• (GFD-2026-32963) Hoaks! DPR AS lengserkan Donald Trump dari kursi kepresidenan

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di media sosial Facebook mengklaim bahwa DPR Amerika Serikat resmi melengserkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dari jabatannya sebagai presiden.

    Video tersebut juga menarasikan bahwa Donald Trump telah dimakzulkan dan tidak lagi menjabat sebagai presiden.

    Selain itu, unggahan tersebut menyebut bahwa Trump dikendalikan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam mengambil berbagai keputusan.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Ini adalah akhir kekuasaan Trump di Amerika Serikat

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Amerika di ambang kehancuran DPR AS resmi lengserkan Trump dari Presiden?

    Donal Trump dikendalikan Netanyahu untuk melakukan apa saja yang dilakukannya sampai menghancurkan ekonomi rakyat AS sendiri, hayoo…rakyat AS secepatnya gulingkan Donal Trump supaya kalian tidak di adu domba sama negara lain karena Donal Trump itu sudah gila dan pikun”

    Namun, benarkah DPR Amerika Serikat resmi melengserkan Donald Trump dari jabatan presiden?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuan, tidak ditemukan informasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun pemberitaan media kredibel yang menyebut bahwa DPR Amerika Serikat telah melengserkan Donald Trump dari kursi presiden.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Video yang beredar di media sosial tersebut diketahui berasal dari rekaman pidato anggota Kongres Amerika Serikat, Ted Lieu, dalam sebuah konferensi pers berjudul “Trump Mentioned THOUSANDS of Times in New Epstein Files | Rep. Ted Lieu Press Conference”.

    Dalam konferensi pers tersebut, Ted Lieu membahas dokumen baru terkait kasus Jeffrey Epstein. Ia menyatakan bahwa nama Donald Trump muncul dalam dokumen tersebut dan meminta agar dokumen Epstein dirilis secara lebih transparan kepada publik.

    Pernyataan tersebut bertujuan agar masyarakat mengetahui siapa saja yang disebut atau terlibat dalam dokumen tersebut. Pidato Ted Lieu dalam konferensi pers tersebut tidak membahas mengenai pelengseran Donald Trump dari jabatan presiden.

    Hingga saat ini, dilansir dari laman White House, Donald Trump masih menjadi Presiden Amerika Serikat.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut DPR Amerika Serikat resmi melengserkan Donald Trump dari kursi presiden merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    Klaim: DPR AS lengserkan Donald Trump dari kursi kepresidenan

    Rating: Hoaks

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32964) Hoaks! Foto Wapres Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Ali Khamenei di Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menampilkan foto yang diklaim memperlihatkan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka sedang mengunjungi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

    Dalam gambar tersebut, Gibran terlihat berada di sebuah barak militer dan seolah-olah sedang bertemu dengan Ali Khamenei serta sejumlah personel militer Iran. Unggahan tersebut menyebut bahwa Gibran pernah datang langsung ke Iran untuk melakukan pertemuan dengan pemimpin tertinggi negara tersebut.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pernah mengunjungi pemimpin Iran Ali Khamenei di barak militer Iran, untuk membahas pengiriman peralatan tempur ke Indonesia”

    Namun, benarkah Gibran pernah mengunjungi Ali Khamenei di Iran?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pemberitaan dari media kredibel maupun pernyataan resmi pemerintah yang menyebut bahwa Gibran Rakabuming Raka pernah melakukan kunjungan ke Iran atau bertemu langsung dengan Ali Khamenei.

    Pemeriksaan menggunakan alat deteksi AI Detector Hive Moderation juga menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki kemungkinan sebesar 99,9 persen sebagai gambar yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).



    Selain itu, tidak terdapat catatan perjalanan diplomatik yang menunjukkan bahwa Gibran pernah melakukan kunjungan resmi ke Iran sejak menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Gibran pernah mengunjungi Ali Khamenei di Iran merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rating: Foto Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Ali Khamenei di Iran

    Klaim: Hoaks

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32965) Cek fakta, video ribuan orang menggotong peti jenazah Netanyahu

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial X mengklaim bahwa jenazah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu digotong oleh ribuan orang sebagai bentuk penghormatan terakhir setelah ia disebut gugur dalam perang.

    Unggahan tersebut menampilkan video yang memperlihatkan kerumunan orang mengangkat peti jenazah sambil disertai narasi bahwa Netanyahu telah dikonfirmasi meninggal dunia.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Netanyahu's Death Has Been Confirmed (Kematian Netanyahu Telah Dikonfirmasi)”

    Namun, benarkah video tersebut menunjukkan ribuan orang yang menggotong peti jenazah Benjamin Netanyahu?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Kantor Perdana Menteri Israel maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebut bahwa Benjamin Netanyahu meninggal dunia akibat serangan udara Iran.

    Pemeriksaan terhadap video tersebut menggunakan alat deteksi AI Detector Hive Moderation menunjukkan bahwa video tersebut memiliki kemungkinan sebesar 99,5 persen sebagai konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).



    Selain itu, analisis yang sama juga menunjukkan bahwa sekitar 68,5 persen suara dalam video tersebut merupakan suara hasil kecerdasan buatan.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut ribuan orang menggotong jenazah Benjamin Netanyahu sebagai penghormatan terakhir merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Ribuan orang menggotong Jenazah Benyamin Netanyahu

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32966) Hoaks! Video Prabowo berikan THR total Rp20 triliun untuk masyarakat yang membutuhkan

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video berdurasi 25 detik di media sosial Facebookmenampilkan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang seolah-olah sedang menyampaikan informasi mengenai Tunjangan Hari Raya (THR).

    Dalam unggahan tersebut, Prabowo dinarasikan menganggarkan dana sebesar Rp20 triliun yang berasal dari hasil sitaan kasus korupsi untuk dibagikan kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan sebagai bantuan THR.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Assalamualaikum masyarakat Indonesia. Dengan ini, saya menyampaikan bantuan THR 2026 cair hari ini juga. Saya sudah siapkan Rp20 triliun untuk saya bagikan. Ini hasil rampasan para koruptor. Dana Rp20 triliun lebih baik saya bagikan untuk masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Jika kalian belum dapat, segera follow akun saya dan bagikan video saya ke semua teman TikTok kalian supaya makin banyak masyarakat Indonesia yang mendapatkan bantuan ini.”

    Namun, benarkah Presiden Prabowo memberikan bantuan THR sebesar Rp20 triliun kepada masyarakat yang membutuhkan?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa pemerintah akan membagikan bantuan THR sebesar Rp20 triliun kepada masyarakat.

    Pemeriksaan terhadap video tersebut menggunakan alat deteksi AI Detector Hive Moderation menunjukkan bahwa video tersebut memiliki kemungkinan sebesar 99,9 persen sebagai konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).



    Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah di media sosial.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo membagikan bantuan THR sebesar Rp20 triliun kepada masyarakat merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Prabowo berikan THR total Rp20 triliun untuk masyarakat yang membutuhkan

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan