• (GFD-2026-34274) [PARODI] Video "Megawati dan Jokowi Berseteru"

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 12/05/2026

    Berita

    Akun Instagram "bangotoy.gg" pada Senin (4/5/2026) mengunggah video [arsip] yang menampilkan Jokowi dan Megawati sedang berseteru. 

    Unggahan itu disertai dengan narasi : 

    "awal mula gesekan cocowi” Versi Politik Viral, Jokowi Dijemput Prabowo Naik MBG! Warganet Heboh!"

    Hingga Selasa (12/5/2026) unggahan itu telah dilihat 7 juta kali, mendapat lebih dari 230 ribu tanda suka, dan menuai lebih dari 6,3 ribu komentar. 

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menduga video tersebut merupakan hasil rekayasa AI karena terlihat gerakan bibir yang tidak sinkron dan tampak tidak alami.

    Untuk memastikannya, TurnBackHoax menganalisis video tersebut menggunakan alat pendeteksi AI Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan probabilitas 75,4 persen bahwa video tersebut merupakan konten buatan AI.

    Berdasarkan pencarian Google dengan kata kunci “video Megawati dan Jokowi berseteru” tidak ditemukan informasi yang membenarkan klaim.

    Kesimpulan

    Video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, dengan skor probabilitas atau kemungkinannya 75,4 persen. Unggahan berisi klaim “Megawati dan Jokowi berseteru” merupakan konten parodi (parody content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-34275) [SALAH] Kemenag: Pencabulan 50 Santri di Pati Itu Wajar, Nafsu Manusiawi

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 12/05/2026

    Berita

    Akun Facebook “Kandang PC” pada Rabu (6/5/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “Kemenag menegaskan: pencabulan 50 santri di Pati bukan termasuk Kejahatan AGAMA melainkan nafsu manusiawi, itu wajar”

    Per Selasa (12/5/2026) konten tersebut telah ditonton lebih dari 13 ribu kali, mendapat lebih dari 37 tanda suka dan menuai 82 komentar dari pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Kemenag: pencabulan santri di Pati itu wajar” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke video di akun Instagram idntimes.video “Menag Nasaruddin Tegaskan Tak Toleransi Kasus Kekerasan Seksual”. 

    Dalam video yang tayang Rabu (6/5/2026) itu, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan tidak mentolerir tindakan kekerasan seksual, baik secara verbal maupun fisik. Disebutkan pula bahwa Kementerian Agama (Kemenag) telah memperkuat regulasi dan mekanisme pembinaan di satuan pendidikan keagamaan.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Kemenag: pencabulan 50 santri di Pati itu wajar, nafsu manusiawi”.

    Kesimpulan

    Faktanya, Menag Nasaruddin telah menegaskan bahwa ia tidak mentolerir tindakan kekerasan seksual, baik secara verbal maupun fisik. Jadi, unggahan video berisi klaim “Kemenag: pencabulan 50 santri di Pati itu wajar, nafsu manusiawi” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-34277) Cek Fakta: Hoaks Soimah Berbagi Bantuan Dana Rp 100 Juta Melalui Facebook

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim Soimah membagikan uang Rp 100 juta melalui Facebook. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 4 Mei 2026.
    Dalam postingannya terdapat surat dengan kop Polri dengan narasi sebagai berikut:
    "Saya atas nama Soimah ingin berbagi bantuan kepada masyarakat yang tidak mampu dan benar-benar membutuhkan sebesar Rp 100.000.000 (seratus juta) yang mendapatkannya tidak sembarang orang tapi diundi jadi kalau mau harus cepat. Siapa cepat dia dapat"
    Postingan itu disertai foto Soimah dan Kapolri Listyo Sigit dengan narasi:
    "Halo semua buat anak-anak ibu mau bagi-bagi hadiah siapa cepat dia dapat"
    Lalu benarkah postingan yang mengklaim Soimah membagikan uang Rp 100 juta melalui Facebook?
    Cek Fakta beberapa kali menemukan hoaks penipuan dengan mencatut nama Soimah. Konten yang dibagikan para pembuat hoaks itu pun beragam.
    Padahal sejak 28 Desember 2020, Soimah telah memberikan bantahannya terkait pembagian uang atau hadiah ini.
    Soimah memastikan tidak pernah membagikan hadiah berupa uang saat live di Facebook. Ia pun menyebut, akun Facebook yang mencatut namanya merupakan modus penipuan.
    Berikut isi postingannya:
    "Halo gaes, jangan mudah percaya kalau ada akun abal-abal yang mengatasnamakan saya, saya enggak pernah bikin-bikin giveaway apalagi yang katanya live, kebetulan saudara saya dan teman saya iseng-iseng mantau dan kroscek ke saya.
    Heii ... akun go***k, jangan menjadi penipu pakai nama orang ya, nanti kamu bakalan kena karma ditipu sama orang lho.
    Untuk teman-teman yang budiman sekali jangan pernah percaya, seumur hidup saya enggak pernah bikin-bikin gituan di media manapun, jadi kalau ada akun atas nama saya bikin giveaway, itu jelas palsu, karena saya sudah menginformasikan ini, jadi kalau ada apa-apa tanggung sendiri risikonya ya."
    Selain itu dalam kolom komentar dalam postingan itu terdapat ajakan untuk menghubungi pesan pribadi yang terdapat pada akun tersebut. Ini merupakan modus agar masyarakat mengklik tautan menuju website yang bisa mencuri data ataupun terhubung dengan pinjaman online ilegal.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan yang mengklaim Soimah membagikan uang Rp 100 juta melalui Facebook adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34278) Tidak Benar, DPR Terima Surat Pengunduran Diri Gibran

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/05/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim Presiden RI Prabowo Subianto menghormati keputusan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan DPR telah menerima surat pengunduran diri dari Gibran.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Bailey Miles” (arsip) berkolaborasi dengan Murshid 2 (arsip) pada Senin (11/05/2026). Unggahan menampilkan gambar Prabowo dengan gaya hormat dan Gibran dengan tangan terlipat seolah-olah meminta maaf. Gambar latar belakang memperlihatkan Gibran memegang dokumen kepada Puan Maharani.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “BREAKING NEWS. PRABOWO HORMATI KEPUTUSAN GIBRAN. DPR TERIMA SURAT PENGUNDURAN DIRI GIBRAN. PRABOWO LANGSUNG BOCORKAN HAL MENGEJUTKAN.” Begitu narasi tertulis dalam gambar.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menambahkan keterangan dalam unggahan: “Situasi politik kembali menjadi sorotan setelah kabar pengunduran diri Gibran mencuat ke publik. DPR dikabarkan telah menerima surat resmi yang menandai langkah besar dalam perjalanan politiknya.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Di tengah dinamika tersebut, Prabowo menunjukkan sikap tegas namun menghormati keputusan yang diambil. Pernyataan yang disampaikan pun langsung menarik perhatian, terlebih setelah muncul informasi baru yang disebut-sebut cukup mengejutkan.

    Publik kini menanti kejelasan lebih lanjut, sementara berbagai spekulasi terus berkembang mengenai langkah berikutnya dan dampaknya terhadap peta politik nasional.”

    Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (12/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 372 likes, 263 komentar, dan 60 kali dibagikan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian masyarakat mempercayai informasi tersebut dan sebagian lainnya menyatakan bahwa informasi itu tidak benar.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook bernama “Murshid 2” dan YouTube @Buk4N1nt3L. Kedua unggahan tersebut menampilkan video yang sama terkait pengunduran diri Gibran.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Wapres Gibran dan Menhaj Tinjau Layanan Makkah Route di Juanda

    Periksa Fakta Pengunduran Diri Gibran. foto/hotline periksa fatka tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan ke laman YouTube Tempo. Laman Tempo menyatakan bahwa video yang menampilkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka seolah mengumumkan pengunduran diri yang beredar di TikTok dan Facebook pada 18 Oktober 2025 adalah tidak benar.

    Dalam tayangan itu, Gibran menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada media yang disebutnya telah mengawal program pemerintah. Faktanya, momen tersebut adalah saat Gibran menyerahkan surat pengunduran diri sebagai Wali Kota Surakarta ke DPRD Kota Surakarta pada 16 Juli 2024, bukan pengunduran diri sebagai Wakil Presiden.

    Kemudian Tirto mengetikkan kata kunci “DPR terima surat pengunduran diri Gibran” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke laman Kompas, video yang beredar mengklaim Gibran mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden adalah hoaks. Sampai saat ini tidak ada informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Lebih lanjut, Tirto berusaha mengamati gambar latar belakang saat Gibran menyerahkan dokumen pada unggahan yang beredar. Ditemukan beberapa kejanggalan, seperti tangan Gibran saat memberi dokumen tidak pas dengan tangan Puan, bahkan terlihat sejumlah 6 tangan yang tidak proporsional. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 98,5 persen sebagai hasil manipulasi AI.

    Melansir akun Instagram resmi miliknya @gibran_rakabuming, Gibran masih aktif beraktivitas sebagai wapres dan menghadiri Haul ke-55 Almaghfurlah K.H. Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, pada Minggu, 10 Mei 2026.

    “Bagi saya, haul bukan sekadar mengenang, melainkan momentum untuk meneladani perjuangan para ulama dalam menjaga persatuan umat dan menumbuhkan kecintaan kepada bangsa. Kehadiran saya di acara ini adalah bentuk penghormatan atas jasa besar pendiri Nahdlatul Ulama tersebut bagi Indonesia.” Begitu jelas Gibran dalam akun Instagram resminya.

    Di hadapan para santri dan jamaah, Gibran menegaskan bahwa Kiai Wahab adalah tokoh penggerak yang mewarisi semangat persatuan, cinta tanah air, keberanian berpikir maju, serta komitmen kuat untuk kemajuan bangsa. Karena itu, Gibran berpesan kepada para santri sebagai generasi penerus agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Indonesia membutuhkan anak-anak muda, membutuhkan santri yang berakhlak mulia, mencintai tanah air, berani berinovasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan DPR menerima surat pengunduran diri Gibran sebagai wakil presiden RI adalah tidak benar dan tidak didukung oleh informasi kredibel.

    Baca juga:Gibran: Pak JK itu Idola Saya

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Gibran mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Presiden RI bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI). Sampai artikel ini ditulis, tidak ada media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Dalam akun Instagram miliknya, Gibran masih aktif sebagai wakil presiden dan menghadiri Haul ke-55 Almaghfurlah K.H. Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, pada Minggu, 10 Mei 2026.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan