• (GFD-2026-27231) Hoaks! Pesawat Jemaah Haji Mauritania Jatuh di Laut Merah dan Tewaskan 200 Orang

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/04/2026

    Berita



    SUKABUMIUPDATE.com – Pada awal bulan Dzulhijjah, yaitu bulan terakhir dalam kalender Islam yang biasanya ditandai dengan dimulainya pemberangkatan ibadah haji ke Mekkah, beredar banyak informasi terkait keberangkatan jemaah haji dari berbagai negara maupun kondisi jemaah yang sudah berada di Tanah Suci.

    Namun, tidak semua informasi tersebut dapat dipercaya. Salah satunya adalah video viral yang mengklaim bahwa pesawat yang membawa jemaah haji asal Mauritania jatuh di Laut Merah. Sementara itu, Mauritania sendiri merupakan negara yang terletak di pantai barat Afrika, berbatasan dengan Samudera Atlantik.

    Belum lama ini, sebuah akun Facebook bernama "Hasna Lapolo" mengunggah sebuah postingan yang menampilkan video pesawat jatuh di laut. Dalam unggahannya, Hasna mengklaim bahwa pesawat tersebut merupakan pesawat yang membawa jemaah haji asal Mauritania yang sedang dalam perjalanan menuju Mekkah, Arab Saudi.

    Dalam keterangannya, Hasna menulis: "Lebih dari 210 penumpang haji syahid dalam kecelakaan pesawat. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah menerima para syuhada jemaah haji sebagai tamu Jannatul Firdaus. Aamiin."

    Lantas, benarkah pesawat jemaah haji Mauritania jatuh di laut merah? Cek faktanya!

    Hasil Cek Fakta

    Hasil penelusuran Cek Fakta Sukabumiupdate.com melalui mesin pencari Google serta klasifikasi dari berbagai media internasional tidak menemukan informasi yang valid mengenai adanya kecelakaan pesawat yang mengangkut jemaah haji asal Mauritania.

    Dikutip dari Herald.id, kabar tentang kecelakaan tersebut telah dibantah secara resmi oleh pemerintah Mauritania. Direktur Haji di Kementerian Urusan Islam Mauritania, El Walitaha, menyampaikan bahwa seluruh jemaah haji asal negara tersebut telah tiba di Tanah Suci dengan selamat dan tanpa kendala. Tidak ada insiden penerbangan yang terjadi sebagaimana yang disebutkan dalam video viral tersebut.

    Bantahan serupa juga datang dari maskapai nasional Mauritania Airlines. Pihak maskapai menegaskan bahwa dalam penerbangan haji tahun ini, tidak terjadi insiden apapun selama proses pemberangkatan. Mereka mengatakan bahwa seluruh jadwal penerbangan berjalan lancar, tanpa laporan kehilangan kontak, gangguan teknis, ataupun kejadian luar biasa lainnya.

    “Mauritania Aviation mengonfirmasi bahwa semua jemaah Mauritania telah tiba di Tanah Suci dengan selamat, dan tidak ada insiden yang tercatat terkait penerbangan ini,” tulis akun resmi Facebook Mauritania Airlines pada Selasa, 27 Mei 2025.

    Maskapai juga kembali memperkuat pernyataan mereka dengan memberikan rincian jadwal keberangkatan. Dikatakan bahwa seluruh penerbangan yang mereka operasikan pada tanggal 23, 24, dan 25 Mei 2025 berjalan dengan lancar. Semua jemaah haji yang diberangkatkan telah tiba dengan aman dan selamat di Mekkah, Arab Saudi.

    “Kami mengoperasikan tiga penerbangan pemberangkatan untuk musim haji tahun ini, dan ketiganya mencapai tujuan dengan selamat,” tulis pihak maskapai dalam pernyataan resminya.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa foto/video yang beredar luas di media sosial dan mengklaim adanya kecelakaan pesawat yang membawa jemaah haji Mauritania di Laut Merah adalah tidak benar. Informasi tersebut merupakan hoaks yang tidak berdasar dan tidak memiliki bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

    Penulis: Gina melani, Mahasiswa Magang Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Sukabumi.
  • (GFD-2026-33389) Hoaks, Video Purbaya Klarifikasi Program Bantuan Dana Hibah 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/04/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial TikTok sebuah video yang mengklaim Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memberikan klarifikasi terkait adanya program Bantuan Dana Hibah 2026. Dalam unggahan disebutkan bantuan tersebut diberikan dari Saudi Arabia pada Selasa, 31 Maret 2026.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama “bantuan.dana.hiba9115” (arsip) pada Selasa (31/03/2026). Video tersebut menampilkan presenter berita wanita membahas terkait dana hibah, kemudian dilanjutkan pada detik ke-14 menampilkan gambar Purbaya.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Selasa, 31 Maret 2026 Bantuan Dana Hibah dari Saudi Arabia. Viral klarifikasi Purba Yudhi Sadewa mengenai program Bantuan Dana Hibah 2026 dari Saudi Arabia,” begitu narasi tertulis dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video berdurasi 30 detik tersebut terlihat presenter wanita dan wajah Purbaya yang tampak tidak proporsional mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri dengan mengklik tombol pada unggahan.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Pemirsa, kabar mengejutkan datang dari Menteri Keuangan RI Bapak Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Pak Purbaya Klarifikasi dan Angkat Suara, tentang program bantuan dana hibah 2026 dari Saudi Arabia, berikut penjelasannya. Saya Menteri Keuangan, ingin mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri, untuk mengambil dana hibah, karena ini bukan pinjaman. Kesempatan untuk Anda. Jangan lupa klik semua tombol di samping,” begitu narasi yang diucapkan dalam video.

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (01/04/2026), unggahan tersebut telah ditayangkan sebanyak 158 kali.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok “bantuan.dana.hiba9115” ini dan ini. Kedua unggahan tersebut menampilkan presenter berita yang berbeda, namun dengan narasi yang sama terkait klarifikasi dana hibah 2026 oleh Purbaya.

    ADVERTISEMENT

    Lantas, benarkah Purbaya memberikan klarifikasi terkait bantuan dana hibah 2026?

    Baca juga:Purbaya Sebut APBN Kuat: Tak Perlu Khawatir Morat-Marit

    Periksa Fakta Dana Hibah Suadi Arabia.. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut memiliki 31 pengikut dan menuliskan keterangan pada bio akun: “BAGI INGIN MENDAFTARAN. DANA HIBAH SILAHKAN HUBUNGI WA : 0819-4912-3341.” Akun tersebut banyak mengunggah video terkait klarifikasi purbaya tersebut sebanyak 12 video.

    Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi Menteri Keuangan Purbaya hanya ada di Instagram dan TikTok dengan nama @menkeuri, bukan di Facebook.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada sinkronisasi gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah Purbaya yang tampak tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa video memiliki probabilitas 99,4 persen sebagai video hasil manipulasi AI.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Purbaya klarifikasi Program Bantuan Dana Hibah 2026”. Hasil penelusuran di Google mengarah pada laman Instagram @kemenkeu.prime dan @ppid.kemenkeu. Kedua laman tersebut menyatakan bahwa video yang beredar terkait pernyataan Purbaya yang mengajak masyarakat agar mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah 2026 dari Arab Saudi adalah video hoaks deepfake.

    Melansir laman Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, hibah adalah setiap penerimaan negara dalam bentuk devisa, devisa yang dirupiahkan, rupiah, barang, jasa dan/atau surat berharga yang diperoleh dari pemberi hibah yang tidak perlu dibayar kembali, yang berasal dari dalam negeri atau luar negeri.

    Dalam postur APBN, penerimaan hibah merupakan salah satu pendapatan negara yang digunakan untuk mendukung program pembangunan nasional, mendukung penanggulangan bencana alam, dan bantuan kemanusiaan.

    Penerimaan hibah memiliki kriteria:

    Tidak perlu dibayar kembali (cuma-cuma)Tidak disertai ikatan politik, serta tidak memiliki muatan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan negaraUntuk mendukung tusi Kementerian/Lembaga atau mendukung penanggulangan keadaan darurat

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa Purbaya melakukan klarifikasi terkait Program Dana Hibah 2026 dari Saudi Arabia adalah tidak benar dan terindikasi sebagai penipuan. Saudi Arabia tidak pernah memberikan bantuan berbentuk dana hibah.

    Baca juga:Purbaya Setuju Efisiensi MBG selama Kualitas Makanan Tidak Turun

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa Purbaya mengklarifikasi program bantuan dana hibah 2026 dari Saudi Arabia adalah video yang sudah diubah atau altered video.

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Kemenkeu menyatakan bahwa video yang beredar terkait pernyataan Purbaya yang mengajak masyarakat agar mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah 2026 dari Arab Saudi adalah video hoaks deepfake.

    Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran video dan berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Purbaya.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33390) Hoaks, Tautan Pendaftaran Pinjaman BRI Rp10 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/04/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial unggahan yang mengklaim tautan pendaftaran pinjaman Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp10 juta dengan angsuran Rp200 ribu. Dalam unggahan tersebut, pengunggah mengklaim bahwa pinjaman tersebut bisa ditransfer ke rumah dan diangsur 52 kali.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Sri Devi” (arsip) pada Selasa (31/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan dua orang, seorang wanita berhijab dan seorang pria mengenakan topi, sedang duduk di meja layanan pelanggan di dalam kantor cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI).

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Tanpa b4yar admin & DP. Nyari nasabah baru. P1nj4man 10jt angsuran bulanan 200rb sampai 52x. ,bisa di transfer atau diantar kerumah🥳,” begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam kolom komentar pengunggah menyematkan tautan yang diklaim untuk mendaftar pinjaman, “ke TULISAN BIRU ini Langsung ya pak/bu Jika Berminat untuk pinjam uang https://ln.run/Ajukan-dana-pinjaman-disinihttps://ln.run/Ajukan-dana-pinjaman-disini. Setelah diajukan Biar Saya proses ACC dan proses langsung transfer sekarang juga ya.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (02/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 79 likes, 218 komentar, dan 5 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kepercayaan masyarakat.

    Tirto menemukan unggahan serupa pada akun “Sri Devi” ini. Unggahan tersebut menampilkan gambar berbeda dengan narasi yang sama terkait pinjaman BRI Rp10 juta.

    Lantas, benarkah BRI memberikan pinjaman Rp10 juta melalui tautan tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Tidak Benar Prabowo Resmikan Pinjaman KUR BRI 2026

    Periksa Fakta Cicilan BRI 200 Ribu Per Bulan. foto/hotline periksa fakta

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Di situ ditemukan informasi bahwa akun tersebut sering membagikan informasi terkait dana cicilan dan pinjaman BRI yang pembayarannya dapat diangsur seperti ini dan ini.

    Akun tersebut menggunakan foto profil wanita dan tidak ada kaitannya dengan BRI. Dari situ dapat diketahui bahwa informasi yang disebarkan adalah tidak resmi dan bukan berasal dari sumber kredibel. Adapun akun Facebook resmi milik Bank BRI bernama “BANK BRI” dengan 1 juta pengikut dan memiliki centang biru.

    Kemudian, Tirto mencoba membuka tautan yang diklaim untuk mendaftar pinjaman BRI yang tertulis pada komentar dalam unggahan tersebut: https://ln.run/Ajukan-dana-pinjaman-disini. Tautan tersebut ternyata mengarah ke Amartha platform pinjaman online yang mengubah nasib pengusaha mikro perempuan https://jajaran.seputartikel.com/amartha-platform-pinjaman-online-yang-mengubah-nasib-pengusaha-mikro-perempuan-drg/#google_vignette.

    Tautan tersebut tidak ada kaitannya dengan BRI, situs resmi BRI hanya dapat diakses melalui www.bri.co.id dan media sosial resmi BRI yang terverifikasi.

    Tirto lantas mengecek kredibilitas tautan Amartha platform pinjaman online yang diklaim untuk mendaftar pinjaman BRI Rp10 juta tersebut. Hasil analisis situs UrlScan menunjukkan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik BRI. Tautan tersebut milik CLOUDFLARENET berlokasi di Ascension Island, dengan domain jajaran.seputartikel.com, dibuat pada 3 Februari 2026, dan berlaku selama 3 bulan.

    Kemudian Tirto mencari kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Pinjaman BRI Rp 10 juta” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman BRI yang menuliskan bahwa BRI memberikan pinjaman dalam beberapa fitur:

    KUR Super Mikro dengan plafon sampai dengan Rp 10 jutaKUR Mikro dengan plafon lebih dari Rp 10 juta sampai dengan Rp 100 jutaKUR Kecil dengan plafon lebih dari Rp 100 juta sampai dengan Rp 500 juta,

    Dalam laman BRI, pencairan dana KUR dilakukan setelah pengajuan disetujui, dokumen diverifikasi, dan survey lapangan berhasil. Prosesnya meliputi penandatanganan akad kredit, lalu dana ditransfer ke rekening nasabah.

    Dalam rangkuman Tirto “KUR BRI 2026 Kapan Dibuka? Cek Jadwal dan Syaratnya,” Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2026 dapat diajukan masyarakat umum melalui sejumlah bank Himbara, salah satunya BRI.

    Dijelaskan Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, KUR tetap dijalankan pada tahun 2026. Tak hanya dijalankan, besaran plafon KUR untuk tahun ini juga ditingkatkan menjadi Rp320 triliun untuk 2026.

    Maman Abdurrahman menyatakan bahwa aturan baru KUR 2026, yakni penghapusan batasan akses dan bunga progresif, akan berlaku mulai 1 Januari 2026.

    Sebelumnya, debitur KUR Supermikro BRI akan mendapatkan besaran bunga 3 persen per tahun. Sedangkan, untuk KUR Mikro dan KUR Kecil, besaran bunga akan meningkat hingga 9 persen, tergantung sudah berapa kali debitur mengakses KUR.

    Di BRI sendiri, sebelumnya suku bunga progresif untuk KUR Mikro dan KUR Kecil itu ditentukan sebesar:

    Pinjaman ke-1: 6 persen efektif per tahun,Pinjaman ke-2: 7 persen efektif per tahun,Pinjaman ke-3: 8 persen efektif per tahun,Pinjaman ke-4: 9 persen efektif per tahun.

    Dengan demikian tautan yang mengklaim bisa digunakan sebagai link pendaftaran pinjaman BRI Rp10 juta adalah tidak benar dan terindikasi pada penipuan.

    Baca juga:KUR BRI Jadi Penyelamat, Usaha Angkringan Ini Bangkit dan Tumbuh

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim adanya tautan untuk mendaftar pinjaman BRI Rp10 juta bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tautan yang disertakan tidak berasal dari kanal resmi milik BRI dan berujung pada platform pengajuan pinjaman online Amartha. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33405) Hoaks, Video Purbaya Klarifikasi Program Bantuan Dana Hibah 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/04/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial TikTok sebuah video yang mengklaim Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memberikan klarifikasi terkait adanya program Bantuan Dana Hibah 2026. Dalam unggahan disebutkan bantuan tersebut diberikan dari Saudi Arabia pada Selasa, 31 Maret 2026.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama “bantuan.dana.hiba9115” (arsip) pada Selasa (31/03/2026). Video tersebut menampilkan presenter berita wanita membahas terkait dana hibah, kemudian dilanjutkan pada detik ke-14 menampilkan gambar Purbaya.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Selasa, 31 Maret 2026 Bantuan Dana Hibah dari Saudi Arabia. Viral klarifikasi Purba Yudhi Sadewa mengenai program Bantuan Dana Hibah 2026 dari Saudi Arabia,” begitu narasi tertulis dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video berdurasi 30 detik tersebut terlihat presenter wanita dan wajah Purbaya yang tampak tidak proporsional mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri dengan mengklik tombol pada unggahan.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Pemirsa, kabar mengejutkan datang dari Menteri Keuangan RI Bapak Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Pak Purbaya Klarifikasi dan Angkat Suara, tentang program bantuan dana hibah 2026 dari Saudi Arabia, berikut penjelasannya. Saya Menteri Keuangan, ingin mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri, untuk mengambil dana hibah, karena ini bukan pinjaman. Kesempatan untuk Anda. Jangan lupa klik semua tombol di samping,” begitu narasi yang diucapkan dalam video.

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (01/04/2026), unggahan tersebut telah ditayangkan sebanyak 158 kali.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok “bantuan.dana.hiba9115” ini dan ini. Kedua unggahan tersebut menampilkan presenter berita yang berbeda, namun dengan narasi yang sama terkait klarifikasi dana hibah 2026 oleh Purbaya.

    ADVERTISEMENT

    Lantas, benarkah Purbaya memberikan klarifikasi terkait bantuan dana hibah 2026?

    Baca juga:Purbaya Sebut APBN Kuat: Tak Perlu Khawatir Morat-Marit

    Periksa Fakta Dana Hibah Suadi Arabia.. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut memiliki 31 pengikut dan menuliskan keterangan pada bio akun: “BAGI INGIN MENDAFTARAN. DANA HIBAH SILAHKAN HUBUNGI WA : 0819-4912-3341.” Akun tersebut banyak mengunggah video terkait klarifikasi purbaya tersebut sebanyak 12 video.

    Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi Menteri Keuangan Purbaya hanya ada di Instagram dan TikTok dengan nama @menkeuri, bukan di Facebook.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada sinkronisasi gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah Purbaya yang tampak tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa video memiliki probabilitas 99,4 persen sebagai video hasil manipulasi AI.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Purbaya klarifikasi Program Bantuan Dana Hibah 2026”. Hasil penelusuran di Google mengarah pada laman Instagram @kemenkeu.prime dan @ppid.kemenkeu. Kedua laman tersebut menyatakan bahwa video yang beredar terkait pernyataan Purbaya yang mengajak masyarakat agar mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah 2026 dari Arab Saudi adalah video hoaks deepfake.

    Melansir laman Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, hibah adalah setiap penerimaan negara dalam bentuk devisa, devisa yang dirupiahkan, rupiah, barang, jasa dan/atau surat berharga yang diperoleh dari pemberi hibah yang tidak perlu dibayar kembali, yang berasal dari dalam negeri atau luar negeri.

    Dalam postur APBN, penerimaan hibah merupakan salah satu pendapatan negara yang digunakan untuk mendukung program pembangunan nasional, mendukung penanggulangan bencana alam, dan bantuan kemanusiaan.

    Penerimaan hibah memiliki kriteria:

    Tidak perlu dibayar kembali (cuma-cuma)Tidak disertai ikatan politik, serta tidak memiliki muatan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan negaraUntuk mendukung tusi Kementerian/Lembaga atau mendukung penanggulangan keadaan darurat

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa Purbaya melakukan klarifikasi terkait Program Dana Hibah 2026 dari Saudi Arabia adalah tidak benar dan terindikasi sebagai penipuan. Saudi Arabia tidak pernah memberikan bantuan berbentuk dana hibah.

    Baca juga:Purbaya Setuju Efisiensi MBG selama Kualitas Makanan Tidak Turun

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa Purbaya mengklarifikasi program bantuan dana hibah 2026 dari Saudi Arabia adalah video yang sudah diubah atau altered video.

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Kemenkeu menyatakan bahwa video yang beredar terkait pernyataan Purbaya yang mengajak masyarakat agar mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah 2026 dari Arab Saudi adalah video hoaks deepfake.

    Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran video dan berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Purbaya.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan