• (GFD-2025-27829) [KLARIFIKASI] Belum Ada Pernyataan Prabowo soal Bendera Aceh

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar tangkapan layar berita BBC World News yang mengabarkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengesahkan pengibaran bendera bulan bintang milik Aceh.

    Bendera tersebut boleh dikibarkan dengan syarat harus berada di bawah bendera Merah Putih.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tangkapan layar itu merupakan konten manipulatif.

    Tangkapan layar berita mengenai pengesahan pengibaran bendera bulan bintang disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 30 Juni 2025:

    Alhamdulillah bendera bisa bekibardan Aceh tak mau 4 bataliyon .karna Aceh aman.

    Sementara, berikut teks yang tertera pada tangkapan layar:

    BENDERA BINTANG BULAN SAH BERKIBAR DI ACEH

    PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO MEMPERBOLEHKAN BENDERA ACEH BULAN BINTANG BERKIBAR DENGAN CATATAN HARUS DIBAWAH BENDERA MERAH PUTIH, BENDERA ACEH BEBAS DIKIBARKAN SELURUH ACEH TANPAHAMBATAN

    APA BILA ADA PIHAK-PIHAK YANG MENGINTIMIDASI PENGIBARAN BENDERA ACEH SEGERA LAPORKAN DAN PRESIDEN LANGSUNG AKAN MENGAMBIL TINDAKAN

    Hasil Cek Fakta

    Pengibaran bendera di Aceh tercantum dalam kesepakatan Helsinki, yang merupakan perjanjian damai antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 2005.

    Kesepakatan Helsinki memuat hak bagi Aceh untuk menggunakan simbol-simbol wilayah, termasuk bendera, lambang, dan himne.

    Pengibaran bendera di Aceh juga tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

    Pasal 246 menyebutkan, Aceh dapat mengibarkan bendera yang melambangkan keistimewaan atau kekhususannya. Namun bendera tersebut tidak digunakan sebagai simbol kedaulatan.

    Adapun bendera bulan dan bintang berwarna merah-hitam, memiliki payung hukum dalam Pasal 4 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.

    Kendati demikian, legalitas atau pengesahan bendera masih dalam proses.

    "Dalam proses. Saya rasa dalam proses, belum (boleh berkibar), lah," ujar Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem sebagaimana diwartakan Kompas.com, 17 Juni 2025.

    Sebelumnya, warga Aceh melakukan aksi damai merespons sengketa empat pulau yang diwacanakan akan masuk ke wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

    Bendera bulan bintang sempat berkibar saat aksi di halaman gedung Kantor Gubernur Aceh tersebut.

    Polemik mereda usai Prabowo memutuskan empat pulau tersebut kembali masuk ke wilayah administratif Aceh.

    Namun, sejauh ini tidak ditemukan pernyataan atau keterangan dari Prabowo mengenai pengibaran bendera Aceh.

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek pemberitaan BBC mengenai Prabowo dan bendera Aceh. Hasilnya tidak ditemukan pemberitaan apa pun seperti pada narasi yang beredar.

    Tangkapan layar yang beredar mencatut logo BBC, kemudian memasang foto dan narasi keliru.

    Foto yang dipakai serupa dengan yang terdapat di situs web resmi Pemerintah Aceh ini.

    Tampak Prabowo dan Mualem berbincang singkat di sela pertemuan International Conference on Infrastructure di JCC Senayan, Jakarta pada Kamis , 12 Juni 2025.

    Kesimpulan

    Tangkapan layar berita mengenai Prabowo mengesahkan pengibaran bendera bulan bintang merupakan konten manipulatif.

    Gubernur Aceh, Mualem mengatakan bahwa legalitas pengibaran bendera Aceh masih dalam proses.

    Sementara, sejauh ini belum ada pernyataan Prabowo mengenai bendera Aceh.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27828) Keliru: Video PM Israel Benjamin Netanyahu Tewas Diserang Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/07/2025

    Berita

    SEBUAH video beredar di Facebook [arsip], Instagram, YouTube dan TikTok, yang diklaim bahwa Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tewas karena serangan Iran.

    Video itu berisi sejumlah klip proses pemakaman mulai dari pengusungan jenazah, penimbunan liang kubur, dan foto-foto Netanyahu. Klip-klip itu dikemas mirip tampilan video berita. “Netanyahu tewas setelah rudal Iran bertubi-tubi menyapu bersih gedung-gedung dan markas para petinggi Israel. Netanyahu dikabarkan ada di sana menggelar rapat bersama para pejabat tinggi militernya,” narasi pada video yang menyebar.



    Namun, benarkah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video itu menggunakan layanan pencarian gambar terbalik Google, dan membandingkan narasinya dengan informasi dari sumber kredibel. Hasilnya, video tersebut adalah hasil suntingan. Kabar bahwa PM Israel tewas adalah tidak benar.



    Tampilan awal video yang beredar memperlihatkan pengusungan jenazah oleh sejumlah orang berpakai serba hitam. Video aslinya pernah ditayangkan oleh situs berita Associated Press, AP pada November 2015.

    Video itu sesungguhnya memperlihatkan pemakaman seorang mantan pemimpin pemuka agama Yahudi,  Immanuel Jakobovits. Dia dimakamkan di Mount of Olive atau Bukit Zaitun di Yerusalem, Senin, 1 November 2015.



    Video yang beredar pada detik ke-21, memperlihatkan klip proses menutup jenazah dengan kain hitam. Video itu sesungguhnya adalah tayangan berita Voice of America  pada 30 Januari 2023.

    Video itu sebenarnya pemakaman warga Israel yang menjadi korban serangan kelompok bersenjata Palestina di Yerusalem.



    Pada detik ke-52, video yang beredar juga memperlihatkan lokasi sebuah pemakaman. Tempat itu adalah pemakaman yang dianggap suci oleh umat Yahudi di Bukit Zaitun, Yerusalem. Seorang pengunjung bernama Choi Sung Min, pernah mendokumentasikan pemakaman tersebut.

    Netanyahu Masih Beraktivitas

    Dilansir BBC, Netanyahu masih beraktivitas, salah satunya bertemu dengan Presiden AS Donald Trump, di AS, Rabu malam, 8 Juli 2025. Pertemuan itu untuk membicarakan rencana gencatan senjata lagi di Gaza.

    Sebelumnya Netanyahu juga bertemu Wakil Presiden AS, JD Vance, Ketua DPR AS dari Partai Republik, Mike Johnson. 

    Namun, utusan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengatakan terdapat empat isu yang harus disepakati demi terciptanya gencatan senjata 60 hari. Satu poin belum berhasil disepakati, sehingga kedua pemimpin membutuhkan negosiasi lebih lanjut.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan pemakaman PM Israel Benjamin Netanyahu yang tewas karena serangan Iran adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27827) Keliru: Video SBY Menngatakan Merokok Lebih Baik daripada Minum Obat

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/07/2025

    Berita

    SEBUAH video berisi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan merokok lebih baik daripada minum obat, beredar di Facebook [arsip] pada 8 Juli 2025.

    Video itu memperlihatkan mantan Presiden Indonesia ke-6 itu memberikan rekomendasi kesehatan.  Menurut dia, merokok lebih baik daripada mengkonsumsi obat-obatan yang dijual di apotik dengan harga lebih mahal. “Bahan obat lebih murah dari sebungkus rokok, tapi dijual 20-30 kali. Tujuannya bukan untuk menyembuhkan tapi membuat ketergantungan,” kata SBY dalam video yang ditonton 157 ribu kali.



    Namun, benarkah SBY pernah mengatakan lebih baik merokok daripada minum obat?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video itu dengan memanfaatkan layanan pencarian gambar terbalik Google, serta memindainya dengan aplikasi pendeteksi konten akal imiasi. Hasilnya, audio Susilo Bambang Yudhoyono dalam video itu telah diubah dari aslinya.



    Video itu adalah rekaman wawancara SBY yang telah dipublikasikan di kanal Youtube Liputan 6 edisi  2 Juni 2025. Dalam video itu, SBY sebenarnya berbicara tentang konflik Timur Tengah khususnya perang Israel dan Iran pada 13-25 Juni 2025. SBY dalam video tersebut tidak menyinggung urusan kesehatan maupun terkait obat.  

    Tempo kemudian menganalisis video itu dengan alat deteksi kecerdasan buatan Hive Moderation. Hasilnya, 81,6 persen video itu melibatkan kecerdasan buatan. 



    Elemen akal imitasi dominan pada audio. Setelah dibandingkan secara langsung, terdapat perbedaan suara antara video yang beredar dan versi aslinya.

    Demikian juga hasil analisis dengan alat audio deepfake, Hiya Deepfake Voice Detector. Hasilnya juga menunjukkan penggunaan kecerdasan buatan yang signifikan pada bagian audio.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa video yang diklaim memperlihatkan SBY mengatakan lebih baik merokok daripada minum obat untuk menyembuhkan penyakit, adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27826) Menyesatkan: Video Terbakarnya Saluran Gas Petronas Malaysia Juli 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/07/2025

    Berita

    SEJUMLAH video di TikTok [arsip] dan Facebook (akun satu, dua, tiga) memuat klaim terbakarnya saluran gas perusahaan energi Petroliam Nasional Berhad (Petronas) Malaysia pada Juli 2025. Peristiwa itu disebut menyebabkan ratusan orang terluka dan meninggal dunia. 

    Video itu memperlihatkan kobaran api di antara gedung-gedung tinggi dan pemukiman warga. “Malaysia Berduka. Ledakan gas Petronas menelan ratusan jiwa terluka hingga meninggal,” demikian narasi dalam video-video yang beredar.



    Namun, benarkah klip-klip dalam konten tersebut memperlihatkan kebakaran saluran gas Petronas di Malaysia?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten tersebut dengan melibatkan Deepfakes Analysis Unit (DAU) dari Misinformation Combat Alliance, sebuah aliansi analis deepfake di India. Aliansi ini terdiri dari lintas industri, perusahaan media, dan organisasi pemeriksa fakta.  Hasil verifikasi menunjukkan, peristiwa kebakaran akibat bocornya saluran gas Petronas di Malaysia terjadi pada April 2025. Selain itu, video tersebut memuat  elemen yang dibuat dengan akal imitasi.

    Analis DAU menganalisis visual secara manual pada konten. Mereka menemukan terdapat kejanggalan di mana orang-orang yang tampak dalam video itu tidak panik dengan kemunculan api yang besar tersebut. Selain itu tidak terlihat petugas pemadam kebakaran di area lokasi, termasuk saat peristiwa direkam dari ketinggian.

    “Semua ini memberi saya gambaran bahwa mungkin klip-klip ini memiliki dua komponen. Komponen asli yang terlihat pada mobil-mobil dan orang-orang. Namun komponen api yang kemungkinan besar telah disunting,” kata analis DAU tersebut dalam keterangan tertulisnya kepada Tempo, Rabu, 9 Juli 2025.

    Berdasarkan berita Tempo, bocornya jaringan pipa gas Petronas menyebabkan ledakan besar pada 1 April 2025. Saat itu bersamaan dengan libur Hari Raya Idul Fitri.

    Peristiwa itu menyebabkan sedikitnya 49 rumah rusak dan 112 orang terluka. Dari jumlah korban, 63 di antaranya dilarikan ke rumah sakit karena luka bakar, kesulitan bernapas, dan cedera lainnya. Tidak ada korban meninggal dunia dari insiden tersebut.

    Berikut ini sejumlah fragmen video yang memuat elemen akal imitasi:



    Fragmen video yang menunjukkan api di balik pepohonan pernah beredar di grup Facebook Putra Height Residents pada 1 April 2025. Analis DAU menyatakan, hasil analisis dengan alat deteksi akal imitasi Hive Moderation, menemukan unsur kecerdasan buatan dalam tingkat yang signifikan. 



    Fragmen berikutnya adalah api yang direkam di depan mobil warna biru. Video ini awalnya diunggah akun TikTok zayman.story7 pada 1 April 2025. Analisis dengan alat pendeteksi deepfake, Wasit AI, menunjukkan bahwa klip ini dibuat dengan melibatkan akal imitasi.

    Tempo juga mendapatkan petunjuk dari satu konten di TikTok yang telah memuat keterangan video kebakaran tersebut dibuat dengan kecerdasan buatan.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim yang mengatakan narasi dalam konten yang beredar memperlihatkan kebakaran di Malaysia karena kebocoran saluran gas Petronas adalah klaim yang menyesatkan.

    Rujukan