KOMPAS.com - Sebuah akun Facebook mengatasnamakan Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjanjikan program berbagi rezeki.
Dalam video, Sri Mulyani diklaim akan memberikan bantuan modal usaha, biaya sekolah dan kebutuhan lain kepada masyarakat.
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks. Video yang diunggah merupakan hasil manipulasi berbasis artificial intelligence.
Video yang mengeklaim Sri Mulyani mengadakan program berbagi rezeki salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Untuk mendapat bantuan, masyarakat diminta menghubungi akun Facebook itu.
(GFD-2025-27149) [HOAKS] Video Sri Mulyani Adakan Program Berbagi Rezeki di Facebook
Sumber:Tanggal publish: 26/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Ketika ditelusuri, akun Facebook itu bukanlah milik Sri Mulyani. Akun Facebook resmi Sri Mulyani yakni @SriMulyaniIndrawati yang ditandai dengan centang biru.
Di media sosial Sri Mulyani, juga tidak ditemukan konten soal program berbagi rezeki.
Penelusuran menggunakan Google Lens menemukan video itu identik dengan unggahan Instagram Sri Mulyani pada 17 Agustus 2021.
Dalam video aslinya, Sri Mulyani mengucapkan hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-76 di tengah pandemi Covid-19.
Di momen itu Sri Mulyani mengajak masyarakat untuk berjuang melawan pandemi Covid-19, seperti para pahlawan dahulu berjuang melawan penjajah.
Tidak ada pernyataan Sri Mulyani soal program berbagi rezeki.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Sri Mulyani dalam video terdeteksi dihasilkan oleh AI. Probabilitas konten itu dimanipulasi dengan AI mencapai 99,7 persen.
Di media sosial Sri Mulyani, juga tidak ditemukan konten soal program berbagi rezeki.
Penelusuran menggunakan Google Lens menemukan video itu identik dengan unggahan Instagram Sri Mulyani pada 17 Agustus 2021.
Dalam video aslinya, Sri Mulyani mengucapkan hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-76 di tengah pandemi Covid-19.
Di momen itu Sri Mulyani mengajak masyarakat untuk berjuang melawan pandemi Covid-19, seperti para pahlawan dahulu berjuang melawan penjajah.
Tidak ada pernyataan Sri Mulyani soal program berbagi rezeki.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Sri Mulyani dalam video terdeteksi dihasilkan oleh AI. Probabilitas konten itu dimanipulasi dengan AI mencapai 99,7 persen.
Kesimpulan
Video yang mengeklaim Sri Mulyani mengadakan program berbagi rezeki merupakan hasil manipulasi. Konten itu hoaks.
Akun Facebook yang mengunggah video bukan milik Sri Mulyani. Setelah dicek menggunakan Hive Moderation video itu terdeteksi dihasilkan AI.
Akun Facebook yang mengunggah video bukan milik Sri Mulyani. Setelah dicek menggunakan Hive Moderation video itu terdeteksi dihasilkan AI.
Rujukan
(GFD-2025-27150) [HOAKS] Filipina Keluarkan Surat Penangkapan Bill Gates Terkait Vaksin TBC
Sumber:Tanggal publish: 26/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Pemerintah Filipina disebut telah mengeluarkan surat perintah penangkapan pemilik Gates Foundation, Bill Gates.
Narasi di unggahan media sosial yang beredar pada Mei 2024, mengaitkan surat penangkapan Bill Gates dengan rencana pembunuhan massal melalui pemberian vaksin TBC.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Informasi mengenai pemerintah Filipina telah mengeluarkan surat perintah penangkapan Bill Gates disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun:
Pemerintah Philipina mengeluarkan surat perintah penangkapan BILL GLATES terkait rencana p3m6unuh4n massal lewat penemuannya v4k51n TBC yang akan di uji coba pada rakyat Indonesia
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, mengenai pemerintah Filipina telah mengeluarkan surat perintah penangkapan Bill Gates terkait upaya pembunuhan massal.
Narasi di unggahan media sosial yang beredar pada Mei 2024, mengaitkan surat penangkapan Bill Gates dengan rencana pembunuhan massal melalui pemberian vaksin TBC.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Informasi mengenai pemerintah Filipina telah mengeluarkan surat perintah penangkapan Bill Gates disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun:
Pemerintah Philipina mengeluarkan surat perintah penangkapan BILL GLATES terkait rencana p3m6unuh4n massal lewat penemuannya v4k51n TBC yang akan di uji coba pada rakyat Indonesia
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, mengenai pemerintah Filipina telah mengeluarkan surat perintah penangkapan Bill Gates terkait upaya pembunuhan massal.
Hasil Cek Fakta
Tidak ada surat perintah penangkapan Bill Gates yang dikeluarkan oleh Pemerintah Filipina.
Narasi mengenai penangkapan Bill Gates pertama kali disebarkan oleh situs penyebar teori konspirasi, News Punch.
Situs itu menyebut bahwa Pengadilan Kejahatan Keji di Manila, Filipina mengeluarkan surat perintah penangkapan. Namun tidak ada pengadilan semacam itu di Manila.
Daftar Pengadilan Negeri Filipina dapat dilihat di sini, lalu deskripsi mengenai sistem pengadilannya dapat ditemukan di sini.
Sebelumnya, Bill Gates diklaim mendapat surat penangkapan terkait vaksin Covid-19.
Reuters memuat bantahan juru bicara Bill Gates pada 8 maret 2023.
Juru bicara Bill Gates memastikan, tidak pernah ada surat perintah penangkapan dari pengadilan Filipina terkait vaksin Covid-19.
Narasi mengenai surat penangkapan tersebut merupakan hoaks berulang yang juga telah dibantah Tim Cek Fakta Kompas.com pada 2023.
Sebagai informasi, uji klinis fase 3 vaksin TBC di Indonesia bukanlah upaya pembunuhan massal.
Dilansir Kompas.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan vaksin TBC yang diberikan aman.
"Uji klinis fase 1 ini bukan di negara seperti kita, di negara Eropa, di Swiss, itu negara maju. Uji (fase) tiga sudah melalui proses yang panjang, maka efek samping yang dikhawatirkan saya kira bisa ditolerir," kata Kepala BPOM Taruna Ikrar pada Kamis (15/5/2025).
Adapun uji klinis fase 3 di Indonesia bertujuan untuk memastikan efikasi atau khasiat vaksin dalam mencegah TBC, yang diharapkan dapat mencapai lebih dari 50 persen.
Narasi mengenai penangkapan Bill Gates pertama kali disebarkan oleh situs penyebar teori konspirasi, News Punch.
Situs itu menyebut bahwa Pengadilan Kejahatan Keji di Manila, Filipina mengeluarkan surat perintah penangkapan. Namun tidak ada pengadilan semacam itu di Manila.
Daftar Pengadilan Negeri Filipina dapat dilihat di sini, lalu deskripsi mengenai sistem pengadilannya dapat ditemukan di sini.
Sebelumnya, Bill Gates diklaim mendapat surat penangkapan terkait vaksin Covid-19.
Reuters memuat bantahan juru bicara Bill Gates pada 8 maret 2023.
Juru bicara Bill Gates memastikan, tidak pernah ada surat perintah penangkapan dari pengadilan Filipina terkait vaksin Covid-19.
Narasi mengenai surat penangkapan tersebut merupakan hoaks berulang yang juga telah dibantah Tim Cek Fakta Kompas.com pada 2023.
Sebagai informasi, uji klinis fase 3 vaksin TBC di Indonesia bukanlah upaya pembunuhan massal.
Dilansir Kompas.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan vaksin TBC yang diberikan aman.
"Uji klinis fase 1 ini bukan di negara seperti kita, di negara Eropa, di Swiss, itu negara maju. Uji (fase) tiga sudah melalui proses yang panjang, maka efek samping yang dikhawatirkan saya kira bisa ditolerir," kata Kepala BPOM Taruna Ikrar pada Kamis (15/5/2025).
Adapun uji klinis fase 3 di Indonesia bertujuan untuk memastikan efikasi atau khasiat vaksin dalam mencegah TBC, yang diharapkan dapat mencapai lebih dari 50 persen.
Kesimpulan
Narasi mengenai pemerintah Filipina telah mengeluarkan surat perintah penangkapan Bill Gates terkait upaya pembunuhan massal merupakan hoaks.
Informasi mengenai surat penangkapan dari Filipina merupakan hoaks berulang.
Uji klinis fase 3 vaksin TBC di Indonesia bukanlah upaya pembunuhan massal. BPOM memastikan vaksin aman.
Informasi mengenai surat penangkapan dari Filipina merupakan hoaks berulang.
Uji klinis fase 3 vaksin TBC di Indonesia bukanlah upaya pembunuhan massal. BPOM memastikan vaksin aman.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1233385118171530
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid022m2DfhkXJmynMmrPMCDxg3eN7cwobg4jVjfbsejFTuYN9wNiTSXcxcMJdwo1FSk6l&id=100079931435803
- https://www.facebook.com/sakura.tatiana6/posts/pfbid02pkv5duozHWGqgd7CFmJcRcPWXEuRpcWGJg9ycZzdRyg3DPKJWXP7SEzqTtUrKFSHl
- https://sc.judiciary.gov.ph/court-locator/
- https://cacj-ajp.org/philippines/judiciary/description-of-courts/philippine-court-system/
- https://www.reuters.com/article/factcheck-bill-gates-arrest-philippines-idUSL1N35F21L/
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2023/04/15/191900182/-hoaks-surat-perintah-penangkapan-bill-gates-dari-filipina
- https://nasional.kompas.com/read/2025/05/16/07353241/vaksin-tbc-bill-gates-siap-uji-khasiat-bpom-jamin-aman-digunakan?page=all
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27156) [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Menampilkan Pengungsi Israel
Sumber:Tanggal publish: 26/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim memperlihatkan rombongan pengungsi Israel tidak diterima di negara mana pun.
Video itu menampilkan barisan kendaraan dan lautan manusia memadati jalan raya. Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu perlu diluruskan.
Video yang diklaim menunjukkan pengungsi Israel tidak diterima di negara mana pun dibagikan oleh akun Facebook ini, serta akun Instagram ini dan ini, pada Mei 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
yang lagi viral warga Israel gak di terimah mengungsi di negara mna pun wadu rasakan tu
mampus warga Israel kini menderita
Video itu menampilkan barisan kendaraan dan lautan manusia memadati jalan raya. Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu perlu diluruskan.
Video yang diklaim menunjukkan pengungsi Israel tidak diterima di negara mana pun dibagikan oleh akun Facebook ini, serta akun Instagram ini dan ini, pada Mei 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
yang lagi viral warga Israel gak di terimah mengungsi di negara mna pun wadu rasakan tu
mampus warga Israel kini menderita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.
Hasilnya, visual yang sama ditemukan dalam artikel dari pemeriksa fakta Snopes. Artikel tersebut dipublikasikan pada 21 Maret 2025.
Artikel itu membantah klaim yang menyebutkan bahwa video tersebut menunjukkan aksi unjuk rasa di Turki menentang Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Menurut Snopes, video tersebut bukan peristiwa pada 2025. Video itu telah diunggah di laman Facebook Nigerian Catcholics - Unofficial pada 12 September 2024.
Takarir video menyebutkan, peristiwa itu adalah kunjungan Paus Fransiskus ke Timor Leste.
Sementara itu, pemberitaan Reuters pada 10 September 2024 menyebutkan bahwa sekitar 600.000 orang Timor Leste berkumpul untuk menyaksikan Paus Fransiskus.
Banyak orang berteduh di bawah payung yang dihias dengan warna bendera Vatikan. Mereka juga membentangkan spanduk dan menyanyikan melodi lokal.
Hasilnya, visual yang sama ditemukan dalam artikel dari pemeriksa fakta Snopes. Artikel tersebut dipublikasikan pada 21 Maret 2025.
Artikel itu membantah klaim yang menyebutkan bahwa video tersebut menunjukkan aksi unjuk rasa di Turki menentang Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Menurut Snopes, video tersebut bukan peristiwa pada 2025. Video itu telah diunggah di laman Facebook Nigerian Catcholics - Unofficial pada 12 September 2024.
Takarir video menyebutkan, peristiwa itu adalah kunjungan Paus Fransiskus ke Timor Leste.
Sementara itu, pemberitaan Reuters pada 10 September 2024 menyebutkan bahwa sekitar 600.000 orang Timor Leste berkumpul untuk menyaksikan Paus Fransiskus.
Banyak orang berteduh di bawah payung yang dihias dengan warna bendera Vatikan. Mereka juga membentangkan spanduk dan menyanyikan melodi lokal.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan pengungsi Israel tidak diterima di negara mana pun perlu diluruskan.
Video tersebut telah beberapa kali beredar di internet dengan beragam narasi. Sebelumnya, video itu dinarasikan sebagai aksi unjuk rasa di Turki.
Namun faktanya, video itu merupakan kerumunan massa di Timor Leste saat menyambut kedatangan Paus Fransiskus pada 10 September 2024.
Video tersebut telah beberapa kali beredar di internet dengan beragam narasi. Sebelumnya, video itu dinarasikan sebagai aksi unjuk rasa di Turki.
Namun faktanya, video itu merupakan kerumunan massa di Timor Leste saat menyambut kedatangan Paus Fransiskus pada 10 September 2024.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1019318837010681
- https://www.instagram.com/reel/DJ4mVgehNn6/
- https://www.instagram.com/reel/DJ4A3KbyOnq/
- https://www.snopes.com/fact-check/video-erdogan-protest-turkey/
- https://www.snopes.com/fact-check/video-erdogan-protest-turkey/
- https://www.facebook.com/watch/?mibextid=ngobeXctTp5pD3Zm&v=8193450084084574
- https://www.reuters.com/world/asia-pacific/east-timor-turns-out-force-mass-with-pope-francis-2024-09-10/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27157) [HOAKS] Hydra Masuk dalam Darah Orang yang Disuntik Vaksin Covid-19
Sumber:Tanggal publish: 26/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Beredar narasi yang menyebutkan vaksin Covid-19 dapat membuat hydra masuk dalam darah orang yang divaksinasi.
Hydra merupakan hewan air tawar kecil dari filum Cnidaria, kelas Hydrozoa.
Pengguna media sosial lantas menyebarkan video hydra yang diklaim ada dalam darah orang yang telah disuntik vaksin Covid-19.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi mengenai hydra dalam darah orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19 disebarkan oleh akun Facebook ini pada Kamis (22/5/2025). Arsipnya dapat dilihat di sini.
Berikut narasi yang beredar:
Hydra di dalam darah mereka yang sudah divaksin covid. nggak bisa mati kayak lintah.
Hydra merupakan hewan air tawar kecil dari filum Cnidaria, kelas Hydrozoa.
Pengguna media sosial lantas menyebarkan video hydra yang diklaim ada dalam darah orang yang telah disuntik vaksin Covid-19.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi mengenai hydra dalam darah orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19 disebarkan oleh akun Facebook ini pada Kamis (22/5/2025). Arsipnya dapat dilihat di sini.
Berikut narasi yang beredar:
Hydra di dalam darah mereka yang sudah divaksin covid. nggak bisa mati kayak lintah.
Hasil Cek Fakta
Video yang beredar bersumber dari sebuah video di kanal YouTube Deep Look, 20 April 2021.
Adapun video tersebut menampilkan informasi lengkap mengenai tanaman hydra dalam video kualitas ultra-HD dan 4K.
Ini termasuk proses reproduksi tanaman hydra dengan mengkloning diri dan kemampuannya yang luar biasa dalam menyembuhkan lukanya.
Habitat hydra bukan di dalam darah manusia.
Dikutip dari Ecospark, hydra hidup di air tawar, baik yang mengalir maupun tergenang.
Tanaman itu dapat bertahan hidup dalam berbagai kondisi mulai sampai kedalaman hingga 350 meter di danau atau sungai yang dangkal dan berarus deras.
Hydra juga dapat menempel pada permukaan keras seperti batu, ranting, atau tumbuhan.
Salah satu ciri khas hydra yakni memiliki toleransi yang rendah terhadap polusi dan karena itu tidak dapat ditemukan di perairan yang tercemar.
Sehingga, hydra tidak mungkin ditemukan hidup dalam darah manusia.
Adapun video tersebut menampilkan informasi lengkap mengenai tanaman hydra dalam video kualitas ultra-HD dan 4K.
Ini termasuk proses reproduksi tanaman hydra dengan mengkloning diri dan kemampuannya yang luar biasa dalam menyembuhkan lukanya.
Habitat hydra bukan di dalam darah manusia.
Dikutip dari Ecospark, hydra hidup di air tawar, baik yang mengalir maupun tergenang.
Tanaman itu dapat bertahan hidup dalam berbagai kondisi mulai sampai kedalaman hingga 350 meter di danau atau sungai yang dangkal dan berarus deras.
Hydra juga dapat menempel pada permukaan keras seperti batu, ranting, atau tumbuhan.
Salah satu ciri khas hydra yakni memiliki toleransi yang rendah terhadap polusi dan karena itu tidak dapat ditemukan di perairan yang tercemar.
Sehingga, hydra tidak mungkin ditemukan hidup dalam darah manusia.
Kesimpulan
Narasi mengenai hydra dalam darah orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19 merupakan hoaks.
Video pengetahuan mengenai Hydra di kanal YouTube Deep Look disebarkan dengan konteks keliru. Hydra hidup di air tawar dan tidak dapat hidup di perairan tercemar.
Video pengetahuan mengenai Hydra di kanal YouTube Deep Look disebarkan dengan konteks keliru. Hydra hidup di air tawar dan tidak dapat hidup di perairan tercemar.
Rujukan
- https://www.facebook.com/florentina.fetronella/posts/pfbid02yHxwtc2NawmDXtD7cwXLQAzg2hkUzA2gjwu1hCH5FFikRy2wMyZCnPLcKRs4oHTdl
- https://ghostarchive.org/archive/sv3Gl
- https://www.youtube.com/watch?v=ITVfXHrfudw
- https://www.ecospark.ca/hydra#:~:text=Habitat,stones%2C%20twigs%2C%20or%20vegetation.
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 1782/7940