• (GFD-2026-33129) Tidak Benar UGM Terancam Ditutup dan Terbukti Beri Ijazah Palsu

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/03/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan di media sosial memunculkan klaim bahwa Universitas Gadjah Mada (UGM) disebut terancam ditutup karena terbukti memberikan ijazah palsu. Klaim tersebut juga dikaitkan dengan isu ijazah Presiden Joko Widodo yang kerap beredar di media sosial.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook @AB Zaelani Firdaus pada Rabu (11/03/2026). Dalam unggahan tersebut terdapat sebuah gambar dengan narasi mencolok bertuliskan “UGM Terancam Ditutup! Terbukti Memberikan Ijazah Palsu”. Dalam gambar tersebut juga terdapat narasi yang menyebut pihak rektorat menutupi kebohongan demi keamanan diri dan keluarganya.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Dalam keterangan unggahan, pengunggah juga menuliskan narasi yang mempertanyakan kejujuran pihak rektorat dan menyinggung isu ijazah palsu.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    HEADER PERIKSA FAKTA UGM Terancam Ditutup. tirto.id/Tino

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Baca juga:Tim Hukum Jokowi Abaikan Sikap Rismon soal Ijazah di PN SoloSidang Ijazah Jokowi: Hakim Tolak Permohonan Sumpah Pemutus

    “Ternyata Si Ibu Rektor punya k4sus to… maka nya tidak jujur,” tulis pengunggah dalam keterangan unggahan tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut turut disertai tagar #Ijazahpalsu, #Jokowi, dan #Ugm yang memperkuat kesan bahwa institusi pendidikan tersebut diduga terlibat dalam penerbitan ijazah palsu.

    Hingga Kamis (12/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan sekitar 1.2 ribu tanda reaksi, 429 komentar, dan 89 kali dibagikan.

    Lantas, benarkah UGM terancam ditutup karena terbukti memberikan ijazah palsu?

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil pencarian di mesin pencari dengan kata kunci “UGM terancam ditutup karena memberikan ijazah palsu”, tidak ditemukan informasi kredibel yang memverifikasi klaim bahwa Universitas Gadjah Mada (UGM) akan ditutup karena terbukti menerbitkan ijazah palsu. Tidak ada pemberitaan dari media arus utama maupun pernyataan resmi pemerintah yang menyebut adanya rencana penutupan UGM terkait isu tersebut.

    Sebaliknya, pihak UGM justru telah memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan mengenai ijazah dan skripsi Presiden Joko Widodo. Mengutip klarifikasi UGM berjudul “Klarifikasi UGM Soal Tuduhan Ijazah dan Skripsi Palsu Joko Widodo” yang dipublikasikan pada 21 Maret 2025,

    Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta menegaskan bahwa ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli.

    Baca juga:Jokowi Terima Permohonan Maaf Rismon soal Tudingan Ijazah Palsu

    “Perlu diketahui ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan beliau mengenal baik beliau, beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama), beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli,” tegasnya.

    Selain itu, Guru Besar Hukum Pidana UGM Marcus Priyo Gunarto menilai tuduhan pemalsuan ijazah tersebut tidak berdasar. Ia juga menyesalkan masih adanya pihak yang menuduh UGM melindungi Jokowi terkait isu tersebut.

    “Jika kemudian ada dugaan bahwa UGM melakukan perlindungan atau perbuatan seolah-olah hanya untuk kepentingan Joko Widodo, itu sangat salah dan gegabah,” ujar Marcus dalam klarifikasi tersebut.

    Klarifikasi resmi dari pihak universitas ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan bukti bahwa UGM menerbitkan ijazah palsu sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.

    Menurut pemberitaan Kompas.com pada 15 April 2025, Sekretaris UGM Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu dalam keterangan resminya juga menyampaikan bahwa UGM tidak berkaitan dengan konflik kepentingan terkait tuduhan ijazah palsu Jokowi.

    "UGM tidak terkait konflik kepentingan antara Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) dan Joko Widodo,” ujarnya.

    Andi menjelaskan bahwa UGM sebagai institusi publik yang melaksanakan sistem pendidikan tinggi di Indonesia terikat dengan Peraturan Perundang-undangan berkaitan dengan perlindungan data pribadi dan Keterbukaan Informasi Publik. Andi menegaskan, UGM siap menunjukkan data-data pribadi Jokowi jika diminta secara resmi oleh aparat penegak hukum.

    Baca juga:Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli, Janji ke Gibran Tebus Kegaduhan

    Dari informasi tersebut, sudah jelas bahwa pihak UGM secara resmi meminta publik untuk tidak mengaitkan institusi dengan tuduhan konflik atau perlindungan palsu terhadap Jokowi. Hingga saat ini, tidak ditemukan juga informasi kredibel yang menyebut UGM terbukti memberikan ijazah palsu maupun terancam ditutup. Hal ini ini menunjukkan bahwa narasi dalam unggahan yang menyebut UGM terancam ditutup karena ijazah palsu adalah tidak berdasar.

    Kesimpulan

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Universitas Gadjah Mada terancam ditutup karena terbukti memberikan ijazah palsu kepada Presiden Joko Widodo adalah salah dan menyesatkan (False and Misleading).

    Pihak UGM telah memberikan klarifikasi resmi bahwa ijazah dan skripsi Joko Widodo adalah sah, serta menekankan agar institusi tidak dikaitkan dengan tuduhan palsu. Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti kredibel yang mendukung klaim penutupan atau penerbitan ijazah palsu.

    ==

    Baca juga:Sidang Ijazah Jokowi di PN Solo: Penggugat Ajukan Sumpah Pemutus

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33130) Keliru, Trump Tanggapi Keras Rencana Indonesia Keluar dari BoP

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan yang mengklaim bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras menanggapi rumor terkait rencana Indonesia untuk menarik diri dari Board of Peace.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Purbaya Yudhi Sadewaa” (arsip) pada Senin (16/03/2026). Dalam unggahan menampilkan kolase foto Presiden AS Donald Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, disertai narasi terkait keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace yang dibuat oleh Trump. Disebutkan juga klaim bahwa Trump menyatakan ketidakpercayaannya sekaligus memberikan peringatan terbuka kepada Jakarta terkait dampak dari langkah diplomatik menarik diri dari BoP yang disampaikan pada konferensi pers di Gedung Putih.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    ​”Saya mendengar kabar bahwa Indonesia ingin keluar dari Board of Peace yang saya bangun. Saya katakan kepada Anda, itu tidak mungkin terjadi. Kita telah bekerja sangat keras untuk ini,” begitu klaim yang disampaikan Trump di hadapan media.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Trump menyebutkan bahwa setiap tindakan yang mengganggu arsitektur perdamaian yang telah disusun akan diikuti oleh langkah balasan, baik dari segi ekonomi maupun kemitraan strategis. Apabila Indonesia menarik diri dari BoP maka akan ada konsekuensi yang harus dibayar.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Trump saya dengar Indonesia mau keluar dari board of peace yang saya buat, itu tidak mungkin terjadi jika terjadi jika ada konsekuensi yang harus dibayar,” begitu keterangan tertulis pada unggahan.

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (25/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 9 likes dan 12 komentar. Kolom komentar dipenuhi reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa yang diunggah oleh akun Instagram bernama “ruben_oncom”, “husni.mubarak.part2”, dan YouTube “Hippo Academy”. Semua unggahan tersebut menyebarkan informasi yang sama terkait Trump mengeluarkan pernyataan keras menanggapi rumor mengenai rencana Indonesia menarik diri dari Board of Peace.

    ADVERTISEMENT

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:FPMI Jabar Tolak Pengiriman TNI ke Board of Peace Besutan Trump

    Periksa Fakta Tanggapan Trump Indonesia Keluar dari BoP.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Akun tersebut memiliki 117 ribu pengikut dan sering membagikan informasi terkait Trump, Prabowo, Purbaya, KDM, dan banyak tokoh lainnya. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menegaskan bahwa akun resmi Menteri Keuangan Purbaya hanya ada di Instagram dan TikTok dengan nama @menkeuri, bukan di Facebook.

    Dari situ diketahui bahwa informasi yang disebarkan tidak resmi dan bukan berasal dari sumber kredibel. Akun-akun Facebook yang mengatasnamakan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI di Facebook adalah bukan akun resmi.

    Lebih lanjut, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Trump mengeluarkan pernyataan keras terhadap Indonesia.

    Melansir YouTube Kompas, keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian memang memicu kekhawatiran. Pengajar ilmu hubungan internasional, Dinna Prapto Raharja, mengatakan politik luar negeri Indonesia berada di zona yang sangat berbahaya dengan ikut bergabung dalam Dewan Perdamaian. Dinna menyoroti pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Indonesia bagian dari aliansi AS, jika sudah masuk ke dalam Dewan Perdamaian, maka akan sulit bagi Indonesia untuk keluar.

    Menurut Dinna, AS dan Israel tidak akan dengan mudah membiarkan Indonesia pergi. Bergabung dengan Dewan Perdamaian dinilai membuat Indonesia berada di posisi salah. Meski menjadi sorotan, pemerintah menegaskan komitmen pada kemerdekaan Palestina terkait keputusan tersebut.

    Dalam rilis Tirto “RI Tangguhkan Pembahasan BoP di dalam Negeri, Fokus Evakuasi WNI”, Pemerintah Indonesia menangguhkan pembahasan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di dalam negeri. Langkah ini diambil guna memprioritaskan keselamatan dan rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda eskalasi konflik.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Yvonne Mewengkang, menyebut pembahasan mengenai partisipasi Indonesia dalam mekanisme BoP masih ditangguhkan. Meskipun kata dia, Indonesia akan mengirimkan pasukan dalam kerangka International Security Force (ISF) ke Gaza, Palestina.

    “Pembahasan masih ditangguhkan, masih on hold. Berarti pembahasan terkait BoP untuk sementara belum dilanjutkan,” begitu keterangan Yvonne dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jumat (13/3/2026).

    Pemerintah masih melakukan penilaian komprehensif terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah sebelum menentukan langkah lanjutan terkait keterlibatan Indonesia dalam mekanisme tersebut.

    Dalam rilis Kompas, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan terkait keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Prabowo menyatakan akan mengundurkan diri dari Board of Peace jika bertentangan dengan dukungan terhadap Palestina, dan Indonesia tidak pernah berjanji membayar iuran.

    Prabowo mengatakan, tujuan Indonesia gabung Dewan Perdamaian guna memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Oleh karenanya, Indonesia tak akan segan angkat kaki dari BoP jika hasil-hasil keputusannya tidak sejalan dengan kepentingan Indonesia atau Palestina.

    Dengan demikian, klaim yang beredar di media sosial yang menyebutkan Trump mengeluarkan pernyataan keras kepada Jakarta jika menarik diri dari BoP merupakan pernyataan tidak resmi tertulis dari Donald Trump. Pernyataan tersebut hanya sekadar opini pakar Hukum Internasional, bahwa akan ada potensi dampak diplomatik jika Indonesia memutuskan keluar, mengingat Trump sangat menekankan partisipasi Indonesia sebagai kunci stabilitas kawasan Asia Tenggara.

    Melansir Antara News, Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington DC, AS, Kamis (19/02/2026), merupakan momentum penting untuk membangun kembali Gaza. Dalam forum ini, Indonesia menegaskan dukungan untuk perdamaian yang berkelanjutan di Gaza.

    Sampai artikel ini ditulis, belum ada informasi dari media kredibel ataupun pernyataan resmi yang membenarkan Trump memberikan peringatan kepada Indonesia terkait rencana menarik diri dari BoP.

    Baca juga:Prabowo Jelaskan soal US$1 Miliar Buat Gabung BoP, RI Tak Bayar

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim Trump mengeluarkan pernyataan keras menanggapi rumor mengenai rencana Indonesia untuk menarik diri dari Board of Peace adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Para pakar hukum internasional memperingatkan adanya potensi dampak diplomatik jika Indonesia memutuskan keluar, mengingat Trump sangat menekankan partisipasi Indonesia sebagai kunci stabilitas kawasan Asia Tenggara.

