• (GFD-2025-28638) [SALAH] Pasha Ungu Mengundurkan Diri dari DPR

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 27/08/2025

    Berita

    Akun Facebook “BundaAzka Vlogr” pada Sabtu (23/8/2025) mengunggah video [arsip] disertai narasi :

    "VIRAL !!!

    Pasha Ungu mengundurkan diri menjadi anggota DPR RI

    Pasha; saya tidak mau ikut-ikutan makan uang H4R4M Lebih baik mundur Demi rakyat yang saya Cintai"

    Hingga Rabu (27/8/2025) video tersebut telah dilihat 29 juta kali, disukai 600 ribu, dan menuai 46 ribu komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mencari kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Pasha Ungu mengundurkan diri dari DPR” ke mesin pencarian Google.

    Penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak benar, sebab tidak ada pernyataan resmi dari Pasha Ungu. Hal ini juga ditegaskan metrotvnews.com berjudul “Pasha Ungu Mengundurkan Diri dari DPR, Benarkah?” yang tayang Minggu (24/8/2025).

    TurnBackHoax kemudian menelusuri akun Instagram resmi Pasha Ungu yang sudah terverifikasi. Terlihat pada Senin (25/8/2025), Pasha masih mengunggah foto saat rapat kerja bersama Komisi 8 membahas perubahan ketiga RUU No.8 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji.

    Kesimpulan

    Unggahan dengan narasi “Pasha Ungu mengundurkan diri dari DPR” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-28639) Keliru: Video Pengusaha Jhon LBF Promosi Situs Judol

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/08/2025

    Berita

    SEBUAH video beredar di  Facebook [arsip] menampilkan pengusaha Jhon LBF mempromosikan situs judi online.

    Dalam video berdurasi satu menit, pria bernama asli Muhammad Henry Kurnia itu mengajak warganet bermain di situs Dolar99 dengan janji terus menang. Di akhir video, muncul tautan pendaftaran ke situs tersebut.



    Benarkah Jhon LBF mempromosikan judi online Dolar99?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memeriksa kebenaran video itu dengan pencarian gambar terbalik, penelusuran manual, dan alat deteksi AI. Hasilnya, video yang menampilkan pendiri e-commerce Hive Five, Jhon LBF, adalah konten manipulasi berbasis akal imitasi.



    Lewat pencarian gambar terbalik Google, Tempo menemukan video asli di akun TikTok Jhon LBF, @muhammadhenrykurnia, yang sudah terverifikasi dengan 3,2 juta pengikut. Kesamaan terlihat dari baju yang dipakai, jok mobil, hingga batik yang tergantung di kursi belakang.

    Video asli berdurasi 6 menit 12 detik itu diunggah pada 20 Juni 2025. Isinya, Jhon mengkritik tenaga kesehatan yang diduga memprioritaskan pasien berdasarkan kemampuan finansial. Ia menyinggung kasus bayi di Lombok, NTB, yang mengalami amputasi tangan akibat jarum infus terlalu panjang. 

    Jhon juga membagikan pengalaman pribadinya, yakni anaknya menerima suntikan gagal berulang kali dan istrinya tetap ditagih biaya meski memiliki BPJS. Sepanjang video itu, Jhon tidak pernah menyinggung judi online, apalagi situs Dolar99.

    Untuk memverifikasi lebih lanjut, Tempo menggunakan alat deteksi AI Hive Moderation. Hasilnya, visual video cenderung asli, tapi audionya menunjukkan skor manipulasi sangat tinggi, mencapai 99,9 persen.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim pengusaha Jhon LBF mempromosikan situs judi online Dolar99 adalah keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28640) Cek Fakta: Hoaks Artikel Yaqut Cholil Qoumas Sebut Jokowi Terima Dua Triliun dari Kuota Haji

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/08/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel Yaqut Cholil Qoumas menyebut mantan Presiden Jokowi menerima uang dua triliun dari kuota haji. Postingan itu beredar sejak pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 26 Agustus 2025.
    Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel dari Gelora News berjudul:
    "Yaqut: Kuota Haji Pak Jokowi Menerima Banyak Ada Dua Triliun Entah Lah KPK Kok Tidak Berani Menangkapnya Saya Terus Yang Diperiksa Jokowi Kapan".
    Lalu benarkah postingan artikel Yaqut Cholil Qoumas menyebut mantan Presiden Jokowi menerima uang dua triliun dari kuota haji?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah situs Gelora.co menggunakan foto dan waktu penayangan yang sama dengan postingan.
    Namun dalam artikel asli berjudul "Uang Haram Kuota Haji ke Yaqut Cholil Didalami Lewat Orang Terdekat".
    Artikel itu sama sekali tidak membahas terkait pernyataan Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut Jokowi menerima dua triliun dari kuota haji.
    Artikel asli membahas keterangan dari Pelaksana Tugas Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu terkait aliran uang dugaan kasus korupsi kuota haji pada Yaqut Cholil Qoumas.

    Kesimpulan


    Postingan artikel Yaqut Cholil Qoumas menyebut mantan Presiden Jokowi menerima uang dua triliun dari kuota haji adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28643) Keliru: Video Demo 25 Agustus di Bundaran HI

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/08/2025

    Berita

    SEBUAH video menampilkan massa berkerumun melingkari Bundaran HI beredar di X [arsip], Facebook dan Instagram. Aksi bertajuk “Revolusi Rakyat Indonesia” itu diklaim berlangsung pada 25 Agustus 2025 bersamaan dengan aksi massa yang berlangsung di depan gedung DPR.



    Namun, benarkah video itu bagian dari aksi demonstrasi pada 25 Agustus 2025?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video itu lewat pencarian gambar terbalik Google dan membandingkan narasi dengan sumber kredibel. Hasilnya, meski memang ada unjuk rasa pada 25 Agustus 2025, video tersebut justru memperlihatkan perayaan juara SEA Games 2023.



    Pada detik ke-4, visual video identik dengan foto di situs Bola.com yang memuat keterangan pawai kemenangan SEA Games pada 19 Mei 2023. Perayaan itu digelar sebagai ungkapan syukur atas prestasi atlet Indonesia di Kamboja, dengan Timnas U-22 mendapat sorotan utama setelah merebut emas.



    Pada detik ke-10, cuplikan video juga cocok dengan foto berita Tempo tentang acara serupa. Saat itu ribuan warga Jakarta menyambut bus yang membawa timnas di kawasan Tugu Selamat Datang, Bundaran HI.

    Demo 25 Agustus 2025

    Demonstrasi besar memang terjadi di Jakarta pada Senin, 25 Agustus 2025, sebagaimana diberitakan Tempo.

    Massa terkonsentrasi di kawasan Senayan dekat DPR RI, Pejompongan, Tanah Abang, serta persimpangan Slipi, Palmerah. Tidak ada laporan kerumunan di Bundaran HI.

    Sebaliknya, sejumlah media justru merekomendasikan Bundaran HI sebagai jalur alternatif pulang-pergi kerja. Dikutip dari Liputan6, arus kendaraan di kawasan itu masih bergerak normal.

    Aksi 25 Agustus digerakkan kelompok yang menamakan diri “Revolusi Rakyat Indonesia”. Mereka mengajak buruh, petani, mahasiswa, dan elemen masyarakat lain turun ke jalan.

    Tuntutan yang disuarakan mencakup pengusutan dugaan korupsi keluarga mantan Presiden Joko Widodo, pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, penolakan kenaikan pajak, polemik utang negara, hingga ketimpangan kesejahteraan antara DPR dan rakyat.

    Kesimpulan

    Tempo menyimpulkan, klaim bahwa video tersebut memperlihatkan demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta, pada 25 Agustus 2025 yang mendapat penanganan siaga 1 dari kepolisian, adalah keliru.

    Rujukan