• (GFD-2026-33281) [SALAH] Jutaan Burung Gagak Serbu AS, Warga Tak Berani Keluar Rumah

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/04/2026

    Berita

    Pada Selasa (24/3/2026) akun Facebook “Tarmizi Barmawi” mengunggah video [arsip] yang memperlihatkan kerumunan burung gagak tersebut diklaim terjadi di Amerika hingga membuat warga tidak berani keluar rumah.

    Unggahan tersebut disertai narasi: 

    “Apa ini akan mengulangi pada jaman nabi dahulu. Dulu burung ababil, sekarang burung gagak. Kota Amerika di serang jutaan burung gagak, warga tidak ada yang keluar dari kendaraannya”

    Hingga Senin (6/4/2026) unggahan tersebut telah dilihat 4,8 juta kali, disukai lebih dari 70 ribu, dan menuai lebih dari 7 ribu komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut melalui Google Image Search dan menemukan versi aslinya diunggah oleh akun Instagram “kingxitytv”, kreator asal Spanyol, yang diunggah pada Kamis (29/1/2026) tanpa keterangan lokasi di Amerika.

    Turnbackhoax mengamati video terlihat logo “Veo”, yakni model AI pembuat video. Berdasarkan hasil analisis Hive Moderation menunjukkan video tersebut merupakan rekayasa AI dengan probabilitas 81,8 persen.

    Kesimpulan

    Video yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas mencapai 81,8 persen. Unggahan dengan narasi “Jutaan burung gagak serbu AS, warga tak berani keluar rumah” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33282) [SALAH] Jutaan Rakyat Singapura Pindah ke Batam

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/04/2026

    Berita

    Pada Minggu (22/2/2026) akun Facebook “Hippo Academy” mengunggah video [arsip]  yang mengklaim jutaan warga Singapura pindah ke Batam akibat melemahnya ekonomi Singapura. Unggahan itu disertai dengan narasi : 

    “Jutaan rakyat Singapura pindah ke Batam Singapura diambang bangkrut otw jadi kota hantu”

    Hingga Rabu (06/4/2026) unggahan tersebut telah dilihat 50 ribu, disukai 1000 kali, dan menuai 37 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mencari kebenaran klaim dengan memasukan kata kunci “jutaan rakyat Singapura pindah ke Batam” ke mesin pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan informasi yang membenarkan klaim. 

    Pencarian mengarah ke artikel Tempo.co “Turis Singapura dan Malaysia Belanja ke Batam” diunggah Selasa (20/1/2026). Artikel tersebut menjelaskan bahwa kunjungan wisatawan asal Singapura dan Malaysia ke Batam mengalami peningkatan signifikan, terutama untuk kegiatan belanja dan wisata singkat.

    TurnBackHoax kemudian menelusuri lebih jauh tentang jumlah kunjungan wisata Batam. Dilansir dari  batampos.co.id, sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam menembus 1.613.202 kunjungan.

    Kesimpulan

    Bukan jutaan warga Singapura yang pindah menetap, melainkan terjadi lonjakan kunjungan wisatawan. Unggahan dengan narasi “jutaan rakyat Singapura pindah ke Batam” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33283) [SALAH] Iran Putus Kabel Optik Selat Hormuz, Bisa Bikin Saldo QRIS Hilang

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 06/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “berita viral” pada Senin (28/3/2026). Unggahan beserta narasi :

    “berita viral

    PETAKA DIDEPAN MATA: JIKA IRAN PUTUS KABEL OPTIK BAWAH LAUT DI SELAT HORMUZ, SALDO QRIS DAN MEDSOS BAKAL LENYAP”

    Hingga Senin (6/3/2026) unggahan telah mendapatkan 830 tanda suka, 196 komentar dan telah dibagikan ulang 86 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “Iran putus kabel optik Selat Hormuz bisa bikin saldo QRIS hilang” ke mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah pada penjelasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang menyebutkan bahwa lebih dari 95 persen lalu lintas data global bergantung pada kabel bawah laut. Jika terjadi kerusakan, dampaknya adalah gangguan komunikasi dan perlambatan layanan digital, seperti transaksi keuangan atau akses internet, bukan hilangnya data. 

    Kabel optik bawah laut sendiri merupakan teknologi fiber optik yang digunakan untuk mentransmisikan data antarwilayah dengan cara dibentangkan di dasar laut. Dikutip dari IPTP Networks, kerusakan kabel optik memang dapat mengganggu koneksi internet dan transaksi digital. Namun, jaringan global tidak bergantung pada satu kabel saja. Terdapat banyak jalur kabel alternatif yang saling terhubung. Indonesia memiliki puluhan kabel optik bawah laut termasuk SeaMeWe-5 yang jalurnya berdekatan dengan kawasan Timur Tengah, termasuk Selat Hormuz.

    Dengan demikian, gangguan pada satu kabel hanya berdampak pada wilayah atau jaringan tertentu, bukan melumpuhkan seluruh sistem digital. Selain itu, saldo QRIS tersimpan di server perbankan dan pusat data yang dilengkapi sistem cadangan, sehingga tidak akan hilang akibat gangguan jaringan. Hal serupa berlaku pada media sosial yang menyimpan data di server terdistribusi, sehingga gangguan kabel hanya mempengaruhi akses, bukan menghapus data atau platform.

    Kesimpulan

    Faktanya, kabel optik bawah laut hanya berfungsi sebagai jalur transmisi data, bukan tempat penyimpanan saldo atau data digital, gangguan pada kabel hanya berdampak pada koneksi internet, bukan menghapus saldo QRIS maupun media sosial. Unggahan berisi klaim “Iran putus kabel optik Selat Hormuz, bisa bikin saldo QRIS hilang” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33284) Cek Fakta: Hoaks Video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Promosi Situs Judol

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempromosikan situs judol tertentu. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 1 April 2026.
    Dalam unggahannya terdapat video Dedi Mulyadi sedang di dalam mobil dengan narasi sebagai berikut:
    "Sebelumnya ramai di sosmed yang menyatakan bahwa situs XXX sudah resmi. Hal itu saya tegaskan kembali benar adanya ya.
    Daripada kita mempersulit situs game online lebih baik kita pilih mana yang terbaik dan kita resmikan. Karena situs XXX yang paling banyak memberikan skater dan perkalian kepada masyarakat dan sudah pasti member pada WD.
    Sebelumnya di Jakarta tahun 57 juga pernah diresmikan dan sangat membantu perekonomian daerah. Jadi sekarang saya tegaskan lagi jika situs yang resmi hanya situs XXX dan sudah terbukti yang terbaik di antara yang lain.
    Jadi jika mau main game online jangan di tempat lain ya."
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Daftar segera, rekomendasi KDM"
    Lalu benarkah postingan video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempromosikan situs judol tertentu?
     
     
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan video yang identik dengan postingan. Video itu diunggah dalam akun Instagramnya, @dedimulyadi71 pada 11 Juli 2025.
    Namun dalam video asli Dedi Mulyadi sama sekali tidak membahas promosi situs judol tertentu. Video asli membahas tenaga kerja ilegal asal Cirebon yang meninggal dunia di Malaysia.
    Penelusuran dilanjutkan dengan menggunakan website pendeteksi AI, Hive Moderation. Hasilnya suara dalam postingan merupakan modifikasi AI dengan analis mencapai 99,3 persen.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempromosikan situs judol tertentu adalah hoaks.

    Rujukan