• (GFD-2025-27813) [SALAH] TNI Berhasil Rebut Pos Militer Israel di Gaza

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 09/07/2025

    Berita

    Pada Selasa (1/7/2025) akun Facebook “Mas Agus” membagikan video [arsip] berisi narasi :

    “Berita TNI Indonesia Di Gaza

    TANGKAP HIDUP-HIDUP DETIK-DETIK TNI REBUT POS-POS MILITER SANDERA TOKOH PENTING ZIONIS

    HBS MILITARY”

    Hingga Rabu (9/7/2025) unggahan mendapatkan 957 tanda suka, 130 komentar dan telah dibagikan ulang 96 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Cek Fakta kompas.com

    Sampai saat ini TNI tidak pernah mengirim pasukan ke Gaza, kendati Pemerintah Indonesia telah menyatakan siap melakukan hal tersebut.

    Diberitakan antaranews.com, Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmen Indonesia mendukung upaya PBB mewujudkan perdamaian di Palestina. Komitmen tersebut disampaikan saat bertemu dengan Sekjen PBB Antonio Guterres, di Rio de Janeiro, Brazil, pada November 2024. Namun, sejauh ini, Dewan Keamanan (DK) PBB belum membahas kemungkinan memberikan mandat kepada negara-negara anggota untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina—khususnya Gaza—yang telah digempur militer Israel sejak 2023.

    Sementara itu, lokasi video yang dibagikan oleh akun Facebook tersebut bukan berada di Gaza atau wilayah Palestina. Ini diketahui dari bendera yang muncul dalam video. Bendera berwarna biru dengan garis diagonal merah dan simbol bintang itu merupakan milik Republik Demokratik Kongo.

    Sebagaimana diberitakan kompas.com, TNI mengirimkan 1.025 prajurit untuk bertugas sebagai pasukan perdamaian di bawah bendera PBB di Kongo pada April 2024 untuk melaksanakan operasi pemelihara perdamaian dunia di Kongo selama setahun.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “TNI merebut pos militer Israel di Gaza” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-27812) Hoaks Tautan Pendaftaran Program Pembagian Benih Ikan dari KKP

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/07/2025

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial, sebuah unggahan yang menyebarkan klaim soal adanya bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

    ADVERTISEMENT

    Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa masyarakat bisa memperoleh benih ikan air tawar secara gratis, seperti ikan nila, lele, gurame, emas dan bandeng. Selain benih ikan, unggahan tersebut juga menyebut bahwa penerima bantuan akan mendapatkan fasilitas pendukung budidaya, seperti kolam bioflok dan pompa air.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Narasi itu diunggah oleh sejumlah akun di Facebook, di antaranya “Program Pemerintah”(arsip),“Program Pemerintah Terbaru” dan “Bantuan Pemerintah” dalam periode Selasa (1/7/2025) hingga Senin (1/7/2025) melalui unggahan video yang menampilkan poster yang mencatut logo KKP.
    #inline3 img{margin: 20px auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Masyarakat yang berminat dengan program tersebut diimbau untuk mendaftar melalui tautan yang disediakan dalam unggahan.
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:20px auto;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Penyaluran bantuan bibit ikan arwanah dan pakan. bantuan pemerintah bersifat umum dan gratis,tidak ada biaya pendaftaran,” tulis keterangan takarir salah satu unggahan tersebut.

    PERIKSA FAKTA Hoaks Tautan Pendaftaran Program Pembagian Benih Ikan dari KKP.

    ADVERTISEMENT

    Sepanjang Jumat (4/7/2025) hingga Rabu (9/7/2025) atau selama lima hari tersebar di Facebook, salah satu unggahan ini telah memperoleh 559 tanda suka, 174 komentar dan video tersebut telah dilihat sebanyak 251 ribu kali.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut? Benarkah ada program pembagian benih ikan air tawar gratis dari KKP?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mencoba mengakses tautan yang terdapat di tiap unggahan tersebut. Salah satu tautan tersebut mengarahkan kami ke halaman situs yang meminta data diri seperti nomor telepon aktif yang tersambung ke telegram dan asal provinsi. Tidak ada satupun informasi lain ataupun logo institusi pemerintah terkait seperti KKP di situs tersebut.

    Kami kemudian mencoba melakukan pemindaian menggunakan URLScan. Hasil pemindaian menunjukkan, tautan halaman pendaftaran yang ada tersebut tidak terafiliasi dengan situs resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Alamat IP situs tersebut terindikasi milik CLOUDFLARENET, US dan domain utama dari situs tautan tersebut adalah daftarsekarang10.berita-ku.com.

    Domain atau alamat asal situs-situs tersebut bahkan tidak ada yang berakhiran '.go.id', mengindikasikan situs tersebut tidak dikelola oleh pemerintah. Sebagai informasi, situs resmi milik KKP adalah https://kkp.go.id/. Melalui situs resmi tersebut, kami tidak menemukan adanya informasi resmi dari instansi tersebut soal adanya program pembagian benih ikan air tawar gratis..

    Sejumlah akun yang menyebarkan klaim tersebut juga bukan merupakan akun Facebook resmi milik KKP. Sebagai informasi, akun Facebook resmi milik instansi tersebut adalah “Kementerian Kelautan dan Perikanan RI” terverifikasi resmi centang biru dan memiliki total pengikut sebanyak 145 ribu per Rabu (9/7/2025).

    KKP melalui unggahan dalam Instagram resminya sendiri telah memastikan bahwa klaim adanya program pembagian benih ikan air tawar gratis yang bersliweran di media sosial adalah hoaks. KKP mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penipuan dan hoaks mengatasnamakan instansi tersebut.

    “Hai #SahabatBahari, yuk lebih cermat dan cerdas dalam memilih dan memilah informasi!! Dengan maraknya penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kamu harus lebih waspada lagi yaa. Segala bentuk informasi resmi bisa kamu akses melalui website dan media sosial KKP, tulis keterangan KKP dalam unggahan Instagram (23/4/2025).

    Sejumlah narasi di media sosial kerap menggunakan nama pemerintah untuk sejumlah program. Tirto sempat membantah narasi-narasi tersebut.

    Baca juga:Apa Iya Pemerintah Adakan Program Transmigrasi ke IKN pada 2025?Hoaks Pinjaman dari Prabowo Mencatut Koperasi Merah PutihHoaks Program Saldo E-toll Gratis Mencatut Jasa Marga

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan keterangan resmi yang membenarkan klaim terkait adanya program pembagian benih ikan air tawar gratis dari KKP.

    Tautan pendaftaran yang disertakan dalam unggahan tersebut tidak terarah dengan situs resmi KKP. Modus seperti ini biasanya digunakan untuk skema phising. Modus serupa pernah kami temukan dengan mengatasnamakan lembaga lain

    Jadi, informasi yang menyebutkan bahwa pemerintah melalui KKP mengadakan program pembagian benih ikan air tawar gratis dari KKP bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27811) Apa Iya Suhu Juli-Agustus 2025 Lebih Dingin karena Aphelion?

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/07/2025

    Berita

    tirto.id - Narasi mengenai fenomena Aphelion kembali berseliweran di jagat maya, di tengah cuaca dingin yang dirasakan masyarakat Indonesia pertengahan tahun 2025 ini. Aphelion digadang-gadang jadi faktor utama cuaca dingin. Akun Facebook bernama “Byu Tekno” (arsip) salah satunya, membagikan klaim ini disertai imbauan menjaga kesehatan.

    ADVERTISEMENT

    Pada Senin (7/7/2025), akun tersebut menulis unggahan yang berisi informasi bahwa mulai 6 Juli 2025 pukul 05.27, kita akan mengalami fenomena Aphelion, di mana letak bumi akan sangat jauh dari matahari.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Kita tidak bisa melihat fenomena tersebut, tapi kita bisa merasakan dampaknya. Ini akan berlangsung sampai bulan Agustus. Kita akan mengalami cuaca yang dingin melebihi cuaca dingin sebelumnya, yang akan berdampak meriang, flu, batuk, sesak nafas, dll,” begitu bunyi takarirnya.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Aphelion. foto/hotline periksa fakta tirto

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Akun pengunggah juga menjelaskan, fenomena Aphelion membuat jarak bumi ke matahai menjadi 152.000.000 kilometer, alias 66 persen lebih jauh. Akun itu turut mengajak masyarakat untuk meningkatkan imun dengan banyak meminum vitamin atau suplemen.

    “Untuk itu jaga kondisi kesehatan kita agar tetap sehat dengan keadaan cuaca yang sedemikian rupa... *Jangan sampai nanti sebagai dalih utk corona fase berikutnya* Salam sehat... Mohon di bagikan ke semua org yg kita kenal... Agar mereka jg tahu dan tdk mudah dibodohi sebagai ~CORONA~ Varian baru......” bunyi keteterangan penutupnya.

    Unggahan ini sudah dibagikan sebanyak satu kali dan memperoleh 10 reaksi emoji per Rabu (9/7/2025). Sementara itu komentar unggahannya mencapai 106 komentar dan banyak warganet tampak mengamini narasi tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Beberapa akun Facebook lain juga terlihat membagikan narasi serupa, seperti ini dan ini.

    Namun, bagaimana kebenarannya?

    Hasil Cek Fakta

    Mula-mula, Tim Riset Tirto mencari sumber resmi dari pemerintah terkait klaim yang beredar. Kami mencoba memasukkan kata kunci “fenomena aphelion 2025 site:go.id” di mesin pencarian Google. Hal ini rupanya sudah dijelaskan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

    Lewat rilis resminya, Minggu (6/7/2025), BMKG menerangkan kalau saat Aphelion, posisi matahari memang berada pada titik jarak terjauh dari bumi. Kendati begitu, kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer atau cuaca di permukaan bumi.

    Baca juga:Fenomena Aphelion 2025 Hoax atau Fakta? Ini Penjelasan & Dampak

    “Sebenarnya fenomena Aphelion ini adalah fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli. Sementara itu kondisi cuaca dingin yang terjadi di wilayah Indonesia pada periode bulan Juli tidak terkait dengan fenomena Aphelion,” kata BMKG.

    Menurut BMKG, fenomena suhu udara dingin merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau, alias Juli – September. Saat ini, wilayah Pulau Jawa hingga NTT disebut berada pada musim kemarau dan periode ini ditandai pergerakan angin dari arah timur-tenggara yang berasal dari Benua Australia.

    “Pada bulan Juli, wilayah Australia berada dalam periode musim dingin. Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia atau dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia yang bertiup menuju wilayah Indonesia melewati perairan Samudra Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih dingin, sehingga mengakibatkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara) terasa juga lebih dingin,” mengutip keterangan lanjutan BMKG.

    Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara dikatakan turut berpengaruh ke suhu yang dingin di malam hari.

    Begitu pula langit yang cenderung bersih awannya (clear sky) juga akan menyebabkan panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepas ke atmosfer luar, sehingga kemudian membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari.

    “Fenomena ini merupakan hal yang biasa terjadi tiap tahun, bahkan hal ini pula yang nanti dapat menyebabkan beberapa tempat seperti di Dieng dan dataran tinggi atau wilayah pegunungan lainnya, berpotensi terjadi embun es (embun upas) yang dikira salju oleh sebagian orang,” tulis BMKG di rilisnya.

    Sementara hujan ekstrem yang terjadi di berbagai daerah hingga menyebabkan banjir, longsor, dan pohon tumbang disebut BMKG terjadi lantaran dinamika atmosfer yang tidak lazim. Hal itu kemudian menyebabkan mundurnya musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia, sekaligus meningkatkan potensi cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir.

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyatakan bahwa sampai akhir Juni 2025, baru sekitar 30 persen wilayah Zona Musim yang mengalami peralihan ke musim kemarau.

    “Padahal secara klimatologis, pada waktu yang sama, biasanya sekitar 64 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau,” ungkap Dwikorita, seperti dinukil dari situs resmi BMKG, Senin (7/7).

    Kemunduran musim kemarau tahun ini merupakan dampak dari lemahnya Monsun Australia dan tingginya suhu muka laut di selatan Indonesia. Kedua faktor ini mengakibatkan tingginya kelembapan udara yang memicu terbentuknya awan hujan, bahkan di tengah periode yang seharusnya kering.

    Untuk diketahui, menurut ensiklopedi Britannica, nama Aphelion berasal dari Bahasa Yunani kuno, yakni ‘Apo’ yang berarti jauh dan ‘helios’ yang artinya matahari. Peristiwa itu dikenal dalam istilah astronomi sebagai keadaan ketika titik pada orbit planet, komet, atau benda lain berada paling jauh dari matahari.

    Bumi berada di titik Aphelion pada awal Juli, saat bumi berjarak 4,8 juta km lebih jauh dari matahari ketimbang ketika bumi dekat berada di perihelionnya pada awal Januari. Tirto sebelumnya juga sempat memeriksa klaim tidak tepat soal fenomena Aphelion sebabkan cuaca lebih dingin.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa fenomena Aphelion merupakan fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli. Meski posisi matahari memang berada pada titik jarak terjauh dari bumi, kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer atau cuaca di permukaan bumi.

    Menurut BMKG, kondisi cuaca dingin yang terjadi di wilayah Indonesia pada periode bulan Juli tidak terkait dengan fenomena Aphelion. Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara dikatakan turut berpengaruh ke suhu yang dingin di malam hari.

    Dengan demikian, unggahan soal fenomena Aphelion pada Juli – Agustus 2025 yang berlalu-lalang bersifat salah sebagian (partly false).

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27810) [KLARIFIKASI] Kapal Terbakar di Selat Hormuz Bukan karena Perang

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Video kapal tanker yang terbakar di Selat Hormuz dikaitkan dengan perang yang terjadi antara Israel dan Iran.

    Pengguna media sosial mengaitkan peristiwa kapal terbakar itu dengan situasi Laut Arab yang dinilai berbahaya.

    Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut disebarkan dengan konteks keliru.

    Video kapal tanker terbakar dikaitkan dengan perang Israel dan Iran disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 24 Juni 2025:

    Sebuah kapal tanker minyak besar terbakar di Selat Hormuz. Iran mengatakan bahwa tidak ada kapal yang akan melewati Selat Hormuz kecuali Iran memberikan izin.

    Bab al-Mandab sudah ditutup oleh Houthi. Laut Arab kini dalam bahaya. Semua pengiriman di laut ini mulai berhenti.

     

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar merupakan kapal Front Eagle Frontline berbendera Liberia yang tabrakan dengan kapal tanker Adalynn berbendera Antigua, di lepas pantai Uni Emirat Arab pada 17 Juni 2025 dini hari.

    Sebagaimana diwartakan Lloyd's List, dua kapal tanker minyak mentah tersebut bertabrakan di pintu masuk timur Selat Hormuz.

    Front Eagle sedang menuju pelabuhan Zhoushan, China, sedangkan Adalynn merupakan armada gelap yang baru saja meninggalkan dermaga dalam kondisi ballast.

    Kebakaran baru terjadi setelah kapal tabrakan. Semua kru kapal selamat.

    Dikutip dari DW, perusahaan keamanan maritim Inggris Ambrey mengatakan, penyebab kecelakaan kapal tidak terkait keamanan antarnegara.

    Perusahaan pelayaran Frontline juga menyatakan, kapal tanker minyaknya mengalami tabrakan akibat kesalahan navigasi dan tidak terkait dengan konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Iran.

    "Setelah insiden itu, tindakan segera diambil untuk memadamkan api di dek Front Eagle. Kami mengetahui adanya laporan kebakaran di atas Adalynn setelah tabrakan itu," kata Frontline.

    Kesimpulan

    Informasi yang mengaitkan insiden kebakaran kapal tanker di Selat Hormuz dengan perang antara Israel dan Iran, merupakan narasi keliru.

    Perusahaan pemilik kapal dan keamanan maritim memastikan, penyebab kecelakaan adalah kesalahan navigasi.

    Rujukan