SEBUAH akun di media sosial Facebook [arsip] mengunggah video bahwa pengusaha Jusuf Hamka atau Babah Alun mempromosikan situs judi online (judol), Banteng69.
Dalam video tersebut, Babah Alun terlihat diwawancarai oleh sejumlah wartawan. Ia mengatakan, situs Banteng69 sudah resmi dan terbukti memberi kemenangan untuk semua anggotanya. “Jadi saya bergerak cepat membuka situs Banteng 69 agar masyarakat segera mendapatkan kemenangan dan tidak tertipu oleh situs ilegal,” kata Jusuf Hamka dalam video.
Lalu, benarkah Yusuf Hamka mempromosikan situs judi online?
(GFD-2025-27841) Keliru: Jusuf Hamka Mempromosikan Situs Judi Online
Sumber:Tanggal publish: 11/07/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi klaim itu dengan pencarian gambar terbalik Google dan alat pendeteksi kecerdasan buatan (AI). Faktanya, video yang mempromosikan situs judi tersebut hasil suntingan dengan kecerdasan buatan.
Potongan video ini pernah tayang di akun Youtube Kompas TV edisi 13 Juli 2024 berjudul Jusuf Hamka Blak-blakan Awal Mula Disiapkan Golkar Maju Bareng Kaesang di Pilgub Jakarta 2024.
Akun Sindonews juga mengunggah video serupa.
Dalam video wawancara doorstop itu, Jusuf Hamka menceritakan awal mula diisukan maju di Pemilihan Gubernur Jakarta 2024. Saat itu, Jusuf diundang oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto untuk berdiskusi soal solusi banjir, kemacetan, hingga sampah di Jakarta.
"Saya ditanya ini bagaimana Jakarta dengan kemacetan, banjir. Apa sih yang bisa dilakukan,” kata Jusuf Hamka kepada wartawan usai kunjungan di kediaman Menko Polhukam Mahfud MD pada 13 Juli 2024.
Pengusaha yang juga politisi Golkar tersebut, tidak mempromosikan situs judi online sama sekali.
Tempo juga menganalisis video dengan alat pendeteksi kecerdasan buatan, Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan 98,1 persen audio yang beredar di Facebook itu dibuat menggunakan akal imitasi.
Potongan video ini pernah tayang di akun Youtube Kompas TV edisi 13 Juli 2024 berjudul Jusuf Hamka Blak-blakan Awal Mula Disiapkan Golkar Maju Bareng Kaesang di Pilgub Jakarta 2024.
Akun Sindonews juga mengunggah video serupa.
Dalam video wawancara doorstop itu, Jusuf Hamka menceritakan awal mula diisukan maju di Pemilihan Gubernur Jakarta 2024. Saat itu, Jusuf diundang oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto untuk berdiskusi soal solusi banjir, kemacetan, hingga sampah di Jakarta.
"Saya ditanya ini bagaimana Jakarta dengan kemacetan, banjir. Apa sih yang bisa dilakukan,” kata Jusuf Hamka kepada wartawan usai kunjungan di kediaman Menko Polhukam Mahfud MD pada 13 Juli 2024.
Pengusaha yang juga politisi Golkar tersebut, tidak mempromosikan situs judi online sama sekali.
Tempo juga menganalisis video dengan alat pendeteksi kecerdasan buatan, Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan 98,1 persen audio yang beredar di Facebook itu dibuat menggunakan akal imitasi.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim video Jusuf Hamka mempromosikan situs judol adalah keliru.
Rujukan
- https://www.facebook.com/61552069626926/videos/741839468420317
- https://mvau.lt/media/3a40b518-8c8f-4077-9f83-857720da17db
- https://www.youtube.com/watch?v=GKSsuDjiM_Q
- https://www.youtube.com/watch?v=o84mfyioA-0&t=73s
- http://hivemoderation.com /cdn-cgi/l/email-protection#2d4e48464b4c46594c6d7948405d42034e42034449
(GFD-2025-27840) [HOAKS] Netanyahu Tewas dalam Serangan Iran pada 3 Juli 2025
Sumber:Tanggal publish: 10/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan tewas dalam serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Iran yang berlangsung sepanjang Juni 2025.
Kabar itu beredar di berbagai platform media sosial sejak 3 Juli 2025. Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar tersebut hoaks.
Kabar kematian Netanyahu dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini, kanal YouTube ini, serta akun TikTok ini.
Akun-akun tersebut membagikan video pendek yang memperlihatkan prosesi pemakaman. Video itu dibubuhi teks sebagai berikut:
Netanyahu Tewas, setelah rudal iran bertubi tubi menyapu bersih gedung2 dan markas para petinggi israil, netanyahu di kabarkan ada di sana menggelar rapat bersama para pejabat tinggi militer nya
Screenshot Hoaks, Netanyahu tewas dalam serangan Iran pada 3 Juli 2025
Kabar itu beredar di berbagai platform media sosial sejak 3 Juli 2025. Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar tersebut hoaks.
Kabar kematian Netanyahu dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini, kanal YouTube ini, serta akun TikTok ini.
Akun-akun tersebut membagikan video pendek yang memperlihatkan prosesi pemakaman. Video itu dibubuhi teks sebagai berikut:
Netanyahu Tewas, setelah rudal iran bertubi tubi menyapu bersih gedung2 dan markas para petinggi israil, netanyahu di kabarkan ada di sana menggelar rapat bersama para pejabat tinggi militer nya
Screenshot Hoaks, Netanyahu tewas dalam serangan Iran pada 3 Juli 2025
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan pemberitaan media kredibel atau sumber resmi yang menyebutkan Netanyahu tewas pada 3 Juli 2025 dalam serangan Iran.
Sebaliknya, pemberitaan terkini justru menyebutkan bahwa Netanyahu tengah melawat ke Amerika Serikat (AS). Dia juga bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.
Diberitakan Kompas.id, dalam pertemuan di Gedung Putih pada Senin (7/7/2025), Netanyahu mengatakan bahwa ia mengusulkan Trump untuk Anugrah Novel Perdamaian.
"Saya ingin mempersembahkan pada Anda, Bapak Presiden, surat yang saya kirimkan ke Komite Hadiah Nobel: Mengusulkan Anda untuk Anugrah Perdamaian, hal yang sangat layak dan Anda seharusnya mendapatkan itu," ujar Netanyahu.
Hal tersebut disambut dengan girang oleh Trump, yang memang telah berhasrat pada Nobel Perdamaian sejak periode pertamanya menjadi Presiden AS pada 2017.
Pertemuan Trump dan Netanyahu dengan para pembantunya juga membahas gencatan senjata di Gaza dan serangan gabungan AS-Israel ke Iran.
Sebaliknya, pemberitaan terkini justru menyebutkan bahwa Netanyahu tengah melawat ke Amerika Serikat (AS). Dia juga bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.
Diberitakan Kompas.id, dalam pertemuan di Gedung Putih pada Senin (7/7/2025), Netanyahu mengatakan bahwa ia mengusulkan Trump untuk Anugrah Novel Perdamaian.
"Saya ingin mempersembahkan pada Anda, Bapak Presiden, surat yang saya kirimkan ke Komite Hadiah Nobel: Mengusulkan Anda untuk Anugrah Perdamaian, hal yang sangat layak dan Anda seharusnya mendapatkan itu," ujar Netanyahu.
Hal tersebut disambut dengan girang oleh Trump, yang memang telah berhasrat pada Nobel Perdamaian sejak periode pertamanya menjadi Presiden AS pada 2017.
Pertemuan Trump dan Netanyahu dengan para pembantunya juga membahas gencatan senjata di Gaza dan serangan gabungan AS-Israel ke Iran.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar kematian Netanyahu dalam serangan yang dilancarakan Iran pada 3 Juli 2025 adalah hoaks.
Netanyahu dalam kondisi sehat. Pada Senin (7/7/2025), ia melawat ke AS dan bertemu dengan Trump untuk membicarakan sejumlah isu geopolitik.
Netanyahu dalam kondisi sehat. Pada Senin (7/7/2025), ia melawat ke AS dan bertemu dengan Trump untuk membicarakan sejumlah isu geopolitik.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/755751103542819
- https://www.facebook.com/reel/1814633156133898
- https://www.youtube.com/shorts/CuyvmqcYPIQ
- https://www.tiktok.com/@kabar_media/video/7522436513255165190
- https://www.kompas.id/artikel/netanyahu-sanjung-trump-dengan-usulan-nobel
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27839) [KLARIFIKASI] Foto Ronaldo Berlutut di Makam Diogo Dibuat dengan AI
Sumber:Tanggal publish: 10/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial, beredar foto bintang sepak bola asal Portugal, Cristiano Ronaldo berlutut di samping makam Diogo Jota.
Diogo merupakan pemain Liverpool dengan nomor punggung 20 yang mengalami kecelakaan dan tewas di Spanyol pada Kamis (3/7/2025).
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut merupakan konten manipulatif.
Foto Ronaldo berlutut di makam Diogo Jota disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang tertera pada gambar:
CRISTIANO RONALDO KUNJUNGI MAKAM DIOGO JOTA!
Diogo merupakan pemain Liverpool dengan nomor punggung 20 yang mengalami kecelakaan dan tewas di Spanyol pada Kamis (3/7/2025).
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut merupakan konten manipulatif.
Foto Ronaldo berlutut di makam Diogo Jota disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang tertera pada gambar:
CRISTIANO RONALDO KUNJUNGI MAKAM DIOGO JOTA!
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan teknik reverse image search untuk mengecek jejak digital dari gambar yang beredar.
Sulit menemukan gambar identik karena teks yang menutupi bagian tengah gambar.
Namun, ditemukan gambar senada menampilkan Ronaldo berada di makam Diogo, tetapi dengan pose dan sudut pandang berbeda.
Gambar-gambar tersebut telah dibantah oleh pemeriksa fakta Misbar dan mengidentifikasinya sebagai konten manipulatif berbasis AI.
Gambar tersebut dibuat dengan Meta AI, terbukti dari watermark yang terdapat pada gambar.
Namun dari gambar yang beredar di media sosial, bagian watermark ditutupi dengan keterangan cuaca.
Lantas, Tim Cek Fakta Kompas.com mencoba mengecek bagian gambar yang tidak tertutup teks dengan tools pendeteksi artificial intelligence (AI).
Terdapat situs web Was It AI dan Sight Engine yang dapat digunakan untuk membantu mendeteksi kemungkinan campur tangan AI dalam gambar.
Was It AI mengidentifikasi gambar Ronaldo berlutut di makam Diogo dibuat dengan AI.
Begitu pula dengan Sight Engine menunjukkan gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan.
Ronald dan Diogo merupakan pemain Timnas Portugal. Sebagaimana diwartakan Bein Sports, Ronaldo memilih untuk tidak menghadiri pemakaman Diogo.
Alasannya, ia tidak ingin kehadirannya sebagai bintang sepak bola mengganggu prosesi pemakaman dan ingin menghormati duka yang dirasakan keluarga yang kehilangan.
Kendati demikian, Ronaldo menjamin hubungan baik dengan keluarga dan rekan-rekan Diogo.
Sulit menemukan gambar identik karena teks yang menutupi bagian tengah gambar.
Namun, ditemukan gambar senada menampilkan Ronaldo berada di makam Diogo, tetapi dengan pose dan sudut pandang berbeda.
Gambar-gambar tersebut telah dibantah oleh pemeriksa fakta Misbar dan mengidentifikasinya sebagai konten manipulatif berbasis AI.
Gambar tersebut dibuat dengan Meta AI, terbukti dari watermark yang terdapat pada gambar.
Namun dari gambar yang beredar di media sosial, bagian watermark ditutupi dengan keterangan cuaca.
Lantas, Tim Cek Fakta Kompas.com mencoba mengecek bagian gambar yang tidak tertutup teks dengan tools pendeteksi artificial intelligence (AI).
Terdapat situs web Was It AI dan Sight Engine yang dapat digunakan untuk membantu mendeteksi kemungkinan campur tangan AI dalam gambar.
Was It AI mengidentifikasi gambar Ronaldo berlutut di makam Diogo dibuat dengan AI.
Begitu pula dengan Sight Engine menunjukkan gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan.
Ronald dan Diogo merupakan pemain Timnas Portugal. Sebagaimana diwartakan Bein Sports, Ronaldo memilih untuk tidak menghadiri pemakaman Diogo.
Alasannya, ia tidak ingin kehadirannya sebagai bintang sepak bola mengganggu prosesi pemakaman dan ingin menghormati duka yang dirasakan keluarga yang kehilangan.
Kendati demikian, Ronaldo menjamin hubungan baik dengan keluarga dan rekan-rekan Diogo.
Kesimpulan
Gambar Cristiano Ronaldo berlutut di samping makam Diogo Jota merupakan konten manipulatif berbasis AI.
Faktanya, Ronaldo tidak hadir di pemakaman DiogoJota dan adiknya, Andre Silva.
Faktanya, Ronaldo tidak hadir di pemakaman DiogoJota dan adiknya, Andre Silva.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=25177368868530348&set=pcb.25177387378528497
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=122112118622925612&set=a.122093820566925612
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=4132644826993124&set=a.1476287552628878
- https://wasitai.com/
- https://sightengine.com/detect-ai-generated-images
- https://www.beinsports.com/en-us/soccer/premier-league/articles/cristiano-ronaldo-s-sister-explains-why-he-did-not-attend-diogo-jota-s-funeral-2025-07-06
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27838) Sebagian Benar: Memanaskan Telur dengan Microwave Berpotensi Menyebabkan Ledakan
Sumber:Tanggal publish: 10/07/2025
Berita
SEBUAH pesan berantai tentang bahaya memanaskan telur menggunakan microwave, beredar melalui WhatsApp awal Juli 2025. Tindakan tersebut, diklaim dapat memicu ledakan setelah dua menit kemudian.
Pesan berantai itu menyebut tentang penelitian sejumlah ahli mengenai potensi ledakan karena memanaskan telur dengan microwave. Ledakan bisa terjadi karena telur bagian dalam terlalu panas, yang mendorong volume kuning telur memuai. Saat pemuaian ini melampaui lingkup telur itu sendiri, maka ledakan akan terjadi. “Jika terpaksa menggunakan microwave, terlebih dulu harus mengupas kulit telurnya atau diuraikan dulu dalam sebuah wadah,” demikian isi imbauan dalam pesan berantai tersebut.
Tempo mendapat permintaan pembaca untuk memeriksa benarkah memanaskan telur ke dalam microwave dapat menyebabkan ledakan?
Pesan berantai itu menyebut tentang penelitian sejumlah ahli mengenai potensi ledakan karena memanaskan telur dengan microwave. Ledakan bisa terjadi karena telur bagian dalam terlalu panas, yang mendorong volume kuning telur memuai. Saat pemuaian ini melampaui lingkup telur itu sendiri, maka ledakan akan terjadi. “Jika terpaksa menggunakan microwave, terlebih dulu harus mengupas kulit telurnya atau diuraikan dulu dalam sebuah wadah,” demikian isi imbauan dalam pesan berantai tersebut.
Tempo mendapat permintaan pembaca untuk memeriksa benarkah memanaskan telur ke dalam microwave dapat menyebabkan ledakan?
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan, memanaskan telur di dalam microwave, baik menggunakan cangkangnya maupun tidak, sama-sama dapat meledak. Hal ini merupakan kesimpulan setelah Tempo mewawancarai pakar dan membandingkan dengan pemberitaan kredibel.
Staf pengajar Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga, Tahta Amrillah, SSi, MSc, PhD, menjelaskan, microwave memancarkan gelombang mikro yang dapat berinteraksi dengan molekul di dalam telur.
Sementara telur dan cangkangnya terbuat dari molekul yang berbeda. Molekul telur lebih dapat berinteraksi dengan gelombang mikro dari microwave dibandingkan molekul cangkangnya. “Ledakan tersebut terjadi karena perbedaan molekul dan tekanan panas dari microwave ke telur,” kata Tahta Amrillah kepada Tempo, Rabu, 9 Juli 2025.
Tempo pernah menulis, telur menjadi salah satu bahan makan yang tidak direkomendasikan oleh para ahli untuk dimasak atau dipanaskan dengan microwave. "Memanaskan telur rebus (dikupas atau tidak) meningkatkan tekanan di dalamnya. Hal ini menyebabkan telur meledak di microwave atau di piring," kata Hiba Batool, seorang peneliti nutrisi di Marham.
Penelitian Mekanisme Ledakan Telur yang Dipanaskan dengan Microwave
Dikutip dari Science Daily, Anthony Nash dan Lauren von Blohn, dari Charles M. Salter Associates, pernah mempresentasikan penelitian mereka tentang mekanisme meledaknya telur di dalam microwave. Mereka mempresentasikannya pada Pertemuan Acoustical Society of America ke-174 pada 4-8 Desember 2017, di New Orleans, Louisiana.
Nash dan von Blohn menyelidiki mekanisme meledaknya telur sebagai bagian dari kesaksian saksi ahli untuk litigasi di mana seorang penggugat diduga menderita luka bakar parah dan kerusakan pendengaran di sebuah restoran setelah telur rebus yang dipanaskan dalam microwave meledak di mulutnya.
Mereka menguji sejumlah telur yang dipanaskan dalam microwave dengan tekanan tingkat suara berkisar antara 86 hingga 133 desibel. Hasilnya hanya 30% telur yang diuji yang berhasil melewati siklus pemanasan microwave dan meledak ketika tertusuk benda tajam. Secara statistik, kemungkinan telur meledak dan merusak pendengaran seseorang cukup kecil.
Dalam eksperimen Nash dan von Blohn, mereka memperhitungkan variabel-variabel yang dikontrol dengan ketat. Pertama, telur rebus terpilih ditempatkan dalam alat laboratorium penangas air dan dipanaskan selama tiga menit. Suhu penangas air diukur di tengah dan akhir siklus pemanasan. Terakhir, telur dikeluarkan dari penangas air, diletakkan di lantai, dan ditusuk dengan termometer daging untuk memicu ledakan.
Dari eksperiman itu mereka menemukan bahwa suhu kuning telur secara konsisten lebih tinggi daripada suhu air di sekitarnya. Implikasinya adalah kuning telur lebih rentan terhadap radiasi gelombang mikro dibandingkan air murni. Matriks protein telur memerangkap kantong-kantong kecil air di dalam kuning telur, menyebabkan kantong-kantong tersebut menjadi sangat panas jauh di atas suhu didih air keran biasa.
Ketika kantong-kantong yang sangat panas ini dicoblos atau jika seseorang mencoba menggigit kuning telur, semua kantong air tersebut mendidih dalam reaksi berantai yang dahsyat yang menyebabkan fenomena seperti ledakan.
Staf pengajar Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga, Tahta Amrillah, SSi, MSc, PhD, menjelaskan, microwave memancarkan gelombang mikro yang dapat berinteraksi dengan molekul di dalam telur.
Sementara telur dan cangkangnya terbuat dari molekul yang berbeda. Molekul telur lebih dapat berinteraksi dengan gelombang mikro dari microwave dibandingkan molekul cangkangnya. “Ledakan tersebut terjadi karena perbedaan molekul dan tekanan panas dari microwave ke telur,” kata Tahta Amrillah kepada Tempo, Rabu, 9 Juli 2025.
Tempo pernah menulis, telur menjadi salah satu bahan makan yang tidak direkomendasikan oleh para ahli untuk dimasak atau dipanaskan dengan microwave. "Memanaskan telur rebus (dikupas atau tidak) meningkatkan tekanan di dalamnya. Hal ini menyebabkan telur meledak di microwave atau di piring," kata Hiba Batool, seorang peneliti nutrisi di Marham.
Penelitian Mekanisme Ledakan Telur yang Dipanaskan dengan Microwave
Dikutip dari Science Daily, Anthony Nash dan Lauren von Blohn, dari Charles M. Salter Associates, pernah mempresentasikan penelitian mereka tentang mekanisme meledaknya telur di dalam microwave. Mereka mempresentasikannya pada Pertemuan Acoustical Society of America ke-174 pada 4-8 Desember 2017, di New Orleans, Louisiana.
Nash dan von Blohn menyelidiki mekanisme meledaknya telur sebagai bagian dari kesaksian saksi ahli untuk litigasi di mana seorang penggugat diduga menderita luka bakar parah dan kerusakan pendengaran di sebuah restoran setelah telur rebus yang dipanaskan dalam microwave meledak di mulutnya.
Mereka menguji sejumlah telur yang dipanaskan dalam microwave dengan tekanan tingkat suara berkisar antara 86 hingga 133 desibel. Hasilnya hanya 30% telur yang diuji yang berhasil melewati siklus pemanasan microwave dan meledak ketika tertusuk benda tajam. Secara statistik, kemungkinan telur meledak dan merusak pendengaran seseorang cukup kecil.
Dalam eksperimen Nash dan von Blohn, mereka memperhitungkan variabel-variabel yang dikontrol dengan ketat. Pertama, telur rebus terpilih ditempatkan dalam alat laboratorium penangas air dan dipanaskan selama tiga menit. Suhu penangas air diukur di tengah dan akhir siklus pemanasan. Terakhir, telur dikeluarkan dari penangas air, diletakkan di lantai, dan ditusuk dengan termometer daging untuk memicu ledakan.
Dari eksperiman itu mereka menemukan bahwa suhu kuning telur secara konsisten lebih tinggi daripada suhu air di sekitarnya. Implikasinya adalah kuning telur lebih rentan terhadap radiasi gelombang mikro dibandingkan air murni. Matriks protein telur memerangkap kantong-kantong kecil air di dalam kuning telur, menyebabkan kantong-kantong tersebut menjadi sangat panas jauh di atas suhu didih air keran biasa.
Ketika kantong-kantong yang sangat panas ini dicoblos atau jika seseorang mencoba menggigit kuning telur, semua kantong air tersebut mendidih dalam reaksi berantai yang dahsyat yang menyebabkan fenomena seperti ledakan.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim memanaskan telur menggunakan microwave dapat menyebabkan ledakan adalah sebagian benar. Baik berkulit atau tidak, telur berpotensi meledak bila dipanaskan dengan menggunakan microwave.
Rujukan
Halaman: 218/6537