SEBUAH video beredar di TikTok [arsip] dan Facebook pada 1 Juli 2025, memuat klaim bahwa militer Iran mengepung kapal induk Amerika Serikat.
Video itu memperlihatkan sejumlah kapal perang berukuran lebih kecil mengepung sebuah kapal induk. Beberapa ledakan juga terlihat di badan kapal. Video ini beredar di tengah gencatan senjata antara Israel dan Iran yang melibatkan Amerika Serikat.
Namun, benarkah peristiwa pengepungan kapal induk AS oleh militer Iran terjadi seperti dalam video tersebut?
(GFD-2025-27700) Menyesatkan: Video Militer Iran Serang Kapal Induk AS
Sumber:Tanggal publish: 02/07/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi video itu dengan menganalisis visual secara manual dan diperkuat menggunakan alat pendeteksi akal imitasi (AI). Faktanya, konten tersebut hasil olah kecerdasan buatan.
Video tersebut memiliki kejanggalan, salah satunya misil yang ditembakkan bergerak lambat dibandingkan kecepatan pada umumnya. Sebagai perbandingan, misil yang ditembakkan dari kapal (missile cruise) jenis Tomahawk memiliki kecepatan 885 kilometer per jam.
Kedua, video itu memuat tanda air “AI” berukuran kecil dan transparan di bagian kiri. Tanda air itu sebagai penanda video tersebut dihasilkan dengan kecerdasan buatan.duk padahal tak ada serangan dari kapal lain. Selain itu, terdapat tanda air bertuliskan AI di sudut kiri atas yang mengindikasikan video tersebut dibuat menggunakan AI.
Tangkapan layar video yang diklaim bahwa Iran menyerang kapal induk Amerika Serikat. Di bagian kiri atas video, terdapat tanda air transparan bertuliskan “AI” sebagai penanda video dibuat dengan kecerdasan buatan.
Tangkapan layar video yang diklaim bahwa Iran menyerang kapal induk Amerika Serikat. Di bagian kiri atas video, terdapat tanda air transparan bertuliskan “AI” sebagai penanda video dibuat dengan kecerdasan buatan.
Tempo membandingkan hasil analisis menggunakan AI or Not. Alat tersebut menyatakan 100 persen video tersebut dihasilkan dengan akal imitasi.
Tempo kemudian menganalisis klip berikutnya yang memperlihatkan kapal-kapal tempur berukuran lebih kecil mengepung kapal induk. Hasil analisis dengan Hive Moderation, menunjukkan, 97,9 persen kemungkinan besar video tersebut dibuat dengan akal imitasi.
Alat AI or Not juga menghasilkan analisis bahwa 100 persen video menggunakan kecerdasan buatan.
Klip video yang memperlihatkan barisan kapal perang Iran, juga merupakan konten buatan AI, sebagaimana dinyatakan aplikasi pendeteksi gambar AI, AI or NOT, dengan probabilitas 100 persen.
Klip yang memperlihatkan ledakan di atas kapal induk, juga memiliki kemungkinan 100 persen dibuat menggunakan AI.
Demikian juga pada klip ledakan lainnya di kapal induk, menurut AI or Not, 100 persen dihasilkan dengan AI.
Gencatan Senjata
Narasi dalam video itu juga tak sesuai dengan situasi terkini. Israel dan Iran sesungguhnya telah menyepakati gencatan senjata yang difasilitasi oleh Amerika Serikat pada 23 Juni 2025. Saling serang rudal selama 12 hari sebelumnya, untuk sementara berhenti tapi masih banyak ketidakpastian soal konflik itu. Termasuk apakah gencatan senjata akan mengarah pada perdamaian permanen.
Hingga 24 Juni 2025, perang yang meletus sejak 13 Juni tersebut telah menelan korban jiwa dari kedua negara. Kementerian Kesehatan Iran mengatakan korban meninggal di pihak mereka berjumlah 610 termasuk 49 perempuan dan 13 anak. Sementara 4.746 lainnya luka. Di sisi lain korban jiwa di Israel sebanyak 28, dengan 3.238 orang terluka.
Menurut Institute for The Study of War per 1 Juli 2025, Iran terus berusaha untuk menganalisis kerusakan di Pabrik Pengayaan Bahan Bakar Fordow (FFEP), setelah serangan Amerika Serikat. Sementara Parlemen Iran telah mengesahkan undang-undang pesawat tak berawak (UAV) yang memungkinkan Israel melakukan operasi drone seperti pada awal Perang Iran-Israel.
Video tersebut memiliki kejanggalan, salah satunya misil yang ditembakkan bergerak lambat dibandingkan kecepatan pada umumnya. Sebagai perbandingan, misil yang ditembakkan dari kapal (missile cruise) jenis Tomahawk memiliki kecepatan 885 kilometer per jam.
Kedua, video itu memuat tanda air “AI” berukuran kecil dan transparan di bagian kiri. Tanda air itu sebagai penanda video tersebut dihasilkan dengan kecerdasan buatan.duk padahal tak ada serangan dari kapal lain. Selain itu, terdapat tanda air bertuliskan AI di sudut kiri atas yang mengindikasikan video tersebut dibuat menggunakan AI.
Tangkapan layar video yang diklaim bahwa Iran menyerang kapal induk Amerika Serikat. Di bagian kiri atas video, terdapat tanda air transparan bertuliskan “AI” sebagai penanda video dibuat dengan kecerdasan buatan.
Tangkapan layar video yang diklaim bahwa Iran menyerang kapal induk Amerika Serikat. Di bagian kiri atas video, terdapat tanda air transparan bertuliskan “AI” sebagai penanda video dibuat dengan kecerdasan buatan.
Tempo membandingkan hasil analisis menggunakan AI or Not. Alat tersebut menyatakan 100 persen video tersebut dihasilkan dengan akal imitasi.
Tempo kemudian menganalisis klip berikutnya yang memperlihatkan kapal-kapal tempur berukuran lebih kecil mengepung kapal induk. Hasil analisis dengan Hive Moderation, menunjukkan, 97,9 persen kemungkinan besar video tersebut dibuat dengan akal imitasi.
Alat AI or Not juga menghasilkan analisis bahwa 100 persen video menggunakan kecerdasan buatan.
Klip video yang memperlihatkan barisan kapal perang Iran, juga merupakan konten buatan AI, sebagaimana dinyatakan aplikasi pendeteksi gambar AI, AI or NOT, dengan probabilitas 100 persen.
Klip yang memperlihatkan ledakan di atas kapal induk, juga memiliki kemungkinan 100 persen dibuat menggunakan AI.
Demikian juga pada klip ledakan lainnya di kapal induk, menurut AI or Not, 100 persen dihasilkan dengan AI.
Gencatan Senjata
Narasi dalam video itu juga tak sesuai dengan situasi terkini. Israel dan Iran sesungguhnya telah menyepakati gencatan senjata yang difasilitasi oleh Amerika Serikat pada 23 Juni 2025. Saling serang rudal selama 12 hari sebelumnya, untuk sementara berhenti tapi masih banyak ketidakpastian soal konflik itu. Termasuk apakah gencatan senjata akan mengarah pada perdamaian permanen.
Hingga 24 Juni 2025, perang yang meletus sejak 13 Juni tersebut telah menelan korban jiwa dari kedua negara. Kementerian Kesehatan Iran mengatakan korban meninggal di pihak mereka berjumlah 610 termasuk 49 perempuan dan 13 anak. Sementara 4.746 lainnya luka. Di sisi lain korban jiwa di Israel sebanyak 28, dengan 3.238 orang terluka.
Menurut Institute for The Study of War per 1 Juli 2025, Iran terus berusaha untuk menganalisis kerusakan di Pabrik Pengayaan Bahan Bakar Fordow (FFEP), setelah serangan Amerika Serikat. Sementara Parlemen Iran telah mengesahkan undang-undang pesawat tak berawak (UAV) yang memungkinkan Israel melakukan operasi drone seperti pada awal Perang Iran-Israel.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan pasukan Iran mengepung kapal induk AS adalah klaim menyesatkan.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@aquasedang23/video/7522048855676849415
- https://mvau.lt/media/72de3731-6fee-4814-8c35-22a957073951
- https://www.facebook.com/watch/?v=1052324687076577
- https://www.britannica.com/technology/Tomahawk-cruise-missile
- http://aiornot.com
- http://aiornot.com
- https://www.tempo.co/internasional/iran-atau-israel-yang-lebih-unggul-saat-gencatan-senjata-tercapai--1815426
- https://www.aljazeera.com/news/2025/6/26/visualising-12-days-of-the-israel-iran-conflict
- https://www.understandingwar.org/backgrounder/iran-update-july-1-2025
(GFD-2025-27701) Keliru: Tautan Pendaftaran Bantuan Subsidi Upah 2025 Sebesar Rp600 Ribu dari Kemenaker
Sumber:Tanggal publish: 02/07/2025
Berita
SEBUAH akun Facebook Layanan Informasi Bantuan Subsidi Upah [arsip] mengunggah poster pemberitahuan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 sebesar Rp600.000 dari pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Pendaftaran dilakukan secara online melalui tautan https://layanan-bsu5.kem-naker.com/home.
Pengunggah menulis bahwa BSU diberikan kepada pekerja atau buruh yang memenuhi syarat. Cek status penerimaan secara online melalui laman resmi yang diberikan tersebut. Layanan resmi dan aman, terintegrasi dengan data Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Benarkah tautan tersebut untuk mendaftar Bantuan Subsidi Upah 2025 dari Kemenaker sebesar Rp600 ribu?
Pengunggah menulis bahwa BSU diberikan kepada pekerja atau buruh yang memenuhi syarat. Cek status penerimaan secara online melalui laman resmi yang diberikan tersebut. Layanan resmi dan aman, terintegrasi dengan data Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Benarkah tautan tersebut untuk mendaftar Bantuan Subsidi Upah 2025 dari Kemenaker sebesar Rp600 ribu?
Hasil Cek Fakta
Tempo membandingkan tautan tersebut dengan website resmi, serta menggunakan informasi dari situs yang kredibel. Hasilnya, pemerintah memang menyalurkan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025. Tetapi tautan yang disebarkan akun tersebut bukan website resmi untuk mengakses bantuan.
Sesuai artikel yang diterbitkan Tempo, Pemerintah memberikan BSU Rp300 ribu per bulan selama dua bulan berturut-turut yaitu Juni dan Juli 2025. Bantuan diberikan sekaligus, sehingga total nilai yang diterima penerima adalah Rp600 ribu.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, total jumlah penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahap satu sebanyak 3.697.836 pekerja. Hingga 24 Juni 2025, bantuan telah disalurkan kepada 2.450.068 penerima.
Situs resmi mengenai Bantuan Subsidi Upah hanya ada di web bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id dan https://bsu.kemnaker.go.id/. Di dua laman tersebut, warga dapat mengakses informasi terkini, syarat penerima, dan mengecek apakah seseorang sudah terdaftar sebagai penerima atau tidak.
Selain dua website tersebut, mengecek daftar penerima bisa melalui aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) yang dapat diunduh via Play Store atau App Store.
Laman BPJS Ketenagakerjaan tersebut juga menegaskan, pengumpulan data secara resmi hanya menggunakan aplikasi SIPP yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Platform untuk mengurus administrasi dan pembayaran iuran tersebut, juga hanya dapat diakses oleh petugas perusahaan yang ditunjuk.
Penyaluran BSU melalui himpunan bank milik negara yakni BNI, BRI, BTN, Mandiri, dan BSI. Sedangkan calon penerima yang tidak memiliki himbara akan menerima BSU melalui PT Pos Indonesia.
Setelah menyalurkan BSU tahap pertama, pemerintah akan mendistribusikan bantuan tahap kedua dengan kriteria sebagai berikut:
Sedangkan alur Penyaluran BSU 2025 adalah:
Sesuai artikel yang diterbitkan Tempo, Pemerintah memberikan BSU Rp300 ribu per bulan selama dua bulan berturut-turut yaitu Juni dan Juli 2025. Bantuan diberikan sekaligus, sehingga total nilai yang diterima penerima adalah Rp600 ribu.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, total jumlah penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahap satu sebanyak 3.697.836 pekerja. Hingga 24 Juni 2025, bantuan telah disalurkan kepada 2.450.068 penerima.
Situs resmi mengenai Bantuan Subsidi Upah hanya ada di web bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id dan https://bsu.kemnaker.go.id/. Di dua laman tersebut, warga dapat mengakses informasi terkini, syarat penerima, dan mengecek apakah seseorang sudah terdaftar sebagai penerima atau tidak.
Selain dua website tersebut, mengecek daftar penerima bisa melalui aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) yang dapat diunduh via Play Store atau App Store.
Laman BPJS Ketenagakerjaan tersebut juga menegaskan, pengumpulan data secara resmi hanya menggunakan aplikasi SIPP yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Platform untuk mengurus administrasi dan pembayaran iuran tersebut, juga hanya dapat diakses oleh petugas perusahaan yang ditunjuk.
Penyaluran BSU melalui himpunan bank milik negara yakni BNI, BRI, BTN, Mandiri, dan BSI. Sedangkan calon penerima yang tidak memiliki himbara akan menerima BSU melalui PT Pos Indonesia.
Setelah menyalurkan BSU tahap pertama, pemerintah akan mendistribusikan bantuan tahap kedua dengan kriteria sebagai berikut:
Sedangkan alur Penyaluran BSU 2025 adalah:
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa tautan pendaftaran Bantuan Subsidi Upah 2025 dari Kemenaker sebesar Rp600 ribu adalah keliru.
Rujukan
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0cugPjyRf9KS98F12atAbWys4UZiZUWHEnBGykmx5cHv3XwRXUH3qn19RhdG48KmFl&id=61577924249826
- https://mvau.lt/media/8e5c23b2-b161-4639-99b0-9d3f8d3a1dc0
- https://www.tempo.co/ekonomi/bantuan-subsidi-upah-telah-disalurkan-ke-2-45-juta-penerima-1795229
- http://bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id
- https://bsu.kemnaker.go.id/ /cdn-cgi/l/email-protection#e98a8c828f88829d88a99d8c849986c78a86c7808d
(GFD-2025-27703) [KLARIFIKASI] Video Festival di Peru, Bukan Tenda Pengungsian Israel
Sumber:Tanggal publish: 02/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video menampilkan lereng gunung yang dipenuhi tenda dan atap permukiman dengan warna dominan biru.
Pengguna media sosial menyebutkan, lokasi dalam video merupakan tenda di lereng gunung tempat warga Israel berlindung.
Narasi itu beredar setelah serangkaian serangan udara pecah antara Israel dan Iran pada 13 Juni 2025. Belakangan, kedua negara sepakat untuk gencatan senjata.
Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menunjukkan, video itu disebarkan dengan konteks keliru.
Video tenda pengungsian warga Israel di lereng gunung disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Berikut teks yang terdapat dalam video yang diunggah salah satu akun pada Sabtu (28/6/2025):
Tenda tenda pengungsian memenuhi lereng lereng gunung membiru di penuhi masyarakat Israel yang lari dari bunker bunker dalam kota
Sementara, tangkapan layar video disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.
Pengguna media sosial menyebutkan, lokasi dalam video merupakan tenda di lereng gunung tempat warga Israel berlindung.
Narasi itu beredar setelah serangkaian serangan udara pecah antara Israel dan Iran pada 13 Juni 2025. Belakangan, kedua negara sepakat untuk gencatan senjata.
Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menunjukkan, video itu disebarkan dengan konteks keliru.
Video tenda pengungsian warga Israel di lereng gunung disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Berikut teks yang terdapat dalam video yang diunggah salah satu akun pada Sabtu (28/6/2025):
Tenda tenda pengungsian memenuhi lereng lereng gunung membiru di penuhi masyarakat Israel yang lari dari bunker bunker dalam kota
Sementara, tangkapan layar video disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek tangkapan layar video menggunakan teknik reverse image search.
Hasil pencarian Google mengarahkan ke sejumlah unggahan mengenai Snow Star Festival atau Qoyllur Rit'i yang diadakan di Peru.
Video serupa ditemukan di akun TikTok @pisaqqastranstours pada 17 Juni 2025.
Peristiwa dalam video merupakan tradisi ziarah di Peru, dengan mendaki gunung. Mereka mendirikan tenda-tenda di lembah Sinakara.
Sebagaimana dilansir Andino Peru Tours, festival dan ziarah yang dilakukan setahun sekali tersebut dilaksanakan 58 hari setelah Paskah, atau seminggu sebelum hari raya Corpus Christi.
Peziarah melakukan prosesi mendaki gunung ke puncak gunung bersalju, sebagai lambang pencarian spiritual.
Foto-foto tradisi umat Kristen dan Katolik tersebut dapat dilihat di kumpulan foto BBC ini.
Hasil pencarian Google mengarahkan ke sejumlah unggahan mengenai Snow Star Festival atau Qoyllur Rit'i yang diadakan di Peru.
Video serupa ditemukan di akun TikTok @pisaqqastranstours pada 17 Juni 2025.
Peristiwa dalam video merupakan tradisi ziarah di Peru, dengan mendaki gunung. Mereka mendirikan tenda-tenda di lembah Sinakara.
Sebagaimana dilansir Andino Peru Tours, festival dan ziarah yang dilakukan setahun sekali tersebut dilaksanakan 58 hari setelah Paskah, atau seminggu sebelum hari raya Corpus Christi.
Peziarah melakukan prosesi mendaki gunung ke puncak gunung bersalju, sebagai lambang pencarian spiritual.
Foto-foto tradisi umat Kristen dan Katolik tersebut dapat dilihat di kumpulan foto BBC ini.
Kesimpulan
Video Festival Qoyllur Rit'i di Peru disebarkan dengan konteks keliru.
Tenda-tenda dalam video merupakan persinggahan para peizarah di lembah Sinakara, dalam rangka melakukan tradisi tahunan mendaki gunung.
Peristiwa dalam video tidak terkait dengan konflik antara Israel dan Iran.
Tenda-tenda dalam video merupakan persinggahan para peizarah di lembah Sinakara, dalam rangka melakukan tradisi tahunan mendaki gunung.
Peristiwa dalam video tidak terkait dengan konflik antara Israel dan Iran.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1388367142468553
- https://www.facebook.com/reel/996751482534870
- https://www.facebook.com/photo?fbid=3603393343297388&set=a.1419633681673376
- https://www.facebook.com/photo?fbid=2226750304420431&set=a.104400133322136
- https://www.facebook.com/photo?fbid=743053314961653&set=a.127567926510198
- https://www.facebook.com/photo?fbid=743231958392284&set=a.112777101437776
- https://www.facebook.com/photo?fbid=717075794583712&set=a.111297695161528
- https://www.google.com/search?vsrid=CJ-cmbGIkc6WnQEQAhgBIiRiM2Q5NjNmMC04NjUxLTQxNzAtOTkyNy0wZmI0MjkxZjQyNGQyBiICdHAoBjjvvLTg-5qOAw&vsint=CAIqDAoCCAcSAggKGAEgATojChYNAAAAPxUAAAA_HQAAgD8lAACAPzABEM4DGPMCJQAAgD8&udm=26&lns_mode=un&source=lns.web.gsbubb&vsdim=462,371&gsessionid=DYReMz6_8TBmV30t4jJ66v3SVngZb8NpMluPLhYjeoa0jcCXzIRswQ&lsessionid=wO8a0HOTFCyXr2BHwJOBBhmYKyid54Z9P9R_ra5N-a5KGEtSdLGxRQ&lns_surface=26&authuser=0&lns_vfs=e&qsubts=1751349083916&biw=1072&bih=790&hl=en-ID
- https://www.tiktok.com/@pisaqqastranstours/video/7516912652287855878
- https://www.andinoperutours.com/en/blog/lord-of-qoyllority/
- https://www.bbc.com/news/magazine-32888643
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27704) Warga Papua rayakan kedatangan imigran Israel, benarkah?
Sumber:Tanggal publish: 02/07/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) - Sebuah unggahan konten di Facebook memuat dua video yang disandingkan dalam bentuk kolase.
Video pertama memperlihatkan sejumlah orang berkumpul di jalanan sambil mengibarkan bendera Israel.
Orang-orang yang diklaim sebagai warga Papua itu, tampak menyusuri jalan dengan penuh sukacita, layaknya sedang merayakan sebuah momen yang membahagiakan.
Sementara itu, video kedua menampilkan cuplikan gambar ratusan orang yang sedang membawa koper serta ransel.
Para pembawa koper dan ransel tersebut tampak ramai-ramai jalan beriringan menuju sebuah tempat yang sama.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Sang pengunggah konten turut menyematkan narasi di tengah video yang diunggah pada akhir Juni 2025. Berikut isinya:
"Warga Papua Sambut Kedatangan Imigran Isrewel?".
Lantas, benarkah video tersebut memperlihatkan Warga Papua yang merayakan kedatangan imigran Israel?
Video pertama memperlihatkan sejumlah orang berkumpul di jalanan sambil mengibarkan bendera Israel.
Orang-orang yang diklaim sebagai warga Papua itu, tampak menyusuri jalan dengan penuh sukacita, layaknya sedang merayakan sebuah momen yang membahagiakan.
Sementara itu, video kedua menampilkan cuplikan gambar ratusan orang yang sedang membawa koper serta ransel.
Para pembawa koper dan ransel tersebut tampak ramai-ramai jalan beriringan menuju sebuah tempat yang sama.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Sang pengunggah konten turut menyematkan narasi di tengah video yang diunggah pada akhir Juni 2025. Berikut isinya:
"Warga Papua Sambut Kedatangan Imigran Isrewel?".
Lantas, benarkah video tersebut memperlihatkan Warga Papua yang merayakan kedatangan imigran Israel?
Hasil Cek Fakta
Faktanya, dua video dalam konten di Facebook itu tidak berkaitan.
Video pertama memang berlangsung di Papua pada 2023, sebagaimana dideskripsikan akun Youtube bernama @bertosyukwes.
Menurut pengunggah video asli, kejadian di video pertama itu memperlihatkan sejumlah orang Papua membawa bendera Israel sambil memuji Tuhan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Tersemat pula tagar Sion Kids dalam unggahan di Youtube tersebut.
Komunitas Sion Kids Center of Papua memang kerap melakukan konvoi pengibaran bendera Israel. Kegiatan serupa juga tercatat pernah dilakukan pada 2018, sebagaimana dilaporkan ANTARA di sini.
Iring-iringan tersebut merupakan tradisi peringatan budaya bangsa Israel, karena ada kedekatan di antara tokoh-tokoh agama di masa lalu.
Sedangkan video kedua merupakan rekaman dari kegiatan Hellfest Summer Open Air pada 19-22 Juni lalu, sebagaimana dimuat di akun TikTok ini.
Mengutip Wikipedia, Hellfest Summer Open Air adalah festival rock yang berfokus pada musik heavy metal, yang diadakan setiap tahun pada bulan Juni di Clisson, Prancis.
Festival ini merupakan salah satu acara musik di Prancis dengan omzet terbesar, sekaligus perkumpulan peminat musik metal terbesar di Eropa.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Warga Papua rayakan kedatangan imigran Israel
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Video pertama memang berlangsung di Papua pada 2023, sebagaimana dideskripsikan akun Youtube bernama @bertosyukwes.
Menurut pengunggah video asli, kejadian di video pertama itu memperlihatkan sejumlah orang Papua membawa bendera Israel sambil memuji Tuhan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Tersemat pula tagar Sion Kids dalam unggahan di Youtube tersebut.
Komunitas Sion Kids Center of Papua memang kerap melakukan konvoi pengibaran bendera Israel. Kegiatan serupa juga tercatat pernah dilakukan pada 2018, sebagaimana dilaporkan ANTARA di sini.
Iring-iringan tersebut merupakan tradisi peringatan budaya bangsa Israel, karena ada kedekatan di antara tokoh-tokoh agama di masa lalu.
Sedangkan video kedua merupakan rekaman dari kegiatan Hellfest Summer Open Air pada 19-22 Juni lalu, sebagaimana dimuat di akun TikTok ini.
Mengutip Wikipedia, Hellfest Summer Open Air adalah festival rock yang berfokus pada musik heavy metal, yang diadakan setiap tahun pada bulan Juni di Clisson, Prancis.
Festival ini merupakan salah satu acara musik di Prancis dengan omzet terbesar, sekaligus perkumpulan peminat musik metal terbesar di Eropa.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Warga Papua rayakan kedatangan imigran Israel
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
Halaman: 1652/7946



