• (GFD-2026-34660) [PENIPUAN] Tautan Rekrutmen PT Timah Tbk

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 25/05/2026

    Berita

    Beredar foto [arsip] dari akun TikTok “loker.pt.tima” pada Rabu (13/5/2026) berisi narasi:

    Penerimaan Karyawan Baru PT Timah Tbk

    Dari pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), terdapat tautan pendaftaran di bio akun.

    Hingga Senin (25/5/2026), konten tersebut mendapat 1.230-an tanda suka serta dibagikan ulang hampir 370 kali. 

    Hasil Cek Fakta

    TurnBackHoax mengakses tautan yang tertulis di bio akun TikTok “loker.pt.tima”. Diketahui, tautan mengarah ke laman yang meminta pengisian data pribadi berupa nama, asal provinsi dan nomor Telegram.

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “rekrutmen PT Timah” ke mesin pencari Google. Hasilnya, ditemukan pengumuman di akun Instagram resmi PT Timah Tbk, yakni “officialtimah”. Dalam unggahannya, perusahaan menegaskan semua informasi rekrutmen dan program yang valid hanya disampaikan melalui:

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “rekrutmen PT Timah Tbk” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-34661) Hoaks, Dedi Mulyadi masuk rumah sakit dan koma pada 20 Mei 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dilarikan ke rumah sakit hingga mengalami koma pada 20 Mei 2026.

    Unggahan tersebut juga disertai gambar dan narasi yang memperlihatkan Dedi Mulyadi sedang terbaring di ranjang pasien dengan peralatan medis.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Bantu Do'anya.. aminn Inalillahiiiiii d3dy mulyadi dilarikan kervmah s4kit hingga kom…”

    Namun, benarkah Dedi Mulyadi masuk rumah sakit dan koma pada 20 Mei 2026?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah dan media kredibel yang menyatakan bahwa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dilarikan ke rumah sakit hingga mengalami koma pada 20 Mei 2026.

    Foto Dedi yang terlihat terbaring di ranjang rumah sakit merupakan dokumentasi lama. Gambar tersebut berasal dari unggahan YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada 26 Januari 2022. Saat itu, Dedi menceritakan pengalamannya menjalani operasi iritasi pada pita suara akibat terlalu banyak berbicara dalam kegiatan sehari-hari.

    Dalam video tersebut, Dedi mengatakan bahwa kondisinya baik-baik saja setelah menjalani operasi.

    “Kami enggak sakit. Kami sehat. Tapi akan diambil tindakan agar lebih sehat lagi,” ujar Dedi.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Selain itu, Dedi juga masih aktif membagikan aktivitasnya melalui akun Instagram resminya. Unggahan tersebut memperlihatkan Dedi tetap beraktivitas pada Rabu (20/5/2026).

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Dedi Mulyadi masuk rumah sakit dan koma pada 20 Mei 2026 merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Klaim : Dedi Mulyadi masuk rumah sakit dan koma pada 20 Mei 2026

    Rating : Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34662) Hoaks! Video Anies Baswedan tawarkan kuota haji gratis

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di media sosial Facebook mengeklaim bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menawarkan program kuota haji gratis kepada masyarakat.

    Unggahan tersebut menampilkan potongan video Anies Baswedan yang sedang berbicara, disertai narasi yang mengajak masyarakat mendaftar untuk mendapatkan kuota haji tanpa biaya.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut: “Program Haji Gratis bersama Anies Baswedan. Silahkan klik tautan di bawah untuk pendaftaran kuota terbatas.”

    Namun, benarkah Anies Baswedan menawarkan kuota haji gratis?

    Hasil Cek Fakta

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah dan media kredibel yang menyatakan bahwa Anies Baswedan menawarkan program kuota haji gratis kepada masyarakat.

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video dalam unggahan tersebut merupakan hasil manipulasi dari video asli yang diunggah di YouTube Anies Baswedan pada 8 Februari 2024.

    Dalam video aslinya, Anies Baswedan sedang memberikan pengumuman mengenai kegiatan Kumpul Akbar yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada 10 Februari 2024.

    Acara tersebut merupakan momentum kampanye penutup bagi pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam kontestasi Pilpres 2024, sehingga tidak berkaitan dengan program pembagian kuota haji.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Anies Baswedan menawarkan kuota haji gratis merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim : Anies Baswedan tawarkan kuota haji gratis

    Rating : Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34663) Hoaks! Video tikus terinfeksi hantavirus sengaja disebar truk di jalan

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa sebuah truk sengaja menyebarkan tikus yang terinfeksi hantavirus di jalan raya.

    Video tersebut memperlihatkan sejumlah tikus berukuran besar keluar dari bagian belakang truk yang sedang melaju.

    Narasi yang beredar kemudian mengaitkan peristiwa itu dengan dugaan penyebaran hantavirus secara sengaja.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “WHAT THE HELL IS THIS?! Dashcam catches dozens of RATS exploding out of a hole in a semi-trailer at highway speed like a horror movie. Deliberate release? Population control? Or something worse... hantavirus carriers being dropped into cities? WHO literally warned about this”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berikut terjemahan narasi dalam unggahan tersebut:

    “APA-apaan ini?! Dashcam menangkap puluhan TIKUS meledak keluar dari lubang di semi-trailer dengan kecepatan jalan raya seperti film horor. Pelepasan yang disengaja? Kontrol populasi? Atau sesuatu yang lebih buruk... Pembawa hantavirus dijatuhkan ke kota? Siapa benar-benar memperingatkan tentang ini”

    Namun, benarkah video tersebut menunjukkan tikus terinfeksi hantavirus sengaja disebarkan melalui truk di jalan raya?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah, lembaga kesehatan, dan media kredibel yang menyatakan adanya penyebaran tikus pembawa hantavirus secara sengaja menggunakan truk di jalan raya.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil penelusuran menggunakan AI Detector Hive Moderation menunjukkan bahwa video tersebut memiliki kemungkinan sekitar 82 persen merupakan hasil kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).



    Dilansir dari ANTARA, hantavirus merupakan virus yang dapat menular melalui paparan urine, kotoran, dan air liur hewan pengerat, termasuk tikus.

    Penularan juga dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan pengerat yang terinfeksi.

    Namun, tidak ada bukti bahwa video tersebut menunjukkan operasi penyebaran hantavirus secara sengaja.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut video tikus terinfeksi hantavirus sengaja disebarkan melalui truk di jalan raya merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Rating : Video tikus terinfeksi hantavirus disebar truk di jalan

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim : Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan