• (GFD-2025-28606) Keliru: Daun Kelor dan Air Kelapa untuk Bersihkan Paru dari Asap Rokok

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/08/2025

    Berita

    SEBUAH video tentang cara detoksifikasi paru-paru menggunakan daun kelor dan air kelapa, beredar di Facebook [arsip]. 

    Video itu menjelaskan cara membuat ramuan herbal dengan merebus daun kelor dan air kelapa hingga mendidih. Kemudian diminum setelah hangat satu kali sehari.



    Namun benarkah rebusan daun kelor dan air kelapa bisa membersihkan paru-paru dari asap rokok?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim di atas dengan menghubungi dokter paru dari Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dr. Prastuti Asta Wulaningrum, Sp.P(K), FAPSR. 

    Menurut Prastuti, perokok tidak bisa membersihkan paru-paru dengan ramuan daun kelor dan air kelapa. “Daun kelor atau moringa memang banyak manfaatnya, tetapi tidak bisa membersihkan paru. Sekali merokok, racunnya tidak bisa dikeluarkan,” kata Prastuti kepada Tempo, 22 Agustus 2025.

    Menurut American Lung Association, cara terbaik untuk memastikan paru-paru sehat justru dengan menghindari racun berbahaya seperti asap rokok, vaping, dan polusi udara, berolahraga secara teratur, dan mengkonsumsi makanan sehat.

    Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, 69 di antaranya diketahui dapat memicu kanker. Merokok bertanggung jawab atas sekitar 90 persen kematian akibat kanker paru-paru dan 80 persen kematian karena penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), termasuk emfisema dan bronkitis.

    Kebiasaan ini membahayakan hampir seluruh organ tubuh. Selain menjadi penyebab utama kanker paru-paru dan PPOK, merokok juga memicu penyakit jantung koroner, stroke, berbagai jenis kanker, dan beragam gangguan kesehatan lainnya.

    Laporan Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia 2021 mencatat 34,5 persen orang dewasa, atau sekitar 70,2 juta jiwa, menggunakan tembakau. Pada laki-laki angkanya mencapai 65,5 persen, sementara perempuan 3,3 persen. Penggunaan rokok elektrik naik sepuluh kali lipat dalam satu dekade, dari 0,3 persen pada 2011 menjadi 3 persen pada 2021.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim rebusan daun kelor dan air kelapa bisa membersihkan paru-paru dari rokok adalah keliru. Racun yang masuk akibat merokok tidak bisa dibersihkan menggunakan ramuan apapun.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28607) Keliru: Kandungan Potasium pada Makanan Memicu Kanker

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/08/2025

    Berita

    SEBUAH video beredar di Instagram [arsip] memperlihatkan seorang pekerja membongkar kardus dari mobil pengangkut berisi bahan makanan beku untuk restoran cepat saji McDonald’s. Unggahan itu disertai keterangan yang menyebut bahan-bahan tersebut mengandung potasium yang dapat memicu kanker bila dikonsumsi jangka panjang.

    Dalam video, perekam hanya menyorot daftar bahan yang tercetak di kardus. Potasium memang tercantum dalam daftar, tetapi tidak pernah ia sebut. Perekam hanya berkata, “Stop makan makanan ini.”



    Lalu, benarkah zat potasium dalam makanan olahan dapat memicu kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo menelusuri sumber konten menggunakan alat pencarian gambar terbalik Google, memeriksa kandungan produk makanan McD, dan mewawancarai pakar teknologi pangan. Hasilnya, meski mengonsumsi makan cepat saji (fast food) secara berlebihan berisiko bagi kesehatan, belum ada penelitian yang menyatakan potasium klorida bisa menyebabkan kanker jika dikonsumsi jangka panjang.



    Lewat pencarian gambar terbalik di Google Images, Tempo menemukan video itu berasal dari akun TikTok @justrelaxgavin. Konten tersebut diunggah pada 27 Juli 2025 dan menampilkan rekaman saat ia berjalan ke area gudang penyimpanan makanan McDonald’s. Tidak ada keterangan lokasi outlet McD yang direkam.

    Dalam video itu, pemilik akun sengaja menyorot daftar bahan yang tertera di kardus. Penelusuran Tempo menunjukkan bahan-bahan tersebut, termasuk potasium, memang sudah dicantumkan secara terbuka di situs resmi McDonald’s, antara lain pada menu Hot ‘n Spicy McChicken.





    Menurut Koordinator Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Negeri Surabaya Fitri Komala Sari, dalam bahasa Indonesia, zat ini biasa dikenal dengan nama Kalium Klorida atau KCl. Senyawa mineral berupa garam dari kalium dan klorida sebagai pengganti garam dapur.

    Garam dapur atau natrium klorida ini, kata Fitri, punya potensi meningkatkan tekanan darah sehingga diganti dengan kalium klorida yang dinilai lebih aman. Meski begitu, tingkat aman konsumsi kalium klorida tergantung pada kondisi kesehatan fisik dan fungsi ginjalnya masing-masing. 

    “Jumlah kalium klorida yang dibutuhkan tubuh setara 6 sampai 9 gram per hari atau tidak lebih dari 1 sendok makan,” ujarnya kepada Tempo, Rabu, 20 Agustus 2025.

    Senada, Dosen Teknologi Pangan Institut Teknologi Kalimantan Anggela menyebut potasium klorida masuk kategori aman atau Generally Recognized As Safe (GRAS) menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA).

    “Berdasarkan Peraturan BPOM nomor 11 tahun 2019, potasium klorida termasuk bahan tambahan pangan yang diizinkan,” kata Anggela kepada Tempo lewat pesan suara WhatsApp.

    Komite Khusus Zat GRAS (SCOGS) FDA juga menyimpulkan tidak ada bukti bahwa potasium klorida berbahaya bagi publik, selama penggunaannya sesuai batas yang diperbolehkan.

    Potasium Klorida bukan Pemicu Kanker

    Soal klaim yang menyebutkan bahwa potasium klorida menyebabkan kanker, Anggela mengatakan klaim tersebut keliru. Menurut dia, risiko utama konsumsi potasium klorida adalah hiperkalemia atau kelebihan kalium dalam darah, bukan kanker.

    “Tidak ada artikel ataupun publikasi yang mendukung bahwa konsumsi potasium klorida menjadi penyebab kanker,” kata Anggela kepada Tempo.

    Sebaliknya, potasium klorida justru bermanfaat karena dapat menurunkan tekanan darah dibandingkan garam komersial atau natrium klorida. Natrium diketahui dapat meningkatkan tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan. “Makanya memang sudah disarankan untuk mengganti garam kita ke garam potasium atau potasium klorida,” ujarnya, merujuk pedoman WHO tentang pengganti garam rendah natrium.

    Risiko Jangka Panjang Mengonsumsi Fast Food

    Sejumlah artikel kesehatan merekomendasikan agar konsumsi makanan cepat saji tidak berlebihan. Dikutip dari situs Healthline, fast food termasuk minuman dan makanan pendampingnya, berisiko memicu diabetes dan kegemukan.

    Makanan cepat saji umumnya tinggi karbohidrat namun rendah serat. Karbohidrat tersebut akan diubah menjadi glukosa (gula) dalam darah. Pada tubuh sehat, lonjakan gula ditangani pankreas dengan melepas insulin. Namun, konsumsi karbohidrat berlebihan secara terus-menerus dapat melemahkan respons insulin dan memicu diabetes tipe 2.

    Bahan lain yang kerap ditemukan dalam fast food adalah lemak trans, yakni lemak buatan hasil pemrosesan. Lemak trans tidak sehat dalam jumlah berapa pun karena dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL), menurunkan kolesterol baik (HDL), serta menambah risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

    Kelebihan kalori dari fast food juga dapat memicu kenaikan berat badan. Kondisi ini meningkatkan risiko obesitas yang berhubungan dengan masalah pernapasan, termasuk asma dan sesak nafas.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim zat potasium dalam makanan olahan seperti McDonald's dapat memicu kanker dalam jangka panjang adalah keliru.

    Berdasarkan peraturan BPOM tahun nomor 11 tahun 2019, Potasium Klorida termasuk bahan tambahan pangan yang diizinkan. Mengonsumsi senyawa ini dalam jumlah berlebihan dapat mengantarkan pada kondisi hiperkalemia atau kelebihan kalium pada darah, bukan kanker.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28609) [HOAKS] Penjaga Mercusuar La Jument Perancis Digaji Rp 18 Miliar

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Mercusuar La Jument yang terletak di lepas pantai Brittany, Perancis menjadi perbincangan di dunia maya karena informasi menarik terkait penjaganya.

    Di media sosial, tersiar narasi bahwa penjaga mercusuar tersebut digaji 12 juta dollar atau Rp 18 miliar. Situasi laut dan ombak yang mencekam membuat orang-orang enggan mengambil pekerjaan tersebut.

    Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.

    Informasi mengenai penjaga mercusuar La Jument digaji Rp 18 miliar per tahun disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Pengguna media sosial menyertakan gambar sebuah mercusuar, disertai teks berikut:

    Pekerjaan ini Di Bayar $ 1,2 Juta Per Tahun Tapi Malah Tidak Ada Yang Berminat

    Sementara, berikut penggalan narasi yang ditulis salah satu akun pada 30 Mei 2025:

    Mercusuar La Jument di lepas pantai Brittany, Prancis pernah menawarkan gaji fantastis Rp18 miliar/tahun untuk penjaganya.

    Namun, pekerjaan ini nyaris tak ada peminat karena lokasinya yang mengerikan.

    Terletak di tengah Samudra Atlantik yang ganas, mercusuar ini terus diterjang ombak setinggi gedung dan badai dahsyat.

    Penjaga harus hidup dalam isolasi total - tanpa tetangga, toko, atau sinyal ponsel, hanya dikelilingi kesunyian dan deru ombak.

    Foto ikonik Jean Guichard (1989) menunjukkan ombak raksasa nyaris menelan mercusuar saat masih ada penjaga di dalamnya.

    Pada 1991, mercusuar akhirnya diotomatisasi karena dianggap terlalu berbahaya untuk manusia.

    Hasil Cek Fakta

    Mercusuar La Jument menjadi sorotan setelah jepretan fotografer asal Perancis, Jean Guichard yang diikutkan dalam World Press Photo.

    Pada 1 Februari 1990, ia memotret secara dramatis penjaga mercusuar tampak berdiri di pintu menara, di tengah ombak yang menerjang bangunan tersebut.

    Kementerian Transisi Ekologi Perancis meluruskan informasi keliru mengenai penjaga mercusuar di La Jument.

    Berdasarkan informasi di situs web kementrian tersebut, menara suar tersebut kini dioperasikan secara otomatis dan tidak lagi membutuhkan penjaga.

    Mercusuar La Jument tercatat di situs Direktorat Antarwilayah Wilayah Barat Laut Atlantik Utara (DIRM NAMO).

    Kendati demikian, tidak ada lowongan kerja sebagai penjaga mercusuar dengan gaji 12 juta dollar atau Rp 18 miliar setahun di situs web DIRM NAMO.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai penjaga mercusuar La Jument digaji Rp 18 miliar per tahun merupakan hoaks.

    Menara suar tersebut kini dioperasikan secara otomatis dan tidak lagi membutuhkan penjaga.

    Selain itu, tidak ada tawaran pekerjaan di DIRM NAMO sebagai penjaga mercusuar.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28610) Tidak Benar Foto Noel Dirawat di Rumah Sakit Usai Terjaring OTT

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/08/2025

    Berita

    tirto.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) RI, Immanuel Ebenezer. Noel, sapaan akrabnya, terjerat OTT KPK terkait kasus pemerasan dalam proses pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

    ADVERTISEMENT

    Di tengah ramainya pemberitaan dan perbincangan publik mengenai penangkapan tersebut, sebuah unggahan tersebar di media sosial menampilkan foto yang diklaim menunjukkan Noel tengah dirawat di rumah sakit. Dalam foto itu, terlihat seorang pria yang diduga Noel terbaring di ranjang rumah sakit dengan beberapa alat medis terpasang di bagian dadanya.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Narasi itu diunggah oleh akun Facebook bernama “Putri Pratiwi Agustin”(arsip) Jumat (22/8/2025). Unggahan tersebut menulis bahwa Noel masuk rumah sakit pada Kamis (21/8/2025) setelah terjaring OTT KPK. Kondisinya dilaporkan menurun, diduga karena kadar gula darah yang melonjak drastis, dan mendapatkan penanganan medis intensif di ruang perawatan.
    #inline3 img{margin: 20px auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Setelah terjaring OTT oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Beredar di medsos foto wamenaker di rawat. Berdasarkan berita terbaru, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Noel Ebenezer masuk rumah sakit pada Kamis (21/8/2025) setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Kondisinya dilaporkan menurun, diduga karena kadar gula darah yang melonjak drastis, dan ia mendapatkan penanganan medis intensif di ruang perawatan. #viral,” bunyi keterangan takarir unggahan tersebut.
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:20px auto;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    PERIKSA FAKTA Tidak Benar Foto Noel Dirawat di RS Usai Terjaring OTT KPK.

    Sepanjang Kamis (21/8/2025) hingga Senin (25/8/2025), atau selama tiga hari tersebar di Facebook, unggahan tersebut telah memperoleh 36 reaksi, 32 komentar dan tiga kali dibagikan. Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut? Benarkah Noel masuk RS usai kena OTT KPK?

    ADVERTISEMENT

    Hasil Cek Fakta

    Tirto melakukan penelusuran terhadap foto yang beredar menggunakan fitur reverse image search dari Google Images. Hasilnya menunjukkan bahwa foto serupa memang beredar luas di media sosial dan beberapa pemberitaan, namun tidak ditemukan informasi valid mengenai konteks atau asal-usul asli foto tersebut.

    Lebih lanjut, kami juga menelusuri informasi terkait dengan menggunakan sejumlah kata kunci yang relevan. Hasilnya, ditemukan klarifikasi resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai isu ini.

    Melansir pemberitaan Detik, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa kondisi Immanuel Ebenezer dalam keadaan sehat setelah diamankan dalam OTT pada Rabu (20/8/2025). Ia juga membantah bahwa lokasi dalam foto yang beredar adalah di lingkungan KPK.

    "Foto tersebut kami pastikan bukan di KPK. Kondisi yang bersangkutan saat ini dinyatakan sehat," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, seperti yang dilansir dari Detik, Jumat (22/8/2025).

    Selain klarifikasi dari pihak KPK, bukti visual juga memperkuat bahwa klaim yang beredar di media sosial tidak sesuai fakta. Video yang direkam oleh reporter Tirto memperlihatkan Noel hadir dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, pada Jumat (22/8/2025).

    Dalam video tersebut, Noel tampak keluar bersama para tersangka lain dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK. Mantan Ketua Relawan Jokowi Mania tersebut bahkan sempat tersenyum dan mengacungkan jempol ke arah jurnalis. Momen ini jelas membantah klaim bahwa Noel sedang dirawat di rumah sakit akibat sakit usai terjaring OTT KPK.

    Sesaat sebelum naik ke mobil tahanan, Noel juga sempat menyampaikan bahwa dirinya berharap mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo Subianto.

    "Semoga saya mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo," kata Noel sebelum naik ke mobil tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (22/8/2025).

    Dalam kesempatan yang sama, Noel juga menyampaikan permohonan maafnya kepada Prabowo dan kepada keluarganya. Noel berkilah tidak terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Dia berdalih kasus yang menjeratnya ini bukanlah pemerasan.

    "Pertama, saya meminta maaf kepada Presiden Pak Prabowo. Kedua, kasus saya bukan kasus pemerasan, agar narasi di luar tidak menjadi narasi yang kotor dan memberatkan saya," ucap Noel dalam kesempatan itu.

    Hingga artikel ini ditulis pada Senin (25/8/2025), belum ada bukti atau konfirmasi bahwa Noel sakit dan harus dirawat di rumah sakit setelah ditangkap.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa klaim yang menyebut bahwa Wamenaker Immanuel Ebenezer sakit dan dirawat di rumah sakit usai terjaring OTT KPK bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa kondisi Immanuel Ebenezer dalam keadaan sehat setelah diamankan dalam OTT pada Rabu (20/8/2025). Selain itu, Noel juga nampak sehat hadir dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, pada Jumat (22/8/2025).

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan