(GFD-2020-8351) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto yang Tangkap Momen saat Petir Menyambar Pohon?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 29/10/2020
Berita
Foto yang memperlihatkan sebuah pohon tengah tersambar petir beredar di media sosial. Sambaran itu menghasilkan efek cahaya merah muda di pohon dan cahaya biru muda di tanah. Foto ini diklaim sebagai foto karya seorang fotografer bernama Darren Pearson yang menangkap momen saat petir menyambar pohon.
Di Facebook, foto tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Hansen Antony, tepatnya pada 19 Oktober 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun ini telah mendapatkan lebih dari 900 reaksi dan sebanyak 154 komentar serta dibagikan 45 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Hansen Antony.
Apa benar foto ini diabadikan saat petir menyambar pohon tersebut?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto tersebut denganreverse image toolGoogle dan TinEye. Hasilnya, ditemukan bahwa foto itu bukan foto yang diabadikan saat petir menyambar pohon tersebut, melainkan gabungan dari dua foto berbeda dan ditambah efek cahaya.
Foto tersebut banyak beredar di Pinterest. Salah satu akun yang pernah memuat foto ini adalah Bailey Galan. Menurut akun ini, foto tersebut diambil oleh Darius Twin. Akun lainnya, Jose Osorio, juga pernah memuat foto itu. Namun, foto ini disebut sebagai foto milik fotografer bernama Darren Pearson.
Tempo kemudian menelusuri akun media sosial Darius Twin. Di Instagram, akun Dariustwin, @dariustwin, pernah mengunggah foto itu pada 11 Juli 2018. Dalam profilnya, tertulis "Welcome to the World of Light". Hampir semua foto di akun Instagram ini memang memperlihatkan foto yang diambil dengan teknik long exposure. Biasanya, fotografer memakai teknik ini untuk menggambar sebuah bentuk di dalam foto dengan cahaya lampu.
Dalam profil akun @dariustwin, ditemukan pula tautan ke situs toko daring yang dimilikinya, yakni Dariustwin.com. Menurut penjelasan di situs ini, Dariustwin merupakan perusahaan yang berbasis di California Selatan, Amerika Serikat, yang mengkhususkan diri pada media dan produk lukisan cahaya atau light painting. Perusahaan ini didirikan oleh Darren Pearson.
"Di malam hari, Dariustwin menjelajahi lanskap dekat dan jauh dan mencari pemandangan yang sempurna untuk media lukisan cahaya seukuran aslinya. Gambar-gambar dibuat dengan alat melukis cahaya ilustratif yang dirancang khusus yang disebut 'Night Writer' dan menggunakan fotografi long exposure," demikian keterangan dalam situs tersebut.
Namun, sejumlah akun Pinterest menyatakan bahwa foto pohon yang tersambar petir di atas tidak dihasilkan dengan teknik long exposure. Menurut akun Feras, foto itu dihasilkan dari gabungan dua foto yang berbeda. Foto pohon merupakan foto yang diambil di San Diego, California. Sementara foto petir diambil dari situs Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA). Penjelasan serupa diberikan oleh akun Duncan Masters.
Untuk memastikan informasi itu, Tempo menelusuri informasi terkait dengan memasukkan kata kunci "Dariustwin lightning photo" di mesin pencari Google. Hasilnya, ditemukan artikel cek fakta dari organisasi pemeriksa fakta AS Snopes yang menyatakan bahwa foto tersebut bukanlah foto long exposure ketika petir menyambar sebuah pohon.
Menurut penjelasan Snopes, gambar itu merupakan karya artistik yang menggabungkan dua foto yang berbeda. Foto pohon merupakan foto Pearson yang diambil di San Diego, California. Efek cahaya merah muda dan biru muda di foto itu dihasilkan dengan teknik long exposure pada malam hari. Dia menggunakan "el-wire" untuk membuat efek bara berwarna biru muda pada tanah dan lampu sorot warna-warni untuk memberi efek cahaya berwarna merah muda pada pohon.
Sementara tambahan foto petir, yang berasal dari situs NOAA, merupakan ide rekan Pearson, Joey, yang juga seorang fotografer serta pembuat film, ketika dia sedang mengedit foto pohon tersebut. "Dia berkata, 'Anda tahu apa yang luar biasa? Petir yang menyambar phon!' Saya terpana dengan ide ini, dan menambahkan petir, yang menurut saya tampak luar biasa. Saya tidak pernah bermaksud agar foto ini dianggap sebagai foto asli petir yang menyambar pohon," katanya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto karya Darren Pearson di atas merupakan foto saat petir menyambar sebuah pohon keliru. Foto tersebut merupakan gabungan dari dua foto yang berbeda. Pertama, foto pohon yang diambil pada malam hari dengan teknik long exposure sehingga terdapat efek cahaya berwarna merah muda pada pohon serta efek bawa berwarna biru muda pada tanah. Kedua, foto petir yang ditempelkan ke foto pohon, yang diambil dari situs NOAA.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/petir
- https://archive.ph/lbyHi
- https://bit.ly/31KYmJi
- https://bit.ly/31RgFMS
- https://bit.ly/2J67Rw8
- https://bit.ly/31OpoiR
- https://www.tempo.co/tag/fotografi
- https://in.pinterest.com/pin/174936766762679815/
- https://id.pinterest.com/pin/230668812138316174/
- https://www.snopes.com/fact-check/long-exposure-lightning-tree/
- https://www.tempo.co/tag/fotografer
(GFD-2020-5379) [SALAH] “Berita Abu Janda Hari Ini Keadaan Koma”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 28/10/2020
Berita
“SUDAH SAYA BILANG HATI HATI DENGAN DATANG NYA ADZAB KALIAN BILANG TIDAK MUNGKIN ADA ADZAB,
KALAU KATA ALLOH JUSTRU KALIAN SUDAH TERLALU DEKAT DENGAN ADZAB,
MAKA APA YANG TERJADI, TIDAK ADA ORANG YANG TAHU DISITULAH HEBATNYA RAHASIA ALLOH”
KALAU KATA ALLOH JUSTRU KALIAN SUDAH TERLALU DEKAT DENGAN ADZAB,
MAKA APA YANG TERJADI, TIDAK ADA ORANG YANG TAHU DISITULAH HEBATNYA RAHASIA ALLOH”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Khalid Bin Wahid mengunggah sebuah gambar hasil tangkapan layar pada 27 Oktober 2020, dalam gambar tersebut terdapat keterangan “Berita Abu Janda Hari Ini Keadaan Koma”, selain itu pada gambar tersebut juga terdapat foto seseorang yang tengah dirawat.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim Abu Janda hari ini keadaan koma adalah klaim yang salah. Tidak ditemukan informasi mengenai keadaan Abu Janda dalam keadaan koma. Sedangkan, gambar yang terdapat dalam postingan tersebut, ditemukan foto aslinya pada situs penggalangan dana dan donasi kitabisa.com yang diunggah pada 23 Maret 2017.
Diketahui seseorang dalam gambar pada postingan tersebut bernama Dista, foto tersebut diabadikan saat Dista dirawat dalam ruangan ICU Rumah Sakit. Dista merupakan seorang buruh cuci yang bekerja di usaha laundry milik tetangganya yang ada di Kota Duri, Riau. Ia mengalami kecelakan dan pendarahan hebat dikepalanya, sempat koma dan harus dirawat cukup lama diruang ICU Rumah Sakit dengan kebutuhan biaya yang cukup besar.
Dengan demikian, klaim berita Abu Janda hari ini keadaan koma adalah tidak benar dan termasuk dalam konten yang menyesatkan.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim Abu Janda hari ini keadaan koma adalah klaim yang salah. Tidak ditemukan informasi mengenai keadaan Abu Janda dalam keadaan koma. Sedangkan, gambar yang terdapat dalam postingan tersebut, ditemukan foto aslinya pada situs penggalangan dana dan donasi kitabisa.com yang diunggah pada 23 Maret 2017.
Diketahui seseorang dalam gambar pada postingan tersebut bernama Dista, foto tersebut diabadikan saat Dista dirawat dalam ruangan ICU Rumah Sakit. Dista merupakan seorang buruh cuci yang bekerja di usaha laundry milik tetangganya yang ada di Kota Duri, Riau. Ia mengalami kecelakan dan pendarahan hebat dikepalanya, sempat koma dan harus dirawat cukup lama diruang ICU Rumah Sakit dengan kebutuhan biaya yang cukup besar.
Dengan demikian, klaim berita Abu Janda hari ini keadaan koma adalah tidak benar dan termasuk dalam konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).
Informasi palsu. Tidak ditemukan informasi mengenai keadaan Abu Janda dalam keadaan koma. Sedangkan, gambar yang terdapat dalam postingan tersebut, ditemukan foto aslinya pada situs penggalangan dana dan donasi kitabisa.com yang diunggah pada 23 Maret 2017. Diketahui seseorang dalam gambar itu bernama Dista, foto tersebut diabadikan saat Dista dirawat dalam ruangan ICU Rumah Sakit.
Informasi palsu. Tidak ditemukan informasi mengenai keadaan Abu Janda dalam keadaan koma. Sedangkan, gambar yang terdapat dalam postingan tersebut, ditemukan foto aslinya pada situs penggalangan dana dan donasi kitabisa.com yang diunggah pada 23 Maret 2017. Diketahui seseorang dalam gambar itu bernama Dista, foto tersebut diabadikan saat Dista dirawat dalam ruangan ICU Rumah Sakit.
Rujukan
(GFD-2020-5380) [SALAH] Presiden Jokowi Menjadi Dokter
Sumber: facebook.comTanggal publish: 28/10/2020
Berita
“Kalau Jokowi sanggup menjadi dokter , ngapain dokter kadrun ala barat menilai buruk kepada Jokowi , alasan cuma satu yaitu mereka tidak mau Indonesia maju , salam sukses buat Jokowi…”
Hasil Cek Fakta
Pengguna Facebook Cherry Chups dalam forum Manusia Merdeka mengunggah sebuah foto (27/10) yang menunjukkan Presiden RI Joko Widodo mengenakan jas dan topi berwarna putih, masker, pelindung wajah, serta sarung tangan karet. Unggahan foto tersebut juga disertai dengan keterangan yang menyatakan bahwa Jokowi sanggup menjadi dokter.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut bukan merupakan foto Jokowi menjadi dokter, melainkan merupakan foto yang diunggah oleh situs presidenri.go.id saat Jokowi melakukan kontrol terhadap fasilitas produksi vaksin COVID-19 pada 11 Agustus 2020 yang lalu. Foto yang sama juga diunggah ulang oleh akun Facebook resmi Jokowi, Presiden Joko Widodo, pada 26 Agustus 2020, disertai dengan keterangan mengenai rencana vaksinasi Covid-19.
Dengan demikian, informasi yang diunggah oleh pengguna Facebook Cherry Chups tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut bukan merupakan foto Jokowi menjadi dokter, melainkan merupakan foto yang diunggah oleh situs presidenri.go.id saat Jokowi melakukan kontrol terhadap fasilitas produksi vaksin COVID-19 pada 11 Agustus 2020 yang lalu. Foto yang sama juga diunggah ulang oleh akun Facebook resmi Jokowi, Presiden Joko Widodo, pada 26 Agustus 2020, disertai dengan keterangan mengenai rencana vaksinasi Covid-19.
Dengan demikian, informasi yang diunggah oleh pengguna Facebook Cherry Chups tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).
Informasi yang salah. Faktanya, foto tersebut merupakan foto Presiden Joko Widodo saat tengah melakukan kontrol kesiapan fasilitas produksi vaksin Covid-19 pada 11 Agustus 2020 lalu.
Informasi yang salah. Faktanya, foto tersebut merupakan foto Presiden Joko Widodo saat tengah melakukan kontrol kesiapan fasilitas produksi vaksin Covid-19 pada 11 Agustus 2020 lalu.
Rujukan
(GFD-2020-5381) [SALAH] Foto Winstar Mendapat Penghargaan Tingkat Nasional untuk Kategori Bupati Balekos Terbaik
Sumber: facebook.comTanggal publish: 28/10/2020
Berita
“Winstar mendapat penghargaan tingkat nasional untuk katagori Bupati Balekos terbaik”
Hasil Cek Fakta
Beredar postingan berita Koran Jakarta dengan gambar Herwin Yatim ucapkan terima kasih dan merasa terhormat atas penghargaan bupati Balekos. Judul yang tertulis di bawah foto tersebut yaitu “Winstar Mendapat Penghargaan Tingkat Nasional Untuk Katagori Bupati Balekos Terbaik”. Postingan tersebut diunggah oleh akun Sahrul Luwuk.Narasi dalam postingan tersebut “Hama,… LUAR BIASA BUPATI BANGGAI masuk koran Jakarta…. Benar tidak ini punya berita, jangan2 BALEKOS?”.
Setelah dilakukan penelusuran terhadap foto tersebut, postingan tersebut merupakan suntingan dari Koran Jakarta edisi Kamis, 19 Desember 2019. Terlihat pada koran judul asli berita sebelum diedit yaitu “Gunakan Hasil Bea Masuk untuk Industri dalam Negeri”, dan gambar aslinya petugas kepolisian bersenjata lengkap dengan latar belakan menara gereja.
Melihat dari penjelasan tersebut, Foto Winstar mendapat penghargaan tingkat nasional untuk kategori Bupati Balekos terbaik tidak benar dan termasuk dalam konten yang dimanipulasi/ manipulated content.
Setelah dilakukan penelusuran terhadap foto tersebut, postingan tersebut merupakan suntingan dari Koran Jakarta edisi Kamis, 19 Desember 2019. Terlihat pada koran judul asli berita sebelum diedit yaitu “Gunakan Hasil Bea Masuk untuk Industri dalam Negeri”, dan gambar aslinya petugas kepolisian bersenjata lengkap dengan latar belakan menara gereja.
Melihat dari penjelasan tersebut, Foto Winstar mendapat penghargaan tingkat nasional untuk kategori Bupati Balekos terbaik tidak benar dan termasuk dalam konten yang dimanipulasi/ manipulated content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Aniq Masruroh (Universitas Sebelas Maret)
Foto tersebut adalah suntingan. Foto asli adalah dua petugas kepolisian bersenjata lengkap dalam rangkaian pengamanan natal dan tahun baru.
Foto tersebut adalah suntingan. Foto asli adalah dua petugas kepolisian bersenjata lengkap dalam rangkaian pengamanan natal dan tahun baru.
Rujukan
Halaman: 7031/7923



