Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menarasikan bahwa Presiden Prabowo Subianto bersama Kementerian Sosial (Kemensos) menghapus sejumlah program bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat.
Unggahan tersebut menyebut bahwa pemerintah menghapus Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Indonesia Pintar (PIP), dan layanan BPJS.
Unggahan tersebut juga mengklaim bahwa anggaran program-program tersebut dialihkan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“PRESIDEN PRABOWO BERSAMA KEMENSOS RESMI HAPUS BLT-PKH-BNPT-BPJS-KIP-PIP
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
ANGGARANNYA AKAN DIALIHKAN UNTUK MBG
15 JUTA RAKYAT MISKIN AKAN SENGSARA PERLAHAN”
Namun, benarkah Presiden Prabowo menghapus program BLT, PKH, KIP, dan PIP karena anggarannya dialihkan untuk program MBG?
(GFD-2026-32959) Hoaks! Prabowo hapus BLT, PKH, KIP, PIP karena anggaran dialihkan untuk MBG
Sumber:Tanggal publish: 16/03/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto, pihak Istana, maupun Kementerian Sosial yang menyebut bahwa pemerintah menghapus program-program bantuan sosial tersebut karena anggarannya dialihkan untuk program Makan Bergizi Gratis.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hingga saat ini, berbagai program bantuan sosial tersebut masih berjalan dan tetap disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Pemerintah justru sedang mengembangkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data terpadu untuk program perlindungan sosial. DTSEN akan menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) mulai tahun 2026.
Sistem data tersebut bertujuan mengintegrasikan data sosial ekonomi penduduk secara lebih akurat sehingga penyaluran bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran.
Melalui DTSEN, pemerintah juga berupaya menghindari data ganda serta memperkuat perencanaan kebijakan sosial di tingkat pusat maupun daerah dengan menggunakan data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo menghapus program BLT, PKH, KIP, dan PIP karena anggarannya dialihkan untuk program MBG merupakan informasi yang keliru atau tidak benar.
Klaim: Prabowo hapus BLT, PKH, KIP, PIP karena anggaran dialihkan untuk MBG
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hingga saat ini, berbagai program bantuan sosial tersebut masih berjalan dan tetap disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Pemerintah justru sedang mengembangkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data terpadu untuk program perlindungan sosial. DTSEN akan menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) mulai tahun 2026.
Sistem data tersebut bertujuan mengintegrasikan data sosial ekonomi penduduk secara lebih akurat sehingga penyaluran bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran.
Melalui DTSEN, pemerintah juga berupaya menghindari data ganda serta memperkuat perencanaan kebijakan sosial di tingkat pusat maupun daerah dengan menggunakan data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo menghapus program BLT, PKH, KIP, dan PIP karena anggarannya dialihkan untuk program MBG merupakan informasi yang keliru atau tidak benar.
Klaim: Prabowo hapus BLT, PKH, KIP, PIP karena anggaran dialihkan untuk MBG
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-32960) Hoaks! Prabowo akan hentikan MBG setelah Idulfitri
Sumber:Tanggal publish: 16/03/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto yang disertai narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dihentikan setelah Hari Raya Idulfitri.
Unggahan tersebut menyebut bahwa Presiden Prabowo akan secara resmi menghentikan program MBG setelah perayaan Idulfitri.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Persiden prabowo akan Menghentikan makanan bergisi/MBG secara resmi setelahhari raya idul fitri”
Namun, benarkah Prabowo akan hentikan MBG setelah Idulfitri?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Unggahan tersebut menyebut bahwa Presiden Prabowo akan secara resmi menghentikan program MBG setelah perayaan Idulfitri.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Persiden prabowo akan Menghentikan makanan bergisi/MBG secara resmi setelahhari raya idul fitri”
Namun, benarkah Prabowo akan hentikan MBG setelah Idulfitri?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Badan Gizi Nasional (BGN) membantah isu yang menyebut program MBG akan dihentikan setelah Idulfitri atas arahan Presiden Prabowo Subianto. BGN memastikan bahwa program peningkatan gizi nasional tersebut tetap berjalan dan bahkan akan diperluas jangkauannya.
"Program MBG akan tetap jalan setelah Idul Fitri. Tidak ada rencana penghentian seperti yang beredar," ujar Dadan, dilansir dari ANTARA.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan bahwa pemerintah tidak pernah mengeluarkan kebijakan maupun arahan untuk menghentikan program MBG setelah Idulfitri.
Ia juga menegaskan bahwa informasi yang beredar di sejumlah platform digital tersebut tidak berasal dari pernyataan resmi pemerintah.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Menurut Dadan, setelah Idulfitri program MBG justru memasuki tahap perluasan layanan. Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga mencapai sekitar 25 ribu unit yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo akan menghentikan program Makan Bergizi Gratis setelah Idulfitri merupakan informasi yang tidak benar atau keliru.
Klaim: Prabowo akan hentikan MBG setelah Idulfitri
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
"Program MBG akan tetap jalan setelah Idul Fitri. Tidak ada rencana penghentian seperti yang beredar," ujar Dadan, dilansir dari ANTARA.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan bahwa pemerintah tidak pernah mengeluarkan kebijakan maupun arahan untuk menghentikan program MBG setelah Idulfitri.
Ia juga menegaskan bahwa informasi yang beredar di sejumlah platform digital tersebut tidak berasal dari pernyataan resmi pemerintah.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Menurut Dadan, setelah Idulfitri program MBG justru memasuki tahap perluasan layanan. Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga mencapai sekitar 25 ribu unit yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo akan menghentikan program Makan Bergizi Gratis setelah Idulfitri merupakan informasi yang tidak benar atau keliru.
Klaim: Prabowo akan hentikan MBG setelah Idulfitri
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-32961) Hoaks! Dokumentasi serangan rudal Iran ke pangkalan udara Riyadh
Sumber:Tanggal publish: 16/03/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di media sosial Facebook menampilkan rekaman ledakan besar di sebuah kawasan.
Unggahan tersebut menarasikan bahwa video tersebut merupakan dokumentasi serangan Iran terhadap pangkalan udara di Riyadh, Arab Saudi.
Dalam video tersebut terlihat kobaran api dan asap tebal yang diklaim sebagai akibat serangan militer Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Arab Saudi.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Beginilah penampakan pangkalan militer Amerika di Arab Saudi yang di gempur Iran”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah video tersebut merupakan dokumentasi serangan Iran terhadap pangkalan udara di Riyadh?
Unggahan tersebut menarasikan bahwa video tersebut merupakan dokumentasi serangan Iran terhadap pangkalan udara di Riyadh, Arab Saudi.
Dalam video tersebut terlihat kobaran api dan asap tebal yang diklaim sebagai akibat serangan militer Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Arab Saudi.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Beginilah penampakan pangkalan militer Amerika di Arab Saudi yang di gempur Iran”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah video tersebut merupakan dokumentasi serangan Iran terhadap pangkalan udara di Riyadh?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran menggunakan tangkapan layar dari video melalui fitur pencarian gambar Google Lens, ditemukan sumber video yang mengarah pada unggahan kanal YouTube Rassd Network.
Video tersebut berjudul kebakaran besar akibat serangan Israel terhadap Pelabuhan Al-Hudaydah di Yaman. Video tersebut diunggah pada 21 Juli 2024.
Video asli tersebut memperlihatkan kebakaran besar yang terjadi di Pelabuhan Al-Hudaydah di Yaman setelah serangan Israel pada 21 Juli 2024.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Peristiwa tersebut menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan 87 orang lainnya mengalami luka-luka, sebagian besar akibat luka bakar.
Peristiwa dalam video tersebut tidak berkaitan dengan serangan Iran terhadap pangkalan udara di Riyadh, Arab Saudi, seperti yang diklaim dalam unggahan media sosial.
Dengan demikian, klaim yang menyebut video tersebut sebagai dokumentasi serangan Iran terhadap pangkalan udara di Riyadh merupakan informasi yang tidak benar atau menyesatkan.
Klaim: Dokumentasi serangan rudal Iran ke pangkalan udara Riyadh.
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Video tersebut berjudul kebakaran besar akibat serangan Israel terhadap Pelabuhan Al-Hudaydah di Yaman. Video tersebut diunggah pada 21 Juli 2024.
Video asli tersebut memperlihatkan kebakaran besar yang terjadi di Pelabuhan Al-Hudaydah di Yaman setelah serangan Israel pada 21 Juli 2024.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Peristiwa tersebut menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan 87 orang lainnya mengalami luka-luka, sebagian besar akibat luka bakar.
Peristiwa dalam video tersebut tidak berkaitan dengan serangan Iran terhadap pangkalan udara di Riyadh, Arab Saudi, seperti yang diklaim dalam unggahan media sosial.
Dengan demikian, klaim yang menyebut video tersebut sebagai dokumentasi serangan Iran terhadap pangkalan udara di Riyadh merupakan informasi yang tidak benar atau menyesatkan.
Klaim: Dokumentasi serangan rudal Iran ke pangkalan udara Riyadh.
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-32962) Hoaks! Video Iran jatuhkan pesawat pembom B-2 milik Amerika
Sumber:Tanggal publish: 16/03/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Instagram mengklaim bahwa pesawat pembom siluman milik Amerika Serikat jenis B-2 berhasil ditembak jatuh oleh Iran.
Unggahan tersebut menyertakan narasi yang menyebut bahwa sistem pertahanan udara Iran berhasil menghancurkan pesawat pembom B-2 milik Amerika Serikat yang sedang melakukan operasi militer di kawasan Timur Tengah.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Kehormatan Amerika hancur saat ini, Iran mempawaikan pesawat pembom B-2 yang dibanggakan selama ini”
Namun, benarkah video pesawat pembom Amerika Serikat jenis B-2 berhasil ditembak jatuh oleh Iran tersebut?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Unggahan tersebut menyertakan narasi yang menyebut bahwa sistem pertahanan udara Iran berhasil menghancurkan pesawat pembom B-2 milik Amerika Serikat yang sedang melakukan operasi militer di kawasan Timur Tengah.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Kehormatan Amerika hancur saat ini, Iran mempawaikan pesawat pembom B-2 yang dibanggakan selama ini”
Namun, benarkah video pesawat pembom Amerika Serikat jenis B-2 berhasil ditembak jatuh oleh Iran tersebut?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah maupun laporan media kredibel yang menyebut bahwa pesawat pembom B-2 milik Amerika Serikat telah ditembak jatuh oleh Iran.
Pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan Hive Moderation menunjukkan bahwa video yang beredar memiliki kemungkinan sebesar 99,4 persen sebagai konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Sebagai informasi, laporan ANTARA menyebut bahwa Amerika Serikat memang meningkatkan kesiapsiagaan militer di kawasan Timur Tengah, termasuk menyiagakan pesawat pembom siluman B-2. Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Pemerintah Amerika Serikat juga memperkuat kehadiran militernya di kawasan dengan mengerahkan berbagai aset, seperti pesawat tempur F-35, F/A-18, dan F-15E, serta kapal induk dan kapal perang di sejumlah perairan strategis. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pertahanan dan kesiapsiagaan militer, bukan laporan tentang jatuhnya pesawat B-2.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, video yang diklaim sebagai pesawat pembom B-2 milik Amerika Serikat yang ditembak jatuh oleh Iran merupakan konten hasil kecerdasan buatan (AI) dan tidak mencerminkan peristiwa nyata.
Klaim: Video Iran jatuhkan pesawat pembom B-2 milik Amerika
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan Hive Moderation menunjukkan bahwa video yang beredar memiliki kemungkinan sebesar 99,4 persen sebagai konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Sebagai informasi, laporan ANTARA menyebut bahwa Amerika Serikat memang meningkatkan kesiapsiagaan militer di kawasan Timur Tengah, termasuk menyiagakan pesawat pembom siluman B-2. Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Pemerintah Amerika Serikat juga memperkuat kehadiran militernya di kawasan dengan mengerahkan berbagai aset, seperti pesawat tempur F-35, F/A-18, dan F-15E, serta kapal induk dan kapal perang di sejumlah perairan strategis. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pertahanan dan kesiapsiagaan militer, bukan laporan tentang jatuhnya pesawat B-2.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, video yang diklaim sebagai pesawat pembom B-2 milik Amerika Serikat yang ditembak jatuh oleh Iran merupakan konten hasil kecerdasan buatan (AI) dan tidak mencerminkan peristiwa nyata.
Klaim: Video Iran jatuhkan pesawat pembom B-2 milik Amerika
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
Halaman: 225/7794




