur BI karena didepak oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar. Gambar tersebut menampilkan Purbaya dan Puan Maharani. Tirto menemukan kejanggalan visual pada gambar tersebut. Wajah Purabaya dan Puan terlihat tidak proporsional, ekspresi wajah terlihat kaku, tidak natural, dan mata tidak fokus. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya gagal jadi gubernur Bank Indonesia” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas bahwa Purbaya pernah diklaim gagal untuk maju sebagai gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari 2026. Alasannya, Purbaya mengaku tidak sanggup membayar Rp900 miliar. Menurut Kompas, narasi tersebut adalah tidak benar.
Melansir Instagram Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan, melalui akun tersebut Kemenkeu menegaskan bahwa narasi yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditolak menjadi Gubernur Bank Indonesia oleh Puan Maharani karena tidak bisa menyediakan uang Rp900 miliar merupakan berita tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 8 September 2025, dan Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga:Defisit APBN Melonjak 342% di Februari, Ini Penjelasan Purbaya
Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar. Gambar tersebut menampilkan Purbaya dan Puan Maharani. Tirto menemukan kejanggalan visual pada gambar tersebut. Wajah Purabaya dan Puan terlihat tidak proporsional, ekspresi wajah terlihat kaku, tidak natural, dan mata tidak fokus. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya gagal jadi gubernur Bank Indonesia” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas bahwa Purbaya pernah diklaim gagal untuk maju sebagai gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari 2026. Alasannya, Purbaya mengaku tidak sanggup membayar Rp900 miliar. Menurut Kompas, narasi tersebut adalah tidak benar.
Melansir Instagram Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan, melalui akun tersebut Kemenkeu menegaskan bahwa narasi yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditolak menjadi Gubernur Bank Indonesia oleh Puan Maharani karena tidak bisa menyediakan uang Rp900 miliar merupakan berita tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 8 September 2025, dan Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga:Defisit APBN Melonjak 342% di Februari, Ini Penjelasan Purbaya
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa Purbaya gagal menjadi Gubernur Bank Indonesia karena didepak DPR RI adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2025–2029. Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2025–2029. Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://web.facebook.com/murshidd2/posts/pfbid0qinBA4g398ZNPj62ATqb2WDJB7BedJi73vufpztRD4a7GmADejbP7hfqbMjG117Gl?_rdc=1&_rdr#
- https://archive.ph/UYNU0
- https://tirto.id/purbaya-curhat-dimaki-maki-di-tiktok-imbas-rupiah-jeblok-hssm
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/03/02/155900882/infografik--hoaks-purbaya-gagal-jadi-gubernur-bi-karena-tolak-bayar-rp
- https://www.instagram.com/p/DUoeOsWk2-z/
- https://tirto.id/defisit-apbn-melonjak-342-di-februari-ini-penjelasan-purbaya-hsrR
Halaman: 227/7794




