• (GFD-2026-33113) [SALAH] Jokowi Larang Purbaya Adakan Koperasi Merah Putih

    Sumber: Mixed
    Tanggal publish: 27/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “Wayan Budiarta Jerman” pada Rabu (4/3/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “MANTAN RI-7 JOKOWI LAR4NG PURBAYA ADAKAN KOP3RASI MERAH PUTIH…

    JOKOW1: KALAU PURBAYA ADAKAN KOP3RASI MERAH PUTIH SAYA KURANG S3TUJU MENDING BU4T YANG BERM4NFAAT AJA DARIPADA BU4NG” ANGG4RAN,

    PURBAYA: DARIPADA ANGG4RANNYA DI G3ROGOTI PARA PEJ4BAT MENDING U4NGNYA DI BU4T MUTER PAK ADA MANFAATNYA,

    R4KYAT CARI MODAL GAMPANG MODAL KECIL, NEG4RA UNTUNG R4KYAT JUGA UNTUN9 WARGANET S3TUJU DENGAN IDE PURBAYA YANG SELALU MEMIKIRKAN R4KYAT”

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menemukan klaim serupa di unggahan kanal YouTube “Lidahgosip” [arsip] dan akun Instagram “iwan69024” [arsip].

    Per Jumat (27/3/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 1.000-an tanda suka, menuai 306 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 16 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Jokowi larang Purbaya adakan Koperasi Merah Putih” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan, antara lain:

    • Berita detik.com “Budi Arie Ungkap Jokowi Dukung Penuh Kopdes Merah Putih”, tayang Selasa (1/4/2025). Berita ini melaporkan Budi Arie yang kala itu menjabat sebagai Menteri Koperasi mengungkapkan bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sangat mendukung pembentukan 80 ribu Kopdes Merah Putih.

    • Berita cnnindonesia.com “Purbaya Kunci 58 Persen Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih”, tayang Rabu (18/2/2026). Berita ini melaporkan bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa resmi mematok pengalokasian anggaran Dana Desa 2026 sebanyak 58,03 persen untuk pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih (KDMP).

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Jokowi larang Purbaya adakan Koperasi Merah Putih”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Unggahan video berisi klaim “Jokowi larang Purbaya adakan Koperasi Merah Putih” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33114) [SALAH] Jembatan Penghubung Arab Saudi–Bahrain Dibom Iran

    Sumber: Instagram
    Tanggal publish: 27/03/2026

    Berita

    Akun Instagram “info.palestina99” pada Kamis, (05/03/2026) mengunggah video [arsip] menunjukkan jembatan Raja Fahd (Persahabatan) yang menghubungkan Bahrain dan Arab Saudi hancur terkena serangan rudal oleh Iran. Video itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    BERITA TERBARU

    Rekaman

    pertama serangan rudal Iran ke arah

    Jembatan Raja Fahd (Persahabatan), yang

    menghubungkan Bahrain dan Arab Saudi,

    berhasil menghancurkan jembatan terbesar

    di Timur Tengah.

    Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah diputar sebanyak lebih dari 3.700 kali, disukai 100 kali dan menuai 5 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri gambar yang beredar dengan memanfaatkan fitur pencarian gambar balik (reverse image search) melalui Google Lens. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa rekaman tersebut pertama kali dipublikasikan oleh akun YouTube resmi kantor berita Guardian News pada Sabtu (8/10/2022). 

    Dalam keterangan video dijelaskan bahwa rekaman CCTV itu memperlihatkan momen ledakan yang terjadi di Jembatan Kerch atau yang juga dikenal sebagai Jembatan Krimea. Jembatan tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan wilayah Krasnodar Krai di Rusia dengan Semenanjung Krimea.

    Selain itu, tim pemeriksa fakta juga membandingkan bentuk dan struktur Jembatan Raja Fahd yang menghubungkan Arab Saudi dan Bahrain dengan Jembatan Kerch. Hasil perbandingan menunjukkan adanya perbedaan material dan desain pada kedua jembatan tersebut. Detail bangunan yang terlihat dalam rekaman CCTV, termasuk jalur kendaraan serta pembatas jalan, lebih sesuai dengan karakteristik Jembatan Kerch di Krimea, bukan Jembatan Raja Fahd.

    Kesimpulan

    Video yang beredar merupakan rekaman lama yang memperlihatkan ledakan di Jembatan Kerch (Jembatan Krimea) pada tahun 2022, bukan peristiwa di Jembatan Raja Fahd yang menghubungkan Arab Saudi dan Bahrain. Dengan demikian, unggahan video berisi klaim “jembatan penghubung Arab Saudi-Bahrain dibom Iran” merupakan konten yang menyesatkan (Misleading Content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33115) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Lowongan Ombudsman 2026

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 27/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “Yogi Pitri AR” pada Jumat (6/3/2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi:

    Lowongan Kerja Terbaru

    Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Membuka Lowongan untuk Posisi Kepala Perwakilan di seluruh indonesia

    Ombudsman Republik Indonesia mengundang Warga Negara Indonesia terbaik yang memiliki komitmen dan integritas tinggi sebagai Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik di wilayah kerja pada Kantor Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia

    https://daftarsehkarang.mijjii.com/

    Hingga Jumat (27/3/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan 450-an tanda suka, 40-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 10 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “cara mendaftar lowongan kerja ombudsman 2026” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan tempo.com “Tahapan dan Cara Daftar Seleksi Anggota Ombudsman 2026-2031”.

    Dari berita yang tayang Juli 2025 itu diketahui bahwa pendaftaran anggota Ombudsman dilakukan dengan cara mengakses laman apel.setneg.go.id. Menukil laman setneg.go.id, tahapannya meliputi seleksi administrasi, tes objektif & penulisan makalah (Agustus 2025), profile assessment, wawancara, dan tes kesehatan. 

    Sebagai informasi, dilansir dari setneg.go.id, Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota Ombudsman Republik Indonesia Masa Jabatan 2026—2031 telah diperkenalkan ke publik pada Juni 2025. Pansel memilih 18 kandidat (yang kemudian disampaikan Presiden kepada DPR). DPR lalu melakukan uji kelayakan dan kepatutan untuk memilih 9 orang dan hasilnya dikembalikan kepada Presiden untuk ditetapkan sebagai Komisioner Ombudsman.

    Mengutip pemberitaan kompas.com pada Senin (26/1/2026), DPR telah menyetujui sembilan nama pimpinan dan anggota Ombudsman untuk masa jabatan 2026—2031. Nama-nama tersebut selanjutnya akan dibawa ke rapat paripurna DPR sebelum dilantik oleh presiden.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran lowongan Ombudsman 2026” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33116) [SALAH] Iran Berhasil Mengamankan Pasukan Delta Force AS Penculik Presiden Venezuela

    Sumber: threads.com
    Tanggal publish: 27/03/2026

    Berita

    Beredar unggahan gambar [arsip] dari akun Threads “yusrandaengtayang” pada Selasa (17/3/2026) berisi narasi:

    “IRAN MEMGAMANKAN 173 ANGGOTA DELTA FORCE YANG SULU SEMPAT MENCULIK PRESIDENT VENEZUELA.”

    Hingga Jumat (27/3/2026) unggahan ini telah mendapatkan 12 tanda suka, 2 komentar, dan dibagikan ulang 2 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) terlebih dahulu menganalisis gambar yang beredar menggunakan perangkat pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan, Hive Moderation. Hasil dari pendeteksi AI ini menunjukkan bahwa 94 persen gambar dibuat oleh bantuan AI.

    Selain itu, jika dicari dengan kata kunci “Iran mengamankan pasukan Delta Force AS” ke kolom pencarian Google, hasilnya juga tidak ditemukan adanya laporan resmi dari media-media terpercaya yang bisa membenarkan klaim tersebut.

    Kesimpulan

    Faktanya, gambar tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dan tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan narasi. Unggahan berisi klaim “Iran mengamankan pasukan Delta Force AS” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan