• (GFD-2025-27215) [HOAKS] Tautan untuk Dapat Giveaway PLN Berhadiah Uang Tunai

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan berisi tautan yang diklaim sebagai akses untuk mengikuti giveaway uang tunai dan token listrik gratis mengatasnamakan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

    Akan tetapi, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks.

    Tautan yang diklaim untuk mengikuti giveaway PLN dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Kamis (29/5/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    GIVEAWAY PLN INDONESIA POWER 2025

    Mau hadiah jutaan rupiah yukkkkk ikutan soalnya bakal ada 300 orang pemenang loh

    Hadiah1 uang tunai ratusan juta2 Gratis token listrik 1 tahunHadiah gratis tampa dipungut biaya apapun

    Ayo daftarkan diri anda sekarang jugaKlik link di bawah

    Screenshot Hoaks, tautan giveaway PLN berhadiah uang tunai

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi PLN untuk mengonfirmasi kebenaran tautan pendaftaran giveaway tersebut.

    Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jateng-DIY, Prayudha Fasya Perdana mengatakan, giveaway mengatasnamakan PLN yang beredar di Facebook tersebut adalah hoaks.

    "PLN tidak pernah menyelenggarakan program giveaway seperti yang dimaksud. Apalagi yang meminta data pribadi, OTP, atau pungutan biaya," kata Yudha kepada Kompas.com, Jumat (30/5/2025).

    Yudha mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan PLN.

    Informasi resmi terkait PLN dapat diperoleh melalui kanal resmi seperti Contact Center PLN 123, aplikasi PLN Mobile, situs web www.pln.co.id, serta laman media sosial PLN yang sudah terverifikasi (centang biru).

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan yang beredar di Facebook dan diklaim untuk mengikuti giveaway PLN adalah hoaks.

    PLN menyatakan tidak pernah menyelenggarakan program giveaway seperti yang dimaksud. Selain itu, PLN pun mengingatkan bahwa narasi tersebut diindikasi sebagai modus penipuan.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27181) [PENIPUAN] Tautan Lowongan Kerja PT Hwa Seung Indonesia (HWI)

    Sumber: tiktok.com
    Tanggal publish: 29/05/2025

    Berita

    Akun TikTok “id.loker” pada Minggu (13/04/2025) mengunggah video [arsip] berisi informasi lowongan kerja di PT Hwa Seung Indonesia (HWI) sebagai berikut:

    “DIBUTUHKAN TENAGA KERJA 200 ORANG TERCEPAT
    LOWONGAN KERJA PT HWI
    dari jam 7 pagi-jam 4 sore
    gaji 4,5 sampai 9,5 juta
    lembur 70.000 per jam
    laki-laki/perempuan
    tidak ada batas usia
    pengalaman dan ijazah tidak di utamakan
    disediakan mess dan WIFI gratis bagi yang ingin nginap
    Jika berminat, silahkan klik link di Bio”

    Hingga Kamis (29/05/2025), unggahan telah disukai lebih dari 300-an akun, dibagikan ulang 51 kali, serta menuai 106 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “loker PT HWI Jepara” ke mesin pencarian Google. Penelusuran teratas mengarah ke laman resmi perusahaan, yakni hrd-hwi.hsinni.com.

    TurnBackHoax kemudian menelusuri bagian “career” dan menemukan informasi mengenai lowongan kerja beberapa posisi di PT HWI. Terdapat kriteria tertentu untuk masing-masing posisi, seperti harus merupakan lulusan jurusan tertentu, memiliki pengalaman, dan lain-lain. Pendaftaran dilakukan dengan mengisi formulir dalam laman, bukan melalui tautan dari laman lain.

    Dari penelusuran TurnBackHoax, tautan yang tersemat di bio akun TikTok “id.loker” mengarahkan warganet untuk membuka laman domain vercel.app. Laman itu meminta warganet mengisi sejumlah data pribadi berupa:

    Nama,
    Alamat, dan
    Nomor telegram aktif.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “lowongan kerja PT HWI” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-27183) Cek Fakta: Hoaks Bank Bengkulu Ubah Biaya Transaksi Jadi Rp 150 Ribu per Bulan

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/05/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Bank Bengkulu mengubah biaya transaksi menjadi Rp 150 ribu per bulan. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 27 Mei 2025.
    Berikut isi postingannya:
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Khusus Nasabah Bank Bengkulu Yang Sudah Aktif Bengkulu Mobile
    Silahkan Konfirmasi Apabila Ingin Menggunakan Tarif Lama Rp.6.500
    Dengan Cara Klik Menu (Pelajari selengkapnya) Di bawah"
    Lalu benarkah postingan yang mengklaim Bank Bengkulu mengubah biaya transaksi menjadi Rp 150 ribu per bulan?
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi akun resmi Bank Bengkulu di Instagram, @bankbengkuluofficial. Di sana terdapat bantahan terkait perubahan biaya transaksi.
    Bantahan itu diunggah pada 8 Februari 2024:
    "Informasi palsu. Bank Bengkulu tidak pernah menaikkan tarif transaksi. Selalu waspada dan bijak dalam bertransaksi," bunyi bantahan tersebut.
    Postingan itu juga disertai narasi:
    "[INFORMASI PALSU]
    Bank Bengkulu tidak pernah menaikkan tarif transaksi ya guysSelalu waspada dan bijak dalam bertransaksi ?‼️IG : @bankbengkuluofficialCALL CENTER ☎️ : 1500133BERIZIN DAN DI AWASI OJK"

    Kesimpulan


    Postingan yang mengklaim Bank Bengkulu mengubah biaya transaksi menjadi Rp 150 ribu per bulan adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27184) Hoaks: Video Kontroversi Mekah Dipenuhi Atribut dan Pesta LGBTQ+

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/05/2025

    Berita

    Sebuah akun Instagram dengan nama PixelHELPER, baru-baru ini menampilkan konten yang membuat kaum muslim di Indonesia bereaksi. Pasalnya akun Instagram Pixelhelper tersebut dinilai sudah melecehan dan melakukan penistaan agama Islam. Kemarahan publik memuncak, setelah akun tersebut mengunggah konten yang dianggap menghina simbol suci agama Islam, yaitu Ka’bah. Dalam kontennya, PixelHELPER menampilkan visualisasi atribut dan pesta bertema LGBTQ+ dan menyatakan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari kampanye kesetaraan dan dukungan terhadap hak-hak LGBTQ+ di negara-negara mayoritas Muslim, seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

    Hasil Cek Fakta

    PixelHELPER menuliskan bio singkat terkait dengan hak asasi manusia dan menyebut dirinya sebagai reformasi liberal islam. PixelHELPER juga menuliskan deskripsi akun bahwa mereka adalah Tim A untuk #hakasasimanusia. Kami adalah reformasi liberal Islam ikuti al-Mahdi. PixelHELPER tersebut diketahui sudah mengunggah 1.805 konten di akun tersebut. Jumlah tersebut, disertai dengan ratusan ribu komentar yang menyatakan kemarahan dengan adanya tindakan pengeditan tersebut. Mereka mengklaim bahwa konten ini bertujuan menjadi ruang speak up untuk mendorong penghentian diskriminasi dan hukuman terhadap komunitas LGBTQ+ di wilayah itu.

    Dalam unggahannya yang menuai kecaman itu, terlihat replika Ka’bah yang didominasi warna pelangi. Warna yang selama ini identik dengan simbol komunitas LGBTQ+. Selain itu, tampak pula sekelompok orang yang mengenakan pakaian berwarna pelangi dan putih sedang mengelilingi replika itu, menciptakan kesan visual yang sangat sensitif bagi umat Islam, karena hal ini dianggap bertentangan dengan ajaran islam. Berdasarkan penelusuran fakta oleh tim Bincangperempuan.com menemukan bahwa konten tersebut digunakan melalui teknologi kecerdasar buatan (AI/Artificial Intelegence). Akun tersebut memposting lebih dari 1000 konten, dimana postingan satu minggu yang lalu merupakan konten yang booming dan memicu perhatian umat muslim di dunia terutama di Indonesia.

    Screenshot video yang diunggah akun @PixelHELPER

    Dalam salah satu postingan videonya, berisi sekelompok orang dengan atribut Pelangi (yang menjadi simbol kelompok LGBTQ+) sedang asyik berdansa dan mengelilingi Ka’bah disertai dengan iringan lagu I’m Gay karya Todrick Hall. Akun PixelHELPER diketahui dikelola oleh organisasi aktivis asal Jerman, sebuah negara yang dikenal luas sebagai pendukung kuat hak-hak LGBT. KOMINFO juga mengkonfirmasi bahwa akun tersebut tidak berada di Indonesia, sehingga penanganan yang dilakukan adalah membantu pelarangan konten tersebut karena mengandung pelanggaran dan penghinaan terhadap agama tertentu. Video tersebut telah ditonton lebih dari 8,8 juta kali dan menuai ribuan komentar bernada kecaman. 

    Video editan tersebut diduga menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memanipulasi gambar Ka’bah. Walaupun teknologi AI membuka banyak peluang dalam dunia digital, penggunaannya tetap harus mempertimbangkan nilai-nilai universal, termasuk toleransi dan rasa hormat terhadap keyakinan agama. Selain itu, konten semacam ini teridentifikasi juga berpotensi melanggar hukum. Khususnya terkait penodaan agama sesuai undang-undang di Indonesia. Ribuan komentar bermunculan,mengecam keras unggahan tersebut dan menyerukan agar akun PixelHELPER segera diblokir dari platform Instagram, dan saat ini akun PixelHELPER sudah tidak dapat ditemukan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Bincangperempuan.com, video “Mekah Dipenuhi Atribut dan Pesta LGBTQ+” yang beredar tersebut merupakan editan menggunakan teknologi AI (Artificial Intelegence) yang memuat disinformasi berjenis fabricated content alias hoax.

    RUJUKAN

    Instagram @PixelHELPER