• (GFD-2026-33311) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Beasiswa Djarum

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 07/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Dewi Anggraeni” pada Kamis (12/3//2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi:

    🎓 BEASISWA SD - S1 DARI DJARUM! 🎓

    Ayah Bunda, ini kesempatan emas untuk 

    masa depan putra-putri tercinta! ✨

    📚 Beasiswa tersedia untuk jenjang:

    🎒 SD

    🎒 SMP

    🎒 SMA

    🎓 S1

    🎁 Yang didapatkan:

    💰 Bantuan biaya pendidikan PENUH

    💵 Uang saku Rp 1.000.000 / bulan

    📖 Bantuan buku & perlengkapan sekolah

    👕 Bantuan seragam sekolah

    💻 Fasilitas penunjang belajar

    🏅 Pembinaan & pelatihan pengembangan diri

    🤝 Jaringan alumni Djarum

    📜 Sertifikat resmi penerima beasiswa

    🎯 Syaratnya TIDAK RIBET!

    ❌ Tanpa berkas bertumpuk

    ❌ Tanpa biaya pendaftaran

    ✅ Cukup isi formulir online

    ✅ Orang tua langsung daftarkan anak

    🆓 GRATIS!

    ⏰ Kuota TERBATAS!

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    💬 Tag orang tua yang butuh info ini!

    💾 Save biar gak lupa daftar!

    🔄 Share ke story, bantu sesama!

    Hingga Selasa (7/4/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1.840-an tanda suka, 210-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 250 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “beasiswa untuk sd sampai s1 dari pt djarum” ke mesin pencarian Google. Tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “cara mendapatkan beasiswa dari pt djarum” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke laman djarumbeasiswaplus.org “Persyaratan Untuk Menjadi Penerima Program Djarum Beasiswa Plus Tahun 2026/2027”.

    Dari pemberitaan laman tersebut diketahui bahwa program Djarum Beasiswa Plus merupakan beasiswa prestasi yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai jurusan yang tengah menempuh program studi Strata 1/ Diploma 4 di perguruan tinggi negeri maupun swasta yang memiliki kerja sama (bermitra) dengan Djarum Foundation. 

    Pendaftaran beasiswa Djarum dilakukan secara online melalui laman register.djarumbeasiswaplus.org. Penerima beasiswa tahun 2026 sudah diumumkan pada Oktober 2025 (proses seleksi berlangsung dari Mei—Juli 2025.

    Djarum Foundation mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi melalui kanal resmi sebagai berikut:
    • Facebook “Djarum Beasiswa Plus”
    • X “BeswanDjarum”
    • laman www.djarumbeasiswaplus.org.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran Beasiswa Djarum” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33312) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 07/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Info Berita Terkini 2026” pada Kamis (12/3//2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi:

    🎓 SEKARANG KULIAH GRATIS & DIBIAYAI PEMERINTAH❗🇮🇩

    💜 KIP Kuliah hadir untuk bantu siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu agar bisa kuliah sampai lulus.

    ✅ UKT/SPP FULL GRATIS

    💰 Bantuan biaya pendidikan hingga Rp10 juta/semester

    🍽️ Ditambah bantuan biaya hidup (bervariasi sesuai wilayah)

    📊 Total subsidi bisa mencapai Rp18,4 juta per semester per mahasiswa

    🎯 Berlaku hingga:

    S1: 8 semester

    D3: 6 semester

    Cara Registrasi Dan Daftar ⬇️

    https://bitly.cx/LangsungDaftarDisini

    ✨ Jangan biarkan keterbatasan biaya menghentikan mimpi anak-anak kita!

    Hingga Selasa (7/4/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan 20-an tanda suka.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “cara mendaftar kip kuliah 2026” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan detik.com “KIP Kuliah 2026: Syarat, Cara Daftar, dan Jadwalnya”.

    Dari berita yang tayang pada Kamis (12/3/2026) itu diketahui bahwa pendaftaran KIP Kuliah 2026 dibuka mulai Rabu (25/3/2026) melalui laman kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id.

    Sebagai informasi, KIP Kuliah (adalah program bantuan biaya pendidikan dari pemerintah Indonesia untuk lulusan SMA/sederajat yang memiliki potensi akademik baik, tetapi keterbatasan ekonomi. Program ini bertujuan membebaskan biaya kuliah (UKT) dan memberikan bantuan biaya hidup untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi. Menukil pemberitaan kompas.com, pemerintah menganggarkan Rp15,32 triliun untuk realisasi program ini di tahun 2026.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran KIP kuliah tahun 2026” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33313) [PENIPUAN] Purbaya Beri Bantuan Untuk Lansia

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 07/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Lunas Hutang” pada Sabtu, (04/04/2026) mengunggah video [arsip] ang menampilkan klaim bahwa Menteri Keuangan, Purbaya, akan memberikan bantuan kepada lansia. Unggahan tersebut juga mencantumkan nomor WhatsApp yang diklaim sebagai kontak bendahara untuk dihubungi. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    🎁 HUBUNGI WA BENDAHARA 🎁

    👉 HANYA 20 ORANG TERPILIH 👇

     0857-6889-5223

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 16 ribu kali, mendapatkan 709 reaksi, 889 interaksi komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 44 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri informasi tersebut melalui mesin pencarian Google. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa pemerintah memang terus berupaya memberikan perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, termasuk lanjut usia, salah satunya melalui program bantuan sosial lansia yang dikelola oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.

    Dilansir dari Metrotvnews.com, bagi lansia yang merasa memenuhi kriteria namun belum terdaftar, proses pendaftaran tidak dilakukan secara individu melalui jalur online ataupun nomor WhatsApp seperti yang tercantum dalam unggahan. Calon penerima harus mendaftarkan diri melalui pemerintah daerah setempat agar masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

    Adapun langkah pendaftaran bansos PKH lansia adalah sebagai berikut: calon penerima atau keluarganya menyiapkan dokumen kependudukan seperti KTP dan KK, kemudian datang langsung ke kantor kelurahan atau desa sesuai domisili. Selanjutnya, menyampaikan tujuan untuk mendaftar ke DTKS agar dapat dipertimbangkan sebagai penerima bantuan. Petugas akan melakukan pendataan dan verifikasi melalui musyawarah desa/kelurahan, lalu data yang telah diverifikasi diusulkan ke Kementerian Sosial untuk penetapan akhir penerima manfaat. Setelah terdaftar, masyarakat dapat memantau status kepesertaan secara mandiri melalui platform resmi yang disediakan Kementerian Sosial.

    Selain itu, tim pemeriksa fakta juga melakukan pengecekan terhadap keaslian video menggunakan Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas sebesar 99,2%.

    Kesimpulan

    Program bantuan sosial bagi lansia tidak disalurkan melalui kontak WhatsApp, melainkan melalui mekanisme resmi pemerintah dengan pendaftaran melalui DTKS di tingkat desa atau kelurahan. Selain itu, video yang digunakan dalam unggahan terbukti merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Dengan demikian, informasi dengan klaim “Purbaya beri bantuan untuk lansia” merupakan konten palsu (Fabricated Content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33320) Tidak Benar, Puan Maharani Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim Ketua DPR RI Puan Maharani resmi menjadi tersangka kasus korupsi. Dalam unggahan disebutkan terdapat 17 orang tersangka kasus korupsi dari dalam DPR RI.

    ADVERTISEMENT

    Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Anita Serpihan Lestari” (arsip) pada Jumat (27/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar kolase dari beberapa potongan video dan foto yang tidak saling berkaitan. Disebutkan angka fantastis yang mengejutkan, yaitu Rp143 triliun kerugian negara yang diduga hilang dalam skandal mega korupsi terbesar sepanjang sejarah Indonesia yang akhirnya terbongkar oleh Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Puan Maharani Resmi jadi Tersangka Purbaya Tak Ciut!! Satu Persatu Nama Besar Mulai Terseret!! 17 Tersangka Dari Dalam DPR RI Kasus Korupsi,” begitu keterangan tertulis dalam unggahan video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam cuplikan video berdurasi 09.39 menit tersebut, pengunggah menjelaskan terkait audit besar-besaran terhadap kasus-kasus lama dan mengklaim terdapat 17 tersangka dari dalam DPR RI telah terjaring dalam operasi tangkap tangan bersama KPK. Pada detik ke 0:35 disebutkan DPR RI Puan Maharani diduga terlibat dalam 3 kasus besar. Megawati mengecam keras tindakan Purbaya, namun Purbaya tidak akan tunduk.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “17 tersangka dari dalam DPR RI telah terjaring dalam operasi tangkap tangan bersama KPK. Namun yang paling mengejutkan ketua DPR RI Puan Maharani diduga terlibat dalam 3 kasus besar. Mulai dari dugaan korupsi proyek IKTP tahun 2018 dengan aliran dana 500 ribu USD yang disebutkan langsung oleh terdakwa Setia Novanto, kasus korupsi BTS 4G Kominfo tahun 2023 melalui perusahaan PT Basis Utama Prima milik suaminya Habsoro Sukmono Hadi, hingga dugaan markup anggaran dana alokasi khusus atau DAK senilai 12 triliun rupiah untuk proyek infrastruktur daerah tahun 2022-2024. Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri mengecam keras tindakan Purbaya, menyebutnya bertindak seenaknya sendiri. Namun, Purbaya tegas, selagi bukan Presiden Prabowo, saya tidak akan tunduk.” Begitu narasi yang diucapkan pada video.

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (30/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 243 likes, 62 komentar, 37 kali dibagikan, dan 7,9 ribu ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut dan kritik terhadap pemerintahan.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok @anita.serpihan.le (arsip), unggahan tersebut juga menayangkan video yang sama. Video tersebut telah ditayangkan sebanyak 10,3 ribu kali pada akun YouTube bernama “Bincang Bangsa” (arsip).

    ADVERTISEMENT

    Dalam unggahan disebutkan juga bahwa video dugaan megakorupsi tersebut dibongkar oleh Kementrian Keuangan RI yang berada di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Ketua DPR Puan Maharani Yakin Posisi RI di BoP Dukung Palestina

    periksa fakta Puan Maharani Resmi Jadi Tersangka.

    Hasil Cek Fakta

    Tirto

    reverse image

    Kami justru diarahkan ke laman Jabar Saber Hoaks bahwa pada Oktober 2025 pernah beredar unggahan di media sosial Facebook yang menampilkan narasi bahwa Ketua DPR RI Puan Maharani dijemput paksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek e-KTP. Video yang digunakan dalam unggahan itu merupakan video lama kegiatan DPR yang dipotong dan diberi narasi palsu untuk menyesatkan publik.

    Lebih lanjut, kami mengetikkan kata kunci “Puan Maharani resmi jadi tersangka kasus korupsi” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarahkan kami pada laman Antara, bahwa Puan pernah diklaim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi rumah dinas DPR pada 9 Maret 2025. Namun, informasi tersebut tidak benar. KPK menetapkan Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar dan enam orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan sarana kelengkapan rumah jabatan anggota DPR RI tahun anggaran 2020 pada 7 Maret 2025.

    Adapun angka "143 Triliun" yang disebutkan tidak memiliki landasan fakta. Penelusuran menunjukkan bahwa narasi mengenai dugaan korupsi ratusan triliun di DPR sering kali merupakan hasil rekayasa dari isu lama yang diputarbalikkan.

    Dalam rilis Instagram @kemenkeu.prime dan Facebook resmi “Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME”, dituliskan bahwa video yang beredar mengenai dugaan mega korupsi Rp143 triliun yang selama ini sengaja disembunyikan akhirnya terbongkar oleh Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa, merupakan video hoaks. Kemenkeu tidak pernah menyebarkan video tersebut.

    Hingga artikel ini ditulis pada Maret 2026, tidak ada informasi kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Puan Maharani tidak pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK maupun Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi apa pun. Narasi serupa yang mengklaim penangkapannya pada Maret 2025 juga telah dinyatakan hoaks oleh pemerintah dan lembaga pemeriksa fakta.

    Selain itu, klaim bahwa dugaan mega korupsi Rp143 triliun yang selama ini sengaja disembunyikan akhirnya terbongkar oleh Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa, juga tidak terbukti kebenarannya, dan merupakan video hoaks.

    Baca juga:Purbaya Bakal Perbaiki Sistem Coretax demi Atasi Joki Pajak

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Puan Maharani resmi menjadi tersangka kasus korupsi adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Saat ini, Puan Maharani masih aktif menjalankan tugasnya sebagai Ketua DPR RI periode 2024–2029. Adapun angka "143 Triliun" yang disebutkan tidak memiliki landasan fakta dan tidak ada media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kemenkeu tidak pernah menyebarkan video tersebut. Video yang beredar mengenai dugaan mega korupsi Rp143 triliun yang selama ini sengaja disembunyikan akhirnya terbongkar oleh Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa, merupakan video hoaks. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui berbagai saluran resmi.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan