tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim Duta Besar Amerika Serikat dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Gus Yahya, membahas masalah perang di Timur Tengah. Dubes AS tersebut diklaim memberikan mandat kepada Gus Yahya untuk mengajak masyarakat Indonesia mengecam serangan Iran yang terakhir.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Muhamad Angel F” (arsip) dalam obrolan grup Purbaya Yudhi Sadewa (Fanbase). Dalam unggahan menampilkan beberapa tokoh pria, termasuk Duta Besar Amerika Serikat (AS) dan Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“DUBES AS & GUS YAHYA AJAK UMAT ISLAM TOLAK TINDAKAN IRAN. AS Bersama Tokoh Islam Ajak Masyarakat Indonesia Mengecam Iran dan Menyerukan Stop Perang,” begitu narasi tertulis dalam gambar unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menuliskan narasi dalam keterangan unggahan sebagai berikut: “WAH MASUK ANGIN LAGI NICH.... Pertemuan duta besar Amerika dengan Gus Yahya membahas masalah perang di timur tengah. Duta besar Amerika memberi mandat kepada Gus Yahya untuk mengajak masyarakat Indonesia mengecam serangan Iran berakhir. Wah bingung, ngak taulah komen sendiri aja.....” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (06/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 21 likes, 154 komentar, dan 12 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kekecewaan masyarakat terhadap tokoh Islam dalam unggahan tersebut.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @magewakefacken (arsip) dan akun X bernama @AkunMboizSam (arsip). Kedua akun tersebut menyebarkan gambar yang sama terkait klaim Dubes AS dan Gus Yahya bertemu dan mengajak umat Islam mengecam tindakan Iran dan menyerukan agar menghentikan perang.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Iran Akan Buka Hormuz untuk Negara yang Usir Dubes AS & Israel
Periksa Fakta Dubes AS dan Gus Yahya. foto/hotline periska fakta tirto
(GFD-2026-33329) Salah, Dubes AS & Gus Yahya Ajak Umat Islam Kecam Tindakan Iran
Sumber:Tanggal publish: 07/04/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Gus Yahya menemui Dubes AS untuk mengecam tindakan Iran.
Kemudian, kami mengetikkan kata kunci “Pertemuan Dubes AS dan Gus Yahya” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman NU Online, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menemui Duta Besar Amerika Serikat (AS), Peter Mark Haymond, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu (1/4/2026).
Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil), menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya mendorong komunikasi yang intens antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna segera mengakhiri perang dan ketegangan di kawasan.
“Pemerintah Amerika perlu segera mengakhiri perang ini dengan jalan apa pun. Yang terpenting adalah membangun komunikasi dengan pemerintah Iran untuk mencari jalan keluar agar konflik ini berakhir,” begitu keterangan Gus Ulil kepada NU Online.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya juga menanyakan sejumlah hal terkait situasi terkini, kepentingan AS, serta arah akhir dari konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran.
“PBNU melalui Gus Yahya telah menyampaikan aspirasi sekaligus mendengarkan perspektif Amerika. Kita menunggu perkembangan selanjutnya, apakah konflik ini dapat segera diselesaikan atau tidak,” begitu jelas Gus Yahya.
Sementara itu, Duta Besar AS, Peter Mark Haymond, menyatakan bahwa pemerintah AS telah melakukan berbagai upaya komunikasi dengan Pemerintah Republik Islam Iran untuk mengakhiri konflik yang masih berlangsung.
Dalam pertemuan dengan Dubes AS, Gus Yahya tidak menyampaikan kecaman terhadap Iran ataupun ajakan kepada umat Islam untuk menolak tindakan Iran. Gus Yahya justru menyerukan dialog antara AS dan Iran agar dapat segera mengakhiri perang dan ketegangan karena kekhawatiran atas dampak perang yang dinilai sangat merugikan, terutama dari sisi ekonomi.
Melansir laman Cyberity, dalam pertemuan antara Gus Yahya dan Dubes AS pada Rabu (1/4/2026), tidak ditemukan pernyataan yang menyerukan masyarakat Indonesia untuk mengecam Iran. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mendorong komunikasi intensif antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna mengakhiri ketegangan di kawasan tersebut. Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS bersama Gus Yahya mengajak masyarakat Indonesia untuk mengecam tindakan Iran adalah tidak benar.
Dalam rilis Kompas.com, pertemuan Gus Yahya dan Dubes AS tersebut merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Lebaran yang dilakukan Gus Yahya dengan sejumlah duta besar negara sahabat. Inisiatif ini bertujuan meretas jalan damai di Timur Tengah yang sedang menghadapi krisis serius dan dikhawatirkan dapat memicu Perang Dunia Ketiga.
Gus Yahya menyampaikan dengan tegas bahwa umat Islam Indonesia, khususnya warga NU, sangat menyesalkan terjadinya peperangan yang menimbulkan banyak korban jiwa serta dampak ekonomi dan sosial yang sangat buruk dan masif. Gus Yahya juga kembali menyampaikan pesan damai dari PBNU sejak awal, agar penghentian peperangan segera dilakukan dan upaya menuju deeskalasi serta perdamaian harus secepatnya diwujudkan.
Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS dan Gus Yahya mengecam dan mengajak umat Islam menolak tindakan Iran adalah tidak benar.
Baca juga:PBNU Dorong Diplomasi Hentikan Konflik Timur Tengah
Kemudian, kami mengetikkan kata kunci “Pertemuan Dubes AS dan Gus Yahya” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman NU Online, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menemui Duta Besar Amerika Serikat (AS), Peter Mark Haymond, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu (1/4/2026).
Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil), menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya mendorong komunikasi yang intens antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna segera mengakhiri perang dan ketegangan di kawasan.
“Pemerintah Amerika perlu segera mengakhiri perang ini dengan jalan apa pun. Yang terpenting adalah membangun komunikasi dengan pemerintah Iran untuk mencari jalan keluar agar konflik ini berakhir,” begitu keterangan Gus Ulil kepada NU Online.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya juga menanyakan sejumlah hal terkait situasi terkini, kepentingan AS, serta arah akhir dari konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran.
“PBNU melalui Gus Yahya telah menyampaikan aspirasi sekaligus mendengarkan perspektif Amerika. Kita menunggu perkembangan selanjutnya, apakah konflik ini dapat segera diselesaikan atau tidak,” begitu jelas Gus Yahya.
Sementara itu, Duta Besar AS, Peter Mark Haymond, menyatakan bahwa pemerintah AS telah melakukan berbagai upaya komunikasi dengan Pemerintah Republik Islam Iran untuk mengakhiri konflik yang masih berlangsung.
Dalam pertemuan dengan Dubes AS, Gus Yahya tidak menyampaikan kecaman terhadap Iran ataupun ajakan kepada umat Islam untuk menolak tindakan Iran. Gus Yahya justru menyerukan dialog antara AS dan Iran agar dapat segera mengakhiri perang dan ketegangan karena kekhawatiran atas dampak perang yang dinilai sangat merugikan, terutama dari sisi ekonomi.
Melansir laman Cyberity, dalam pertemuan antara Gus Yahya dan Dubes AS pada Rabu (1/4/2026), tidak ditemukan pernyataan yang menyerukan masyarakat Indonesia untuk mengecam Iran. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mendorong komunikasi intensif antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna mengakhiri ketegangan di kawasan tersebut. Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS bersama Gus Yahya mengajak masyarakat Indonesia untuk mengecam tindakan Iran adalah tidak benar.
Dalam rilis Kompas.com, pertemuan Gus Yahya dan Dubes AS tersebut merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Lebaran yang dilakukan Gus Yahya dengan sejumlah duta besar negara sahabat. Inisiatif ini bertujuan meretas jalan damai di Timur Tengah yang sedang menghadapi krisis serius dan dikhawatirkan dapat memicu Perang Dunia Ketiga.
Gus Yahya menyampaikan dengan tegas bahwa umat Islam Indonesia, khususnya warga NU, sangat menyesalkan terjadinya peperangan yang menimbulkan banyak korban jiwa serta dampak ekonomi dan sosial yang sangat buruk dan masif. Gus Yahya juga kembali menyampaikan pesan damai dari PBNU sejak awal, agar penghentian peperangan segera dilakukan dan upaya menuju deeskalasi serta perdamaian harus secepatnya diwujudkan.
Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS dan Gus Yahya mengecam dan mengajak umat Islam menolak tindakan Iran adalah tidak benar.
Baca juga:PBNU Dorong Diplomasi Hentikan Konflik Timur Tengah
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Dubes AS dan Gus Yahya mengadakan pertemuan untuk mengecam dan mengajak umat Islam menolak tindakan Iran adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya menyampaikan pesan damai dari PBNU agar penghentian peperangan segera dilakukan termasuk upaya menuju deeskalasi serta perdamaian. PBNU juga mendukung komunikasi intens AS dan Iran menuju upaya deeskalasi serta perdamaian.
Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya menyampaikan pesan damai dari PBNU agar penghentian peperangan segera dilakukan termasuk upaya menuju deeskalasi serta perdamaian. PBNU juga mendukung komunikasi intens AS dan Iran menuju upaya deeskalasi serta perdamaian.
Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/1035628245261968/permalink/1160340489457409/?rdid=bRbSaWxGvwun8JTs#
- https://archive.ph/UQaO3
- https://www.instagram.com/p/DWtHNkEkni-/
- https://archive.ph/dRg9H
- https://x.com/AkunMboizSam/status/2040359736521158859
- https://archive.ph/rW6pw
- https://tirto.id/iran-akan-buka-hormuz-untuk-negara-yang-usir-dubes-as-israel-hsnn
- https://www.nu.or.id/nasional/temui-dubes-as-gus-yahya-serukan-dialog-as-iran-demi-hentikan-perang-di-timur-tengah-fHdON
- https://factcheck.cyberity.foundation/2026/04/03/keliru-dubes-as-bersama-gus-yahya-mengajak-masyarakat-indonesia-untuk-mengecam-tindakan-iran-dan-stop-peperangan/?fbclid=IwY2xjawQ_7GFleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFVTzRadjQ2NXpsUjVaVm9Pc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHvWNHUAVIYZKK9Uv2D9UKt5evcTRiAIlitlpqyCyXf3Qo1WVMClyYRT0ugTE_aem_orI-dOmpPaZioYeTkWxyTw
- https://cahaya.kompas.com/aktual/26D02101424190/ketum-pbnu-gus-yahya-temui-dubes-as-bahas-perdamaian-timur-tengah
- https://tirto.id/pbnu-dorong-diplomasi-hentikan-konflik-timur-tengah-htBv
(GFD-2026-33340) Tidak Benar, Puan Maharani Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Sumber:Tanggal publish: 07/04/2026
Berita
tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim Ketua DPR RI Puan Maharani resmi menjadi tersangka kasus korupsi. Dalam unggahan disebutkan terdapat 17 orang tersangka kasus korupsi dari dalam DPR RI.
ADVERTISEMENT
Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Anita Serpihan Lestari” (arsip) pada Jumat (27/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar kolase dari beberapa potongan video dan foto yang tidak saling berkaitan. Disebutkan angka fantastis yang mengejutkan, yaitu Rp143 triliun kerugian negara yang diduga hilang dalam skandal mega korupsi terbesar sepanjang sejarah Indonesia yang akhirnya terbongkar oleh Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Puan Maharani Resmi jadi Tersangka Purbaya Tak Ciut!! Satu Persatu Nama Besar Mulai Terseret!! 17 Tersangka Dari Dalam DPR RI Kasus Korupsi,” begitu keterangan tertulis dalam unggahan video.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam cuplikan video berdurasi 09.39 menit tersebut, pengunggah menjelaskan terkait audit besar-besaran terhadap kasus-kasus lama dan mengklaim terdapat 17 tersangka dari dalam DPR RI telah terjaring dalam operasi tangkap tangan bersama KPK. Pada detik ke 0:35 disebutkan DPR RI Puan Maharani diduga terlibat dalam 3 kasus besar. Megawati mengecam keras tindakan Purbaya, namun Purbaya tidak akan tunduk.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“17 tersangka dari dalam DPR RI telah terjaring dalam operasi tangkap tangan bersama KPK. Namun yang paling mengejutkan ketua DPR RI Puan Maharani diduga terlibat dalam 3 kasus besar. Mulai dari dugaan korupsi proyek IKTP tahun 2018 dengan aliran dana 500 ribu USD yang disebutkan langsung oleh terdakwa Setia Novanto, kasus korupsi BTS 4G Kominfo tahun 2023 melalui perusahaan PT Basis Utama Prima milik suaminya Habsoro Sukmono Hadi, hingga dugaan markup anggaran dana alokasi khusus atau DAK senilai 12 triliun rupiah untuk proyek infrastruktur daerah tahun 2022-2024. Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri mengecam keras tindakan Purbaya, menyebutnya bertindak seenaknya sendiri. Namun, Purbaya tegas, selagi bukan Presiden Prabowo, saya tidak akan tunduk.” Begitu narasi yang diucapkan pada video.
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (30/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 243 likes, 62 komentar, 37 kali dibagikan, dan 7,9 ribu ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut dan kritik terhadap pemerintahan.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok @anita.serpihan.le (arsip), unggahan tersebut juga menayangkan video yang sama. Video tersebut telah ditayangkan sebanyak 10,3 ribu kali pada akun YouTube bernama “Bincang Bangsa” (arsip).
ADVERTISEMENT
Dalam unggahan disebutkan juga bahwa video dugaan megakorupsi tersebut dibongkar oleh Kementrian Keuangan RI yang berada di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Ketua DPR Puan Maharani Yakin Posisi RI di BoP Dukung Palestina
periksa fakta Puan Maharani Resmi Jadi Tersangka.
ADVERTISEMENT
Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Anita Serpihan Lestari” (arsip) pada Jumat (27/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar kolase dari beberapa potongan video dan foto yang tidak saling berkaitan. Disebutkan angka fantastis yang mengejutkan, yaitu Rp143 triliun kerugian negara yang diduga hilang dalam skandal mega korupsi terbesar sepanjang sejarah Indonesia yang akhirnya terbongkar oleh Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Puan Maharani Resmi jadi Tersangka Purbaya Tak Ciut!! Satu Persatu Nama Besar Mulai Terseret!! 17 Tersangka Dari Dalam DPR RI Kasus Korupsi,” begitu keterangan tertulis dalam unggahan video.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam cuplikan video berdurasi 09.39 menit tersebut, pengunggah menjelaskan terkait audit besar-besaran terhadap kasus-kasus lama dan mengklaim terdapat 17 tersangka dari dalam DPR RI telah terjaring dalam operasi tangkap tangan bersama KPK. Pada detik ke 0:35 disebutkan DPR RI Puan Maharani diduga terlibat dalam 3 kasus besar. Megawati mengecam keras tindakan Purbaya, namun Purbaya tidak akan tunduk.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“17 tersangka dari dalam DPR RI telah terjaring dalam operasi tangkap tangan bersama KPK. Namun yang paling mengejutkan ketua DPR RI Puan Maharani diduga terlibat dalam 3 kasus besar. Mulai dari dugaan korupsi proyek IKTP tahun 2018 dengan aliran dana 500 ribu USD yang disebutkan langsung oleh terdakwa Setia Novanto, kasus korupsi BTS 4G Kominfo tahun 2023 melalui perusahaan PT Basis Utama Prima milik suaminya Habsoro Sukmono Hadi, hingga dugaan markup anggaran dana alokasi khusus atau DAK senilai 12 triliun rupiah untuk proyek infrastruktur daerah tahun 2022-2024. Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri mengecam keras tindakan Purbaya, menyebutnya bertindak seenaknya sendiri. Namun, Purbaya tegas, selagi bukan Presiden Prabowo, saya tidak akan tunduk.” Begitu narasi yang diucapkan pada video.
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (30/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 243 likes, 62 komentar, 37 kali dibagikan, dan 7,9 ribu ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut dan kritik terhadap pemerintahan.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok @anita.serpihan.le (arsip), unggahan tersebut juga menayangkan video yang sama. Video tersebut telah ditayangkan sebanyak 10,3 ribu kali pada akun YouTube bernama “Bincang Bangsa” (arsip).
ADVERTISEMENT
Dalam unggahan disebutkan juga bahwa video dugaan megakorupsi tersebut dibongkar oleh Kementrian Keuangan RI yang berada di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Ketua DPR Puan Maharani Yakin Posisi RI di BoP Dukung Palestina
periksa fakta Puan Maharani Resmi Jadi Tersangka.
Hasil Cek Fakta
Tirto
reverse image
Kami justru diarahkan ke laman Jabar Saber Hoaks bahwa pada Oktober 2025 pernah beredar unggahan di media sosial Facebook yang menampilkan narasi bahwa Ketua DPR RI Puan Maharani dijemput paksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek e-KTP. Video yang digunakan dalam unggahan itu merupakan video lama kegiatan DPR yang dipotong dan diberi narasi palsu untuk menyesatkan publik.
Lebih lanjut, kami mengetikkan kata kunci “Puan Maharani resmi jadi tersangka kasus korupsi” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarahkan kami pada laman Antara, bahwa Puan pernah diklaim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi rumah dinas DPR pada 9 Maret 2025. Namun, informasi tersebut tidak benar. KPK menetapkan Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar dan enam orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan sarana kelengkapan rumah jabatan anggota DPR RI tahun anggaran 2020 pada 7 Maret 2025.
Adapun angka "143 Triliun" yang disebutkan tidak memiliki landasan fakta. Penelusuran menunjukkan bahwa narasi mengenai dugaan korupsi ratusan triliun di DPR sering kali merupakan hasil rekayasa dari isu lama yang diputarbalikkan.
Dalam rilis Instagram @kemenkeu.prime dan Facebook resmi “Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME”, dituliskan bahwa video yang beredar mengenai dugaan mega korupsi Rp143 triliun yang selama ini sengaja disembunyikan akhirnya terbongkar oleh Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa, merupakan video hoaks. Kemenkeu tidak pernah menyebarkan video tersebut.
Hingga artikel ini ditulis pada Maret 2026, tidak ada informasi kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Puan Maharani tidak pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK maupun Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi apa pun. Narasi serupa yang mengklaim penangkapannya pada Maret 2025 juga telah dinyatakan hoaks oleh pemerintah dan lembaga pemeriksa fakta.
Selain itu, klaim bahwa dugaan mega korupsi Rp143 triliun yang selama ini sengaja disembunyikan akhirnya terbongkar oleh Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa, juga tidak terbukti kebenarannya, dan merupakan video hoaks.
Baca juga:Purbaya Bakal Perbaiki Sistem Coretax demi Atasi Joki Pajak
reverse image
Kami justru diarahkan ke laman Jabar Saber Hoaks bahwa pada Oktober 2025 pernah beredar unggahan di media sosial Facebook yang menampilkan narasi bahwa Ketua DPR RI Puan Maharani dijemput paksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek e-KTP. Video yang digunakan dalam unggahan itu merupakan video lama kegiatan DPR yang dipotong dan diberi narasi palsu untuk menyesatkan publik.
Lebih lanjut, kami mengetikkan kata kunci “Puan Maharani resmi jadi tersangka kasus korupsi” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarahkan kami pada laman Antara, bahwa Puan pernah diklaim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi rumah dinas DPR pada 9 Maret 2025. Namun, informasi tersebut tidak benar. KPK menetapkan Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar dan enam orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan sarana kelengkapan rumah jabatan anggota DPR RI tahun anggaran 2020 pada 7 Maret 2025.
Adapun angka "143 Triliun" yang disebutkan tidak memiliki landasan fakta. Penelusuran menunjukkan bahwa narasi mengenai dugaan korupsi ratusan triliun di DPR sering kali merupakan hasil rekayasa dari isu lama yang diputarbalikkan.
Dalam rilis Instagram @kemenkeu.prime dan Facebook resmi “Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME”, dituliskan bahwa video yang beredar mengenai dugaan mega korupsi Rp143 triliun yang selama ini sengaja disembunyikan akhirnya terbongkar oleh Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa, merupakan video hoaks. Kemenkeu tidak pernah menyebarkan video tersebut.
Hingga artikel ini ditulis pada Maret 2026, tidak ada informasi kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Puan Maharani tidak pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK maupun Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi apa pun. Narasi serupa yang mengklaim penangkapannya pada Maret 2025 juga telah dinyatakan hoaks oleh pemerintah dan lembaga pemeriksa fakta.
Selain itu, klaim bahwa dugaan mega korupsi Rp143 triliun yang selama ini sengaja disembunyikan akhirnya terbongkar oleh Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa, juga tidak terbukti kebenarannya, dan merupakan video hoaks.
Baca juga:Purbaya Bakal Perbaiki Sistem Coretax demi Atasi Joki Pajak
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Puan Maharani resmi menjadi tersangka kasus korupsi adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Saat ini, Puan Maharani masih aktif menjalankan tugasnya sebagai Ketua DPR RI periode 2024–2029. Adapun angka "143 Triliun" yang disebutkan tidak memiliki landasan fakta dan tidak ada media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Kemenkeu tidak pernah menyebarkan video tersebut. Video yang beredar mengenai dugaan mega korupsi Rp143 triliun yang selama ini sengaja disembunyikan akhirnya terbongkar oleh Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa, merupakan video hoaks. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui berbagai saluran resmi.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Saat ini, Puan Maharani masih aktif menjalankan tugasnya sebagai Ketua DPR RI periode 2024–2029. Adapun angka "143 Triliun" yang disebutkan tidak memiliki landasan fakta dan tidak ada media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Kemenkeu tidak pernah menyebarkan video tersebut. Video yang beredar mengenai dugaan mega korupsi Rp143 triliun yang selama ini sengaja disembunyikan akhirnya terbongkar oleh Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa, merupakan video hoaks. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui berbagai saluran resmi.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/2022255625026019
- https://archive.ph/qIycy
- https://www.tiktok.com/@anita.serpihan.le
- https://archive.ph/dRLYV
- https://www.youtube.com/watch?v=X6917NAqkNc
- https://web.archive.org/web/20260407015903/
- https://www.youtube.com/watch?v=X6917NAqkNc
- https://tirto.id/ketua-dpr-puan-maharani-yakin-posisi-ri-di-bop-dukung-palestina-hrh9
- https://saberhoaks.jabarprov.go.id/v2/klarifikasi/detail/PTN003829/PUAN-MAHARANI-KORUPSI-DANA-E-KTP-DAN-DIJEMPUT-PAKSA-KPK#:~:text=Unggahan%20tersebut%20disertai%20potongan%20video,narasi%20menyesatkan%20tanpa%20bukti%20faktual.
- https://www.antaranews.com/berita/4721153/hoaks-puan-maharani-ditetapkan-sebagai-tersangka-kasus-dugaan-korupsi-rumah-dinas-dpr-pada-9-maret
- https://www.instagram.com/p/DWy7PbwEksl/?igsh=MTlmampiN2F5bWVnYw%3D%3D
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1251215383872810&id=100069530791223&mibextid=wwXIfr&rdid=n18QccDhMdkUQFMV#
- https://tirto.id/purbaya-bakal-perbaiki-sistem-coretax-demi-atasi-joki-pajak-htP9
(GFD-2026-33347) Salah, Dubes AS & Gus Yahya Ajak Umat Islam Kecam Tindakan Iran
Sumber:Tanggal publish: 07/04/2026
Berita
tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim Duta Besar Amerika Serikat dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Gus Yahya, membahas masalah perang di Timur Tengah. Dubes AS tersebut diklaim memberikan mandat kepada Gus Yahya untuk mengajak masyarakat Indonesia mengecam serangan Iran yang terakhir.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Muhamad Angel F” (arsip) dalam obrolan grup Purbaya Yudhi Sadewa (Fanbase). Dalam unggahan menampilkan beberapa tokoh pria, termasuk Duta Besar Amerika Serikat (AS) dan Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“DUBES AS & GUS YAHYA AJAK UMAT ISLAM TOLAK TINDAKAN IRAN. AS Bersama Tokoh Islam Ajak Masyarakat Indonesia Mengecam Iran dan Menyerukan Stop Perang,” begitu narasi tertulis dalam gambar unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menuliskan narasi dalam keterangan unggahan sebagai berikut: “WAH MASUK ANGIN LAGI NICH.... Pertemuan duta besar Amerika dengan Gus Yahya membahas masalah perang di timur tengah. Duta besar Amerika memberi mandat kepada Gus Yahya untuk mengajak masyarakat Indonesia mengecam serangan Iran berakhir. Wah bingung, ngak taulah komen sendiri aja.....” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (06/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 21 likes, 154 komentar, dan 12 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kekecewaan masyarakat terhadap tokoh Islam dalam unggahan tersebut.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @magewakefacken (arsip) dan akun X bernama @AkunMboizSam (arsip). Kedua akun tersebut menyebarkan gambar yang sama terkait klaim Dubes AS dan Gus Yahya bertemu dan mengajak umat Islam mengecam tindakan Iran dan menyerukan agar menghentikan perang.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Iran Akan Buka Hormuz untuk Negara yang Usir Dubes AS & Israel
Periksa Fakta Dubes AS dan Gus Yahya. foto/hotline periska fakta tirto
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Muhamad Angel F” (arsip) dalam obrolan grup Purbaya Yudhi Sadewa (Fanbase). Dalam unggahan menampilkan beberapa tokoh pria, termasuk Duta Besar Amerika Serikat (AS) dan Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“DUBES AS & GUS YAHYA AJAK UMAT ISLAM TOLAK TINDAKAN IRAN. AS Bersama Tokoh Islam Ajak Masyarakat Indonesia Mengecam Iran dan Menyerukan Stop Perang,” begitu narasi tertulis dalam gambar unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menuliskan narasi dalam keterangan unggahan sebagai berikut: “WAH MASUK ANGIN LAGI NICH.... Pertemuan duta besar Amerika dengan Gus Yahya membahas masalah perang di timur tengah. Duta besar Amerika memberi mandat kepada Gus Yahya untuk mengajak masyarakat Indonesia mengecam serangan Iran berakhir. Wah bingung, ngak taulah komen sendiri aja.....” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (06/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 21 likes, 154 komentar, dan 12 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kekecewaan masyarakat terhadap tokoh Islam dalam unggahan tersebut.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @magewakefacken (arsip) dan akun X bernama @AkunMboizSam (arsip). Kedua akun tersebut menyebarkan gambar yang sama terkait klaim Dubes AS dan Gus Yahya bertemu dan mengajak umat Islam mengecam tindakan Iran dan menyerukan agar menghentikan perang.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Iran Akan Buka Hormuz untuk Negara yang Usir Dubes AS & Israel
Periksa Fakta Dubes AS dan Gus Yahya. foto/hotline periska fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Gus Yahya menemui Dubes AS untuk mengecam tindakan Iran.
Kemudian, kami mengetikkan kata kunci “Pertemuan Dubes AS dan Gus Yahya” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman NU Online, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menemui Duta Besar Amerika Serikat (AS), Peter Mark Haymond, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu (1/4/2026).
Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil), menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya mendorong komunikasi yang intens antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna segera mengakhiri perang dan ketegangan di kawasan.
“Pemerintah Amerika perlu segera mengakhiri perang ini dengan jalan apa pun. Yang terpenting adalah membangun komunikasi dengan pemerintah Iran untuk mencari jalan keluar agar konflik ini berakhir,” begitu keterangan Gus Ulil kepada NU Online.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya juga menanyakan sejumlah hal terkait situasi terkini, kepentingan AS, serta arah akhir dari konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran.
“PBNU melalui Gus Yahya telah menyampaikan aspirasi sekaligus mendengarkan perspektif Amerika. Kita menunggu perkembangan selanjutnya, apakah konflik ini dapat segera diselesaikan atau tidak,” begitu jelas Gus Yahya.
Sementara itu, Duta Besar AS, Peter Mark Haymond, menyatakan bahwa pemerintah AS telah melakukan berbagai upaya komunikasi dengan Pemerintah Republik Islam Iran untuk mengakhiri konflik yang masih berlangsung.
Dalam pertemuan dengan Dubes AS, Gus Yahya tidak menyampaikan kecaman terhadap Iran ataupun ajakan kepada umat Islam untuk menolak tindakan Iran. Gus Yahya justru menyerukan dialog antara AS dan Iran agar dapat segera mengakhiri perang dan ketegangan karena kekhawatiran atas dampak perang yang dinilai sangat merugikan, terutama dari sisi ekonomi.
Melansir laman Cyberity, dalam pertemuan antara Gus Yahya dan Dubes AS pada Rabu (1/4/2026), tidak ditemukan pernyataan yang menyerukan masyarakat Indonesia untuk mengecam Iran. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mendorong komunikasi intensif antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna mengakhiri ketegangan di kawasan tersebut. Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS bersama Gus Yahya mengajak masyarakat Indonesia untuk mengecam tindakan Iran adalah tidak benar.
Dalam rilis Kompas.com, pertemuan Gus Yahya dan Dubes AS tersebut merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Lebaran yang dilakukan Gus Yahya dengan sejumlah duta besar negara sahabat. Inisiatif ini bertujuan meretas jalan damai di Timur Tengah yang sedang menghadapi krisis serius dan dikhawatirkan dapat memicu Perang Dunia Ketiga.
Gus Yahya menyampaikan dengan tegas bahwa umat Islam Indonesia, khususnya warga NU, sangat menyesalkan terjadinya peperangan yang menimbulkan banyak korban jiwa serta dampak ekonomi dan sosial yang sangat buruk dan masif. Gus Yahya juga kembali menyampaikan pesan damai dari PBNU sejak awal, agar penghentian peperangan segera dilakukan dan upaya menuju deeskalasi serta perdamaian harus secepatnya diwujudkan.
Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS dan Gus Yahya mengecam dan mengajak umat Islam menolak tindakan Iran adalah tidak benar.
Baca juga:PBNU Dorong Diplomasi Hentikan Konflik Timur Tengah
Kemudian, kami mengetikkan kata kunci “Pertemuan Dubes AS dan Gus Yahya” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman NU Online, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menemui Duta Besar Amerika Serikat (AS), Peter Mark Haymond, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu (1/4/2026).
Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil), menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya mendorong komunikasi yang intens antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna segera mengakhiri perang dan ketegangan di kawasan.
“Pemerintah Amerika perlu segera mengakhiri perang ini dengan jalan apa pun. Yang terpenting adalah membangun komunikasi dengan pemerintah Iran untuk mencari jalan keluar agar konflik ini berakhir,” begitu keterangan Gus Ulil kepada NU Online.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya juga menanyakan sejumlah hal terkait situasi terkini, kepentingan AS, serta arah akhir dari konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran.
“PBNU melalui Gus Yahya telah menyampaikan aspirasi sekaligus mendengarkan perspektif Amerika. Kita menunggu perkembangan selanjutnya, apakah konflik ini dapat segera diselesaikan atau tidak,” begitu jelas Gus Yahya.
Sementara itu, Duta Besar AS, Peter Mark Haymond, menyatakan bahwa pemerintah AS telah melakukan berbagai upaya komunikasi dengan Pemerintah Republik Islam Iran untuk mengakhiri konflik yang masih berlangsung.
Dalam pertemuan dengan Dubes AS, Gus Yahya tidak menyampaikan kecaman terhadap Iran ataupun ajakan kepada umat Islam untuk menolak tindakan Iran. Gus Yahya justru menyerukan dialog antara AS dan Iran agar dapat segera mengakhiri perang dan ketegangan karena kekhawatiran atas dampak perang yang dinilai sangat merugikan, terutama dari sisi ekonomi.
Melansir laman Cyberity, dalam pertemuan antara Gus Yahya dan Dubes AS pada Rabu (1/4/2026), tidak ditemukan pernyataan yang menyerukan masyarakat Indonesia untuk mengecam Iran. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mendorong komunikasi intensif antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna mengakhiri ketegangan di kawasan tersebut. Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS bersama Gus Yahya mengajak masyarakat Indonesia untuk mengecam tindakan Iran adalah tidak benar.
Dalam rilis Kompas.com, pertemuan Gus Yahya dan Dubes AS tersebut merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Lebaran yang dilakukan Gus Yahya dengan sejumlah duta besar negara sahabat. Inisiatif ini bertujuan meretas jalan damai di Timur Tengah yang sedang menghadapi krisis serius dan dikhawatirkan dapat memicu Perang Dunia Ketiga.
Gus Yahya menyampaikan dengan tegas bahwa umat Islam Indonesia, khususnya warga NU, sangat menyesalkan terjadinya peperangan yang menimbulkan banyak korban jiwa serta dampak ekonomi dan sosial yang sangat buruk dan masif. Gus Yahya juga kembali menyampaikan pesan damai dari PBNU sejak awal, agar penghentian peperangan segera dilakukan dan upaya menuju deeskalasi serta perdamaian harus secepatnya diwujudkan.
Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS dan Gus Yahya mengecam dan mengajak umat Islam menolak tindakan Iran adalah tidak benar.
Baca juga:PBNU Dorong Diplomasi Hentikan Konflik Timur Tengah
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Dubes AS dan Gus Yahya mengadakan pertemuan untuk mengecam dan mengajak umat Islam menolak tindakan Iran adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya menyampaikan pesan damai dari PBNU agar penghentian peperangan segera dilakukan termasuk upaya menuju deeskalasi serta perdamaian. PBNU juga mendukung komunikasi intens AS dan Iran menuju upaya deeskalasi serta perdamaian.
Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya menyampaikan pesan damai dari PBNU agar penghentian peperangan segera dilakukan termasuk upaya menuju deeskalasi serta perdamaian. PBNU juga mendukung komunikasi intens AS dan Iran menuju upaya deeskalasi serta perdamaian.
Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/1035628245261968/permalink/1160340489457409/?rdid=bRbSaWxGvwun8JTs#
- https://archive.ph/UQaO3
- https://www.instagram.com/p/DWtHNkEkni-/
- https://archive.ph/dRg9H
- https://x.com/AkunMboizSam/status/2040359736521158859
- https://archive.ph/rW6pw
- https://tirto.id/iran-akan-buka-hormuz-untuk-negara-yang-usir-dubes-as-israel-hsnn
- https://www.nu.or.id/nasional/temui-dubes-as-gus-yahya-serukan-dialog-as-iran-demi-hentikan-perang-di-timur-tengah-fHdON
- https://factcheck.cyberity.foundation/2026/04/03/keliru-dubes-as-bersama-gus-yahya-mengajak-masyarakat-indonesia-untuk-mengecam-tindakan-iran-dan-stop-peperangan/?fbclid=IwY2xjawQ_7GFleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFVTzRadjQ2NXpsUjVaVm9Pc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHvWNHUAVIYZKK9Uv2D9UKt5evcTRiAIlitlpqyCyXf3Qo1WVMClyYRT0ugTE_aem_orI-dOmpPaZioYeTkWxyTw
- https://cahaya.kompas.com/aktual/26D02101424190/ketum-pbnu-gus-yahya-temui-dubes-as-bahas-perdamaian-timur-tengah
- https://tirto.id/pbnu-dorong-diplomasi-hentikan-konflik-timur-tengah-htBv
(GFD-2026-33393) Salah, Dubes AS & Gus Yahya Ajak Umat Islam Kecam Tindakan Iran
Sumber:Tanggal publish: 07/04/2026
Berita
tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim Duta Besar Amerika Serikat dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Gus Yahya, membahas masalah perang di Timur Tengah. Dubes AS tersebut diklaim memberikan mandat kepada Gus Yahya untuk mengajak masyarakat Indonesia mengecam serangan Iran yang terakhir.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Muhamad Angel F” (arsip) dalam obrolan grup Purbaya Yudhi Sadewa (Fanbase). Dalam unggahan menampilkan beberapa tokoh pria, termasuk Duta Besar Amerika Serikat (AS) dan Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“DUBES AS & GUS YAHYA AJAK UMAT ISLAM TOLAK TINDAKAN IRAN. AS Bersama Tokoh Islam Ajak Masyarakat Indonesia Mengecam Iran dan Menyerukan Stop Perang,” begitu narasi tertulis dalam gambar unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menuliskan narasi dalam keterangan unggahan sebagai berikut: “WAH MASUK ANGIN LAGI NICH.... Pertemuan duta besar Amerika dengan Gus Yahya membahas masalah perang di timur tengah. Duta besar Amerika memberi mandat kepada Gus Yahya untuk mengajak masyarakat Indonesia mengecam serangan Iran berakhir. Wah bingung, ngak taulah komen sendiri aja.....” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (06/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 21 likes, 154 komentar, dan 12 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kekecewaan masyarakat terhadap tokoh Islam dalam unggahan tersebut.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @magewakefacken (arsip) dan akun X bernama @AkunMboizSam (arsip). Kedua akun tersebut menyebarkan gambar yang sama terkait klaim Dubes AS dan Gus Yahya bertemu dan mengajak umat Islam mengecam tindakan Iran dan menyerukan agar menghentikan perang.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Iran Akan Buka Hormuz untuk Negara yang Usir Dubes AS & Israel
Periksa Fakta Dubes AS dan Gus Yahya. foto/hotline periska fakta tirto
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Muhamad Angel F” (arsip) dalam obrolan grup Purbaya Yudhi Sadewa (Fanbase). Dalam unggahan menampilkan beberapa tokoh pria, termasuk Duta Besar Amerika Serikat (AS) dan Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“DUBES AS & GUS YAHYA AJAK UMAT ISLAM TOLAK TINDAKAN IRAN. AS Bersama Tokoh Islam Ajak Masyarakat Indonesia Mengecam Iran dan Menyerukan Stop Perang,” begitu narasi tertulis dalam gambar unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menuliskan narasi dalam keterangan unggahan sebagai berikut: “WAH MASUK ANGIN LAGI NICH.... Pertemuan duta besar Amerika dengan Gus Yahya membahas masalah perang di timur tengah. Duta besar Amerika memberi mandat kepada Gus Yahya untuk mengajak masyarakat Indonesia mengecam serangan Iran berakhir. Wah bingung, ngak taulah komen sendiri aja.....” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (06/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 21 likes, 154 komentar, dan 12 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kekecewaan masyarakat terhadap tokoh Islam dalam unggahan tersebut.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @magewakefacken (arsip) dan akun X bernama @AkunMboizSam (arsip). Kedua akun tersebut menyebarkan gambar yang sama terkait klaim Dubes AS dan Gus Yahya bertemu dan mengajak umat Islam mengecam tindakan Iran dan menyerukan agar menghentikan perang.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Iran Akan Buka Hormuz untuk Negara yang Usir Dubes AS & Israel
Periksa Fakta Dubes AS dan Gus Yahya. foto/hotline periska fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Gus Yahya menemui Dubes AS untuk mengecam tindakan Iran.
Kemudian, kami mengetikkan kata kunci “Pertemuan Dubes AS dan Gus Yahya” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman NU Online, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menemui Duta Besar Amerika Serikat (AS), Peter Mark Haymond, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu (1/4/2026).
Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil), menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya mendorong komunikasi yang intens antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna segera mengakhiri perang dan ketegangan di kawasan.
“Pemerintah Amerika perlu segera mengakhiri perang ini dengan jalan apa pun. Yang terpenting adalah membangun komunikasi dengan pemerintah Iran untuk mencari jalan keluar agar konflik ini berakhir,” begitu keterangan Gus Ulil kepada NU Online.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya juga menanyakan sejumlah hal terkait situasi terkini, kepentingan AS, serta arah akhir dari konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran.
“PBNU melalui Gus Yahya telah menyampaikan aspirasi sekaligus mendengarkan perspektif Amerika. Kita menunggu perkembangan selanjutnya, apakah konflik ini dapat segera diselesaikan atau tidak,” begitu jelas Gus Yahya.
Sementara itu, Duta Besar AS, Peter Mark Haymond, menyatakan bahwa pemerintah AS telah melakukan berbagai upaya komunikasi dengan Pemerintah Republik Islam Iran untuk mengakhiri konflik yang masih berlangsung.
Dalam pertemuan dengan Dubes AS, Gus Yahya tidak menyampaikan kecaman terhadap Iran ataupun ajakan kepada umat Islam untuk menolak tindakan Iran. Gus Yahya justru menyerukan dialog antara AS dan Iran agar dapat segera mengakhiri perang dan ketegangan karena kekhawatiran atas dampak perang yang dinilai sangat merugikan, terutama dari sisi ekonomi.
Melansir laman Cyberity, dalam pertemuan antara Gus Yahya dan Dubes AS pada Rabu (1/4/2026), tidak ditemukan pernyataan yang menyerukan masyarakat Indonesia untuk mengecam Iran. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mendorong komunikasi intensif antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna mengakhiri ketegangan di kawasan tersebut. Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS bersama Gus Yahya mengajak masyarakat Indonesia untuk mengecam tindakan Iran adalah tidak benar.
Dalam rilis Kompas.com, pertemuan Gus Yahya dan Dubes AS tersebut merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Lebaran yang dilakukan Gus Yahya dengan sejumlah duta besar negara sahabat. Inisiatif ini bertujuan meretas jalan damai di Timur Tengah yang sedang menghadapi krisis serius dan dikhawatirkan dapat memicu Perang Dunia Ketiga.
Gus Yahya menyampaikan dengan tegas bahwa umat Islam Indonesia, khususnya warga NU, sangat menyesalkan terjadinya peperangan yang menimbulkan banyak korban jiwa serta dampak ekonomi dan sosial yang sangat buruk dan masif. Gus Yahya juga kembali menyampaikan pesan damai dari PBNU sejak awal, agar penghentian peperangan segera dilakukan dan upaya menuju deeskalasi serta perdamaian harus secepatnya diwujudkan.
Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS dan Gus Yahya mengecam dan mengajak umat Islam menolak tindakan Iran adalah tidak benar.
Baca juga:PBNU Dorong Diplomasi Hentikan Konflik Timur Tengah
Kemudian, kami mengetikkan kata kunci “Pertemuan Dubes AS dan Gus Yahya” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman NU Online, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menemui Duta Besar Amerika Serikat (AS), Peter Mark Haymond, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu (1/4/2026).
Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil), menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya mendorong komunikasi yang intens antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna segera mengakhiri perang dan ketegangan di kawasan.
“Pemerintah Amerika perlu segera mengakhiri perang ini dengan jalan apa pun. Yang terpenting adalah membangun komunikasi dengan pemerintah Iran untuk mencari jalan keluar agar konflik ini berakhir,” begitu keterangan Gus Ulil kepada NU Online.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya juga menanyakan sejumlah hal terkait situasi terkini, kepentingan AS, serta arah akhir dari konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran.
“PBNU melalui Gus Yahya telah menyampaikan aspirasi sekaligus mendengarkan perspektif Amerika. Kita menunggu perkembangan selanjutnya, apakah konflik ini dapat segera diselesaikan atau tidak,” begitu jelas Gus Yahya.
Sementara itu, Duta Besar AS, Peter Mark Haymond, menyatakan bahwa pemerintah AS telah melakukan berbagai upaya komunikasi dengan Pemerintah Republik Islam Iran untuk mengakhiri konflik yang masih berlangsung.
Dalam pertemuan dengan Dubes AS, Gus Yahya tidak menyampaikan kecaman terhadap Iran ataupun ajakan kepada umat Islam untuk menolak tindakan Iran. Gus Yahya justru menyerukan dialog antara AS dan Iran agar dapat segera mengakhiri perang dan ketegangan karena kekhawatiran atas dampak perang yang dinilai sangat merugikan, terutama dari sisi ekonomi.
Melansir laman Cyberity, dalam pertemuan antara Gus Yahya dan Dubes AS pada Rabu (1/4/2026), tidak ditemukan pernyataan yang menyerukan masyarakat Indonesia untuk mengecam Iran. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mendorong komunikasi intensif antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna mengakhiri ketegangan di kawasan tersebut. Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS bersama Gus Yahya mengajak masyarakat Indonesia untuk mengecam tindakan Iran adalah tidak benar.
Dalam rilis Kompas.com, pertemuan Gus Yahya dan Dubes AS tersebut merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Lebaran yang dilakukan Gus Yahya dengan sejumlah duta besar negara sahabat. Inisiatif ini bertujuan meretas jalan damai di Timur Tengah yang sedang menghadapi krisis serius dan dikhawatirkan dapat memicu Perang Dunia Ketiga.
Gus Yahya menyampaikan dengan tegas bahwa umat Islam Indonesia, khususnya warga NU, sangat menyesalkan terjadinya peperangan yang menimbulkan banyak korban jiwa serta dampak ekonomi dan sosial yang sangat buruk dan masif. Gus Yahya juga kembali menyampaikan pesan damai dari PBNU sejak awal, agar penghentian peperangan segera dilakukan dan upaya menuju deeskalasi serta perdamaian harus secepatnya diwujudkan.
Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS dan Gus Yahya mengecam dan mengajak umat Islam menolak tindakan Iran adalah tidak benar.
Baca juga:PBNU Dorong Diplomasi Hentikan Konflik Timur Tengah
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Dubes AS dan Gus Yahya mengadakan pertemuan untuk mengecam dan mengajak umat Islam menolak tindakan Iran adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya menyampaikan pesan damai dari PBNU agar penghentian peperangan segera dilakukan termasuk upaya menuju deeskalasi serta perdamaian. PBNU juga mendukung komunikasi intens AS dan Iran menuju upaya deeskalasi serta perdamaian.
Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya menyampaikan pesan damai dari PBNU agar penghentian peperangan segera dilakukan termasuk upaya menuju deeskalasi serta perdamaian. PBNU juga mendukung komunikasi intens AS dan Iran menuju upaya deeskalasi serta perdamaian.
Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/1035628245261968/permalink/1160340489457409/?rdid=bRbSaWxGvwun8JTs#
- https://archive.ph/UQaO3
- https://www.instagram.com/p/DWtHNkEkni-/
- https://archive.ph/dRg9H
- https://x.com/AkunMboizSam/status/2040359736521158859
- https://archive.ph/rW6pw
- https://tirto.id/iran-akan-buka-hormuz-untuk-negara-yang-usir-dubes-as-israel-hsnn
- https://www.nu.or.id/nasional/temui-dubes-as-gus-yahya-serukan-dialog-as-iran-demi-hentikan-perang-di-timur-tengah-fHdON
- https://factcheck.cyberity.foundation/2026/04/03/keliru-dubes-as-bersama-gus-yahya-mengajak-masyarakat-indonesia-untuk-mengecam-tindakan-iran-dan-stop-peperangan/?fbclid=IwY2xjawQ_7GFleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFVTzRadjQ2NXpsUjVaVm9Pc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHvWNHUAVIYZKK9Uv2D9UKt5evcTRiAIlitlpqyCyXf3Qo1WVMClyYRT0ugTE_aem_orI-dOmpPaZioYeTkWxyTw
- https://cahaya.kompas.com/aktual/26D02101424190/ketum-pbnu-gus-yahya-temui-dubes-as-bahas-perdamaian-timur-tengah
- https://tirto.id/pbnu-dorong-diplomasi-hentikan-konflik-timur-tengah-htBv
Halaman: 126/7780



