KOMPAS.com - Di media sosial beredar tabel pengelompokan masyarakat yang diklaim berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Tabel itu memuat pembagian 10 kelompok masyarakat berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan, mulai dari miskin ekstrem hingga super kaya.
Masyarakat masuk kelompok miskin ekstrem apabila pengeluarannya Rp 500.000, dan termasuk super kaya jika pengeluarannya mencapai lebih dari Rp 3 juta.
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut perlu diluruskan.
Tabel pengelompokan masyarakat berdasarkan pendapatan per kapita per bulan yang diklaim mengacu DTSEN dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini, pada Agustus 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Menurut menteri sosial, kategori "super kaya" masuk Desil 10 jika pengeluaran lebih dari Rp 3 juta per kapita per bulan sesuai DTSEN dan Kepmensos No. 79/HUK/2025. Kalian termasuk kategori mana nih?
Screenshot Klarifikasi, Kemensos dan BPS bantah tabel pengelompokan masyarakat berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan
(GFD-2025-28647) [KLARIFIKASI] Kemensos-BPS Bantah Kategorisasi Berdasarkan Pengeluaran, Super Kaya di Atas Rp 3 Juta
Sumber:Tanggal publish: 26/08/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Kementerian Sosial (Kemensos) membantah tabel pengelompokan masyarakat yang diklaim berdasarkan DTSEN tersebut.
Melalui akun Instagram resmi, 19 Agustus 2025, Kemensos menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Kemensos menjelaskan, DTSEN hanya digunakan untuk pemeringkatan tingkat kesejahteraan berdasarkan desil 1 sampai 10.
Desil 1 merupakan kelompok dengan kesejahteraan 10 persen terbawah, Desil 2 adalah kelompok dengan kesejahteraan 20 persen terbawah, dan seterusnya.
Data tersebut digunakan Kemensos agar penyaluran bantuan sosial dan bantuan program kesejahteraan sosial tepat sasaran.
"Tidak pernah ada kategori kesejahteraan berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan," demikian penjelasan Kemensos.
Senada, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan, DTSEN tidak digunakan untuk mengelompokkan masyarakat berdasar pengeluaran per kapita, tetapi untuk pemeringkatan kesejahteraan dalam desil 1 hingga 10.
"DTSEN tidak pernah digunakan untuk mengategorikan masyarakat menurut pengeluaran per kapita per bulan," jelas Amalia, seperti diberitakan Kompas.com, 19 Agustus 2025.
Amalia menekankan, BPS tidak pernah memublikasikan besaran pengeluaran berdasarkan desil.
"Jika ada data pengeluaran menurut desil, dapat dipastikan data tersebut bukan bersumber dari BPS," kata dia.
Melalui akun Instagram resmi, 19 Agustus 2025, Kemensos menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Kemensos menjelaskan, DTSEN hanya digunakan untuk pemeringkatan tingkat kesejahteraan berdasarkan desil 1 sampai 10.
Desil 1 merupakan kelompok dengan kesejahteraan 10 persen terbawah, Desil 2 adalah kelompok dengan kesejahteraan 20 persen terbawah, dan seterusnya.
Data tersebut digunakan Kemensos agar penyaluran bantuan sosial dan bantuan program kesejahteraan sosial tepat sasaran.
"Tidak pernah ada kategori kesejahteraan berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan," demikian penjelasan Kemensos.
Senada, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan, DTSEN tidak digunakan untuk mengelompokkan masyarakat berdasar pengeluaran per kapita, tetapi untuk pemeringkatan kesejahteraan dalam desil 1 hingga 10.
"DTSEN tidak pernah digunakan untuk mengategorikan masyarakat menurut pengeluaran per kapita per bulan," jelas Amalia, seperti diberitakan Kompas.com, 19 Agustus 2025.
Amalia menekankan, BPS tidak pernah memublikasikan besaran pengeluaran berdasarkan desil.
"Jika ada data pengeluaran menurut desil, dapat dipastikan data tersebut bukan bersumber dari BPS," kata dia.
Kesimpulan
Tabel pengelompokan masyarakat berdasarkan pendapatan per kapita per bulan yang diklaim mengacu DTSEN perlu diluruskan.
Kemensos dan BPS menjelaskan, DTSEN hanya digunakan untuk pemeringkatan tingkat kesejahteraan berdasarkan desil 1 sampai 10. Tidak pernah ada kategori kesejahteraan berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan
Kemensos dan BPS menjelaskan, DTSEN hanya digunakan untuk pemeringkatan tingkat kesejahteraan berdasarkan desil 1 sampai 10. Tidak pernah ada kategori kesejahteraan berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan
Rujukan
- https://www.facebook.com/ariie.bagoel/posts/pfbid02S29YGtbBEvWucLxaBsK9voTYuXYf25d3CwU5okPAnNvFZeSWGK6cujguDVDry4rAl
- https://www.facebook.com/groups/2036350176734275/permalink/2567834396919181/?rdid=hWp67kg4VMU9xkjA
- https://www.facebook.com/watch/?v=24622596057390971
- https://www.facebook.com/tri.widayanti.1276/posts/pfbid035Tu9HucJxVjrbiBxf3oKsYycLUmd5grYF28hRG8SsJUmN8AWP1Htz9ehydYLtqLCl
- https://www.instagram.com/pusdatinkesos/p/DNinnPTzQCl/
- https://megapolitan.kompas.com/read/2025/08/19/15043911/heboh-pengeluaran-rp-3-juta-per-orang-disebut-super-kaya-ini-kata-bps
- https://kitabisa.com/campaign/kompascompendidikan
(GFD-2025-28597) Hoaks! BI keluarkan pecahan uang Rp22.500 merayakan HUT RI
Sumber:Tanggal publish: 25/08/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Bank Indonesia disebut resmi merilis uang kertas baru pada Agustus 2025, berkenaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI.
Perilisan uang baru itu salah satunya tersiar lewat sebuah video yang dibagikan melalui WhatsApp.
Uniknya, terdapat sejumlah uang kertas dengan nominal tak biasa dalam video perilisan uang baru tersebut, termasuk pecahan Rp22.500.
Nominal baru yang juga bisa ditemukan dalam unggahan video itu, di antaranya adalah Rp80 dan Rp250.000.
Berikut isi informasi yang dibagikan narator dalam konten tersebut:
"Bersamaan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia, Bank Indonesia resmi mengeluarkan uang kertas tahun emisi 2022. Peluncuran hari ini dilakukan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta.
Ada tujuh pecahan uang kertas baru yang diluncurkan dan sudah bisa dijadikan alat pembayaran sah di seluruh Indonesia,".
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah BI keluarkan pecahan uang Rp22.500 merayakan HUT RI?
Perilisan uang baru itu salah satunya tersiar lewat sebuah video yang dibagikan melalui WhatsApp.
Uniknya, terdapat sejumlah uang kertas dengan nominal tak biasa dalam video perilisan uang baru tersebut, termasuk pecahan Rp22.500.
Nominal baru yang juga bisa ditemukan dalam unggahan video itu, di antaranya adalah Rp80 dan Rp250.000.
Berikut isi informasi yang dibagikan narator dalam konten tersebut:
"Bersamaan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia, Bank Indonesia resmi mengeluarkan uang kertas tahun emisi 2022. Peluncuran hari ini dilakukan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta.
Ada tujuh pecahan uang kertas baru yang diluncurkan dan sudah bisa dijadikan alat pembayaran sah di seluruh Indonesia,".
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah BI keluarkan pecahan uang Rp22.500 merayakan HUT RI?
Hasil Cek Fakta
Mengacu informasi dari laman resmi Bank Indonesia, tidak ada peluncuran uang kertas baru yang dirilis Bank Sentral itu pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI atau Agustus 2025.
Peluncuran uang kertas terakhir yang dilakukan BI adalah pada 18 Agustus 2022.
Saat itu, ada tujuh pecahan uang kertas Rupiah yang diresmikan sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh Indonesia.
Nominal uang kertas Tahun Emisi 2022 itu meliputi pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
ANTARA juga menemukan fakta bahwa narasi video tentang peluncuran uang baru yang dibagikan di WhatsApp itu, merupakan informasi yang dibacakan oleh narator dalam konten YouTube ini.
Pada konten aslinya, sang narator sedang membahas uang kertas baru Tahun Emisi 2022 yang dirilis oleh Bank Indonesia.
ANTARA sebelumnya juga telah membantah informasi tentang hadirnya uang Rupiah pecahan Rp250.000 dalam berita berjudul "Hoaks! Pemerintah keluarkan uang pecahan Rp250 ribu edisi kemerdekaan".
Dapat disimpulkan bahwa informasi di WhatsApp soal perilisan uang Rupiah dengan nominal Rp80, Rp22.500, dan Rp250.000 merupakan hoaks.
Klaim: BI keluarkan pecahan uang Rp22.500 merayakan HUT RI
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Peluncuran uang kertas terakhir yang dilakukan BI adalah pada 18 Agustus 2022.
Saat itu, ada tujuh pecahan uang kertas Rupiah yang diresmikan sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh Indonesia.
Nominal uang kertas Tahun Emisi 2022 itu meliputi pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
ANTARA juga menemukan fakta bahwa narasi video tentang peluncuran uang baru yang dibagikan di WhatsApp itu, merupakan informasi yang dibacakan oleh narator dalam konten YouTube ini.
Pada konten aslinya, sang narator sedang membahas uang kertas baru Tahun Emisi 2022 yang dirilis oleh Bank Indonesia.
ANTARA sebelumnya juga telah membantah informasi tentang hadirnya uang Rupiah pecahan Rp250.000 dalam berita berjudul "Hoaks! Pemerintah keluarkan uang pecahan Rp250 ribu edisi kemerdekaan".
Dapat disimpulkan bahwa informasi di WhatsApp soal perilisan uang Rupiah dengan nominal Rp80, Rp22.500, dan Rp250.000 merupakan hoaks.
Klaim: BI keluarkan pecahan uang Rp22.500 merayakan HUT RI
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2025-28598) [BELUM TERBUKTI] Emas Muncul dari Sungai Eufrat yang Mengering
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 25/08/2025
Berita
Akun Facebook “Muchtadil Hebat Anwar” pada Kamis (7/8/2025) mengunggah video [arsip] disertai narasi :
"Menakjubkan! inilah Sungai Ajaib Yang Menyimpan Gunungan Emas Sesuai Sabda Nabi Muhammad. inilah Fakta Terbaru dari sungai Eufrat yang mengering."
Hingga Senin (25/8/2025) video tersebut telah dilihat lebih dari 1,1 juta kali, disukai 22 ribu, dan menuai 444 komentar.
"Menakjubkan! inilah Sungai Ajaib Yang Menyimpan Gunungan Emas Sesuai Sabda Nabi Muhammad. inilah Fakta Terbaru dari sungai Eufrat yang mengering."
Hingga Senin (25/8/2025) video tersebut telah dilihat lebih dari 1,1 juta kali, disukai 22 ribu, dan menuai 444 komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memanfaatkan ChatGPT untuk mencari sumber kredibel dari artikel terkait klaim kebenaran temuan emas di Sungai Eufrat. Pencarian mengarah ke sejumlah artikel, yakni:
- shafaq.com “Gold rush on the Euphrates: Raqqa residents chase a riverbed mirage” yang tayang pada Jumat (1/8/2025, dan
- malotastudio.net “Gold Discovered in the Euphrates River? Mystery of the Shiny Find” tayang pada Sabtu (16/8/2025).
Dalam sumber-sumber tersebut tidak ada yang membenarkan bahwa sedimen berkilau itu adalah emas. Menurut laporan Malota Studio dan keterangan pakar geologi lokal Khaled al Shammari, kilauan yang ditemukan di tepi Sungai Eufrat kemungkinan besar bukan emas, melainkan pyrit-mineral sulfida yang memang tampak berkilau seperti emas namun tidak memiliki nilai ekonomis.
Dilansir dari Shafaq.com, para ahli menegaskan bahwa hanya uji laboratorium yang bisa memastikan kandungan logam dalam pyrit. Hingga kini belum ada bukti ilmiah yang membenarkan adanya emas di dasar Sungai Eufrat.
- shafaq.com “Gold rush on the Euphrates: Raqqa residents chase a riverbed mirage” yang tayang pada Jumat (1/8/2025, dan
- malotastudio.net “Gold Discovered in the Euphrates River? Mystery of the Shiny Find” tayang pada Sabtu (16/8/2025).
Dalam sumber-sumber tersebut tidak ada yang membenarkan bahwa sedimen berkilau itu adalah emas. Menurut laporan Malota Studio dan keterangan pakar geologi lokal Khaled al Shammari, kilauan yang ditemukan di tepi Sungai Eufrat kemungkinan besar bukan emas, melainkan pyrit-mineral sulfida yang memang tampak berkilau seperti emas namun tidak memiliki nilai ekonomis.
Dilansir dari Shafaq.com, para ahli menegaskan bahwa hanya uji laboratorium yang bisa memastikan kandungan logam dalam pyrit. Hingga kini belum ada bukti ilmiah yang membenarkan adanya emas di dasar Sungai Eufrat.
Kesimpulan
Unggahan dengan narasi “Emas muncul dari sungai Eufrat yang mengering” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2025/08/25/belum-terbukti-emas-muncul-dari-sungai-eufrat-yang-mengering/ [shafaq.com] Gold rush on the Euphrates: Raqqa residents chase a riverbed mirage [malotastudio.net] Gold Discovered in the Euphrates River? Mystery of the Shiny Find
- https://www.facebook.com/share/v/1ATLJumdtv/ (unggahan akun Facebook “Muchtadil Hebat Anwar”)
- https://archive.ph/wip/oxYGb (arsip unggahan akun Facebook “Muchtadil Hebat Anwar”)
(GFD-2025-28599) [SALAH] ASI Bisa Gantikan Fungsi Imunisasi Campak dan Polio
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 25/08/2025
Berita
ada Rabu (4/6/2025) akun TikTok “habib_muhammad_assegaf” membagikan video [arsip] berisi narasi:
“Imunisasi, apa yang bermacam-macam, tidak perlu ikut-ikutan. Kenapa? Banyak dampak negatifnya daripada manfaatnya. Imunisasi yang terbaik untuk anak kita adalah air susu ibu. Anak kamu itu disusui sendiri sehat, Bu. Dahulu itu tidak ada imunisasi-imunisasi. Sehat-sehat saja manusianya. Saat ini justru ada yang imunisasi, yang bermacam-macam, ada imunisasi campak, ada imunisasi polio, yang ada makin banyak anak-anak bayi yang sakit bahkan tidak sedikit yang mati. Ayo, Bu, mumpung jangan sampai menyesal”
Hingga Senin (25/8/2025) unggahan mendapatkan lebih dari 52.600 tanda suka, 2.542 komentar dan telah dibagikan ulang 23.700 kali.
“Imunisasi, apa yang bermacam-macam, tidak perlu ikut-ikutan. Kenapa? Banyak dampak negatifnya daripada manfaatnya. Imunisasi yang terbaik untuk anak kita adalah air susu ibu. Anak kamu itu disusui sendiri sehat, Bu. Dahulu itu tidak ada imunisasi-imunisasi. Sehat-sehat saja manusianya. Saat ini justru ada yang imunisasi, yang bermacam-macam, ada imunisasi campak, ada imunisasi polio, yang ada makin banyak anak-anak bayi yang sakit bahkan tidak sedikit yang mati. Ayo, Bu, mumpung jangan sampai menyesal”
Hingga Senin (25/8/2025) unggahan mendapatkan lebih dari 52.600 tanda suka, 2.542 komentar dan telah dibagikan ulang 23.700 kali.
Hasil Cek Fakta
Disadur dari artikel Periksa Fakta tirto.id.
Berdasarkan data dari WHO, vaksin campak (MR/MMR) memang bisa menimbulkan efek samping ringan seperti demam atau ruang yang muncul 7 hingga 12 hari setelah imunisasi dan hanya berlangsung 1 hingga 2 hari. Efek samping yang lebih serius seperti anafilaksis–reaksi alergi berat–sangat jarang terjadi, dengan angka kejadian sekitar 3,5 hingga 10 kasus per satu juta dosis vaksin.
Vaksin polio jenis suntik (IPV) juga dapat menimbulkan efek samping ringan seperti kemerahan, kebengkakan kecil atau rasa nyeri di area suntikan, yang umumnya hilang dalam 2–3 hari. Hingga saat ini, belum ditemukan laporan mengenai efek samping berat akibat vaksin polio jenis ini.
WHO juga mencatat bahwa wilayah dengan tingkat vaksinasi campak yang rendah cenderung mengalami wabah setiap dua hingga tiga tahun. Salah satu wabah besar terjadi di Jawa Timur pada tahun 2016 dengan 3.765 kasus. Pada tahun 2022, dilaporkan sebanyak 4.845 kasus campak dan enam kematian terjadi di 32 provinsi di Indonesia. Data ini menunjukkan pentingnya cakupan imunisasi yang merata untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti campak.
Sementara itu, klaim ASI dapat menggantikan vaksin telah dibantah oleh berbagai penelitian dan organisasi kesehatan dunia. Penelitian yang dilakukan oleh Silverdale, Ehlin, dan Montgomery (2009) menegaskan bahwa vaksinasi tetap menjadi metode perlindungan paling efektif terhadap penyakit campak, sedangkan ASI hanya memberikan perlindungan tambahan yang bersifat umum.
UNICEF juga menekankan bahwa ASI tidak bisa menggantikan vaksin. ASI memang berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap berbagai infeksi, namun hanya imunisasi yang mampu memberikan perlindungan spesifik terhadap penyakit-penyakit tertentu seperti campak dan polio.
Pernyataan ini turut diperkuat oleh dr. Andreas Wilson Setiawan dari Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro. Ia menjelaskan bahwa ASI memang mengandung berbagai zat yang berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak namun fungsinya berbeda dengan vaksin.
“ASI eksklusif tidak dapat menggantikan fungsi imunisasi. Justru dengan adanya imunisasi itu menunjang agar Pemberian ASI eksklusif lebih baik dalam meningkatkan kekebalan tubuh pada anak karena mengandung antibodi IgA sekretori, laktoferin, lisozim, dan faktor bioaktif,” terangnya kepada Tirto, Sabtu (16/7/2025).
Ia menegaskan bahwa manfaat ASI berbeda dengan imunisasi. Vaksin polio misalnya, merangsang pembentukan IgA sekretori di saluran cerna untuk mencegah berkembangnya virus polio. Sementara itu, vaksin campak bekerja dengan memicu produksi antibodi netralisasi seperti IgM dan IgG dalam tubuh yang dapat melawan virus campak jika sewaktu-waktu terjadi paparan.
“Maka dari itu ASI eksklusif dan imunisasi campak serta imunisasi polio merupakan 3 hal berbeda namun penting untuk tubuh bayi dan fungsinya saling menunjang,” tegasnya.
Berdasarkan data dari WHO, vaksin campak (MR/MMR) memang bisa menimbulkan efek samping ringan seperti demam atau ruang yang muncul 7 hingga 12 hari setelah imunisasi dan hanya berlangsung 1 hingga 2 hari. Efek samping yang lebih serius seperti anafilaksis–reaksi alergi berat–sangat jarang terjadi, dengan angka kejadian sekitar 3,5 hingga 10 kasus per satu juta dosis vaksin.
Vaksin polio jenis suntik (IPV) juga dapat menimbulkan efek samping ringan seperti kemerahan, kebengkakan kecil atau rasa nyeri di area suntikan, yang umumnya hilang dalam 2–3 hari. Hingga saat ini, belum ditemukan laporan mengenai efek samping berat akibat vaksin polio jenis ini.
WHO juga mencatat bahwa wilayah dengan tingkat vaksinasi campak yang rendah cenderung mengalami wabah setiap dua hingga tiga tahun. Salah satu wabah besar terjadi di Jawa Timur pada tahun 2016 dengan 3.765 kasus. Pada tahun 2022, dilaporkan sebanyak 4.845 kasus campak dan enam kematian terjadi di 32 provinsi di Indonesia. Data ini menunjukkan pentingnya cakupan imunisasi yang merata untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti campak.
Sementara itu, klaim ASI dapat menggantikan vaksin telah dibantah oleh berbagai penelitian dan organisasi kesehatan dunia. Penelitian yang dilakukan oleh Silverdale, Ehlin, dan Montgomery (2009) menegaskan bahwa vaksinasi tetap menjadi metode perlindungan paling efektif terhadap penyakit campak, sedangkan ASI hanya memberikan perlindungan tambahan yang bersifat umum.
UNICEF juga menekankan bahwa ASI tidak bisa menggantikan vaksin. ASI memang berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap berbagai infeksi, namun hanya imunisasi yang mampu memberikan perlindungan spesifik terhadap penyakit-penyakit tertentu seperti campak dan polio.
Pernyataan ini turut diperkuat oleh dr. Andreas Wilson Setiawan dari Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro. Ia menjelaskan bahwa ASI memang mengandung berbagai zat yang berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak namun fungsinya berbeda dengan vaksin.
“ASI eksklusif tidak dapat menggantikan fungsi imunisasi. Justru dengan adanya imunisasi itu menunjang agar Pemberian ASI eksklusif lebih baik dalam meningkatkan kekebalan tubuh pada anak karena mengandung antibodi IgA sekretori, laktoferin, lisozim, dan faktor bioaktif,” terangnya kepada Tirto, Sabtu (16/7/2025).
Ia menegaskan bahwa manfaat ASI berbeda dengan imunisasi. Vaksin polio misalnya, merangsang pembentukan IgA sekretori di saluran cerna untuk mencegah berkembangnya virus polio. Sementara itu, vaksin campak bekerja dengan memicu produksi antibodi netralisasi seperti IgM dan IgG dalam tubuh yang dapat melawan virus campak jika sewaktu-waktu terjadi paparan.
“Maka dari itu ASI eksklusif dan imunisasi campak serta imunisasi polio merupakan 3 hal berbeda namun penting untuk tubuh bayi dan fungsinya saling menunjang,” tegasnya.
Kesimpulan
Unggahan video berisi klaim “ASI dapat gantikan fungsi imunisasi campak dan polio” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- http[tirto.id] Tidak Benar Narasi ASI Bisa Ganti Imunisasi untuk Campak & Polio
- https://tirto.id/tidak-benar-narasi-asi-bisa-ganti-imunisasi-untuk-campak-polio-hfXh
- https://www.tiktok.com/@habib_muhammad_assegaf/video/7511917930926312709 (unggahan akun TikTok “habib_muhammad_assegaf””)
- https://archive.ph/c4ICo (arsip unggahan akun TikTok “habib_muhammad_assegaf”)
Halaman: 1441/7963



