(GFD-2026-32949) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Mudik Gratis Pertamina 2026
Sumber:Tanggal publish: 16/03/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran mudik gratis Pertamina 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Maret 2026.
Klaim link pendaftaran mudik gratis Pertamina 2026 berupa tulisan sebagai berikut.
"Mudik makin tenang bersama Mudik Gratis Pertamina 2026! 🎉
Program ini dibuka untuk 34 Provinsi di Indonesia 🇮🇩
✨ Kuota terbatas
✨ Perjalanan nyaman
✨ Kesempatan pulang kampung gratis
⏳ Segera daftar sebelum kehabisan!
Link pendaftaran ada di BIO."
Dalam unggahan klaim link pendaftaran mudik gratis Pertamina 2026, terdapat menu daftar. Jika menu tersebut diklik akan muncul link berikut.
"https://daftarkaansegerakappal.netlify.app/?fbclid=IwY2xjawQkXLRleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETE2bEI0aGw1RW1seHl6bExwc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHgjWljqoC_b29P8Opkymn7zIZYD420Q_Ypd12NxhgqDagm5Ick8VaxdGDLHU_aem_g8TkCnZYaoxa2CgN7YsnbQ"
Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital, yang meminta sejumlah data pribadi yaitu nama, provinsi dan nomor Telegram.
Benarkah klaim link pendaftaran mudik gratis Pertamina 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran mudik gratis Pertamina 2026, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Mudik Pertamina 2026, Simak Cara Daftarnya untuk Hindari Penipuan" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 3 Maret 2026.
Situs Liputan6.com menyebutkan, pendaftaran untuk program mudik pertamina 2026 ini telah dibuka secara daring mulai Selasa, 3 Maret 2026, pukul 10.00 WIB, melalui situs resmi https://mudikpertamina2026.com/.
Terdapat beberapa syarat dan ketentuan yang wajib dipenuhi. Setiap peserta hanya diperbolehkan mendaftar satu kali dan tidak diperkenankan mengikuti program mudik BUMN lainnya. Peserta wajib menggunakan data identitas resmi yang masih berlaku seperti NIK/KTP/KIA, dan maksimal lima orang dalam satu kelompok pendaftaran. Anak usia di atas 3 tahun juga wajib didaftarkan sebagai penumpang dan mendapatkan kursi sendiri.
Data peserta akan diverifikasi melalui sistem validasi NIK, oleh karena itu penting untuk mengisi data dengan benar. Setelah pendaftaran, e-ticket akan dikirimkan melalui WhatsApp jika data telah diverifikasi, dan e-ticket ini harus disimpan serta diperlihatkan saat registrasi ulang. Peserta yang lolos harus melakukan registrasi ulang pada hari keberangkatan di lokasi yang ditentukan, karena peserta yang tidak hadir akan dianggap mengundurkan diri.
Sumber:https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6290119/mudik-pertamina-2026-simak-cara-daftarnya-untuk-hindari-penipuan
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran mudik gratis Pertamina 2026 tidak benar.
Pendaftaran untuk program mudik pertamina 2026 ini telah dibuka secara daring mulai Selasa, 3 Maret 2026, pukul 10.00 WIB, melalui situs resmi https://mudikpertamina2026.com/.
(GFD-2026-32951) [SALAH] Purbaya Sebut Kepala Desa Pakai Dana Desa untuk Foya-Foya
Sumber: TikTokTanggal publish: 16/03/2026
Berita
Akun TikTok “farel.12728” pada Rabu (25/2/2026) mengunggah video [arsip] yang menunjukkan Menkeu Purbaya memberikan pernyataan berikut:
“Dana desa cuman bikin foya-foya kepala desa. Sepertinya sejak dana desa dihapuskan, kadesnya yang paling menderita. Sejak ada dana desa, kadesnya jadi kaya-kaya, sawah tanah dimana-mana. Lebih baik dana desa dialokasikan buat infrastruktur di pedalaman karena selama ini dana desa banyak disalahgunakan. Selain itu, manajemen dan pola pikir kepala desa dalam mengolah dana desa, tidak mengerti tujuan dan manfaatnya dana desa bukan?”.
Pengunggah juga menambahkan narasi berikut:
“PAK PURBAYA TIDAK TERIMA DANA DESA DI SALAH GUNAKAN SE ENAK NYA”.
Hingga Senin (16/3/2026), unggahan tersebut telah disukai 29 akun.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis video tersebut dengan Deepfake Video Detection. Hasilnya menunjukkan probabilitas kepalsuan 87%.
TurnBackHoax kemudian mencari konteks asli topik pidato Menkeu Purbaya tersebut dengan Google Lens. Hasilnya, terdapat beberapa artikel berita yang membahas tentang pidato Purbaya dengan visual yang sama seperti unggahan “farel.12728”, yakni:
inews.id “Purbaya Pastikan Dana TKD Aceh Tak Dipotong, Percepat Pemulihan Pascabencana” yang tayang Sabtu (10/1/2026), dan
kompas.com “Purbaya Pastikan TKD Aceh Tak Dipangkas, Siap Tambah Rp 1,63 Triliun” tayang pada Rabu (31/12/2025).
Kesimpulan
Rujukan
- https://deepfakedetection.io/deepfake-video-detection
- https://www.inews.id/news/nasional/purbaya-pastikan-dana-tkd-aceh-tak-dipotong-percepat-pemulihan-pascabencana
- https://money.kompas.com/read/2025/12/31/102032226/purbaya-pastikan-tkd-aceh-tak-dipangkas-siap-tambah-rp-163-triliun
- https://www.tiktok.com/@farel.12728/video/7610757380220947732
- https://archive.ph/j7Rjs
(GFD-2026-32952) [SALAH] Luhut Terbukti Terlibat Kasus Korupsi Chromebook
Sumber: XTanggal publish: 16/03/2026
Berita
Akun X “Andria75777” pada Kamis (26/2/2026) mengunggah video [arsip] dengan narasi:
“Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan menerima uang 4,5 trilliun dari Nadim Makarim dalam kasus korupsi chromebook. Ini informasinya bukan cuma melibatkan mereka tapi juga menyebut nama Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan kita ketahui pada saat peristiwa ini terjadi itu Nadim adalah menterinya, Presiden Jokowi pada saat itu”.
Pengunggah juga menambahkan narasi:
“SUDAH JELAS2 PENGAKUAN MAKARIM JKW & LUHUT MENERIMA UANG TRILIUNAN.DARI KORUPSI CROMBOOK”.
Hingga Senin (16/3/2026), unggahan tersebut telah disukai 1.500 akun, menuai 235 komentar dan dilihat 25.300 kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Luhut korupsi Chromebook” ke mesin pencari Google. Hasilnya mengarah ke beberapa artikel yang membantah klaim, yakni:
antaranews.com “Hoaks! Artikel Nadiem sebut Jokowi dan Luhut terima Rp4,5 triliun dari kasus Chromebook” yang tayang Selasa (23/9/2025), dan
tirto.id “Hoaks Berita Nadiem Sebut Luhut dan Jokowi di Kasus Chromebook” yang tayang Selasa (17/2/2026).
Melansir dari kedua artikel tersebut, tidak ada bukti bahwa Nadiem Makarim pernah menyebutkan bahwa Joko Widodo dan Luhut Pandjaitan menerima dana sebesar Rp 4,5 triliun dalam kasus korupsi Chromebook. Menurut artikel Kompas.com berjudul “Vendor Chromebook Pernah Rapat Bareng Nadiem-Luhut Bahas TKDN” yang tayang pada Senin (9/2/2026), nama Luhut memang pernah muncul dalam investigasi kasus korupsi Chromebook, namun dalam konteks pelaksanaan rapat dengan vendor, bukan menerima dana dari Nadiem Makarim.
Lebih lanjut, video yang disebarkan merupakan potongan video berjudul “Jokowi dan Luhut Terima Uang Rp4,5 T dari Nadiem Makarim? Cek Fakta | Viral tapi Hoaks” yang diunggah oleh kanal YouTube @OfficialiNews pada Rabu (1/10/2025). Dalam video tersebut, Gaib Maruto Sigit, host utama dari acara ‘Viral tapi Hoaks’ di iNews, tengah membacakan potongan narasi misinformasi, bukan membacakan laporan berita faktual.
Kesimpulan
Rujukan
- https://www.antaranews.com/berita/5127168/hoaks-artikel-nadiem-sebut-jokowi-dan-luhut-terima-rp45-triliun-dari-kasus-chromebook
- https://tirto.id/hoaks-berita-nadiem-sebut-luhut-dan-jokowi-di-kasus-chromebook-hq9t
- https://nasional.kompas.com/read/2026/02/09/19163941/vendor-chromebook-pernah-rapat-bareng-nadiem-luhut-bahas-tkdn?page=all
- https://youtu.be/4OxWnqt4cMc?si=gA5EoArlcZR2NhPZ
- https://x.com/Andria75777/status/2026775200994570559
- https://archive.ph/LRFPA
(GFD-2026-32954) [SALAH] Timor Leste Mulai Bergerak Membantu Israel Lawan Iran
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 16/03/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan pengecekan untuk memastikan keaslian video yang beredar dengan menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa video tersebut memiliki persentase sebesar 55% telah dibuat dengan bantuan AI.
Untuk memastikan lebih lanjut, kemudian dilakukan pencarian ke kolom pencarian Google dengan kata kunci "Timor Leste kirim bantuan ke Israel", namun tidak ditemukan pemberitaan atau informasi kredibel terkait klaim tersebut.
.png)
.png)
.jpg)