• (GFD-2020-5382) [SALAH] Video “Terjadi demonstrasi kerusuhan di Thailand”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 28/10/2020

    Berita

    Akun Kwok Fu Lai (fb.com/kwokfu.lai.9) mengunggah sebuah video pada 17 Oktober 2020 dengan narasi “泰國~出現暴動示威,防暴警察噴射胡椒特霧~驅散示威者。” atau yang jika diterjemahkan :

    “Thailand ~ Terjadi demonstrasi kerusuhan dan polisi anti huru hara menyemprotkan semprotan merica khusus ~ untuk membubarkan para demonstran.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya video kerusuhan dalam aksi demonstrasi di Thailand pada 17 Oktober 2020 adalah klaim yang salah.

    Fakta, bukan di Thailand. Aksi unjuk rasa di video tersebut terjadi di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia pada 8 Oktober 2020.

    Video yang identik, diunggah di kanal Youtube ilove borneo pada 8 Oktober 2020 dengan judul “detik detik demo mahasiswa di pontianak part 3”

    Selain itu, foto bagian gedung DPRD Kalimatan Barat yang identik dengan gedung di video itu diunggah oleh situs media online lokal Pontianak, Post Kota Pontianak dengan judul “PECAH BENTROK MAHASISWA DAN POLISI DI KONTOR DPRD PROVINSI” pada 9 Oktober 2020.

    Dilansir dari news.okezone.com, aksi penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) pada Kamis (8/10/2020) berakhir ricuh. Setidaknya, sudah ada 32 diduga perusuh yang diamankan.

    Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go menerangkan, ada yang memprovokasi sehingga terjadinya bentrok antara massa pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian.

    “Kelompok mahasiswa diprovokasi. Sehingga awalnya berlangsung aman, namun terjadi sedikit bentrokan. Karena ada kelompok anak-anak di bawah umur di luar kelompok mahasiswa yang selalu memulai aksi lempar dan tidak berkenan melakukan dialog,” terangnya.

    Ia menjelaskan, ada yang melempar batu saat anggota DPRD Kalbar hendak turun ke lapangan menemui pengunjuk rasa untuk berdialog. Terpaksa anggota DPRD kembali ke gedung. “Karena anggota dewan dilempar dan diserang sehingga petugas pengamanan berupaya memisahkan dan menghalau pengunjuk rasa meninggalkan lokasi unjuk rasa,” jelasnya.

    Menurutnya, hampir 1.000 personel gabungan Polri dan TNI yang dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi penolakan Omnibus Law ini. “Untuk yang diamankan, ada 32 orang pengunjuk rasa. Masih didalami keterlibatannya dalam aksi anarkis,” tegas Donny.

    Saat ini, situasi di Kota Pontianak sudah kondusif. Sama dengan yang disampaikan Kabag Ops Polresta Pontianak, AKP Rizal Ferdianto. Ia mengatakan, dalam aksi penyampaian aspirasi mahasiswa ini disusupi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

    Sementara itu, perwakilan Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) Angga Marta menegaskan, ada 19 OKP dan BEM tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Ampera yang melaksanakan aksi penolakan Omnibus Law ini.

    “Kami menolak secara gamblang dengan menggandeng DPRD Kalbar untuk satu suara menolak Omnibus Law. Kami hanya ini ditegakkannya demokrasi. Hak bersuara jangan dipenjara,” jelasnya usai berorasi.

    Dia menyesalkan terjadinya rusuh antara mahasiswa dan aparat kepolisian. Menurutnya, rusuh ini ada yang provokasi. “Ternyata ada penyusup dan tak diundang. Mereka menjadi percikan-percikan chaos ini. Saya pastikan, kami dari koalisi aksi ini tidak ada melakukan tindakan anarkisme. Itu bukan mahasiswa. Tapi dari luar,” tegasnya.

    Kesimpulan

    Bukan di Thailand. Aksi unjuk rasa di video tersebut terjadi di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia pada 8 Oktober 2020.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5383) [SALAH] “Ngabalin Sindir Refly Harun: Katanya Ahli Hukum Ko Jadi Provokator Kasihan Sekali Kamu Apa Tak Ada Kerjaan Lain?”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 28/10/2020

    Berita

    “Ngabalin Sindir Refly Harun: Katanya Ahli Hukum Ko Jadi Provokator Kasihan Sekali Kamu Apa Tak Ada Kerjaan Lain?”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Zulfansyah mengunggah gambar dengan judul “Ngabalin Sindir Refly Harun: Katanya Ahli Hukum Ko Jadi Provokator Kasihan Sekali Kamu Apa Tak Ada Kerjaan Lain?” pada Senin (26/10/20).

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa gambar tersebut merupakan hasil suntingan/editan dari salah satu artikel milik sulselekspres.com yang berjudul “Ngabalin Sindir Refly Harun: Katanya Ahli Hukum Ko Jadi Provokator” yang tayang pada Minggu (25/10/20).

    Berdasarkan hasil penelusuran, konten tersebut masuk ke dalam kategori Manipulated Content atau konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Rizky Maulana (Universitas Bina Sarana Informatika).

    Tangkapan layar tersebut merupakan hasil suntingan berita milik sulseslekspres.com yang berjudul “Ngabalin Sindir Refly Harun: Katanya Ahli Hukum Ko Jadi Provokator” yang tayang pada Minggu (25/10/20).

    Rujukan

  • (GFD-2020-5384) [SALAH] Akun Whatsapp Chatbot Qur’an Chat Me Curi Data User

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 28/10/2020

    Berita

    Beredar sebuah pesan Whatsapp di grup Imuyt Club yang menyatakan bahwa akun Chatbot Whatsapp Quran Chat Me terindikasi melakukan pencurian data.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri Founder Quran Chat Me, Dedi Rudianto dilansir dari prfmsnews.pikiran-rakyat.com membantah tuduhan tersebut. Ia menjelaskan Quran Chat Me hanya sekedar mesin penjawab atau Chatbot dan juga bersifat seperti nomor telepon biasa, bukan aplikasi digital yang meminta user mencantumkan identitas pribadi. Isu seperti ini pernah terjadi 2018 silam.

    “Quran Chat Me hanya sekadar mesin penjawab atau chatterbot. Ketika kita misalnya memasukan kata Al-Fatihah, maka Quran Chat Me akan memberikan jawaban berupa surat Al-Fatihah. Dan cara kerjanya Quran Chat Me hanya seperti itu saja, tidak bisa sampai hack data user,” ungkap Dedi saat di wawancarai di radio prfms Minggu (25/10/20).

    Quran Chat Me hanya sekedar mesin penjawab chatbot, yang tidak akan meminta user mencantumkan identitas pribadi. Dengan demikian akun Chatbot Whatsapp Quran Chat Me dengan isu pencurian data adalah tidak benar sehingga hal ini masuk dalam kategori konten palsu.

    Rujukan

  • (GFD-2020-8349) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Pogba Pensiun dari Timnas Prancis karena Ucapan Presiden Macron soal Islam?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 28/10/2020

    Berita


    Klaim bahwa bintang sepak bola Prancis, Paul Pogba, pensiun dari tim nasional (timnas) karena ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron soal Islam beredar di media sosial. Klaim ini menyebar setelah Macron menyatakan bahwa pembunuhan guru bahasa Prancis Samuel Paty merupakan serangan teroris Islam.
    Klaim itu terdapat dalam sebuah gambar yang memuat foto Pogba dan Macron. Dalam gambar tersebut, terdapat teks yang berbunyi: "BREAKING NEWS. Paul Pogba telah memutuskan berhenti bermain untuk timnas Perancis menyusul komentar dari Presiden Perancis, Emmanuel Macron yg mengatakan Islam adalah sumber terorisme internasional dunia."
    Di Facebook, gambar itu dibagikan salah satunya oleh akun Berita Bola, tepatnya pada 26 Oktober 2020. Akun ini pun menulis, "Pogba memilih pensiun dari timnas karena pernyataan kontroversi presiden Perancis. Gimana slur? Apakah kalo islam yang buat jahat lantas disebut teroris sedangkan kalo yang jahat non muslim cuma dibiarkan?"
    Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 1.500 reaksi dan 71 komentar serta telah dibagikan lebih dari 150 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Berita Bola.
    Apa benar Pogba pensiun dari timnas Prancis karena ucapan Presiden Macron soal Islam?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait di media kredibel dengan memasukkan kata kunci "Pogba hengkang dari timnas Prancis". Lewat cara ini, ditemukan informasi bahwa isu tersebut adalah hoaks. Paul Pogba pun telah mengklarifikasi hal tersebut di akun media sosial pribadinya.
    Menurut arsip berita Tempo pada 26 Oktober 2020, bintang Manchester United itu dikabarkan mundur dari timnas Prancis karena komentar Presiden Emmanuel Macron bahwa pembunuhan guru bahasa Prancis Samuel Paty merupakan serangan teroris Islam. Belum lama ini, Paty, 47 tahun, diserang dan kepalanya dipenggal.
    Ketika itu, Paty sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah menengah pertama tempat dia mengajar di Conflans-Sainte-Honorine, sekitar 40 kilometer di sisi barat laut Paris. Paty kemudian dianugerahi Legiun Prancis d'honneur, tanda jasa tertinggi dari negara Prancis. Macron pun menyampaikan, "Persatuan dan ketegasan adalah satu-satunya jawaban atas kejahatan terorisme Islam."
    Setelah kabar soal pensiun itu beredar, termasuk di surat kabar Inggris The Sun, Pogba bersuara di akun Instagram-nya dan menyatakan bahwa kabar tersebut hoaks. "Jadi, The Sun melakukannya lagi. Berita itu 100 persen tidak benar dan tidak berdasar. Saya terkejut, marah, dan frustrasi karena beberapa 'media' menggunakan saya untuk membuat headline palsu tentang situasi terkini di Prancis, mengaitkannya dengan agama saya serta timnas Prancis."
    "Saya menentang segala bentuk teror dan kekerasan. Agama saya adalah agama yang damai dan harus dihormati. Sayangnya, beberapa orang media bertindak secara tidak bertanggung jawab dan menyalahgunakan kebebasan pers." Pogba pun menambahkan, "Mereka tidak memverifikasi apa yang mereka tulis dan telah menciptakan rantai gosip tanpa memedulikan dampaknya terhadap kehidupan saya dan masyarakat."
    Gambar tangkapan layar unggahan Paul Pogba di Instagram pada 26 Oktober 2020.
    Tempo pun menelusuri unggahan Pogba di Instagram yang berisi bantahan tersebut. Dalam unggahannya pada 26 Oktober 2020, Pogba membagikan gambar tangkapan layar berita di The Sun yang menyatakan bahwa ia hengkang dari timnas karena komentar Macron soal Islam. Di atas gambar itu, tertera stempel dengan teks "Unacceptable Fake News" atau "berita palsu yang tidak bisa diterima".
    Dalam unggahan itu, gelandang Manchester United tersebut juga menulis bakal mengambil tindakan hukum terhadap penerbit dan penyebar berita palsu tersebut. "Untuk The Sun, yang biasanya tidak peduli, beberapa dari kalian mungkin bersekolah dan ingat bagaimana guru kalian mengingatkan untuk selalu memeriksa sumber kalian, jangan menulis tanpa memastikan terlebih dahulu. Tapi, hei, sepertinya kalian melakukannya lagi dan kali ini pada topik yang sangat serius."

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Paul Pogba pensiun dari timnas Prancis karena ucapan Presiden Macron soal Islam keliru. Pogba telah membantah isu tersebut lewat akun Instagram-nya, dan menyatakan bahwa kabar itu 100 persen tidak benar dan tidak berdasar.
    IBRAHIM ARSYAD
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan