• (GFD-2026-34491) Tidak Benar, Bus Jemaah Haji Jatuh ke Jurang pada Mei 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/05/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar unggahan di media sosial Facebook mengklaim bus yang mengangkut jemaah haji jatuh ke dalam jurang. Kabar tersebut beredar di media sosial pada Mei 2026.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Info 24 jam” (arsip) pada Selasa (12/05/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar bus berwarna merah terjatuh ke dalam jurang dengan kondisi rusak parah dan dikerumuni massa.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Bus rmb0ngan hji masuk jvr4ng, Siapa tau ada yg kenal!!! Trjadi Kec...Lihat selengkapnya.” Begitu narasi tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (18/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1 like, 11 komentar, dan 368 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi pertanyaan masyarakat terkait kebenaran informasi tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Haikal Maja”, “Siska Rosalia”, dan “Amel Lianda” yang menyebarkan unggahan serupa pada grup obrolan Facebook.

    Lantas, benarkah gambar tersebut merupakan bus jemaah haji yang terjatuh ke jurang?

    Baca juga:Kronologi Kecelakaan 2 Bus Rombongan Jemaah Haji di Arab Saudi

    Periksa Fakta Bus Rombongan Haji. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya mengarah pada laman Kompas yang menampilkan foto bus merah serupa yang jatuh ke dalam jurang.

    Bus pariwisata yang membawa rombongan peziarah dari Tangerang terjun ke sungai di kawasan wisata Guci, di jembatan dekat Hotel Ashafana, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), pada Minggu (7/5/2023) sekitar pukul 08.30 WIB.

    Beredar video yang menampilkan detik-detik terjunnya bus di media sosial. Dalam salah satu video, tampak bus berwarna merah itu terperosok dan terguling ke dasar sungai yang dangkal.

    Sejumlah warga berupaya mengevakuasi para penumpang bus tersebut. Sejumlah penumpang dewasa dan anak-anak berhasil dikeluarkan dari dalam bus dengan kondisi terluka. Usai berhasil dievakuasi, para penumpang kemudian dibawa ke RSUD dr. Soeselo Slawi dan Puskesmas Bumijawa.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Video bus merah jatuh ke jurang di Guci” pada mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah pada YouTube Kompas, yang menyatakan bahwa bus tersebut mengangkut rombongan warga Kampung Pondok Serut, Serpong Utara, Tangerang, Banten, mendadak melaju terjun ke jurang saat terparkir.

    Dirlantas Polda Jawa Tengah mencatat 1 orang meninggal dan sebanyak 13 orang penumpang tengah dirawat di Puskesmas Bumijawa, Tegal. Menurut kesaksian warga sekitar, sang pengemudi meninggalkan bus tersebut dalam kondisi mesin menyala untuk dipanaskan.

    “Inilah detik-detik sebuah bus masuk jurang di Desa Rambul, Kecamatan Bonjong, kawasan Wisata Guci Tegal, Jawa Tengah, pada Minggu (7/5/2023). Bus besar warna merah bermuatan setidaknya 30 penumpang itu melaju hingga terperosok ke jurang.” Begitu dikutip pada YouTube Kompas.

    Dengan demikian, gambar yang beredar bukan foto bus jemaah haji yang jatuh pada Mei 2026. Faktanya, foto tersebut diambil saat jatuhnya bus rombongan peziarah asal Tangerang di kawasan Guci, Tegal pada Minggu (7/5/2023).

    Senada dengan hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar. Foto bus yang sama telah digunakan dalam narasi kecelakaan berbeda.

    “Faktanya, klaim tersebut adalah tidak benar. Foto itu adalah peristiwa kecelakaan bus yang terjadi di terjadi di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah pada Mei 2023.” dikutip pada laman Komdigi.

    Laman DPR RImenuliskan,memang terjadi insiden bus terbakar pada fase awal pemberangkatan jemaah haji. Meski tidak menimbulkan gangguan besar terhadap keseluruhan layanan, DPR menilai kejadian itu menjadi alarm penting bagi penyelenggara haji.

    “Kita pastikan seluruh transportasi itu aman, nyaman, dan bisa memberangkatkan jemaah haji dari Madinah ke Makkah dengan baik,” begitu tegas Anggota Timwas Haji DPR RI Maman Imanul Haq.

    Timwas Haji DPR berkomitmen untuk melakukan pengawasan langsung pada fase perpindahan jemaah untuk memastikan seluruh skema pelayanan benar-benar berjalan sesuai rencana.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bus merah rombongan jemaah haji jatuh ke jurang pada Mei 2026 adalah tidak benar dan tidak didukung informasi kredibel.

    Baca juga:Jemaah Haji Diminta Jaga Stamina dan Kesehatan Jelang Armuzna

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim bus merah jemaah haji jatuh ke jurang pada Mei 2026 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Gambar yang beredar bukan foto bus jemaah haji yang jatuh pada Mei 2026. Foto bus tersebut adalah peristiwa kecelakaan bus yang terjadi pada rombongan peziarah asal Tangerang di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah pada Mei 2023.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34747) Hoaks, Gubernur BI Umumkan Pendaftaran Bantuan Langsung

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/05/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial TikTok mengklaim Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ditugaskan sebagai Staf Menteri Keuangan untuk mengumumkan pendaftaran bantuan langsung dari Menteri Keuangan.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok @update.terkini.mekeu (arsip) dengan nama Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (18/05/2026). Unggahan tersebut menampilkan Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Saya selaku staf Menteri Keuangan yang langsung ditugaskan untuk mengumumkan pendaftaran menerima bantuan langsung dari Menteri Keuangan untuk cara mendaftar, langsung hubungi saya.” Begitu narasi diucapkan dalam video tersebut.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (19/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1162 likes, 581 komentar, 400 kali disimpan, dan 36,8 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar diisi dengan reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut dan beberapa mengetikkan nomor WhatsApp pribadinya.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, benarkah Gubernur BI mengumumkan pendaftaran bantuan langsung dari Menteri Keuangan Purbaya?

    Baca juga:Prabowo Lantik Eks Deputi Gubernur BI Juda Agung Jadi Wamenkeu

    Periksa Fakta Bantuan langsung Gubernur BI. foto/Hotline periksa fakta

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut menggunakan logo centang biru sebagai foto profil, memiliki 2230 pengikut, dan menuliskan keterangan pada bio akun: “Silahkan langsung hubungi Staf saya WhatsApp 0858-4992-7732.”

    Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 470,6 ribu pengikut dengan centang biru dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada intonasi suara pada video yang terdengar kaku dan tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 99,3 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Gubernur Bank Indonesia umumkan bantuan dana” pada laman pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Instagram @ppid.kemenkeu yang menyatakan bahwa video yang beredar mencatut nama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang mengumumkan pendaftaran untuk menerima bantuan merupakan video hoaks.

    “Video yang beredar mengenai Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan sebagai staf Menteri Keuangan yang ditugaskan mengumumkan pendaftaran untuk menerima bantuan langsung dari Menteri Keuangan Purbaya merupakan video hoaks deepfake.” Begitu dikutip Instagram resmi PPID Kemenkeu Selasa (19/05/2026).

    Senada dengan hal tersebut, akun Instagram @kemenkeu.prime dan laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan menegaskan bahwa video yang beredar mengatasnamakan Menteri Purbaya menugaskan Perry Warjiyo sebagai staf Menteri Keuangan, yang mengumumkan pendaftaran untuk menerima bantuan langsung dari Menteri Keuangan Purbaya adalah hoaks.

    Faktanya, Purbaya tidak pernah menyebarkan nomor ponsel untuk pendaftaran bantuan dana apa pun. Klaim pendaftaran bantuan dana melalui nomor atau dengan menghubungi nomor secara tidak resmi tersebut bukan berasal dari Purbaya ataupun Kemenkeu dan terindikasi sebagai penipuan.

    Kemenkeu mengimbau untuk bijak bermedia sosial dan selalu memastikan waspada terhadap konten yang berasal dari sumber yang tidak kredibel, memeriksa fakta pada situs resmi, dan tidak menyebarkan konten tanpa sumber dan bukti yang terpercaya.

    Jika masyarakat menemukan informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs web www.kemenkeu.go.id.

    Baca juga:Profil 2 Dirjen Kemenkeu yang Dicopot: Luky Alfirman & Febrio K

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebagai staf Menteri Keuangan mengumumkan pendaftaran bantuan langsung bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Kemenkeu menegaskan bahwa video yang mencatut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan sebagai staf Menteri Keuangan yang ditugaskan mengumumkan pendaftaran untuk menerima bantuan langsung dari Menteri Keuangan Purbaya merupakan video hoaks deepfake.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34748) Tidak Benar, Bus Jemaah Haji Jatuh ke Jurang pada Mei 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/05/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar unggahan di media sosial Facebook mengklaim bus yang mengangkut jemaah haji jatuh ke dalam jurang. Kabar tersebut beredar di media sosial pada Mei 2026.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Info 24 jam” (arsip) pada Selasa (12/05/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar bus berwarna merah terjatuh ke dalam jurang dengan kondisi rusak parah dan dikerumuni massa.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Bus rmb0ngan hji masuk jvr4ng, Siapa tau ada yg kenal!!! Trjadi Kec...Lihat selengkapnya.” Begitu narasi tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (18/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1 like, 11 komentar, dan 368 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi pertanyaan masyarakat terkait kebenaran informasi tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Haikal Maja”, “Siska Rosalia”, dan “Amel Lianda” yang menyebarkan unggahan serupa pada grup obrolan Facebook.

    Lantas, benarkah gambar tersebut merupakan bus jemaah haji yang terjatuh ke jurang?

    Baca juga:Kronologi Kecelakaan 2 Bus Rombongan Jemaah Haji di Arab Saudi

    Periksa Fakta Bus Rombongan Haji. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya mengarah pada laman Kompas yang menampilkan foto bus merah serupa yang jatuh ke dalam jurang.

    Bus pariwisata yang membawa rombongan peziarah dari Tangerang terjun ke sungai di kawasan wisata Guci, di jembatan dekat Hotel Ashafana, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), pada Minggu (7/5/2023) sekitar pukul 08.30 WIB.

    Beredar video yang menampilkan detik-detik terjunnya bus di media sosial. Dalam salah satu video, tampak bus berwarna merah itu terperosok dan terguling ke dasar sungai yang dangkal.

    Sejumlah warga berupaya mengevakuasi para penumpang bus tersebut. Sejumlah penumpang dewasa dan anak-anak berhasil dikeluarkan dari dalam bus dengan kondisi terluka. Usai berhasil dievakuasi, para penumpang kemudian dibawa ke RSUD dr. Soeselo Slawi dan Puskesmas Bumijawa.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Video bus merah jatuh ke jurang di Guci” pada mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah pada YouTube Kompas, yang menyatakan bahwa bus tersebut mengangkut rombongan warga Kampung Pondok Serut, Serpong Utara, Tangerang, Banten, mendadak melaju terjun ke jurang saat terparkir.

    Dirlantas Polda Jawa Tengah mencatat 1 orang meninggal dan sebanyak 13 orang penumpang tengah dirawat di Puskesmas Bumijawa, Tegal. Menurut kesaksian warga sekitar, sang pengemudi meninggalkan bus tersebut dalam kondisi mesin menyala untuk dipanaskan.

    “Inilah detik-detik sebuah bus masuk jurang di Desa Rambul, Kecamatan Bonjong, kawasan Wisata Guci Tegal, Jawa Tengah, pada Minggu (7/5/2023). Bus besar warna merah bermuatan setidaknya 30 penumpang itu melaju hingga terperosok ke jurang.” Begitu dikutip pada YouTube Kompas.

    Dengan demikian, gambar yang beredar bukan foto bus jemaah haji yang jatuh pada Mei 2026. Faktanya, foto tersebut diambil saat jatuhnya bus rombongan peziarah asal Tangerang di kawasan Guci, Tegal pada Minggu (7/5/2023).

    Senada dengan hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar. Foto bus yang sama telah digunakan dalam narasi kecelakaan berbeda.

    “Faktanya, klaim tersebut adalah tidak benar. Foto itu adalah peristiwa kecelakaan bus yang terjadi di terjadi di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah pada Mei 2023.” dikutip pada laman Komdigi.

    Laman DPR RImenuliskan,memang terjadi insiden bus terbakar pada fase awal pemberangkatan jemaah haji. Meski tidak menimbulkan gangguan besar terhadap keseluruhan layanan, DPR menilai kejadian itu menjadi alarm penting bagi penyelenggara haji.

    “Kita pastikan seluruh transportasi itu aman, nyaman, dan bisa memberangkatkan jemaah haji dari Madinah ke Makkah dengan baik,” begitu tegas Anggota Timwas Haji DPR RI Maman Imanul Haq.

    Timwas Haji DPR berkomitmen untuk melakukan pengawasan langsung pada fase perpindahan jemaah untuk memastikan seluruh skema pelayanan benar-benar berjalan sesuai rencana.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bus merah rombongan jemaah haji jatuh ke jurang pada Mei 2026 adalah tidak benar dan tidak didukung informasi kredibel.

    Baca juga:Jemaah Haji Diminta Jaga Stamina dan Kesehatan Jelang Armuzna

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim bus merah jemaah haji jatuh ke jurang pada Mei 2026 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Gambar yang beredar bukan foto bus jemaah haji yang jatuh pada Mei 2026. Foto bus tersebut adalah peristiwa kecelakaan bus yang terjadi pada rombongan peziarah asal Tangerang di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah pada Mei 2023.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34493) [SALAH] Dapur MBG Dirusak Warga yang Anaknya Keracunan

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 19/05/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Bagas Lesmana” pada Rabu (13/5/2026). Unggahan beserta narasi :

    “Mapur MBG di rusak masyarakat.

    Yg anak ya keracunan”

    Hingga Selasa (12/5/2026) unggahan telah mendapatkan 40-an tanda suka, 10 komentar dan telah dibagikan ulang 1 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tangkapan layar dari foto melalui Google Lens. Pencarian mengarah ke unggahan akun Instagram “the.ne.bullet” yang diunggah pada Selasa (23/12/2025). Unggahan tersebut menyertakan tagar “#Kheroni #karbianglong #assam #westkarbianglong #khobornetwork” yang mengindikasikan peristiwa dalam foto terjadi di wilayah Kheroni, Karbi Anglong, West Karbi Anglong, Assam, India pada Desember 2025. Foto pada unggahan tersebut juga disisipi tautan yang mengarah ke laman online shop ketika diklik.

    Video tersebut menampilkan kotak putih bertuliskan “KOTAK PERALATAN DAPUR MBG” yang tidak ada pada unggahan asli akun Instagram “the.ne.bullet”, sehingga dapat disimpulkan tulisan tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Dilansir dari ndtv.com, kerusuhan memuncak pada 22–24 Desember 2025 di Kheroni, West Karbi Anglong, dipicu protes komunitas Karbi terkait tuntutan penggusuran pendatang yang dianggap menduduki lahan adat. Bentrokan tersebut menyebabkan dua orang tewas dan mendorong pemerintah Assam mengerahkan tambahan pasukan keamanan ke wilayah Kheroni untuk menjaga situasi tetap kondusif. Pemerintah setempat juga memberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat guna mencegah meluasnya bentrokan dan memulihkan ketertiban di kawasan tersebut.

    Melansir dari indiatimes.com, pemerintah setempat juga menangguhkan layanan internet seluler di distrik West Karbi Anglong dan Karbi Anglong, serta memberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat guna mencegah meluasnya bentrokan dan memulihkan ketertiban di kawasan tersebut.

    Kesimpulan

    Faktanya, video merupakan rekaman kerusuhan yang terjadi di Kheroni, Karbi Anglong, West Karbi Anglong, Assam, India pada Desember 2025. Jadi, unggahan berisi klaim “Dapur MBG dirusak warga yang anaknya keracunan” adalah konten yang dimanipulasi (manipulated content).

    Rujukan