• (GFD-2025-26254) [HOAKS] Penyaluran Bansos dengan Link dan Nomor Telegram

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/03/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar informasi penyaluran bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

    Masyarakat yang ingin mendapatkan bansos diminta mendaftar melalui link atau tautan dan memiliki nomor akun Telegram aktif.

    Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.

    Informasi penyaluran bansos melalui link dan Telegram disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Sabtu (15/3/2025):

    Ayo Daftar sekarang BANSOS BPNT & PKH 2025 agar dapat bantuan sosialDaftar sekarang !!!

    UTAMAKAN DAFTAR NOMOR TELEGRAM AKTIF AGAR DAPAT DI HUBUNGI MELALUI VIA TELEGRAM

    Bagikan info ini kepada teman dan saudara agar bermanfaat bagi semua.

    Hasil Cek Fakta

    Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengimbau masyarakat agar waspada dengan maraknya link bansos yang beredar di media sosial.

    "Enggak ada itu, saya kira di medsos (media sosial) itu ada yang benar, ada yang hoaks, ada yang palsu juga gitu," kata Mensos di Kantornya, Selasa (18/3/2025) seperti diwartakan Kompas.com.

    Sebagai informasi, pembagian bansos akan dilakukan pada triwulan kedua.

    Syarat menjadi penerima bansos pemerintah adalah terdaftar di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

    DTKS adalah data induk Kemensos untuk mengidentifikasi dan menyeleksi penerima bansos.

    Pendataan DTKS dilakukan di tingkat desa/kelurahan berdasarkan musyawarah masyarakat.

    Data tersebut kemudian diverifikasi dan divalidasi oleh pemerintah daerah, lalu diajukan ke kemensos.

    Sehingga, pendaftarannya tidak dilakukan melalui link atau Telegram.

    Namun, status penerimanya dapat dicek di situs DTKS melalui tautan https://cekbansos.kemensos.go.id/.

    "Jadi saya minta juga masyarakat waspada, banyak sekali yang membuat link-link yang seakan-akan dia membuka pendaftaran bagi mereka yang menginginkan bansos, padahal itu penipuan," ujar Gus Ipul.

    "Jadi tidak ada yang sifatnya pendataan-pendataan begitu. Kalau ada yang meminta supaya mendaftarkan diri agar mendapatkan bansos itu jelas tidak ada dan itu jelas palsu," lanjutnya.

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek tautan yang beredar menggunakan URL Scan. Hasilnya dapat dilihat di sini dan di sini.

    Tautan tersebut mengarah ke laman yang mensyaratkan nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram aktif.

    Tidak ada satu pun yang mengarah ke situs resmi Kemensos.

    Kesimpulan

    Penyaluran bansos melalui link dan Telegram merupakan hoaks.

    Penerima bansos tercatat melalui DTKS, yang didata di tingkat desa/kelurahan berdasarkan musyawarah masyarakat. Tautan yang beredar tidak mengarah ke situs resmi Kemensos.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26255) [KLARIFIKASI] Kim Jong Un Tidak Bicara soal Korupsi di Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/03/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Pemimpin Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea atau Korea Utara, Kim Jong Un disebut mengomentari menjamurnya kasus korupsi di Indonesia.

    Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, sulih teks Kim Jong Un menyebutkan bahwa ia prihatin dengan praktik korupsi di Indonesia.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut disebarkan dengan konteks keliru.

    Video pidato Kim Jong Un prihatin dengan praktik korupsi di Indonesia disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (16/3/2025):

    Kita berharap di Indonesia ada pemimpin seperti Kim Jong-Un untuk membersihkan praktek korupsi yg sudah sangat memprihatinkan.

    Salam waras Indonesia ku

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar bersumber dari momen peringatan 76 tahun berdirinya rezim militer Korea Utara pada 8 Februari 2024.

    Kim Jong Un dan putrinya, Kim Ju Ae hadir ke Kementerian Pertahanan.

    Klip pidatonya dapat dilihat di kanal YouTube Elpais, Arirang News, dan North Korea Now.

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek perkataan Kim Jong Un kemudian menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia.

    Berikut arti perkataan Kim Jong Un:

    Kawan-kawan, tentara kita harus menjadi lebih kuat dan harus menggunakan kekuatannya yang tak tertahankan untuk mencegah perang dan melindungi perdamaian tanpa syarat. Kedamaian bukanlah sesuatu yang dapat Anda minta atau tawar-menawar. Saat ini, di depan perbatasan kita, mutan yang gila perang sedang berkuasa, mengacungkan senjata dan mengancam keselamatan negara kita.

    Mari kita ingat lagi bahwa perang tidak dilakukan selama empat tahun. Kita harus selalu menjaga keamanan nasional.

    Sulih teks yang tertera pada video tidak sesuai dengan perkataan asli Kim Jong Un.

    Kesimpulan

    Klip pidato Kim Jong Un saat peringatan 76 tahun berdirinya rezim militer Korea Utara disebarkan dengan konteks keliru.

    Sulih teks tidak sesuai dengan perkataan asli Kim Jong Un. Pemimpin Korea Selatan tersebut bicara soal pertahanan negaranya.

    Kim Jong Un tidak bicara soal praktik korupsi di Indonesia.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26258) [HOAKS] Video Fenomena Petir Menyambar Sungai

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/03/2025

    Berita

     

    KOMPAS.com - Sebuah unggahan video yang beredar pada pertengahan Maret 2025 diklaim menampilkan ledakan di sebuah sungai karena disambar petir.

    Video itu tentunya menarik perhatian karena memperlihatkan fenomena alam yang jarang terekam kamera. Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang diklaim menampilkan sebuah sungai disambar petir salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan video ledakan di sebuah sungai dan terdapat keterangan:

    SERAM ! Inilah Yang Terjadi Saat Petir Menyambar Sungai

    Hasil Cek Fakta

    Ketika dicermati, terdapat kejanggalan dalam video tersebut. Sebab, tidak ada kilat atau gemuruh dari langit yang menunjukkan bahwa sungai itu disambar petir.

    Setelah ditelusuri, video identik dengan unggahan di kanal YouTube Rannikon Merityö ini. 

    Dalam unggahan terdapat keterangan bahwa video itu adalah upaya untuk memperdalam jalur air.

    Adapun Rannikon Merityö adalah perusahaan di bidang konstruksi pantai dan tepi laut yang berada di Finlandia. 

    Dikutip dari AFP, juru bicara Rannikon Merityö mengatakan, video itu diambil pada 2012 di wilayah Kustavi (barat daya Finlandia). Ia mengatakan, ledakan itu dibuat oleh perusahaan mereka dan bukan fenomena alam. 

    "Video ini menunjukkan ledakan batu padat di bawah air. Pekerjaan peledakan semacam ini adalah bagian dari layanan yang disediakan oleh perusahaan kami. Video tersebut telah menyebar di internet, termasuk ke situs-situs penipuan. Namun, itu adalah buatan manusia dan bukan fenomena alam,” ujar juru bicara Rannikon Merityö. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan sebuah sungai disambar petir tidak benar atau hoaks.

    Video itu adalah ledakan proyek perusahaan Finlandia, Rannikon Merityö untuk memperdalam jalur air. Video itu diambil pada tahun 2012 di wilayah Kustavi (barat daya Finlandia). 

    Rujukan

  • (GFD-2025-26263) [HOAKS] Video Gempa di Cianjur Sebabkan Kecelakaan

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/03/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar di media sosial video yang diklaim menampilkan beberapa kendaraan mengalami kecelakaan karena terjadi gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

    Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang diklaim sebagai gempa bumi di Cianjur salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan video kecelakan yang mengakibatkan beberapa mobil rusak.

    Kemudian narator mengatakan, kecelakaan terjadi karena gempa di Cianjur. Selain itu terdapat keterangan sebagai berikut:

    Inalillahi Barusaja

    Genpa bumi Cianjur

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video kecelakaan di Cianjur yang diklaim disebabkan oleh gempa

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan identik dengan unggahan di kanal YouTube Antara News ini.

    Video itu adalah kecelakan beruntun yang melibatkan truk, bus dan motor di Jalan Raya Cipanas, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (15/3/2025).

    Dikutip dari Kompas.id, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Jules Abast mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB.

    Kecelakaan bermula ketika mobil truk yang dikemudikan sopir berinisial RN diduga mengalami rem blong saat melewati jalan menurun dan menikung di Desa Cibeureum.

    Truk itu kemudian menabrak tiga kendaraan roda dua, satu truk, dan satu bus dari arah berlawanan.

    “Diduga truk mengalami rem blong dan menabrak kendaraan di depannya dan dari arah yang berlawanan. Para korban telah dievakuasi ke rumah sakit setempat,” kata Jules.

    Peristiwa itu mengakibatkan lima orang mengalami luka ringan dan satu orang luka berat.

    Hal senada juga disampaikan oleh Kasatlantas Polres Cianjur Ajun Komisaris Muhammad Hardian. Ia mengatakan, pengemudi truk berinsial RN diduga kurang berhati hati saat mengemudikan kendaraannya.

    Selain itu, Hardian juga menyatakan bahwa rem truk tersebut diduga tidak berfungsi dengan baik.

    “Diduga truk mengalami rem blong saat melewati jalan menurun sehingga menabrak lima kendaraan. Diduga truk dalam kecepatan cukup tinggi,” ujar Ardian.

    Sementara di bulan Maret 2025 tidak ada informasi valid terjadi gempa di Kabupaten Cianjur. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim sebagai gempa bumi di Kabupaten Cianjur tidak benar atau hoaks.

    Adapun video itu adalah kecelakaan beruntun di Jalan Raya Cipanas, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (15/3/2025). Kecelakaan beruntun itu diduga terjadi karena sebuah truk mengalami rem blong. 

    Rujukan