    Sampai artikel ini ditulis, tidak ada informasi dari media kredibel ataupun pernyataan resmi yang membenarkan klaim tersebut.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33145) Tidak Benar UGM Terancam Ditutup dan Terbukti Beri Ijazah Palsu

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/03/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan di media sosial memunculkan klaim bahwa Universitas Gadjah Mada (UGM) disebut terancam ditutup karena terbukti memberikan ijazah palsu. Klaim tersebut juga dikaitkan dengan isu ijazah Presiden Joko Widodo yang kerap beredar di media sosial.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook @AB Zaelani Firdaus pada Rabu (11/03/2026). Dalam unggahan tersebut terdapat sebuah gambar dengan narasi mencolok bertuliskan “UGM Terancam Ditutup! Terbukti Memberikan Ijazah Palsu”. Dalam gambar tersebut juga terdapat narasi yang menyebut pihak rektorat menutupi kebohongan demi keamanan diri dan keluarganya.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Dalam keterangan unggahan, pengunggah juga menuliskan narasi yang mempertanyakan kejujuran pihak rektorat dan menyinggung isu ijazah palsu.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    HEADER PERIKSA FAKTA UGM Terancam Ditutup. tirto.id/Tino

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Baca juga:Tim Hukum Jokowi Abaikan Sikap Rismon soal Ijazah di PN SoloSidang Ijazah Jokowi: Hakim Tolak Permohonan Sumpah Pemutus

    “Ternyata Si Ibu Rektor punya k4sus to… maka nya tidak jujur,” tulis pengunggah dalam keterangan unggahan tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut turut disertai tagar #Ijazahpalsu, #Jokowi, dan #Ugm yang memperkuat kesan bahwa institusi pendidikan tersebut diduga terlibat dalam penerbitan ijazah palsu.

    Hingga Kamis (12/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan sekitar 1.2 ribu tanda reaksi, 429 komentar, dan 89 kali dibagikan.

    Lantas, benarkah UGM terancam ditutup karena terbukti memberikan ijazah palsu?

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil pencarian di mesin pencari dengan kata kunci “UGM terancam ditutup karena memberikan ijazah palsu”, tidak ditemukan informasi kredibel yang memverifikasi klaim bahwa Universitas Gadjah Mada (UGM) akan ditutup karena terbukti menerbitkan ijazah palsu. Tidak ada pemberitaan dari media arus utama maupun pernyataan resmi pemerintah yang menyebut adanya rencana penutupan UGM terkait isu tersebut.

    Sebaliknya, pihak UGM justru telah memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan mengenai ijazah dan skripsi Presiden Joko Widodo. Mengutip klarifikasi UGM berjudul “Klarifikasi UGM Soal Tuduhan Ijazah dan Skripsi Palsu Joko Widodo” yang dipublikasikan pada 21 Maret 2025,

    Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta menegaskan bahwa ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli.

    Baca juga:Jokowi Terima Permohonan Maaf Rismon soal Tudingan Ijazah Palsu

    “Perlu diketahui ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan beliau mengenal baik beliau, beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama), beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli,” tegasnya.

    Selain itu, Guru Besar Hukum Pidana UGM Marcus Priyo Gunarto menilai tuduhan pemalsuan ijazah tersebut tidak berdasar. Ia juga menyesalkan masih adanya pihak yang menuduh UGM melindungi Jokowi terkait isu tersebut.

    “Jika kemudian ada dugaan bahwa UGM melakukan perlindungan atau perbuatan seolah-olah hanya untuk kepentingan Joko Widodo, itu sangat salah dan gegabah,” ujar Marcus dalam klarifikasi tersebut.

    Klarifikasi resmi dari pihak universitas ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan bukti bahwa UGM menerbitkan ijazah palsu sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.

    Menurut pemberitaan Kompas.com pada 15 April 2025, Sekretaris UGM Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu dalam keterangan resminya juga menyampaikan bahwa UGM tidak berkaitan dengan konflik kepentingan terkait tuduhan ijazah palsu Jokowi.

    "UGM tidak terkait konflik kepentingan antara Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) dan Joko Widodo,” ujarnya.

    Andi menjelaskan bahwa UGM sebagai institusi publik yang melaksanakan sistem pendidikan tinggi di Indonesia terikat dengan Peraturan Perundang-undangan berkaitan dengan perlindungan data pribadi dan Keterbukaan Informasi Publik. Andi menegaskan, UGM siap menunjukkan data-data pribadi Jokowi jika diminta secara resmi oleh aparat penegak hukum.

    Baca juga:Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli, Janji ke Gibran Tebus Kegaduhan

    Dari informasi tersebut, sudah jelas bahwa pihak UGM secara resmi meminta publik untuk tidak mengaitkan institusi dengan tuduhan konflik atau perlindungan palsu terhadap Jokowi. Hingga saat ini, tidak ditemukan juga informasi kredibel yang menyebut UGM terbukti memberikan ijazah palsu maupun terancam ditutup. Hal ini ini menunjukkan bahwa narasi dalam unggahan yang menyebut UGM terancam ditutup karena ijazah palsu adalah tidak berdasar.

    Kesimpulan

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Universitas Gadjah Mada terancam ditutup karena terbukti memberikan ijazah palsu kepada Presiden Joko Widodo adalah salah dan menyesatkan (False and Misleading).

    Pihak UGM telah memberikan klarifikasi resmi bahwa ijazah dan skripsi Joko Widodo adalah sah, serta menekankan agar institusi tidak dikaitkan dengan tuduhan palsu. Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti kredibel yang mendukung klaim penutupan atau penerbitan ijazah palsu.

    ==

    Baca juga:Sidang Ijazah Jokowi di PN Solo: Penggugat Ajukan Sumpah Pemutus

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33146) Keliru, Trump Tanggapi Keras Rencana Indonesia Keluar dari BoP

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan yang mengklaim bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras menanggapi rumor terkait rencana Indonesia untuk menarik diri dari Board of Peace.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Purbaya Yudhi Sadewaa” (arsip) pada Senin (16/03/2026). Dalam unggahan menampilkan kolase foto Presiden AS Donald Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, disertai narasi terkait keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace yang dibuat oleh Trump. Disebutkan juga klaim bahwa Trump menyatakan ketidakpercayaannya sekaligus memberikan peringatan terbuka kepada Jakarta terkait dampak dari langkah diplomatik menarik diri dari BoP yang disampaikan pada konferensi pers di Gedung Putih.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    ​”Saya mendengar kabar bahwa Indonesia ingin keluar dari Board of Peace yang saya bangun. Saya katakan kepada Anda, itu tidak mungkin terjadi. Kita telah bekerja sangat keras untuk ini,” begitu klaim yang disampaikan Trump di hadapan media.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Trump menyebutkan bahwa setiap tindakan yang mengganggu arsitektur perdamaian yang telah disusun akan diikuti oleh langkah balasan, baik dari segi ekonomi maupun kemitraan strategis. Apabila Indonesia menarik diri dari BoP maka akan ada konsekuensi yang harus dibayar.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Trump saya dengar Indonesia mau keluar dari board of peace yang saya buat, itu tidak mungkin terjadi jika terjadi jika ada konsekuensi yang harus dibayar,” begitu keterangan tertulis pada unggahan.

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (25/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 9 likes dan 12 komentar. Kolom komentar dipenuhi reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa yang diunggah oleh akun Instagram bernama “ruben_oncom”, “husni.mubarak.part2”, dan YouTube “Hippo Academy”. Semua unggahan tersebut menyebarkan informasi yang sama terkait Trump mengeluarkan pernyataan keras menanggapi rumor mengenai rencana Indonesia menarik diri dari Board of Peace.

    ADVERTISEMENT

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:FPMI Jabar Tolak Pengiriman TNI ke Board of Peace Besutan Trump

    Periksa Fakta Tanggapan Trump Indonesia Keluar dari BoP.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Akun tersebut memiliki 117 ribu pengikut dan sering membagikan informasi terkait Trump, Prabowo, Purbaya, KDM, dan banyak tokoh lainnya. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menegaskan bahwa akun resmi Menteri Keuangan Purbaya hanya ada di Instagram dan TikTok dengan nama @menkeuri, bukan di Facebook.

    Dari situ diketahui bahwa informasi yang disebarkan tidak resmi dan bukan berasal dari sumber kredibel. Akun-akun Facebook yang mengatasnamakan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI di Facebook adalah bukan akun resmi.

    Lebih lanjut, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Trump mengeluarkan pernyataan keras terhadap Indonesia.

    Melansir YouTube Kompas, keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian memang memicu kekhawatiran. Pengajar ilmu hubungan internasional, Dinna Prapto Raharja, mengatakan politik luar negeri Indonesia berada di zona yang sangat berbahaya dengan ikut bergabung dalam Dewan Perdamaian. Dinna menyoroti pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Indonesia bagian dari aliansi AS, jika sudah masuk ke dalam Dewan Perdamaian, maka akan sulit bagi Indonesia untuk keluar.

    Menurut Dinna, AS dan Israel tidak akan dengan mudah membiarkan Indonesia pergi. Bergabung dengan Dewan Perdamaian dinilai membuat Indonesia berada di posisi salah. Meski menjadi sorotan, pemerintah menegaskan komitmen pada kemerdekaan Palestina terkait keputusan tersebut.

    Dalam rilis Tirto “RI Tangguhkan Pembahasan BoP di dalam Negeri, Fokus Evakuasi WNI”, Pemerintah Indonesia menangguhkan pembahasan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di dalam negeri. Langkah ini diambil guna memprioritaskan keselamatan dan rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda eskalasi konflik.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Yvonne Mewengkang, menyebut pembahasan mengenai partisipasi Indonesia dalam mekanisme BoP masih ditangguhkan. Meskipun kata dia, Indonesia akan mengirimkan pasukan dalam kerangka International Security Force (ISF) ke Gaza, Palestina.

    “Pembahasan masih ditangguhkan, masih on hold. Berarti pembahasan terkait BoP untuk sementara belum dilanjutkan,” begitu keterangan Yvonne dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jumat (13/3/2026).

    Pemerintah masih melakukan penilaian komprehensif terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah sebelum menentukan langkah lanjutan terkait keterlibatan Indonesia dalam mekanisme tersebut.

    Dalam rilis Kompas, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan terkait keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Prabowo menyatakan akan mengundurkan diri dari Board of Peace jika bertentangan dengan dukungan terhadap Palestina, dan Indonesia tidak pernah berjanji membayar iuran.

    Prabowo mengatakan, tujuan Indonesia gabung Dewan Perdamaian guna memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Oleh karenanya, Indonesia tak akan segan angkat kaki dari BoP jika hasil-hasil keputusannya tidak sejalan dengan kepentingan Indonesia atau Palestina.

    Dengan demikian, klaim yang beredar di media sosial yang menyebutkan Trump mengeluarkan pernyataan keras kepada Jakarta jika menarik diri dari BoP merupakan pernyataan tidak resmi tertulis dari Donald Trump. Pernyataan tersebut hanya sekadar opini pakar Hukum Internasional, bahwa akan ada potensi dampak diplomatik jika Indonesia memutuskan keluar, mengingat Trump sangat menekankan partisipasi Indonesia sebagai kunci stabilitas kawasan Asia Tenggara.

    Melansir Antara News, Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington DC, AS, Kamis (19/02/2026), merupakan momentum penting untuk membangun kembali Gaza. Dalam forum ini, Indonesia menegaskan dukungan untuk perdamaian yang berkelanjutan di Gaza.

    Sampai artikel ini ditulis, belum ada informasi dari media kredibel ataupun pernyataan resmi yang membenarkan Trump memberikan peringatan kepada Indonesia terkait rencana menarik diri dari BoP.

    Baca juga:Prabowo Jelaskan soal US$1 Miliar Buat Gabung BoP, RI Tak Bayar

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim Trump mengeluarkan pernyataan keras menanggapi rumor mengenai rencana Indonesia untuk menarik diri dari Board of Peace adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Para pakar hukum internasional memperingatkan adanya potensi dampak diplomatik jika Indonesia memutuskan keluar, mengingat Trump sangat menekankan partisipasi Indonesia sebagai kunci stabilitas kawasan Asia Tenggara.

    Sampai artikel ini ditulis, tidak ada informasi dari media kredibel ataupun pernyataan resmi yang membenarkan klaim tersebut.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan