• (GFD-2025-31095) Tidak Benar, Narasi Demo Kades Minta Purbaya Mundur dari Menkeu

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/12/2025

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim bahwa terjadi aksi demonstrasi besar-besaran kepala desa (kades) yang menuntut Purbaya Yudhi Sadewa untuk mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan.

    ADVERTISEMENT

    Klaim tersebut disebarkan oleh “Anthony Tristan” (arsip) di laman Facebook miliknya, pada 11 Desember 2025. Dalam unggahannya, pengunggah menulis, “KEPALA DESA DEMO Minta PURBAYA MUNDUR. JUJUR…Kalian Dukung PURBAYA atau KEPALA DESA”.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Periksa Fakta Tirto Kepala Desa Minta Purbaya Mundur. foto/hotline periksa fakta tirto

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Unggahan tersebut turut disertai kolase gambar kerumunan massa berseragam cokelat yang diklaim sebagai aksi demonstrasi kepala desa, serta foto Purbaya Yudhi Sadewa. Pada gambar juga tertera teks tambahan, antara lain “KADES DEMO MINTA PURBAYA MUNDUR” dan “JUJUR, KALIAN DUKUNG PURBAYA ATAU PARA KADES YANG HAUS DANA DESA”.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut sudah mendapatkan 47 tanda suka, 51 komentar, dan dibagikan lebih dari 200 kali.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim tersebut, Tirto menelusuri pemberitaan media arus utama terkait aksi demonstrasi kepala desa yang disebut-sebut menuntut Purbaya Yudhi Sadewa mundur. Penelusuran mengarahkan pada laporan Tirto mengenai aksi unjuk rasa yang digelar oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di sekitar Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/11/2025).

    Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sekitar 2.155 personel aparat gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi Apdesi.

    Aksi tersebut diketahui merupakan bentuk penolakan terhadap Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025 yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

    Aturan ini dinilai oleh sebagian pemerintah desa berpotensi menghambat pencairan dana desa tahap II serta mengalihkan sebagian anggaran desa ke program-program yang berada di luar kewenangan pemerintah desa.

    Para kepala desa menilai PMK 81/2025 tidak mengakomodasi aspirasi mereka, sebab dialog justru dilakukan dengan pihak di luar DPP Apdesi yang selama ini menjadi wadah resmi kepala desa di seluruh Indonesia.

    DPP Apdesi menegaskan tuntutan pencabutan PMK 81/2025 dan mengancam menggelar aksi lanjutan apabila pemerintah tidak segera merespons desakan terkait pencairan dana desa.

    Namun, dalam pemberitaan tersebut tidak ditemukan informasi yang menyebut bahwa aksi unjuk rasa dilakukan untuk menuntut Purbaya Yudhi Sadewa mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan, sebagaimana diklaim dalam unggahan Facebook yang beredar.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyebut adanya aksi demonstrasi besar-besaran kepala desa yang menuntut Purbaya Yudhi Sadewa mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan adalah kekurangan konteks (missing context).

    Hasil penelusuran Tirto menunjukkan bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) memang benar terjadi. Namun, demonstrasi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan terhadap Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025, bukan untuk menuntut Purbaya Yudhi Sadewa mundur dari jabatannya.

    =========

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-31094) [SALAH] Bahlil Dipecat karena Bohongi Prabowo Soal Kondisi Listrik di Aceh

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 24/12/2025

    Berita

    Akun Facebook “Metaberita” pada Rabu (10/12/2025) membagikan gambar [arsip], isinya memperlihatkan Bahlil Lahadalia berjabat tangan dengan Presiden Prabowo.


    Unggahan disertai narasi:


    “Bohongi Presiden Prabowo dan Warga Aceh Soal Kondisi Listrik di Aceh Sudah Pulih 93 Persen dan Menyala, Prabowo Pecat Bahlil dari Kursi Menteri”.


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri akun Instagram resmi Bahlil Lahadalia, “bahlillahadalia”, salah satu unggahan terbarunya merupakan video keterangan pers terkait stok BBM, gas, dan listrik jelang Natal dan tahun baru. Unggahan tersebut berkolaborasi dengan akun Instagram resmi Kementerian ESDM “kesdm”.


    Di laman resmi Kementerian ESDM esdm.go.id, dalam bagian struktur organisas, nama Bahlil Lahadalia masih tertulis sebagai Menteri ESDM. TurnBackHoax tidak menemukan pemberitaan valid yang membenarkan klaim Bahlil Lahadalia dipecat dari kursi menteri.


    TurnBackHoax kemudian menelusuri gambar Bahlil yang sedang berjabat tangan dengan Presiden Prabowo tersebut dengan Google Lens. Hasil penelusuran teratas mengarah ke unggahan Instagram resmi “presidenrepublikindonesia”. Konteks asli foto tersebut adalah dokumentasi momen kunjungan jajaran petinggi Partai Golkar di Istana Merdeka Rabu (27/8/2025).


    Kesimpulan

    Tidak ditemukan sumber valid yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Bahlil dipecat karena bohongi Prabowo soal kondisi listrik di Aceh” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-31093) [SALAH] Video “Cuaca Buruk Menimbulkan Hujan Pasir”

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 24/12/2025

    Berita

    Akun Facebook “qiofernanda21” pada Minggu (7/12/2025) membagikan video [arsip], isinya memperlihatkan kepulan yang terlihat seperti awan hitam.


    Unggahan disertai narasi:


    “Merinding sekali melihat hujan ini, hujan pasir di kawasan Balaraja Kab Tangerang di Banten duhh hujan hitam begitu beneran cuaca beneran lagi gak baik baik saja semoga kita semua dilindungi Allah”

    Sampai Senin (22/12/2025), video tersebut disukai oleh lebih 6.000-an akun dan menuai 700-an komentar.


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri potongan gambar dari video tersebut dengan Google Lens. Hasil penelusuran teratas mengarah ke pemberitaan metrotvnews.com “Viral! Ledakan Pabrik Hebel Picu Hujan Pasir di Tangerang, Warga Panik”, tayang pada Jumat (28/11/2025).


    Diketahui, konteks asli dokumentasi tersebut adalah ledakan dari pabrik produksi bata ringan milik PT Jaya Celcon Prima. Ledakan tersebut menimbulkan banyak pasir yang berterbangan hingga membentuk seperti awan hitam atau asap hitam. 


    Pihak PT Jaya Celcon Prima menjelaskan ledakan itu berasal dari salah satu mesin pembakaran batu hebel yang berada di ruang produksi. Kepulan pasir yang berterbangan tersebut merupakan partikel batu yang sedang dimatangkan saat sedang diproduksi. Tidak ada kaitannya dengan cuaca.


    Kesimpulan

    Faktanya, kepulan yang terlihat seperti awan hitam tersebut merupakan hasil ledakan pembakaran batu hebel dari PT Jaya Celcon Prima. Tidak ada kaitannya dengan cuaca. Jadi, unggahan video berisi klaim “cuaca buruk menimbulkan hujan pasir” itu adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-31092) [PENIPUAN] Video “Purbaya Bagi-Bagi Dana Bantuan Menuju Indonesia Emas”

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 24/12/2025

    Berita

    Akun Facebook “special program dana bantuan bapak Purbaya Yudi Sadewa” pada Rabu (10/12/2025) membagikan video [arsip], isinya memperlihatkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya menuturkan narasi berikut:


    “Siapapun yang melihat video ini dan sedang dalam keadaan kesulitan ekonomi, termasuk biaya untuk modal usaha, bayar, utang, biaya sekolah, dan lain-lain. Tolong segera hubungi saya ya, karena saya sedang mengadakan program berbagi rezeki. Acara ini benar dan resmi, dan berlaku untuk semua orang yang benar-benar membutuhkan”.


    Dalam video juga tertulis narasi:


    “Program Dana Bantuan Menuju Indonesia Emas”


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri potongan gambar dari video tersebut dengan Google Lens. Hasil penelusuran teratas mengarah ke video serupa yang tayang pada kanal YouTube “Sekretariat Presiden” berjudul “Keterangan Pers Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Jakarta, 10 September 2025”.


    Diketahui, konteks asli video adalah momen Menkeu Purbaya menjelaskan laporan terkait perkembangan proses pembahasan APBN. Ia menekankan angka-angka dalam rancangan APBN masih sementara karena belum diputuskan bersama DPR. Tidak ada pernyataan tentang bagi-bagi dana bantuan menuju Indonesia emas.


    TurnBackHoax kemudian mengunduh video tersebut dan mengunggahnya ke alat pendeteksi AI dari Hive Moderation. Hasilnya, video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9%.


    Kesimpulan

    Video yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9%.
    Unggahan video berisi klaim “Purbaya bagi-bagi dana bantuan menuju Indonesia emas” itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan