(GFD-2026-33511) Salah, Pigai Sebut Kematian TNI di Lebanon Bukan Isu HAM
Sumber:Tanggal publish: 08/04/2026
Berita
Unggahan tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Abdul Roziq Jilid II” (arsip) pada Jumat (03/04/2026). Dalam unggahan tersebut, bagian atas menunjukkan gambar prajurit TNI yang mengenakan baret biru khas pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) dengan latar belakang kendaraan operasional UN dan bagian bawah menampilkan foto Natalius Pigai, yang saat ini menjabat sebagai Menteri HAM.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Pigai: TNI Yang Tewa4s Akibat Serangan Israel di Lebanon Risiko Perang, Tidak Ada Sangkut Pautnya Dengan HAM,” begitu narasi tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga mengklaim sumber informasi tersebut didapatkan dari Nword dan menuliskan keterangan: “Natalius Pigai menjelaskan bahwa prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tewas dan terluka akibat serangan Israel di Lebanon merupakan risiko perang, bukan isu HAM. Ia menegaskan agar tidak semua peristiwa dikaitkan dengan HAM, serta penting memahami perbedaan antara kewajiban negara dan isu HAM. Sumber: Nword.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (08/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 37 likes, 48 komentar, dan 9 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi kritik negatif masyarakat terhadap klaim tersebut.
Tirto, menemukan unggahan serupa pada akun Instagram “ardhiardhaz”, dalam unggahan tersebut menampilkan gambar berbeda dengan narasi serupa, "Pigai menjelaskan TNI yang tew4s dan Terluka akibat ser4ngan isr4el di lebanon itu semata Resiko per4ng dan tidak ada sangkut pautnya dengan HAM".
Lantas, benarkah Pigai sebut prajurit TNI yang tewas di Lebanon tidak termasuk masalah HAM?
Baca juga:TNI Limpahkan 4 Anggota Penyiram Air Keras Andrie Yunus ke Otmil
Periksa Fakta TNI yang Tewas Bukan Isu HAM. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Kemudian, kami mengetikkan kata kunci “Pigai sebut tewasnya TNI di Lebanon bukan masalah HAM” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas.com, bahwa narasi Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan tewasnya tiga prajurit TNI di Lebanon adalah risiko perang, bukan isu HAM adalah informasi yang keliru dan tidak ada bukti Pigai pernah mengatakan pernyataan tersebut.
Melansir media arus utama Antara, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mempertimbangkan langkah hukum terhadap penyebaran informasi bohong yang mencatut namanya di berbagai platform digital, menyusul maraknya narasi menyesatkan yang beredar dan memicu kesalahpahaman publik.
Kementerian HAM mengidentifikasi sejumlah narasi tidak benar yang mencatut nama Pigai, di antaranya pernyataan “Yaqut korupsi sesuai prosedur, menurut saya tidak melanggar HAM”, kemudian klaim bahwa Pigai “mengiyakan keputusan KPK untuk seluruh tahanan korupsi menjadi tahanan rumah sebagai tindakan kemanusiaan”, hingga narasi yang menyebut “kasus penyiraman air keras termasuk kebodohan korban dan tidak ada sangkut pautnya dengan HAM”.
“Hoaks! Saya tegaskan ini bukan pernyataan saya. Siapapun yang memproduksi ini dan menyebarkan berita bohong (hoax) bertentangan dengan hukum,” begitu keterangan Pigai.
Pigai memastikan seluruh kutipan tersebut tidak benar dan tidak pernah disampaikan olehnya dalam konteks apa pun. Pigai tengah mempelajari langkah hukum yang dapat ditempuh, termasuk kemungkinan melaporkan pihak-pihak yang memproduksi dan menyebarluaskan informasi bohong tersebut kepada aparat penegak hukum.
Langkah tersebut, menjadi bagian dari upaya negara menjaga ruang digital tetap sehat serta melindungi masyarakat dari dampak disinformasi.
Pigai menegaskan dalam laman Instagram resmi Kementerian HAM,bahwa pernyataan resmi hanya disampaikan melalui media kredibel, kanal resmi, serta akun media sosial yang terverifikasi. Di luar itu, patut diduga sebagai informasi yang tidak benar atau hoaks.
Dengan demikian, narasi yang mengklaim Pigai menyebut kematian TNI sebagai risiko perang dan bukan pelanggaran HAM adalah manipulasi informasi dan tidak benar.
Baca juga:Tidak Benar, Natalius Pigai Setujui Yaqut Jadi Tahanan Rumah
Kesimpulan
Pigai tidak pernah menyampaikan bahwa tewasnya prajurit TNI di Lebanon bukan masalah HAM, klaim tersebut merupakan informasi yang dimanipulasi.
Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/abdul.roziq.jilid.ii/posts/pfbid0nuJh2CJeEgzC94yjWbg87mLCYceQSyEsmMKKHCyB3TVoRUyKtez5pLVrtKYDCh4al
- https://web.archive.org/web/20260408044041/
- https://www.facebook.com/login/?next=
- https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fphoto%2F%3Ffbid%3D2607956919597716%26set%3Da.134549663605133
- https://www.instagram.com/p/DWyjRFImOpz/
- https://tirto.id/tni-limpahkan-4-anggota-penyiram-air-keras-andrie-yunus-ke-otmil-htTF
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/04/07/164500182/-hoaks-pigai-sebut-kematian-prajurit-tni-di-lebanon-bukan-masalah-ham
- https://www.antaranews.com/berita/5492834/menteri-ham-pertimbangkan-langkah-hukum-terkait-hoaks-catut-namanya
- https://www.instagram.com/p/DWp5S7nCept/?img_index=2
- https://tirto.id/tidak-benar-natalius-pigai-setujui-yaqut-jadi-tahanan-rumah-htdR
(GFD-2026-33303) Salah, Dubes AS & Gus Yahya Ajak Umat Islam Kecam Tindakan Iran
Sumber:Tanggal publish: 07/04/2026
Berita
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Muhamad Angel F” (arsip) dalam obrolan grup Purbaya Yudhi Sadewa (Fanbase). Dalam unggahan menampilkan beberapa tokoh pria, termasuk Duta Besar Amerika Serikat (AS) dan Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“DUBES AS & GUS YAHYA AJAK UMAT ISLAM TOLAK TINDAKAN IRAN. AS Bersama Tokoh Islam Ajak Masyarakat Indonesia Mengecam Iran dan Menyerukan Stop Perang,” begitu narasi tertulis dalam gambar unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menuliskan narasi dalam keterangan unggahan sebagai berikut: “WAH MASUK ANGIN LAGI NICH.... Pertemuan duta besar Amerika dengan Gus Yahya membahas masalah perang di timur tengah. Duta besar Amerika memberi mandat kepada Gus Yahya untuk mengajak masyarakat Indonesia mengecam serangan Iran berakhir. Wah bingung, ngak taulah komen sendiri aja.....” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (06/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 21 likes, 154 komentar, dan 12 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kekecewaan masyarakat terhadap tokoh Islam dalam unggahan tersebut.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @magewakefacken (arsip) dan akun X bernama @AkunMboizSam (arsip). Kedua akun tersebut menyebarkan gambar yang sama terkait klaim Dubes AS dan Gus Yahya bertemu dan mengajak umat Islam mengecam tindakan Iran dan menyerukan agar menghentikan perang.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Iran Akan Buka Hormuz untuk Negara yang Usir Dubes AS & Israel
Periksa Fakta Dubes AS dan Gus Yahya. foto/hotline periska fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Kemudian, kami mengetikkan kata kunci “Pertemuan Dubes AS dan Gus Yahya” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman NU Online, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menemui Duta Besar Amerika Serikat (AS), Peter Mark Haymond, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu (1/4/2026).
Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil), menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya mendorong komunikasi yang intens antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna segera mengakhiri perang dan ketegangan di kawasan.
“Pemerintah Amerika perlu segera mengakhiri perang ini dengan jalan apa pun. Yang terpenting adalah membangun komunikasi dengan pemerintah Iran untuk mencari jalan keluar agar konflik ini berakhir,” begitu keterangan Gus Ulil kepada NU Online.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya juga menanyakan sejumlah hal terkait situasi terkini, kepentingan AS, serta arah akhir dari konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran.
“PBNU melalui Gus Yahya telah menyampaikan aspirasi sekaligus mendengarkan perspektif Amerika. Kita menunggu perkembangan selanjutnya, apakah konflik ini dapat segera diselesaikan atau tidak,” begitu jelas Gus Yahya.
Sementara itu, Duta Besar AS, Peter Mark Haymond, menyatakan bahwa pemerintah AS telah melakukan berbagai upaya komunikasi dengan Pemerintah Republik Islam Iran untuk mengakhiri konflik yang masih berlangsung.
Dalam pertemuan dengan Dubes AS, Gus Yahya tidak menyampaikan kecaman terhadap Iran ataupun ajakan kepada umat Islam untuk menolak tindakan Iran. Gus Yahya justru menyerukan dialog antara AS dan Iran agar dapat segera mengakhiri perang dan ketegangan karena kekhawatiran atas dampak perang yang dinilai sangat merugikan, terutama dari sisi ekonomi.
Melansir laman Cyberity, dalam pertemuan antara Gus Yahya dan Dubes AS pada Rabu (1/4/2026), tidak ditemukan pernyataan yang menyerukan masyarakat Indonesia untuk mengecam Iran. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mendorong komunikasi intensif antara pemerintah AS dan Republik Islam Iran guna mengakhiri ketegangan di kawasan tersebut. Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS bersama Gus Yahya mengajak masyarakat Indonesia untuk mengecam tindakan Iran adalah tidak benar.
Dalam rilis Kompas.com, pertemuan Gus Yahya dan Dubes AS tersebut merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Lebaran yang dilakukan Gus Yahya dengan sejumlah duta besar negara sahabat. Inisiatif ini bertujuan meretas jalan damai di Timur Tengah yang sedang menghadapi krisis serius dan dikhawatirkan dapat memicu Perang Dunia Ketiga.
Gus Yahya menyampaikan dengan tegas bahwa umat Islam Indonesia, khususnya warga NU, sangat menyesalkan terjadinya peperangan yang menimbulkan banyak korban jiwa serta dampak ekonomi dan sosial yang sangat buruk dan masif. Gus Yahya juga kembali menyampaikan pesan damai dari PBNU sejak awal, agar penghentian peperangan segera dilakukan dan upaya menuju deeskalasi serta perdamaian harus secepatnya diwujudkan.
Dengan demikian, narasi yang mengklaim Dubes AS dan Gus Yahya mengecam dan mengajak umat Islam menolak tindakan Iran adalah tidak benar.
Baca juga:PBNU Dorong Diplomasi Hentikan Konflik Timur Tengah
Kesimpulan
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya menyampaikan pesan damai dari PBNU agar penghentian peperangan segera dilakukan termasuk upaya menuju deeskalasi serta perdamaian. PBNU juga mendukung komunikasi intens AS dan Iran menuju upaya deeskalasi serta perdamaian.
Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/1035628245261968/permalink/1160340489457409/?rdid=bRbSaWxGvwun8JTs#
- https://archive.ph/UQaO3
- https://www.instagram.com/p/DWtHNkEkni-/
- https://archive.ph/dRg9H
- https://x.com/AkunMboizSam/status/2040359736521158859
- https://archive.ph/rW6pw
- https://tirto.id/iran-akan-buka-hormuz-untuk-negara-yang-usir-dubes-as-israel-hsnn
- https://www.nu.or.id/nasional/temui-dubes-as-gus-yahya-serukan-dialog-as-iran-demi-hentikan-perang-di-timur-tengah-fHdON
- https://factcheck.cyberity.foundation/2026/04/03/keliru-dubes-as-bersama-gus-yahya-mengajak-masyarakat-indonesia-untuk-mengecam-tindakan-iran-dan-stop-peperangan/?fbclid=IwY2xjawQ_7GFleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFVTzRadjQ2NXpsUjVaVm9Pc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHvWNHUAVIYZKK9Uv2D9UKt5evcTRiAIlitlpqyCyXf3Qo1WVMClyYRT0ugTE_aem_orI-dOmpPaZioYeTkWxyTw
- https://cahaya.kompas.com/aktual/26D02101424190/ketum-pbnu-gus-yahya-temui-dubes-as-bahas-perdamaian-timur-tengah
- https://tirto.id/pbnu-dorong-diplomasi-hentikan-konflik-timur-tengah-htBv
(GFD-2026-33304) Cek Fakta: Hoaks Artikel Presiden Prabowo Minta Polisi Tutup Semua Masjid Jelang Lebaran karena Takut Radikalisme
Sumber:Tanggal publish: 07/04/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel yang mengklaim Presiden Prabowo meminta polisi menutup semua masjid jlang lebaran karena takut terjadi radikalisme. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 18 Maret 2026.
Dalam unggahannya terdapat tangkapan layar artikel dari Gelora News berjudul:
"Presiden Prabowo Meminta Polisi Tutup Semua Masjid Menjelang Lebaran Takut Terjadi Radikalisme"
Lalu benarkah postingan artikel yang mengklaim Presiden Prabowo meminta polisi menutup semua masjid jelang lebaran karena takut terjadi radikalisme?
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah Gelora.co dengan foto dan tanggal yang sama dengan postingan.
Namun dalam artikel asli berjudul "Prabowo Dinilai Antikritik, Kebebasan Berpendapat di Indonesia Semakin Muram"
Artikel asli sama sekali tidak membahas permintaan Presiden Prabawo pada polisi untuk menutup masjid jelang lebaran. Artikel asli membahas pernyataan Koalisi Masyarakat Sipil usai serangan air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Postingan artikel yang mengklaim Presiden Prabowo meminta polisi menutup semua masjid jlang lebaran karena takut terjadi radikalisme adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2026-33305) [SALAH] 2 Helikopter Amerika Dirudal Iran
Sumber: FacebookTanggal publish: 07/04/2026
Berita
Akun Facebook “M Mar M Mam” pada Sabtu, (04/04/2026) mengunggah informasi [arsip] disertai dengan gambar sebuah pesawat helikopter milik AS yang diduga jatuh karena ditembak oleh Iran. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:
2 helikopter Amerika yang terbang rendah dirudal Iran salah satunya tidak hancur…
pilot dan 4 pasukan Amerika didalamnya ditangkap oleh pasukan Iran di pulau kharg Iran
Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah mendapatkan 66 reaksi, 21 interaksi komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 4 kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan melakukan pencarian gambar serupa menggunakan Google Image Search. Hasilnya, pencarian mengarah pada salah satu situs milik Aviation Safety.
Dalam keterangannya dijelaskan bahwa helikopter UH-60L Angkatan Darat AS milik Resimen Penerbangan 1-228 mengalami kerusakan saat melakukan pendaratan darurat di dekat Pangkalan Udara Soto Cano di Honduras, tempat unit tersebut bermarkas. Peristiwa tersebut terjadi pada Maret 2025.
Dengan demikian, kejadian tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan peristiwa apa pun di Iran, baik konflik, serangan militer, maupun dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah karena lokasi, waktu, serta konteks kejadiannya jelas berbeda dan telah terverifikasi terjadi di Honduras.




