Akun Facebook “Dulurkdm” pada Selasa (13/5/2025) membagikan video [arsip] disertai narasi:
“KDM Meresmikan Pinjaman Online. Pinjaman online Tanpa bunga 0% Ajukan sekarang 5juta500juta.”
Hingga Selasa (28/5/2025) unggahan telah disukai 260 pengguna dan menuai 47 komentar.
Pemeriksaan Fakta
Disadur dari artikel Cek Fakta kompas.com.
Video tersebut merupakan cuplikan dari unggahan kanal YouTube "LEMBUR PAKUAN CHANNEL" pada Sabtu (22/3/2025) berjudul "HANYA 20 MENIT KDM PIMPIN RAPAT - TUNTASKAN PROBLEM INVESTASI BYD | REKRUT 18 RIBU KARYAWAN".
Dedi Mulyadi dalam video tersebut membahas berbagai persoalan investasi di Jawa Barat. Tidak ditemukan pembahasan soal pinjol seperti dalam unggahan yang beredar.
(GFD-2025-27165) [SALAH] Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Resmikan Layanan Pinjol
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 28/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Disadur dari artikel Cek Fakta kompas.com.
Video tersebut merupakan cuplikan dari unggahan kanal YouTube “LEMBUR PAKUAN CHANNEL” pada Sabtu (22/3/2025) berjudul “HANYA 20 MENIT KDM PIMPIN RAPAT – TUNTASKAN PROBLEM INVESTASI BYD | REKRUT 18 RIBU KARYAWAN”.
Dedi Mulyadi dalam video tersebut membahas berbagai persoalan investasi di Jawa Barat. Tidak ditemukan pembahasan soal pinjol seperti dalam unggahan yang beredar.
Video tersebut merupakan cuplikan dari unggahan kanal YouTube “LEMBUR PAKUAN CHANNEL” pada Sabtu (22/3/2025) berjudul “HANYA 20 MENIT KDM PIMPIN RAPAT – TUNTASKAN PROBLEM INVESTASI BYD | REKRUT 18 RIBU KARYAWAN”.
Dedi Mulyadi dalam video tersebut membahas berbagai persoalan investasi di Jawa Barat. Tidak ditemukan pembahasan soal pinjol seperti dalam unggahan yang beredar.
Kesimpulan
Unggahan video berisi klaim “Gubernur Jabar Dedi Mulyadi resmikan layanan pinjol” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
(Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)
(Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)
Rujukan
- http[kompas.com] [HOAKS] Video Dedi Mulyadi Resmikan Layanan Pinjol
- https://www.facebook.com/reel/1037001708353392 (unggahan akun Facebook “Dulurkdm”)
- https://turnbackhoax.id/wp-content/uploads/2025/05/Arsip-KDM-Resmikan-pinjol-bunga-0-persen.png (arsip unggahan akun Facebook “Dulurkdm”)
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/05/17/175900482/-hoaks-video-dedi-mulyadi-resmikan-layanan-pinjol-
(GFD-2025-27166) [PENIPUAN] Ada Aplikasi Bluetooth Pendeteksi Penerima Vaksin Covid-19
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 28/05/2025
Berita
Akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela” pada Jumat (16/5/2025) membagikan klaim [arsip] berupa informasi tentang adanya aplikasi berbasis bluetooth yang dapat mendeteksi penerima vaksin Covid-19.
Berikut narasi lengkapnya:
“Silakan klik ini, yang mau aplikasi cek BLE orang yang divaksin dengan lebih akurat yang tertulisnya "vaccinated" : https://bluetooth-smart-discover[dot]id[dot]uptodown.com/.../down... https://com-microchip-bluetoothsmartdiscover[dot]id[dot]aptoide[dot]c... Download dan install di HP anda, aplikasi bisa diaktifkan mode offline pesawat tanpa perlu sinyal HP atau wifi aktif hanya perlu aktifkan bluetooth nya, Silakan bagi yang sudah divaksin covid atau orang yang anda kenal sudah divaksin covid cek dengan aplikasi BLE smartdiscover,”
Hingga Selasa (28/5/2025) unggahan telah disukai 65 pengguna dan menuai 17 komentar.
Berikut narasi lengkapnya:
“Silakan klik ini, yang mau aplikasi cek BLE orang yang divaksin dengan lebih akurat yang tertulisnya "vaccinated" : https://bluetooth-smart-discover[dot]id[dot]uptodown.com/.../down... https://com-microchip-bluetoothsmartdiscover[dot]id[dot]aptoide[dot]c... Download dan install di HP anda, aplikasi bisa diaktifkan mode offline pesawat tanpa perlu sinyal HP atau wifi aktif hanya perlu aktifkan bluetooth nya, Silakan bagi yang sudah divaksin covid atau orang yang anda kenal sudah divaksin covid cek dengan aplikasi BLE smartdiscover,”
Hingga Selasa (28/5/2025) unggahan telah disukai 65 pengguna dan menuai 17 komentar.
Hasil Cek Fakta
Disadur dari artikel Periksa Fakta tirto.id.
Klaim “orang yang telah divaksin Covid-19 bisa dideteksi dengan aplikasi berbasis bluetooth” sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Tubuh yang sudah divaksin tidak mungkin dapat terkoneksi ke bluetooth. Vaksin terdiri dari sejumlah bahan kimia yang tidak bisa mentransmisikan gelombang radio dari jarak pendek.
Klaim juga telah disebut sebagai mitos oleh Public Health Communications Collaborative (PHCC). Dalam laman resminya , PHCC menegaskan vaksin Covid-19 tidak mengandung mikrocip, termasuk hal-hal yang memungkinkan perangkat terhubung ke bluetooth.
Sebagai informasi, PHCC dibentuk pada Agustus 2020 oleh CDC Foundation, de Beaumont Foundation, dan Trust for America’s Health, untuk menyediakan komunikasi yang tak bias tentang pandemi Covid-19.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) kemudian memasukkan file aplikasi tersebut ke alat pendeteksi malware atau virus dari IC4.id. Hasilnya didapati file aplikasi tersebut terdeteksi memiliki virus yang berpotensi mencuri data pribadi.
Klaim “orang yang telah divaksin Covid-19 bisa dideteksi dengan aplikasi berbasis bluetooth” sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Tubuh yang sudah divaksin tidak mungkin dapat terkoneksi ke bluetooth. Vaksin terdiri dari sejumlah bahan kimia yang tidak bisa mentransmisikan gelombang radio dari jarak pendek.
Klaim juga telah disebut sebagai mitos oleh Public Health Communications Collaborative (PHCC). Dalam laman resminya , PHCC menegaskan vaksin Covid-19 tidak mengandung mikrocip, termasuk hal-hal yang memungkinkan perangkat terhubung ke bluetooth.
Sebagai informasi, PHCC dibentuk pada Agustus 2020 oleh CDC Foundation, de Beaumont Foundation, dan Trust for America’s Health, untuk menyediakan komunikasi yang tak bias tentang pandemi Covid-19.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) kemudian memasukkan file aplikasi tersebut ke alat pendeteksi malware atau virus dari IC4.id. Hasilnya didapati file aplikasi tersebut terdeteksi memiliki virus yang berpotensi mencuri data pribadi.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “ada aplikasi berbasis bluetooth untuk mendeteksi penerima vaksin Covid-19” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
(Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)
(Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)
Rujukan
- http[tirto.id] Hoaks Aplikasi Bluetooth untuk Deteksi Orang Divaksin Covid-19
- https://www.facebook.com/jefri.papahnya.aqiela/posts/pfbid02U5trLwTZ148No3FZcLP8kKj2Lyfpoz76LmcqBijaYgRbYmQJwUtPhqJu8kT27nu7l (unggahan akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela”)
- https://turnbackhoax.id/wp-content/uploads/2025/05/Arsip-pendeteksi-vaksinasi-dengan-bluetooth.png (arsip unggahan akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela”)
- https://tirto.id/hoaks-aplikasi-bluetooth-untuk-deteksi-orang-divaksin-covid-19-hbXQ
(GFD-2025-27169) [SALAH] Pesan Berantai Buah Daun Kelor dan Soda untuk Obat Sakit Sendi
Sumber: X/TwitterTanggal publish: 28/05/2025
Berita
Pada Jumat (23/5/2025) beredar pesan berantai (broadcast) di WhatsApp (arsip cadangan) yang membagikan sebuah video dengan narasi:
"Inilah gebrak'an baru dunia kedokteran dengan herbal asli Indonesia, semoga bermanfaat 👍🙏🙏"
di sebarannya.
"Inilah gebrak'an baru dunia kedokteran dengan herbal asli Indonesia, semoga bermanfaat 👍🙏🙏"
di sebarannya.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim menggunakan perkakas (tool) InVID WeVerify yang memfragmentasi video ke dalam bentuk gambar/foto untuk mencari bingkai utama (Keyframe), yang kemudian digunakan untuk melakukan pencarian gambar (image search).
Karena hasil pencarian gambar menggunakan Google Lens tidak menemukan kecocokan, menghubungi Produser Lapangan CNN Indonesia Clarissa Aradhia melalui surel (email) didapatkan informasi bahwa video di segmen/bagian yang menampilkan Clarissa berasal dari video liputan korban kecelakaan Tol Ciawi pada bulan Februari lalu yang salah satunya ditayangkan di kanal YouTube CNN Indonesia.
Untuk segmen Siti Fadilah Supari, gambar/foto di Keyframe #24 memberikan petunjuk yang setelah ditelusuri cocok dengan video “Jangan Berdagang Dengan Rakyat” yang diunggah pada Sabtu (18/1/2025) di kanal YouTube Siti Fadilah Supari Channel.
Karena hasil pencarian gambar menggunakan Google Lens tidak menemukan kecocokan, menghubungi Produser Lapangan CNN Indonesia Clarissa Aradhia melalui surel (email) didapatkan informasi bahwa video di segmen/bagian yang menampilkan Clarissa berasal dari video liputan korban kecelakaan Tol Ciawi pada bulan Februari lalu yang salah satunya ditayangkan di kanal YouTube CNN Indonesia.
Untuk segmen Siti Fadilah Supari, gambar/foto di Keyframe #24 memberikan petunjuk yang setelah ditelusuri cocok dengan video “Jangan Berdagang Dengan Rakyat” yang diunggah pada Sabtu (18/1/2025) di kanal YouTube Siti Fadilah Supari Channel.
Kesimpulan
Unggahan tersebut masuk ke kategori konten yang dimanipulasi (manipulated content), faktanya video yang disebarkan adalah hasil manipulasi menggunakan Kecerdasan Buatan (AI: Artificial Intelligence) atau Deepfake.
Rujukan
- https://archive.ph/5ISzR, arsip cadangan hasil pencarian Google Lens berdasarkan Keyframe #24 hasil fragmentasi InVID WeVerify.
- https://youtu.be/XxHEPizTrQg?t=29 /
- https://archive.ph/Bu7aZ (arsip cadangan).
- https://www.youtube.com/watch?v=JLtXIYoRJDo /
- https://archive.ph/v5NnH (arsip cadangan).
- https://archive.ph/6YAXW, arsip cadangan pesan berantai WhatsApp.
(GFD-2025-27170) Cek Fakta: Hoaks Video yang Diklaim Penemuan Candi Wisnu di Dasar Laut Bali
Sumber:Tanggal publish: 28/05/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 24 April 2025.
Dalam video berdurasi 51 detik itu memperlihatkan sejumlah penyelam turun ke dasar laut. Mereka disebut menemukan Candi Wisnu di dasar laut Bali.
"*"Vishnu Temple:"* is found underwater near Bali, Indonesia. It is said to be 5,000+ Years old.
Locals call this new Scuba diving spot at "Pemuteran Beach" as *"Under water Temple Garden, Bali."* Many sculptures were found under the sea water there," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 578 kali dibagikan dan mendapat 2 komentar dari warganet.
Benarkah dalam video tersebut merupakan penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "penemuan candi wisnu di dasar laut bali" di kolom pencarian Google Search.
Hasilnya tidak ditemukan informasi kredibel mengenai penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali.
Penelusuran kemudian dilakukan dengan mengunggah video tersebut ke situs pendeteksi artificial intelligence (AI), hivemoderation.com. Hasilnya, video tersebut memiliki probabilitas 89,2 persen dibuat oleh AI.
Berikut gambar tangkapan layarnya.
Kesimpulan
Video yang diklaim penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali ternyata tidak benar alias hoaks. Tidak ada informasi valid yang mendukung kabar tersebut. Selain itu, video tersebut dibuat menggunakan perangkat AI.
Halaman: 1966/8135



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5235078/original/006758900_1748409607-Candi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5235105/original/004274600_1748409965-AiVideoCandi.jpg)