KOMPAS.com - Tim nasional (timnas) Malaysia diklaim mendapat saksi dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Pemberian sanksi tersebut terkait pelanggaran aturan naturalisasi pemain.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi yang mengeklaim timnas Malaysia mendapat sanksi dari FIFA dan AFC disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Rabu (2/7/2025):
FIFA & AFC Sanksi Timnas Malaysia: Buntut Pelanggaran Aturan Naturalisasi Pemain Keturunan!
Dunia sepak bola Asia dan Internasional digemparkan dengan keputusan besar FIFA dan AFC yang menjatuhkan sanksi berat kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Sanksi ini diberikan setelah Timnas Malaysia terbukti melakukan pelanggaran serius dalam proses naturalisasi pemain keturunan, yang melanggar aturan FIFA.
Pengumuman resmi ini disampaikan dalam konferensi pers mendadak di markas besar FIFA di Zurich, diikuti pernyataan resmi dari AFC di Kuala Lumpur.
(GFD-2025-27729) [HOAKS] Langgar Aturan Naturalisasi, Timnas Malaysia Kena Sanksi FIFA
Sumber:Tanggal publish: 03/07/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Isu mengenai timnas Malaysia kena sanksi terkait naturalisasi beredar setelah kemenangan melawan Vietnam, dalam laga kedua Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027, pada 10 Juni 2025.
Sebagaimana dilansir VN Express, sebagai persiapan melawan Vietnam, Malaysia mengumumkan masuknya lima pemain naturalisasi baru. Tiga dari Argentina, satu dari Spanyol, dan satu dari Brasil.
Asosiasi Sepak Bola Malaysia atau FAM mengkonfirmasi bahwa kelayakan para pemain naturalisasi ini telah divalidasi oleh FIFA, yang memungkinkan mereka untuk bermain melawan Vietnam.
Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari FIFA dan AFC mengenai sanksi kepada timnas Malaysia.
Lima pemain naturalisasi yang bertanding melawan Vietnam, yakni Facundo Garces, Irazabal, Machuca, Figueiredo, dan Holgado.
Sebagaimana diwartakan Seasia, keterlibatan Garces dalam timnas sempat jadi perbincangan.
Pasalnya, dia tidak pernah tinggal atau bermain di Malaysia, dan garis keturunannya belum sepenuhnya diverifikasi.
Namun, tidak ada surat apa pun dari FIFA belum yang mengindikasikan adanya pelanggaran peraturan.
Sebelumnya, Garces bahkan sudah pernah bermain dalam pertandingan resmi melawan Vietnam selama Kualifikasi Piala Asia 2027.
Sebagaimana dilansir VN Express, sebagai persiapan melawan Vietnam, Malaysia mengumumkan masuknya lima pemain naturalisasi baru. Tiga dari Argentina, satu dari Spanyol, dan satu dari Brasil.
Asosiasi Sepak Bola Malaysia atau FAM mengkonfirmasi bahwa kelayakan para pemain naturalisasi ini telah divalidasi oleh FIFA, yang memungkinkan mereka untuk bermain melawan Vietnam.
Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari FIFA dan AFC mengenai sanksi kepada timnas Malaysia.
Lima pemain naturalisasi yang bertanding melawan Vietnam, yakni Facundo Garces, Irazabal, Machuca, Figueiredo, dan Holgado.
Sebagaimana diwartakan Seasia, keterlibatan Garces dalam timnas sempat jadi perbincangan.
Pasalnya, dia tidak pernah tinggal atau bermain di Malaysia, dan garis keturunannya belum sepenuhnya diverifikasi.
Namun, tidak ada surat apa pun dari FIFA belum yang mengindikasikan adanya pelanggaran peraturan.
Sebelumnya, Garces bahkan sudah pernah bermain dalam pertandingan resmi melawan Vietnam selama Kualifikasi Piala Asia 2027.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim timnas Malaysia mendapat sanksi dari FIFA dan AFC merupakan hoaks.
Timnas Malaysia menurunkan lima pemain naturalisasi melawan Vietnam, dalam laga kedua Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027, pada 10 Juni 2025.
Kendati demikian, tidak ada pernyataan resmi dari FIFA dan AFC mengenai sanksi kepada timnas Malaysia.
Timnas Malaysia menurunkan lima pemain naturalisasi melawan Vietnam, dalam laga kedua Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027, pada 10 Juni 2025.
Kendati demikian, tidak ada pernyataan resmi dari FIFA dan AFC mengenai sanksi kepada timnas Malaysia.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1082072714018422&set=a.430922982466735
- https://www.facebook.com/groups/452111163205355/posts/1275026464247150/
- https://www.facebook.com/photo?fbid=122180208776308660&set=a.122096546084308660
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=701544962659832&set=a.126725620141772
- https://e.vnexpress.net/news/sports/football/malaysia-face-potential-0-3-defeat-punishment-if-found-using-illegal-naturalized-players-in-win-against-vietnam-4909238.html
- https://www.fifa.com/en/search?q=malaysia
- https://www.the-afc.com/en/search.html?search=malaysia&lang=en&page=1
- https://seasia.co/2025/07/01/viral-hoax-fifa-and-afc-ban-malaysia-heres-the-truth-behind-the-claim
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27735) [HOAKS] Video Pesawat Tempur AS Menabrak Flyover di Dekat Bandara Kualanamu
Sumber:Tanggal publish: 03/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video yang diklaim menampilkan pesawat tempur Amerika Serikat jatuh dan menabrak flyover di dekat Bandara Kualanamu.
Menurut narasi dalam unggahan, kecelakaan pesawat tempur AS itu terjadi pada Selasa (1/7/2025).
Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan rekayasa artificial intelligence (AI).
Video yang diklaim menampilkan pesawat tempur Amerika Serikat jatuh dan menabrak flyover di dekat Bandara Kualanamu salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video sejumlah orang sedang menyaksikan sebuah pesawat yang menabrak flayover atau jalan layang.
Berikut keterangan yang disampaikan dalam video:
Pesawat tempur amrika yang jatuh di flyover kualan namu mdn. Pagi tadi selasa 1/7/25
Inilah Video pesawat jatuh dekat fly over kualan namu mdn tadi pagi selasa 1/7/25. #harianpostmedan #medan #bandara #pesawattempur
Setelah ditelusuri, tidak ditemukan informasi valid mengenai adanya pesawat tempur Amerika Serikat yang jatuh di Indonesia pada Selasa (1/7/2025).
Jika video itu dicermati secara detail, terdapat kejanggalan. Salah satunya, gerakan sejumlah orang dalam video yang terlihat kaku.
Hal itu mengindikasikan video yang beredar merupakan hasil rekayasa digital.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek video tersebut menggunakan Hive Moderation. Tools tersebut dapat mendeteksi sebuah konten dihasilkan oleh AI atau bukan.
Setelah dicek, video pesawat tempur Amerika Serikat jatuh dan menabrak flyover di dekat Bandara Kualanamu memiliki probabilitas 99,9 persen dihasilkan AI.
Ini bukan kali pertama beredar konten hoaks bertema pesawat tempur milik negara lain jatuh di Indonesia.
Sebelumnya, di media sosial juga muncul konten manipulasi yang mengeklaim pesawat tempur Israel jatuh di wilayah Tanjung Balai, Sumatera Utara.
Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com bisa dilihat di sini.
Menurut narasi dalam unggahan, kecelakaan pesawat tempur AS itu terjadi pada Selasa (1/7/2025).
Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan rekayasa artificial intelligence (AI).
Video yang diklaim menampilkan pesawat tempur Amerika Serikat jatuh dan menabrak flyover di dekat Bandara Kualanamu salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video sejumlah orang sedang menyaksikan sebuah pesawat yang menabrak flayover atau jalan layang.
Berikut keterangan yang disampaikan dalam video:
Pesawat tempur amrika yang jatuh di flyover kualan namu mdn. Pagi tadi selasa 1/7/25
Inilah Video pesawat jatuh dekat fly over kualan namu mdn tadi pagi selasa 1/7/25. #harianpostmedan #medan #bandara #pesawattempur
Setelah ditelusuri, tidak ditemukan informasi valid mengenai adanya pesawat tempur Amerika Serikat yang jatuh di Indonesia pada Selasa (1/7/2025).
Jika video itu dicermati secara detail, terdapat kejanggalan. Salah satunya, gerakan sejumlah orang dalam video yang terlihat kaku.
Hal itu mengindikasikan video yang beredar merupakan hasil rekayasa digital.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek video tersebut menggunakan Hive Moderation. Tools tersebut dapat mendeteksi sebuah konten dihasilkan oleh AI atau bukan.
Setelah dicek, video pesawat tempur Amerika Serikat jatuh dan menabrak flyover di dekat Bandara Kualanamu memiliki probabilitas 99,9 persen dihasilkan AI.
Ini bukan kali pertama beredar konten hoaks bertema pesawat tempur milik negara lain jatuh di Indonesia.
Sebelumnya, di media sosial juga muncul konten manipulasi yang mengeklaim pesawat tempur Israel jatuh di wilayah Tanjung Balai, Sumatera Utara.
Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com bisa dilihat di sini.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan pesawat tempur Amerika Serikat jatuh dan menabrak flyover di dekat Bandara Kualanamu merupakan hasil manipulasi.
Setelah dicek, tidak ada informasi valid soal pesawat tempur Amerika jatuh di wilayah Indonesia pada 1 Juli 2025. Pengecekan menggunakan Hive Moderation menjukkan konten tersebut merupakan rekayasa AI.
Setelah dicek, tidak ada informasi valid soal pesawat tempur Amerika jatuh di wilayah Indonesia pada 1 Juli 2025. Pengecekan menggunakan Hive Moderation menjukkan konten tersebut merupakan rekayasa AI.
Rujukan
(GFD-2025-27736) [HOAKS] Tangkapan Layar Berita Menyebut Jokowi Kena Kusta
Sumber:Tanggal publish: 03/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diklaim mengalami penyakit kusta. Klaim ini muncul di media sosial sejak Juni 2025.
Informasi tersebut menyebar melalui tangkapan layar unggahan akun X Gelora News mengenai penyakit kusta, dengan memasang wajah Jokowi.
Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menunjukkan, tangkapan layar tersebut merupakan konten manipulatif.
Tangkapan layar berita yang mengabarkan Jokowi kena penyakit kusta disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini. Narasi serupa juga disebarkan oleh akun Threads ini.
Berikut teks yang tertera pada tangkapan layar berita:
Kusta, Penyakit yang Sering Dikaitkan dengan Kutukan dan Azab
Sementara, berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa, 24 Juni 2025:
Setelah JOKOWI mendengar kabar zionis Israel porak poranda Pak JOKOWI kelihatan nya semakin Ganteng
Informasi tersebut menyebar melalui tangkapan layar unggahan akun X Gelora News mengenai penyakit kusta, dengan memasang wajah Jokowi.
Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menunjukkan, tangkapan layar tersebut merupakan konten manipulatif.
Tangkapan layar berita yang mengabarkan Jokowi kena penyakit kusta disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini. Narasi serupa juga disebarkan oleh akun Threads ini.
Berikut teks yang tertera pada tangkapan layar berita:
Kusta, Penyakit yang Sering Dikaitkan dengan Kutukan dan Azab
Sementara, berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa, 24 Juni 2025:
Setelah JOKOWI mendengar kabar zionis Israel porak poranda Pak JOKOWI kelihatan nya semakin Ganteng
Hasil Cek Fakta
Tangkapan layar yang beredar bersumber dari akun X @geloraco yang diunggah pada 3 Juni 2025.
Judul dan narasinya sama, tetapi foto yang dipasang berbeda dengan aslinya.
Ketika diklik, artikel aslinya juga tidak memakai wajah Jokowi. Artikel asli tayang pada 8 Februari 2019, lebih dari enam tahun sejak Jokowi diketahui mengalami sakit.
Foto Jokowi telah dimanipulasi dengan ditempelkan pada tangkapan layar akun X Gelora News.
Apabila diperhatikan, bagian pinggir kiri gambar tampak tidak rapi. Gambar Jokowi terlihat ditempelkan untuk menutupi gambar asli yang dipakai artikel.
Sebagai informasi, masyarakat menyoroti kondisi kesehatan Jokowi karena wajahnya bengkak dan kulitnya ruam.
Ia terkena alergi kulit setelah melaksanakan kunjungan ke Vatikan, saat diutus Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus pada Sabtu 26 April 2025.
Sebagaimana diwartakan Kompas.com, ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah memastikan kondisi Jokowi secara fisik dalam keadaan bugar.
Tidak ada masalah kesehatan serius dan sedang proses pemulihan.
Judul dan narasinya sama, tetapi foto yang dipasang berbeda dengan aslinya.
Ketika diklik, artikel aslinya juga tidak memakai wajah Jokowi. Artikel asli tayang pada 8 Februari 2019, lebih dari enam tahun sejak Jokowi diketahui mengalami sakit.
Foto Jokowi telah dimanipulasi dengan ditempelkan pada tangkapan layar akun X Gelora News.
Apabila diperhatikan, bagian pinggir kiri gambar tampak tidak rapi. Gambar Jokowi terlihat ditempelkan untuk menutupi gambar asli yang dipakai artikel.
Sebagai informasi, masyarakat menyoroti kondisi kesehatan Jokowi karena wajahnya bengkak dan kulitnya ruam.
Ia terkena alergi kulit setelah melaksanakan kunjungan ke Vatikan, saat diutus Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus pada Sabtu 26 April 2025.
Sebagaimana diwartakan Kompas.com, ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah memastikan kondisi Jokowi secara fisik dalam keadaan bugar.
Tidak ada masalah kesehatan serius dan sedang proses pemulihan.
Kesimpulan
Narasi yang mengabarkan Jokowi kena penyakit kusta merupakan hoaks.
Tangkapan layar unggahan berita di akun X disunting dengan menempel gambar wajah Jokowi.
Jokowi mengalami alergi kulit setelah pulang dari kunjungan ke Vatikan, bukan kusta.
Tangkapan layar unggahan berita di akun X disunting dengan menempel gambar wajah Jokowi.
Jokowi mengalami alergi kulit setelah pulang dari kunjungan ke Vatikan, bukan kusta.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1711955572917468&set=a.744026636377038
- https://www.facebook.com/photo?fbid=657761780594124&set=a.104234252613549
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1213391267198772&set=gm.1445807606567822&idorvanity=962919028190018
- https://www.threads.com/@dwirus7/post/DKvrMVRTkYs
- https://x.com/geloraco/status/1929922595790733737
- https://www.gelora.co/2019/02/kusta-penyakit-yang-sering-dikaitkan.html
- https://regional.kompas.com/read/2025/06/05/165624978/jokowi-derita-alergi-kulit-setelah-pulang-dari-vatikan?page=all
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27690) Cek Fakta: Hoaks Tautan Pendaftaran BCA Festival 2025
Sumber:Tanggal publish: 02/07/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan tautan pendaftaran untuk program BCA Festival 2025. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 12 Juni 2025.
Berikut isi postingannya:
"Khusus nasabah Bank BCA yang sudah Aktif BCA-Mobile . BCA Festival Berhadiah Hadir lagi jangan lewatkan kesempatan Anda untuk memenangkan hadiah undian Bank BCA Berhadiah, Ayo buruan Daftar dan Raih hadiah menarik sebagai apresiasi dari Bank BCA ingat nasabah tidak dipungut biaya apapun tinggal klik,daftar sekarang Di bawah. BCA-Mobile FESTIVAL BERLIMPAH HADIAH
• 3 Unit Mobil Alphard
• 3 Unit Mobil BMW
• 3 Unit Mobil Pajero Sport
• 3 Unit Mobil CR-V Turbo
• 3 Unit Mobil Fortuner
• 3 Unit Mobil X Pander
• 15 Unit Rumah Gratis
• 25 Unit Umroh Gratis Untuk Kepada pemenangnya akan diumumkan diseluruh indonesia sosial media, untuk penutupan pendaftaran pada tanggal 31 Desember 2025. Info Pendaftaran tidak dipungut biaya sepeserpun (GRATIS)."
Akun itu juga menyertakan tautan yang mengarah pada website tertentu.
Lalu benarkah postingan tautan pendaftaran untuk program BCA Festival 2025?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka website resmi Bank BCA, BCA.co.id. Di sana terdapat penjelasan bahwa program Gebyar Hadiah BCA tidak membutuhkan pendaftaran dari website tertentu.
"Penipu menyebarkan informasi melalui SMS, WhatsApp, atau iklan di media sosial yang menawarkan pendaftaran, tukar poin atau cetak kupon yang mengatasnamakan program Gebyar Hadiah BCA, melalui link yang disediakan.
Jika link diklik, akan diarahkan ke situs palsu Gebyar Hadiah BCA yang gambar-gambarnya diambil dari halaman resmi program Gebyar Hadiah BCA, lalu diminta mengisi data-data pribadi perbankan.
Padahal, Program Gebyar Hadiah BCA tidak pernah meminta nasabah untuk mendaftar mencetak kupon undian atau menukar poin. Apalagi diminta mengisi data-data pribadi, itu fix penipuan.
Semua nasabah yang memiliki Tahapan BCA, Tahapan Gold BCA, dan/atau Tahapan Xpresi BCA secara otomatis sudah dapat mengikuti program Gebyar Hadiah BCA dengan mengumpulkan poin yang bisa didapatkan dari menabung atau melakukan transaksi," bunyi pernyataan resmi Bank BCA.
Penelusuran dilanjutkan dan kami menemukan tautan yang disertakan pada postingan tidak mengarah ke website resmi BRI. Tautan itu justru mengarah pada website yang meminta nama lengkap dan nomor Telegram kita.
Tentu ini sangat berbahaya karena merupakan indikasi pencurian data dan juga bisa menghubungkan kita ke pinjaman online ilegal.
Kesimpulan
Postingan tautan pendaftaran untuk program BCA Festival 2025 adalah hoaks.
Rujukan
Halaman: 1650/7946
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5257494/original/066241800_1750315232-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)