• (GFD-2025-31059) Keliru: Tiga Imigran Gelap Ditangkap di Spanyol saat Menyamar sebagai Domba

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/12/2025

    Berita

    FOTO dengan klaim tiga pria Aljazair ditangkap karena menyamar sebagai domba untuk masuk ke Spanyol, beredar luas di media sosial pada awal Desember 2025. Tempo menemukan konten tersebut menyebar di Instagram [arsip], Facebook, Threads, X (Twitter). Akun-akun berbahasa Inggris dari negara lain juga turut menyebarkan narasi ini di Instagram dan Facebook.

    Foto itu memuat tiga orang berkostum karakter dari serial animasi Shaun the Sheep. “Rencana unik ini gagal setelah polisi curiga gerakan “domba” aneh di kendaraan. Ketiga pria langsung ditangkap, jadi contoh ekstrem cara imigran berusaha ke Eropa,” tulis sejumlah pengunggah konten.



    Benarkah ada tiga imigran Aljazair menyamar sebagai domba untuk masuk ke Spanyol?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim dalam unggahan itu dengan melakukan pencarian gambar terbalik Google dan pemberitaan kredibel. Hasilnya, potongan foto itu berasal dari video parodi pada 2024 dan tidak berkaitan dengan upaya penyelundupan imigran ilegal.

    Potongan foto yang beredar diambil dari video lelucon berformat vertikal yang diunggah kreator konten Vito Sinaga. Video itu diunggah di Tiktok pada 5 Juni 2024, lalu dikreasikan ulang dengan fragmen lain di akun Facebook-nya pada 10 Juni 2024. 



    Dalam video aslinya, tujuh orang berkostum domba berada dalam bak mobil terbuka berplat BK. Plat BK adalah kode nomor kendaraan untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara, khususnya untuk daerah bagian timur seperti Medan, Deli Serdang, Binjai, Langkat, dan sekitarnya, bukan Spanyol.

    Meski konten itu tidak terkait dengan imigran di negara tertentu, namun Spanyol baru-baru ini menangkap imigran dari Aljazair. Dikutip dari pemeriksa fakta Misbar, pada 16 November, Kepolisian Nasional di Almería, sebuah kota di Spanyol, menangkap seorang warga negara Aljazair yang terlibat dalam pengangkutan migran dengan perahu. Penangkapan tersebut juga mengaktifkan kembali sejumlah surat perintah penangkapan dari kepadilan yang sebelumnya sempat mengendap.

    Tersangka mengoperasikan sebuah perahu karet sepanjang tujuh meter untuk membawa 16 migran menyeberangi laut dari Aljazair. Polisi mencatat, setiap migran harus merogoh kocek hingga 7.500 euro (sekitar Rp127 juta) demi mendapatkan satu kursi di perahu maut tersebut. Setibanya di pelabuhan Almería, polisi segera menggiring para migran ke Pusat Penahanan Sementara untuk Orang Asing guna menjalani protokol pemeriksaan sesuai prosedur.

    Hanya berselang empat hari sebelumnya, tepatnya pada 12 November, polisi juga meringkus nakhoda dari dua perahu migran di perairan Pulau Ibiza. Mereka tertangkap basah saat berusaha menyelinap ke Kepulauan Pitiusas dari Aljazair. Sebanyak 40 migran berada di atas kapal tersebut—satu perahu mengangkut 17 orang, sementara lainnya dijejali 23 orang.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa terdapat peristiwa penyamaran tiga warga Aljazair sebagai domba ke Spanyol adalah keliru. Potongan foto itu berasal dari video parodi tahun 2024 oleh kreator konten Indonesia dan tidak berkaitan dengan upaya penyelundupan imigran ilegal.

    Rujukan

  • (GFD-2025-31058) [SALAH] Pigai: Itu Tanah Mereka (Papua), Mereka Ingin Merdeka Kasih Aja

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/12/2025

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] pada Jumat (12/12/2025) oleh akun Facebook “Putra Andra Jr” berisi narasi:

    “Itu tanah mereka biarlah mereka hidup dengan kebebasan, 

    mereka ingin merdeka kasih aja”

    Unggahan disertai takarir:

    “Sikap Tegas Komnas Ham Pigai Terhadap Apar4t Di Tanah Papua. 

    #KomnasHam #Papua #Kkb”

    Per Senin (22/12/2025) unggahan tersebut telah mendapat reaksi lebih dari 1000 -an tanda suka, 1.200 komentar, dan dibagikan ulang sekitar 34 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Pigai: Itu Tanah Mereka (Papua), Mereka Ingin Merdeka Kasih Aja” ke mesin pencarian google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan yang tidak berkaitan, beberapa di antaranya adalah:

    • Pemberitaan metronews.com “Banyak Isu HAM Bergejolak di Tanah Papua, Menteri Pigai Bentuk Tim Pokja Khusus” tayang Selasa (10/6/2025). Berita ini memuat Menteri HAM Natalius Pigai menggelar pertemuan dengan pemerintah Papua Tengah untuk membahas persoalan HAM, penanganan pengungsi, dan upaya rekonsiliasi, sekaligus menyiapkan pembentukan Kelompok Kerja Papua guna menangani isu kemanusiaan.

    • Pemberitaan antaranews.com “Menteri HAM minta pemuda Papua bangun mentalitas petarung” tayang Kamis (13/12/2025). Berita ini memuat Menteri HAM Natalius Pigai yang meminta pemuda Papua membangun mentalitas petarung dan tetap konsisten berjuang, tidak berhenti pada kenyamanan menjadi PNS, karena menurutnya semangat juang sebagian anak muda sering menurun setelah masuk birokrasi.


    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan bukti dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Pigai: Itu Tanah Mereka (Papua), Mereka Ingin Merdeka Kasih Aja”.

    Kesimpulan

    Tidak ada pernyataan resmi atau informasi kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Pigai: Itu Tanah Mereka (Papua), Mereka Ingin Merdeka Kasih Aja” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-31057) [SALAH] Panglima TNI Agus Subianto Ucapkan Selamat Hari Kemerdekaan West Papua

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/12/2025

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] pada Selasa (1/12/2025) dari akun Facebook “Yumai Christina”, isinya memperlihatkan sosok pria menuturkan narasi sebagai berikut: 

    “Saya sebagai Panglima TNI Agus Subianto mengucapkan selamat memperingati hari lahir West Papua dan  selamat merayakan hari kemerdekaan West Papua pada 1 Desember 2025”.

    Per Senin (22/12/2025), unggahan tersebut telah mendapat 21.200 tanda suka, 907 komentar, dan 391 kali dibagikan oleh pengguna TikTok lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), video tersebut menunjukkan sejumlah kejanggalan yang mengarah ke dugaan rekayasa AI, seperti tidak jelasnya lambang TNI dalam baju yang dikenakan sosok dalam video.

    TurnBackHoax kemudian menganalisis konten menggunakan alat pendeteksi AI, Undetectable. Diketahui, video merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligelnce/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 100 persen.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Panglima TNI Agus Subianto ucapkan selamat merayakan hari kemerdekaan West Papua”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 100 persen. Jadi, unggahan berisi klaim “Panglima TNI Agus Subianto ucapkan selamat merayakan hari kemerdekaan West Papua” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-31056) Cek Fakta: Tidak Benar Video Menkeu Purbaya Buka Program Bantuan Rp 30 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/12/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim video Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka program bantuan senilai Rp 30 juta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 13 Desember 2025.
    Berikut isi unggahannya:
    "Saya bapak Purbaya buka program bantuan berupa uang senilai Rp 30 juta, yang di mana uang ini akan disalurkan kepada siapa saja yang sedang dalam kesulitan ekonomi seperti biaya sekolah, modal usaha, bayar hutang dan keperluan lainnya
    mohon segera hubungi saya lewat mesengger yang ada di bawah.
    Program ini saya buat karena saya tau di luar sana masih banyak masyarakat yang sedang kesulitan."
    Unggahan disertai caption:
    "program untuk masyarakat"
    Lalu benarkah klaim video Menkeu Purbaya membuka program bantuan senilai Rp 30 juta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Menkeu Purbaya membuka program bantuan senilai Rp 30 juta. Penelusuran mengarah postingan akun TikTok pribadi Purbaya yakni @purbayayudhis pada 15 November 2025.
    Video klaim yang beredar tersebut, identik dengan postingan Purbaya soal kemeja batik.
    Dalam unggahannya, Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan kemeja batik yang sedang dipakainya. Dia menunjukkan desain batik bergambar Garuda hingga Pancasila. Batik itu dia pesan dari perajin batik di Yogyakarta dan buatan UMKM.
    Berikut postingan selengkapnya:
    "(Pertanyaan): Pak Izin, ini kan netizen biasanya bilang batik Bapak itu lagi itu lagi. Saya lihat ini batiknya baru Pak, ada logo garuda, boleh dijelaskan?
    (Purbaya): Ya saya sekarang agak gaya dikit, kan bajunya itu itu aja, jadi saya datang ke tukang perajin batik untuk minta dibikinin batik, ini batiknya garuda dan Indonesia. Jadi kira kira batik garuda NKRI
    (Pertanyaan): Ini asal mana Pak?
    (Purbaya): Kita buat pesan dari Yogyakarta
    (Pertanyaan): Jadi UMKM ya Pak?
    (Purbaya): UMKM, saya mendukung UMKM. Nanti besok besok saya akan pakai jaket UMKM terus bergantian untuk mempromosikan produk mereka.
    (Pertanyaan): Boleh kasih semangat ke teman teman UMKM Pak?
    (Purbaya): UMKM masa depan ada ke depan akan lebih baik, kita kan mendukung perkembangan UMKM dengan lebih serius, termasuk menjaga pasar dan ikut mempromosikan sebisa mungkin"
    Postingan Purbaya tersebut tidak menyinggung sama sekali mengenai program bantuan senilai Rp 30 juta. Suara dalam video klaim merupakan hasil editan.
    Penelusuran juga mengarah pada artikel Liputan6.com berjudul "Menkeu Purbaya Pamer Batik Baru buatan Lokal, Keren Ada Gambar Garuda". Artikel ini tayang 15 November 2025.
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Menkeu Purbaya membuka program bantuan senilai Rp 30 juta, tidak benar.

    Rujukan